Feeds:
Posts
Comments

Identitas Buku

Judul: Caelum (Siluet Sang Waktu)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-6611-18-5
Rilis: 2017
Halaman: 158
Penerbit: Penerbit Romance (Kaifa Publishing)
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Berlatar belakang di Kota Bremen, Jerman, pada tahun 1946, novel ini mengisahkan tentang tiga sahabat —Noemi, Greg, dan Jonas– yang selamat dari Perang Dunia II. Kehidupan jalanan mereka menjadi penuh petualangan sejak seorang gadis kecil, Anne, ingin menjadi teman mereka. Anne membawa tiga sahabat ini pada sebuah misteri yang tersembunyi sejak Perang Dunia I.

“Kau pasti pernah membayangkan saat dirimu punya kekuatan super. Ya …. Kau ingin sekuat besi, bisa terbang, membaca pikiran, membuat api dengan tanganmu, atau apa pun. Lalu bagaimana bila itu benar-benar terjadi? Menyenangkan, bukan?”

“Kuberi tahu sekarang …, aku bisa mengendalikan pikiranmu. Tak ada yang bisa menolak keinginanku untuk itu. Tapi kisahku ini tak berakhir seperti putri negeri dongeng atau gadis ajaib dengan sihir perinya. Dengan semua harapan anak manismu, tampaknya kau tak akan pernah mau menjadi diriku …. Aku berjanji.”

Direncanakan hadir di Togamas Bandung, Jabodetabek. Jaringan Gunung Agung Pulau Jawa, serta BBC Bandung, Lampung, dan Palembang mulai minggu ketiga dan keempat bulan ini 😀

januari-kaifa1

Identitas Buku

Judul: Januari
Penulis: Josephine Widya Wijaya, Dwi Putri S.N., dkk
Rilis: 2017
ISBN: 978-602-6611-00-0
Halaman: 106
Penerbit: Kaifa Publishing
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

“Januari” adalah kumpulan cerita pendek terbaik dalam kegiatan “Menulis, Bercerita, dan Berbahagia Bersama Kaifa Publishing”. Kumpulan cerpen ini dihadirkan untuk mengajak pembaca semua menyelami macam-macam karya dari berbagai kalangan penulis. Semangat para penulis berkarya dan menggelorakan dunia literasi adalah hal yang patut dihargai.

Kumpulan cerpen dalam buku “Januari”:

Ai Ratna Juwita – Sudah Pasti
Shasa – Our January
Ani Nuriyani – I Remember
Dwi Putri Sn – After The Darkness
I Komang Trisna Angga Pradipta – Hujan, Petrikor, dan Pelangi
Josephine Widya Wijaya – Di Bawah Mekar Tabebuya
Maya Azni – I’ll Listen to What You Have to Say
Nanda Erma Suryani – Kaifa
R. Ravika Dwi Daningtyas – Sendu Sang Dara
Valentina Rye – Serenade Untuk Malam

Akan segera hadir di toko buku kesayangan Anda!

Pemesanan online: http://kaifapublishing.com/produk/januari

atau melalui laman facebook Kaifa Publishing: https://www.facebook.com/KaifaPublishing/

meineseufzer-thumbnail-blog

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer, meine Tränen (Meine Seufzer Opus III)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
Rilis: 2017
Halaman: 198
Penerbit: Diandra Kreatif / Victoire Publishing (nulisbuku.com)
Bahasa: Indonesia
Sinopsis

Radang paru-paru memaksa Marie untuk dirawat di sanatorium. Selama Marie berada di sana, hanya Franz yang menjaga dan menemaninya dengan setia. Franz merawat gadis itu hingga sembuh.

Pada bulan kedua musim dingin, Marie hendak kembali menjadi tenaga bantuan rumah sakit. Tugasnya dimulai dengan sulit. Sanatorium tersebut harus menangani radang selaput otak. Pula dalam hari-hari di sanatorium itu, sebuah isu menakutkan mulai terdengar. Sanatorium tersebut ternyata dibuat oleh para dokter untuk meneliti obat baru.

