Feeds:
Posts
Comments

TELAH TERBIT!


Identitas Buku


Judul: Les Tempêtes de la Vie

Penulis: Josephine Widya Wijaya

Penerbit: Laksana (Imprint Diva Press)

Ukuran: 14 X 20 cm

Tebal: 404 cm

Harga: Rp75.000,00

 

Sinopsis

Paris, 1848

Nada bertaut kian kemari, naik dan turun, seakan mengasingkan sang gadis di antara bukit-bukit salju. Pula warna-warni nada itu terasa seperti sinar putih musim dingin. Alunannya menjebak setiap pendengar dalam badai salju di hati mereka masing-masing. Begitu dingin, begitu biru, begitu beku. Amat sunyi.

Gadis itu tengah menanti, tetapi bukan seseorang yang didambanya… melainkan sebuah kebebasan. Semua telinga mendengarkan alunan musik mengalir dari setiap jari Aurore. Mereka tidak tahu jika gadis itu tidak hanya lihai bermain piano, namun juga gesit berdansa dengan pedang. Bilah-bilah panjang tersebut tampak mengerikan di kedua tangan Aurore. Setiap sayat pedangnya adalah api pembakar hati. Hantamnya bagai batu perajam jiwa. Tatap matanya laksana duri penjerat setiap asa. Gadis itu bagaikan kematian.

“Di hari resital Chopin itu, seorang asing yang tak kukenal datang menyapaku. Seorang yang sama, yang mengatakan ingin menjadi temanku. Dia menyusup di antara pintu-pintu sempit dan gelap itu hanya untuk menemukan diriku yang sebenarnya.” -Aurore

Segera dapatkan di toko buku kesayangan Anda! 😀

Untuk pemesanan online (diskon 20%) hubungi:

Kak Nita (081804374879)

Hari Kerja: Senin-Jum’at 08.00-16.00 Sabtu: 08.00-13.00

atau melalui

Website: http://www.divapress-online.com/products/les-tempetes-de-la-vie

http://www.parcelbuku.net/les-tempetes-de-la-vie/

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/dt2w49-jual-les-tempetes-de-la-vie-laksana

Official LINE: @nva6765b

 

Advertisements

Josephine-Meine-seufzer-diva-press

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer (Desau Napasku)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-7968-30-1
Rilis: 2014
Halaman: 422
Penerbit: Diva Press
Bahasa: Indonesia
 
Sinopsis
“Franz, apakah engkau tahu penyakit terbesar di dunia ini?” tanya Marie.
“Apakah itu?”
“Tak diinginkan, tak dicintai, dan tak dipedulikan. Kita dapat menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan. Tapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan penderitaan adalah cinta.” 
 
Tak pernah Marie von Haydn mengira bahwa Lukas Gerlach yang selama ini dekat dengannya, selalu memberi perhatian padanya, dan hampir melamarnya, ternyata mencintai gadis lain. Kebahagiaan yang sempat memenuhi ruang hati Marie seketika berganti dengan jerit perih penuh luka. Yang sekeras apa pun gadis itu menyembuhkannya, tetap tak kunjung membaik. Tak juga dengan kehadiran Franz. 
Kelembutan dan kehangatan yang memancar dari lelaki itu tak mampu meluruhkan sosok Lukas dari pikiran Marie. Namun Marie tak sadar, bahwa Lukas kini hanya menghuni pikirannya, tidak lagi hatinya. 
 
Sebuah kisah romantis yang ingin menegaskan bahwa cinta selalu berawal dan berakhir di tempat yang penuh kejutan. Selamat membaca!
 

                     

Meine Seufzer, meine Tränen

Können nicht zu zählen sein.

Wenn sich täglich Wehmut findet

Und der Jammer nicht verschwindet,

Ach! So muß uns diese Pein

Schon den Weg zum Tode bahnen.

 

Desau napasku, ratapanku

Tak dapat dihitung.

Ketika hari-hari putus asa bersua

Dan penderitaan tidak pudar,

Ah! Pastilah rasa sakit ini

Telah membangun jalan mati bagi kita.

***

Galeri

Marie von Haydn

(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

498EL MONTE-  71.

Lukas Gerlach

(Horatio Nelson, lukisan oleh John Francis Rigaud)

 horatio-nelson1

Elise von Haydn
(Constable, lukisan oleh George Romney)
george-romney-la-sec3b1orita-constable-museos-y-pinturas-juan-carlos-boveri
Jolanda
(Emily Potts, lukisan oleh George Romney)
67.187.128 052
***
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1784)
AKH_klein_01
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1880)
AKH_Wien-1880
***

Terima kasih istimewa untuk:

Johann Sebastian Bach (1685 – 1750)

BWV 13: Meine Seufzer, Meine Tränen

Joseph Haydn (1732-1809)

Hildegard von Bingen (1098-1179)

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

meine-seufzer_josephine-widya-wijaya

1980_Hanna-Die-Liebestraume-Diva-Press

Identitas Buku

Judul: Hanna Die Liebesträume

Penulis: Josephine Widya Wijaya

ISBN: 978-602-7665-76-7

Rilis: 2012

Halaman: 414

Penerbit: Diva Press

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Perseteruan dengan sang ayah membuat Hanna von Leibniz memendam kesedihan mendalam dan lara hati. Ayahnya yang adalah seorang jenderal ingin agar anak-anaknya membawa bakat kepemimpinan sebagaimana dirinya. Sang ayah melarang kedua putrinya untuk menjadi seniman. Namun demikian, Hanna diam-diam berkiprah sebagai penyanyi opera.

Selama ayahnya pergi berlayar, Hanna mendapat tugas untuk membantu penyelidikan kasus peredaran morfin di tengah pekerja seni opera. Bersama pianis kekasih hatinya, Ludwig von Lonquich, ia mendatangi Gedung Opera Brussel untuk bertemu seorang saksi.

Hal ini diketahui Alfons van Beecke, pemuda borjuis yang begitu menginginkan Hanna. Alfons tak rela gadis kesayangannya itu bersanding dengan lelaki lain. Berbagai upaya ia lakukan untuk mendapatkan Hanna, termasuk meramu racun mematikan demi membunuh Ludwig. Sementara itu, anak seorang maestro bernama Tamara jatuh cinta pada Ludwig. Ia mengancam akan bunuh diri jika pemuda itu tak mau menjadi kekasihnya.

Mampukah sepasang kekasih ini bertahan dalam segala duka dan mara bahaya? Akankah keduanya sanggup menahan gejolak cemburu untuk mempertahankan cinta mereka?

Kisah ini menuturkan jatuh bangun para borjuis dan aristokrat di akhir abad ke-19, paruh kedua Zaman Romantik. Terinspirasi oleh karya Franz Liszt (1811-1886): Liebesträume (Impian Cinta).

“Bukanlah kasih namanya jika engkau membuatnya menjadi benci padamu. Bukanlah kasih namanya jika engkau membuat hatinya terluka.”

 

Liebesträume (bahasa Jerman untuk Impian Cinta) adalah satu set tiga karya solo piano (S/G541) oleh Franz Liszt yang diterbitkan pada tahun 1850. Awalnya tiga Liebesträume merupakan lagu yang didasari oleh puisi dari Ludwig Uhland dan Ferdinand Freiligrath. Pada tahun 1850, dua versi muncul secara bersamaan sebagai satu set lagu untuk sopran dan piano, serta sebagai transkripsi untuk piano dua tangan.

Dua puisi oleh Uhland dan satu oleh Freiligrath menggambarkan tiga bentuk cinta yang berbeda. Karya Uhland Hohe Liebe (cinta surgawi) adalah cinta suci: sang martir meninggalkan cinta duniawi dan pintu surga dibukakan untuknya. Lagu kedua Seliger Tod (kematian yang terberkati) sering dikenal dari baris pertamanya (‘Gestorben ich war’, ‘aku mati’), melambangkan cinta eros. ‘Mati’ adalah sebuah metafora yang mengacu pada hal yang dikenal sebagai ‘la petite mort’ dalam bahasa Prancis (‘aku sudah mati untuk kebahagiaan cinta, terkubur dalam pelukannya, terbangun oleh ciumannya, aku melihat surga di matanya’). Puisi Freiligrath untuk Nocturne ketiga yang terkenal melambangkan cinta tanpa syarat (‘Cintailah selama kau mampu!’, ‘O lieb, solang du lieben kannst‘).