Kenangan Marie akan kematian Lukas pun tak hentinya membayangi gadis itu. Bayang-bayang mengerikan tersebut selalu muncul setiap kali Marie kembali ke rumah sakit. Namun seperti janjinya pada Franz, ia akan berusaha untuk sekali lagi meraih mimpinya sebagai seorang tenaga kesehatan.

forget-me-nots-madame-love-10273328_391053311033120_2907099543544663296_o
“Saat mencintai seseorang, biarkan saja cinta itu ada. Bahkan, bila cinta itu bukan untuk kita …”

josephine-widya-wijaya_meine-seufzer2-sanatorium-salju


Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer Opus II, Sanatorium Salju
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-1375-85-3
Rilis: 2015
Halaman: 232
Penerbit: Kaifa Publishing
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Marie tak berhasil menyelamatkan Lukas dari gagal jantung. Ia pun harus merelakan kepergian pria yang amat dicintainya itu dengan berat hati. Marie telah berusaha terlalu keras untuk menyembuhkan Lukas. Ia sendiri akhirnya jatuh sakit karena radang paru-paru.

Selama Marie dirawat di sanatorium, hanya Franz yang menjaga dan menemaninya dengan setia. Franz merawat gadis itu hingga sembuh. Dan pada bulan kedua musim dingin itulah, Marie hendak kembali menjadi tenaga bantuan rumah sakit.

Tugasnya dimulai dengan sulit. Sanatorium tersebut harus menangani pasien-pasien radang selaput otak. Pula dalam hari-hari di sanatorium itu, sebuah isu yang mengerikan mulai terdengar. Sanatorium tersebut ternyata dibuat oleh para dokter untuk penelitian obat baru.

 ***

Galeri

Marie von Haydn
(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

 498EL MONTE-  71.
Irma
(Anonim; Lukisan oleh Edward Robert Hughes)
cc4f04277d098b625f872df959c14376
Erik
(Anonim; Lukisan oleh Henry Raeburn)

2697795by-henry-raeburn
Benjamin dan Isolde
(Sir Christoph and Lady Sykes; Lukisan oleh George Romney, 1786)

24.-Romney-George-Sir-Christopher-And-Lady-Sykes-1786
 
Annegret von Bayer
(Nyonya Lindow; Lukisan oleh George Romney)

Nyonya-Lindow-george-romney
 
Andreas Bruck
(The Doctor; Lukisan oleh Samuel Luke Fildes, 1891)
The Doctor exhibited 1891 by Sir Luke Fildes 1843-1927

***

Terima Kasih Istimewa Untuk:

 

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

Johann Sebastian Bach (1685-1750)

Hildegard dari Bingen (1098 – 1179)
Martin Gotthard Schneider;
Ein Schiff, das sich Gemeinde nennt (1963)

***

Telah Hadir di Toko Buku Kesayangan Anda!

Togamas Supratman dan Buah Batu Bandung, BBC Palasari dan BBC Suci Bandung; Gramedia Merdeka, BSM, PVJ, IP Bandung; Gramedia Cirebon dan Tasikmalaya; TB. Elvira; Karunia Agung Sukabumi; Rumah Buku Bandung; Togamas Diponegoro; BBC Palembang; BBC Lampung; Merbabu Semarang; Uranus Surabaya; Togamas Malang; Togamas Bali; Togamas Depok; TM Bookstore Depok; Gunung Agung Kwitang 06, Kwitang 38, Atrium, Blok M Plaza, dan jaringan Gunung Agung Jabodetabek. Gunung Agung Delta Surabaya, GA Galaxy Surabaya, GA Libbi Denpasar, GA Citraland Semarang, GA Paragon Cirebon, GA Bandung Indah Plaza.

 josephine-widya-wijaya_meine-seufzer_sanatorium-salju

 

***

“Setialah pada perkara-perkara kecil karena dari situlah perkara-perkara besar akan dipercayakan padamu. Bila engkau setia hingga terasa menyakitkan, tidak akan ada lagi yang lebih menyakitkan, hanya ada damai.”
– Marie von Haydn, 1741