 

Galeri

Hanna von Leibniz

(Lukisan oleh Barend Cornelis, http://www.artrenewal.org/)

portrait_of_a_young_lady-barend_cornelis

Tautan:
Musim Gugur,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/26/die-liebestraume-musim-gugur/

 

Ludwig von Lonquich

(Leo Ornstein, lukisan oleh Leon Kroll; http://www.wikimedia.org)

 

leo_ornstein_at_the_piano_color_by_leon_kroll

Tautan:

Dari Kota Wina,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-dari-kota-wina/

Michaela von Leibniz

(Alexei Alexeievich Harlamoff, http://rceliamendonca.wordpress.com/)

alexei_harlamoff

Tautan:

Catatan Michaela,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/08/die-liebestraume-catatan-michaela/

Alfons van Beecke

(Franz Liszt, http://www.lucernefestival.ch)

NL_Liszt

Tautan:
Surat kepada Hanna,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-surat-kepada-hanna/

***

Vlaamse Opera, Gent, Belgia (1888)

(http://www.vlaamseopera.be)

03_gent_gebouw_oud_07

Brussels, Belgia (1888)

(http://www.imageshack.us)

anciennegaredunordbruxerj6

La Monnaie, Brussels, Belgia (1888)

(http://www.farm1.static.flickr.com)

Brussels_La_Monnaie

***

Terima kasih istimewa untuk:

Franz Liszt (1811-1886)

Nocturne: Liebesträume Nr. 3

Jeanne d’Arc (1412-1431)

Frédéric Chopin (1810-1849)

Johanna Maria Lind (1820-1887)

O Lieb, so lang du lieben kannst….
Cintailah selama engkau masih dapat mencinta….

ludwig-und-hanna

baby-lips

Apa saja jenis masalah pada mulut?

  1. Infeksi jamur (kandidiasis)
  2. Mulut kering
  3. Sariawan dan nyeri mulut
  4. Bau mulut

Apa saja faktor penyebab masalah mulut?

  • Kurang minum
  • Tidak memerhatikan kebersihan mulut (jarang sikat gigi)
  • Mulut kering (efek samping terapi obat ARV & terapi oksigen)
  • Dehidrasi
  • Ada jamur pada area mulut

Bagaimana melakukan perawatan dasar mulut?

  • Jaga kelembaban mulut -> banyak minum air putih (minimal 10 gelas sehari)
    dan berkumurlah dengan air matang setelah makan
  • Menggosok gigi secara teratur khususnya setelah makan dan sebelum tidur
  • Berkumurlah dengan air garam (1 sendok teh garam yang dilarutkan dalam 200 ml air matang) untuk membantu mengurangi kotoran pada mulut dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Membersihkan lidah dengan sikat gigi atau kassa steril
  • Memberi krim atau pelembab pada bibir

Bagaimana Penanganan Masalah-Masalah Mulut?

A. Infeksi Jamur (Kandidiasis)

Perawatan mulut pada kondisi kandidiasis:

  • Mengurangi kotoran pada mulut -> menggunakan air dingin yang
    ditambahkan baking soda
  • Membersihkan mulut -> mengunyah nanas
  • Memberi vitamin C
  • Segeralah bawa ke dokter jika terjadi perdarahan di mulut dan tidak mengalami perbaikan setelah melakukan perawatan dasar dan anak sulit makan karena kondisi lidahnya yang kotor.
  • Berikan obat yang dianjurkan oleh dokter secara rutin dan teratur hingga kondisi lidah dan mulut kembali normal

B. Mulut Kering

Perawatan:

  1. Minum air dingin secara perlahan-lahan
  2. Mengisap es batu
  3. Mengunyah buah nanas
  4. Mengolesi pelembab pada bibir

C. Sariawan dan Nyeri Mulut

Penyebab:

  • Infeksi
  • Luka di mulut misalnya karena tergigit
  • Kekurangan zat besi dan vitamin C
  • Mulut kering
  • Masalah gigi

Perawatan:

  • Lakukan perawatan mulut dasar dengan baik
  • Menghindari makanan yang memicu nyeri pada mulut seperti makanan yang asam, beralkohol (misalnya tape singkong)
  • Untuk mengatasi nyeri berkumurlah dengan air garam atau larutan penyegar mulut
  • Segeralah ke dokter gigi, bila nyeri mulut semakin hebat dan tidak membaik.

D. Bau Mulut
Bau mulut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

Perawatan:

  • Lakukanlah perawatan mulut dasar untuk mengurangi bau mulut
  • Segera periksakan diri ke dokter gigi bila bau mulut sangat mengganggu

Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut yang baik adalah penting bagi setiap anak, dan lebih penting lagi untuk anak-anak dengan HIV. Gigi anak harus dibersihkan secara lembut dua kali sehari. Sangat penting untuk melihat tanda-tanda infeksi, peradangan atau nyeri yang dapat menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius. Anak harus dibawa ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

Pastikan anak Anda tidak berbagi sikat gigi dengan orang lain. Menyikat gigi kadang-kadang bisa membuat mereka berdarah dan meskipun risiko terinfeksi sangat kecil, kebersihan umum yang baik berarti bahwa memastikan semua orang memiliki sikat gigi sendiri.

Sumber:

Yayasan Spiritia. 2016. Pahami dan Dukunglah Kami (Panduan untuk Pengasuh). Seri Buku Kecil.

ISTC (International Standards for TB Care) telah disepakati oleh organisasi profesi untuk diterapkan dalam penanganan tuberkulosis di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, ISTC ini dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada demi kepentingan terbaik pasien. Beberapa masukan dari Perhimpunan Dokter Spesialis dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia untuk penerapan di Indonesia dicantumkan sebagai addendum.

 

Standar untuk Diagnosis

Standar 1

Untuk memastikan diagnosis dini, pemberi layanan kesehatan harus mengetahui faktor risiko tuberkulosis (TB) untuk individu dan kelompok serta melakukan evaluasi klinis cepat dan uji diagnostik yang tepat untuk orang dengan gejala dan temuan yang mendukung TB.

Standar 2

Semua pasien, termasuk anak, dengan batuk yang tidak diketahui penyebabnya yang berlangsung dua minggu atau lebih atau dengan temuan lain pada foto toraks yang tidak diketahui penyebabnya yang mendukung ke arah TB harus dievaluasi untuk TB

*)Lihat addendum

Standar 3

Semua pasien, termasuk anak, yang dicurigai memiliki TB paru dan mampu mengeluarkan dahak, harus memberikan sedikitnya dua spesimen dahak untuk pemeriksaan mikroskopis atau satu spesimen dahak untuk pemeriksaan Xpert® MTB/RIF sebagai pemeriksaan diagnostik awal.

Uji serologi darah dan interferon-gamma release assays tidak boleh digunakan untuk diagnosis TB aktif.

*)Lihat addendum

Standar 4

Untuk semua pasien, termasuk anak, yang diduga memiliki TB ekstraparu, spesimen yang tepat dari bagian tubuh yang sakit sebaiknya diambil untuk pemeriksaan mikrobiologi dan histologi.

Mengingat pentingnya diagnosis cepat pada terduga meningitis TB, maka pemeriksaan Xpert® MTB/RIF cairan serebrospinal direkomendasikan sebagai uji mikrobiologi awal untuk pasien yang diduga meningitis TB.

*)Lihat addendum

Standar 5

Pada pasien yang diduga memiliki TB paru dengan BTA negatif, perlu dilakukan pemeriksaan Xpert® MTB/RIF dan/atau biakan dahak.

Pada pasien dengan BTA negatif dan Xpert® MTB/RIF negatif tetapi bukti-bukti klinis mendukung kuat ke arah TB, maka pengobatan dengan anti TB harus dimulai setelah dilakukan pengumpulan spesimen untuk pemeriksaan biakan.

Standar 6

Untuk semua anak yang diduga menderita TB intratoraks (misalnya paru, pleura, dan kelenjar getah bening mediastinum atau hilus), konfirmasi bakteriologis perlu dilakukan melalui pemeriksaan sekresi saluran pernapasan (dahak ekspektorasi, dahak hasil induksi, bilas lambung) untuk pemeriksaan mikroskopik, Xpert® MTB/RIF, dan/atau biakan.

*)Lihat addendum

 

Standar untuk Pengobatan

Standar 7

Untuk memenuhi kewajiban terhadap kesehatan masyarakat dan kewajibannya terhadap pasien, pemberi pelayanan kesehatan harus memberikan paduan pengobatan yang tepat, memantau kepatuhan terhadap paduan obat, dan jika diperlukan, membantu mengatasi berbagai faktor yang menyebabkan putusnya atau terhentinya pengobatan.