Marie-Franz

Josephine-Meine-seufzer-diva-press

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer (Desau Napasku)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-7968-30-1
Rilis: 2014
Halaman: 422
Penerbit: Diva Press
Bahasa: Indonesia
 
Sinopsis
“Franz, apakah engkau tahu penyakit terbesar di dunia ini?” tanya Marie.
“Apakah itu?”
“Tak diinginkan, tak dicintai, dan tak dipedulikan. Kita dapat menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan. Tapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan penderitaan adalah cinta.” 
 
Tak pernah Marie von Haydn mengira bahwa Lukas Gerlach yang selama ini dekat dengannya, selalu memberi perhatian padanya, dan hampir melamarnya, ternyata mencintai gadis lain. Kebahagiaan yang sempat memenuhi ruang hati Marie seketika berganti dengan jerit perih penuh luka. Yang sekeras apa pun gadis itu menyembuhkannya, tetap tak kunjung membaik. Tak juga dengan kehadiran Franz. 
Kelembutan dan kehangatan yang memancar dari lelaki itu tak mampu meluruhkan sosok Lukas dari pikiran Marie. Namun Marie tak sadar, bahwa Lukas kini hanya menghuni pikirannya, tidak lagi hatinya. 
 
Sebuah kisah romantis yang ingin menegaskan bahwa cinta selalu berawal dan berakhir di tempat yang penuh kejutan. Selamat membaca!
 

                     

Meine Seufzer, meine Tränen

Können nicht zu zählen sein.

Wenn sich täglich Wehmut findet

Und der Jammer nicht verschwindet,

Ach! So muß uns diese Pein

Schon den Weg zum Tode bahnen.

 

Desau napasku, ratapanku

Tak dapat dihitung.

Ketika hari-hari putus asa bersua

Dan penderitaan tidak pudar,

Ah! Pastilah rasa sakit ini

Telah membangun jalan mati bagi kita.

***

Galeri

Marie von Haydn

(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

498EL MONTE-  71.

Lukas Gerlach

(Horatio Nelson, lukisan oleh John Francis Rigaud)

 horatio-nelson1

Elise von Haydn
(Constable, lukisan oleh George Romney)
george-romney-la-sec3b1orita-constable-museos-y-pinturas-juan-carlos-boveri
Jolanda
(Emily Potts, lukisan oleh George Romney)
67.187.128 052
***
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1784)
AKH_klein_01
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1880)
AKH_Wien-1880
***

Terima kasih istimewa untuk:

Johann Sebastian Bach (1685 – 1750)

BWV 13: Meine Seufzer, Meine Tränen

Joseph Haydn (1732-1809)

Hildegard von Bingen (1098-1179)

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

meine-seufzer_josephine-widya-wijaya

1980_Hanna-Die-Liebestraume-Diva-Press

Identitas Buku

Judul: Hanna Die Liebesträume

Penulis: Josephine Widya Wijaya

ISBN: 978-602-7665-76-7

Rilis: 2012

Halaman: 414

Penerbit: Diva Press

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Perseteruan dengan sang ayah membuat Hanna von Leibniz memendam kesedihan mendalam dan lara hati. Ayahnya yang adalah seorang jenderal ingin agar anak-anaknya membawa bakat kepemimpinan sebagaimana dirinya. Sang ayah melarang kedua putrinya untuk menjadi seniman. Namun demikian, Hanna diam-diam berkiprah sebagai penyanyi opera.

Selama ayahnya pergi berlayar, Hanna mendapat tugas untuk membantu penyelidikan kasus peredaran morfin di tengah pekerja seni opera. Bersama pianis kekasih hatinya, Ludwig von Lonquich, ia mendatangi Gedung Opera Brussel untuk bertemu seorang saksi.

Hal ini diketahui Alfons van Beecke, pemuda borjuis yang begitu menginginkan Hanna. Alfons tak rela gadis kesayangannya itu bersanding dengan lelaki lain. Berbagai upaya ia lakukan untuk mendapatkan Hanna, termasuk meramu racun mematikan demi membunuh Ludwig. Sementara itu, anak seorang maestro bernama Tamara jatuh cinta pada Ludwig. Ia mengancam akan bunuh diri jika pemuda itu tak mau menjadi kekasihnya.

Mampukah sepasang kekasih ini bertahan dalam segala duka dan mara bahaya? Akankah keduanya sanggup menahan gejolak cemburu untuk mempertahankan cinta mereka?

Kisah ini menuturkan jatuh bangun para borjuis dan aristokrat di akhir abad ke-19, paruh kedua Zaman Romantik. Terinspirasi oleh karya Franz Liszt (1811-1886): Liebesträume (Impian Cinta).

“Bukanlah kasih namanya jika engkau membuatnya menjadi benci padamu. Bukanlah kasih namanya jika engkau membuat hatinya terluka.”

 

Liebesträume (bahasa Jerman untuk Impian Cinta) adalah satu set tiga karya solo piano (S/G541) oleh Franz Liszt yang diterbitkan pada tahun 1850. Awalnya tiga Liebesträume merupakan lagu yang didasari oleh puisi dari Ludwig Uhland dan Ferdinand Freiligrath. Pada tahun 1850, dua versi muncul secara bersamaan sebagai satu set lagu untuk sopran dan piano, serta sebagai transkripsi untuk piano dua tangan.

Dua puisi oleh Uhland dan satu oleh Freiligrath menggambarkan tiga bentuk cinta yang berbeda. Karya Uhland Hohe Liebe (cinta surgawi) adalah cinta suci: sang martir meninggalkan cinta duniawi dan pintu surga dibukakan untuknya. Lagu kedua Seliger Tod (kematian yang terberkati) sering dikenal dari baris pertamanya (‘Gestorben ich war’, ‘aku mati’), melambangkan cinta eros. ‘Mati’ adalah sebuah metafora yang mengacu pada hal yang dikenal sebagai ‘la petite mort’ dalam bahasa Prancis (‘aku sudah mati untuk kebahagiaan cinta, terkubur dalam pelukannya, terbangun oleh ciumannya, aku melihat surga di matanya’). Puisi Freiligrath untuk Nocturne ketiga yang terkenal melambangkan cinta tanpa syarat (‘Cintailah selama kau mampu!’, ‘O lieb, solang du lieben kannst‘).

 

Galeri

Hanna von Leibniz

(Lukisan oleh Barend Cornelis, http://www.artrenewal.org/)

portrait_of_a_young_lady-barend_cornelis

Tautan:
Musim Gugur,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/26/die-liebestraume-musim-gugur/

 

Ludwig von Lonquich

(Leo Ornstein, lukisan oleh Leon Kroll; http://www.wikimedia.org)

 

leo_ornstein_at_the_piano_color_by_leon_kroll

Tautan:

Dari Kota Wina,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-dari-kota-wina/

Michaela von Leibniz

(Alexei Alexeievich Harlamoff, http://rceliamendonca.wordpress.com/)

alexei_harlamoff

Tautan:

Catatan Michaela,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/08/die-liebestraume-catatan-michaela/

Alfons van Beecke

(Franz Liszt, http://www.lucernefestival.ch)

NL_Liszt

Tautan:
Surat kepada Hanna,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-surat-kepada-hanna/

***

Vlaamse Opera, Gent, Belgia (1888)

(http://www.vlaamseopera.be)

03_gent_gebouw_oud_07

Brussels, Belgia (1888)

(http://www.imageshack.us)

anciennegaredunordbruxerj6

La Monnaie, Brussels, Belgia (1888)

(http://www.farm1.static.flickr.com)

Brussels_La_Monnaie

***

Terima kasih istimewa untuk:

Franz Liszt (1811-1886)

Nocturne: Liebesträume Nr. 3

Jeanne d’Arc (1412-1431)

Frédéric Chopin (1810-1849)

Johanna Maria Lind (1820-1887)

O Lieb, so lang du lieben kannst….
Cintailah selama engkau masih dapat mencinta….

ludwig-und-hanna

Bahasa Indonesia

Tuhanku, jadikanlah rumahku tempat membahagiakan yang dibangun atas dasar cinta dan pengorbanan yang jauh dari mementingkan diri sendiri dan yang layak kupersembahkan kepada-Mu.

Berikanlah aku, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan ketekunan dalam berusaha serta kerendahan hati dan kekuatan dalam melaksanakan semua kewajibanku.

Tolonglah aku, untuk mengutamakan akan “nilai-nilai abadi” lebih dari apa pun dan menerima kehendak-Mu dengan penuh sukacita.

Tunjukkanlah kepadaku, prinsip-prinsip kebenaran suci yang mendasar dalam mendidik anak-anakku yang adalah milik-Mu.

Bantulah aku, untuk membimbing setiap anakku dengan cinta, pengertian, kebijaksanaan, dan keadilan.

Berilah aku keberanian untuk mengatakan “tidak” kepada mereka apabila memang harus … tanpa menghiraukan rengekan dan kesedihan mereka yang sesaat.

Tambahkanlah kesabaranku dalam menghadapi kenakalan dan menyelesaikan pertengkaran yang terjadi dengan tenang sebagaimana mestinya.

Dengan demikian, oh Tuhan, biarkanlah anak-anakku melihat di dalam diriku suatu cahaya walaupun samar, pancaran kebaikan dan keagungan-Mu.

Semoga kata-kata dan perilakuku mengilhami dan mendorong mereka untuk melangkah menuju kepada-Mu.

Dan pada suatu kelak … semoga seluruh keluargaku bersatu di rumah-Mu yang abadi dalam cinta dan kerahiman-Mu untuk hidup bersama-Mu dengan damai dan bahagia seutuhnya.

Amin.

English

My God, make my home a happy home, dedicated to You and founded on Your principle of unselfish love and sacrifice.

Grant me prudence in judgement, perseverance in effort, and humility and strength in the performance of all my duties.

Help me appreciate more fully the importance of eternal values and the joy in accepting Thy will be done.

Direct me in teaching Your children and mine these sacred and essential truth and principles.

Assist me in guiding each of my children with love, understanding, wisdom, and justice.

Give me courage to say No to them when I should, regardless of their pleading and temporary sadness.

Increase my patience in correcting misbehaviour and settling quarrels calmly and fairly.

Thus, O God, let my children see in me some faint glimmer of Your virtue and goodness.

May my conduct and speech inspire and encourage them in their steps toward You.

And one day, in Your mercy and love, may all of my family be united in Your eternal home, to live with You in perfect happiness and peace.

Amen.

Title: Lancer Enkidu
Technique: Watercolour on Paper
© Fate/Strange Fake (2015)

DOA KUASA

Saya mengakui bahwa YESUS adalah TUHAN atas segala perisitiwa, keadaan, dan segala kesulitan hari ini. “dan Aku. Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” ( Yoh. 12 : 32 )

Dalam Nama YESUS KRISTUS ….
Karena kekuatan DARAH-NYA ….
Yang diberikan kepadaku sebagai anak Allah

Saya ikat dan tolak kamu, setan … dan saya memerintahkan kamu untuk pergi …. Dan saya meteraikan ruangan dan rumah ini. Dan semua anggota keluargaku, dalam DARAH PENEBUSAN TUHAN KAMI YESUS KRISTUS.

Saya ikat dan tolak semua roh-roh jahat, roh kebencian, iri hati, kepahitan, dan semua roh yang menyebabkan penderitaan dan penyakit …. Roh kesedihan, roh ketakutan, roh perjudian, roh percabulan.

Saya ikat dan tolak segala roh yang ada di udara, di angin, di api, di alam baka dan di semua kekuatan jahat di alam raya ini ….

Saya ikat dan tolak semua segi dan penunjang roh-roh itu dan segala yang ada sangkut pautnya dengan roh-roh itu ….

Saya perintahkan kamu untuk tidak mengadakan hubungan dengan siapa pun.
Saya perintahkan kamu untuk pergi, TANPA MEMBUAT GADUH.

Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS saya patahkan dan hancurkan setiap kutukan … mantra … tenung … guna-guna … santet … keinginan jahat … perjanjian atau kontrak dengan setan … praktik perdukunan … dan penyembahan terhadap penguasa setempat

Saya patahkan dan hancurkan segala ikatan dengan peramalan … ahli nujum … ahli gaib … penyembahan setan dan penguasa setempat … petenung … dan segala permainan gelap

Datanglah ROH KUDUS dan penuhilah ruangan ini dari ujung hingga ujung. Dari atas sampai ke bawah …

Malaikat Agung Santo Mikael … Santo Gabriel … dan semua Malaikat Agung yang kudus … Datanglah dan bertempurlah bersama aku.

Ellohah … Ellion … Ell shaday … Ellhay … Terpujilah … TUHAN ALLAH adalah gunung batuku yang mengajari tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang. Engkaulah kota bentengku dan kubu pertahananku.

Aku mohon bantuan dari semua malaikat kudus. Penguasa kudus … jadilah perisai dan pertahananku melawan roh – roh jahat.
Aku memohon semuanya ini … dalam Nama TUHAN kita YESUS KRISTUS.

Dengan kekuatan DARAH – NYA …
Dengan Kuasa SABDA – NYA …
Yang diberikan kepadaku sebagai anak Allah

Doakan ini setiap anda bangun tidur.

Harap di print dan didoakan
Tuhan memberkati

KELENGKAPAN DENGAN ROH KUDUS

TUHAN Yesus, aku mohon dari ini untuk dilengkapi dengan Roh Kudus, isilah segala tempat kosong di dalam tubuhku dengan damai sejahtera, kasih, penyembuhan, dan sukacita.

Aku juga memohon agar aku ditambah karunia dan lebih mampu untuk membaginya, semua kuasa dan buah Roh Kudus.

Kebijaksanaan ……………………
Sabda Pengetahuan ……………………………
Iman …………………………………………………
Mukjizat …………………………………………………..
Nubuat ………………………………………………………….
Kemampuan membeda-bedakan Roh ………………………………..
Bahasa Roh ………………………………………………………………..
Menerjemahkan Bahasa Roh …………………………………………….
Penyembuhan batin …………………………………………………
Mengajar ………………………………………………………
Pelayanan ……………………………………………….
Karunia untuk memberi semangat ……………….
Karunia untuk membimbing ………………
Karunia sukacita dan takwa……..

PEDANG FIRMAN

‘Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit’ (Lu. 10:9; Mat. 10:1).

‘…. karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang dilengkapi dengan kuasa’ (2 Kor. 10:4).
‘ …sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu’ (Mzm. 91:11)

‘Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani yang di atas untuk melayani mereka, yang harus memperoleh keselamatan’ (ibr. 1:14).
‘Dialah ……(Yesus Kristus) ……kepala semua pemerintah dan penguasa’ (Kol. 2:10).

‘……karena perjuangan-perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu gelap ini …..’ (Ef. 6:12).
‘ …karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintahan maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia’ (kol. 1:16).
‘Karena itu, tunduklah kepada ALLAH dan lawanlah iblis, maka I akan lari dari padamu’ (Yak. 4:7).

‘Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tepat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, tekukkanlah langit-Mu dan turunlah, sentuhlah gunung-gunung, sehingga berasap!
Lontarkanlah kilat-kilat dan serakkanlah mereka, lepaskanlah panah-panah-Mu, sehingga mereka kacau!
Ulurkanlah tangan-Mu dari tempat tinggi, bebaskanlah aku dan lepaskanlah aku dari banjir, dari tangan orang-orang asing, yang mulutnya mengucapkan tipu dan yang tangan kanannya adalah tangan kanan dusta.

Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana! Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita! Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita! Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! (Mzm. 144:1-2, 5-8, 12-15.)

To delve into the literary world, we should know that literature is divided in two types, including:

  • Escapist literature

Escapist literature is written purely for entertainment. It takes us away from the real world and has only pleasure as its objects.

  • Interpretive literature

Interpretive literature is written to broaden, deepen and sharpen our awareness of life. It takes us into the world, and has pleasure of understanding life as its objects.

Note:

  • These types are not two crossroads, but they are more alike to a scale.
  • In one time, one’s escapist mind may be higher compared to their interpretive mind, or vice-versa.
  • It depends on many factors like the reader’s preferences at the moment¸ mood, ideological beliefs, etc.

With those points in mind, readers are also divided into two groups in literary world:

  • Immature readers

Immature readers merely seek readings only to escape. They make fixed demands, and stick to one type of subject matter.

  • Discriminating readers

Discriminating readers do not only takes deeper pleasure in fiction that deals with life, but they also do not necessarily reject escapist literature.

In literary world, we know something called intrinsic approach. Intrinsic approach—also known as formalism approach—is a study where one seeks out meanings from literary elements in one literary object.

Those analyzable literary elements included:

  • Plot
  • Character
  • Theme
  • Conflict
  • Setting
  • Narrative technique

Besides intrinsic approach, there is also extrinsic approach, where one studies what they got by using intrinsic approach and combining it with outside knowledge.

Salah satu tempat yang saya kunjungi saat berwisata ke Lembang, Bandung Barat, adalah Taman Bunga Begonia. Taman bunga ini terletak di Jalan Maribaya No. 120. Taman bunga ini buka dari pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Untuk mencapai tempat tersebut ada banyak pilihan transportasi. Bila kita ingin ke sana menggunakan transportasi umum dari Stasiun Bandung, bisa naik angkutan kota jurusan St. Hall – Lembang. Angkot tersebut akan melalui Jalan Pasir Kaliki dan Paris van Java (PVJ) untuk setelahnya menuju Lembang. Setelah naik St. Hall – Lembang, kita akan sampai di pertigaan Pasar Lembang. Dari sana kita bisa turun dan berganti sarana transportasi dengan delman atau ojek. Minta saja pada kusir delman atau pengemudi ojek untuk diantarkan ke Taman Bunga Begonia. Menurut beberapa sumber bisa juga menggunakan angkot Lembang – Cibodas.

Bila menggunakan kendaraan pribadi dapat melalui Jalan Setiabudhi (Ledeng) atau melalui Pasar Lembang ke arah Jalan Maribaya (masih lurus setelah melewati De Ranch).

Total biaya pulang pergi dengan kendaraan umum: Rp 20.000,00 – 50.000,00

Kalau Anda sebelumnya baru dari objek wisata Tangkuban Perahu atau dari arah Jalan Tangkuban Perahu, bisa naik angkot Lembang – Cikole dan turun di pertigaan Pasar Lembang. Dari sana bisa naik delman atau ojek lagi.

Sewaktu sampai di sana, saya disapa oleh suasana yang tenang dan segar. Tiket untuk masuk ke taman bunga dapat dibeli di stand tiket, sebelah kanan pintu masuk taman. Harga tiket masuk Rp 10.000,00 untuk waktu yang tak dibatasi (sampai taman bunga tutup) dan dapat pinjaman topi anyaman selama berada di sana.

Selain dapat melihat keindahan taman bunga, kita juga dapat melihat kebun sayur yang berada di belakang taman bunga tersebut. Sayur-sayuran di sana bisa dibeli dan tentunya harus ditimbang dahulu. Lalu juga ada Taman Kelinci. Untuk masuk ke Taman Kelinci harus membayar tiket lagi sebesar Rp 10.000,00.

Bunga Begonia yang Mendominasi Taman

Patung Gajah di Taman Sayuran

Kita juga bisa membeli suvenir atau bunga setelah lewat jalan ke pintu keluar. Bunga yang dijual bermacam-macam, ada begonia, salvia, erigeron, kaktus, juga ada semak stroberi dan lain-lain. Harganya mulai dari Rp 15.000,00 sampai ratusan ribu. Untuk bunga begonia sendiri dapat dibeli dengan harga Rp 15.000,00 untuk yang ditanam di polybag. Bila ditanam di pot harganya Rp 30.000,00 – 75.000,00. Kalau ingin membeli bunga jangan lupa tanyakan cara perawatannya. Beberapa bunga tidak tahan udara panas atau curah hujan tinggi.

Di taman tersebut juga terdapat kedai makanan, tetapi saya tak sempat mengunjunginya.

Review untuk Taman Bunga Begonia

Keunggulan:

  • Bunga terawat baik
  • Suasana taman tenang karena daerah pegunungan dan bukan jalan besar
  • Sangat cocok untuk pencari wisata santai dan tak melibatkan adrenalin
  • Lingkungan taman bersih dan asri
  • Banyak sekali spot yang cocok untuk berfoto, baik swafoto ataupun bersama
  • Banyak tempat duduk sehingga dapat bersantai sejenak setelah berfoto dan menyusuri taman

 

Kekurangan:

  • Luas taman tidak terlalu besar sehingga belum memuaskan bila tujuan Anda untuk berjalan-jalan jauh

 

Secara keseluruhan, saya beri rating 4,5. Tempat yang sangat cocok untuk mencari hiburan yang mampu melepas penat dan tidak melelahkan 🙂

 

“The rose speaks of love silently, in a language known only to the heart.” – Anonymous

Identitas Buku
Judul: Januari
Penulis: Josephine Widya Wijaya, Nenny Makmun, dkk
Rilis: 2017
ISBN: 978-602-6611-05-5
Halaman: 220
Penerbit: Kaifa Publishing
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

“Nocturne” adalah kumpulan cerita pendek terpilih dalam kegiatan “Menulis, Bercerita, dan Berbahagia Bersama Kaifa Publishing”. Kumpulan cerpen ini dihadirkan untuk mengajak pembaca semua menyelami macam-macam karya dari berbagai kalangan penulis. Semangat para penulis berkarya dan menggelorakan dunia literasi adalah hal yang patut dihargai.

Kumpulan cerpen dalam buku “Nocturne”:

Alfian Bahri – Romantika Dasar
Amanda Chrysilla – Ketakutanku pada Hujan
Anjeni Meilinda Sari – Cinta yang Salah
Desi Prima Setianata – Miniatur
Hania Ari Kusumawati – Filosofi Perbnan
Hayatun Nupus – Miracle The Tear in Prayer
Josephine Widya Wijaya – Nocturne
Luthfia Putri Utami – Kertas dan Pensil
Nenny Makmun – Mungkin Takkan Ada Lagi
Rahmi Fauziah – Hujan yang Jatuh Senja Itu
Rayes Mahendra – Makhluk Kala Hujan
Regina Angellica – Pondok Tua
Rindiani Agustina Rahayu – Kamu dan Senja Kala Itu
Risqiyatul Mamlu’ah – Mimpi
Sayyidatul Imamah – Terlalu Berharap Akan Melahirkan Kecewa
Shanti Agustiani – Memeluk Rembulan
Shobirin – Wisuda Tanpa Ibu
Suharyo Widagdo – Blusukan di Busan
Syarifah Ummu – Aku Ingin Seperti Bunda
Vidia Ade Lukmannia – Persahabatan dan Indahnya Cinta di Negara Impian
Vinny Shofa – That’s What Friend Are For
Yume Yun – Hujan Penghapus Ego
Sega Purwa Wika – Menjemput Rani
Siti Nurfadilah – Sepenggal Harapan
Wannur – Pelaku Sebenarnya
Kutsiyah – Kenangan Membisu
L. Viashari – Cinta Penuh Harap

Pemesanan online: http://kaifapublishing.com/produk/nocturne

atau melalui laman facebook Kaifa Publishing: https://www.facebook.com/KaifaPublishing/