Untuk memenuhi kewajiban ini diperlukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan/atau organisasi lainnya.

Standar 8

Semua pasien yang belum pernah diobati dan tidak memiliki faktor risiko untuk resistensi obat harus mendapatkan pengobatan lini pertama yang sudah disetujui oleh WHO dengan menggunakan obat yang terjamin kualitasnya.

Fase intensif harus mencakup dua bulan pengobatan dengan menggunakan Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol.

Pada fase lanjutan harus diberikan Isoniazid dan Rifampisin selama 4 bulan. Dosis pengobatan harus mengikuti rekomendasi WHO. Penggunaan obat kombinasi dosis tetap dapat mempermudah pemberian obat.

*)Lihat addendum

Standar 9

Pada pengobatan semua pasien, perlu dibangun pendekatan yang berpusat pada pasien, dalam rangka mendorong kepatuhan, meningkatkan kualitas hidup, dan meringankan penderitaan.

Pendekatan ini dilakukan berdasarkan kebutuhan pasien dan rasa saling menghormati antara pasien dan penyedia layanan kesehatan.

Standar 10

Respons terhadap pengobatan pada pasien dengan TB paru (termasuk pada pasien yang didiagnosis dengan pemeriksaan molekular cepat) harus dimonitor dengan pemeriksaan mikroskopis lanjutan pada saat selesainya fase intensif (dua bulan).

Jika apusan dahak masih positif di akhir fase intensif, pemeriksaan mikroskopis dilakukan lagi pada akhir bulan ketiga dan jika tetap positif, pemeriksaan kepekaan obat molekular cepat (line probe assays atau Xpert® MTB/RIF) atau biakan dengan uji kepekaan obat harus dilakukan.

Pada pasien dengan TB ekstraparu dan pada anak, respons pengobatan dinilai secara klinis.

*)Lihat addendum

Standar 11

Penilaian untuk kemungkinan resistensi obat, berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya atau pajanan dari kasus yang mungkin merupakan sumber penularan organisme resisten obat, dan survei prevalens resistensi obat di komunitas (jika diketahui), perlu dilakukan untuk semua pasien.

Uji resistensi obat perlu dilakukan saat pengobatan dimulai untuk semua pasien dengan risiko memiliki TB resisten obat. Pasien dengan BTA tetap positif setelah menyelesaikan tiga bulan pengobatan, pasien dengan pengobatan yang gagal, dan pasien yang putus pengobatan atau kambuh setelah menyelesaikan satu atau lebih pengobatan harus diperiksa untuk kemungkinan resistensi obat.

Pada pasien yang diduga memiliki resistensi obat, pemeriksaan dengan Xpert® MTB/RIF perlu dilakukan sebagai pemeriksaan diagnostik awal. Jika ditemukan resistensi terhadap Rifampisin, biakan dan uji kepekaan terhadap Isoniazid, Fluorokuinolon, dan obat-obatan suntik lini kedua harus segera dilakukan.

Konseling dan edukasi pasien dan pengobatan empiris dengan paduan lini kedua harus segera dimulai untuk meminimalisasi potensi penularan.

Perlu dilaksanakan tindakan yang sesuai kondisi untuk pengendalian infeksi.

*)Lihat addendum

Standar 12

Pasien dengan atau yang sangat mungkin memiliki TB yang disebabkan oleh organisme yang resisten dengan obat (terutama MDR/XDR) harus diobati dengan paduan khusus yang mengandung obat anti TB lini kedua yang terjamin kualitasnya. Dosis pengobatan harus sesuai dengan rekomendasi WHO. Paduan yang dipilih dapat distandarkan atau berdasarkan dugaan atau hasil konfirmasi pola kepekaan obat. Sedikitnya diberikan lima jenis obat, Pirazinamid dan empat obat lainnya yang organismenya diketahui atau diduga masih peka, termasuk obat suntik, harus digunakan pada 6-8 bulan fase intensif, dan gunakan setidaknya 3 jenis obat yang organismenya diketahui atau diduga masih peka pada fase lanjutan.

Terapi harus diberikan 18-24 bulan setelah terjadinya konversi biakan dahak. Berbagai tindakan yang berpusat kepada pasien termasuk observasi pengobatan, diperlukan untuk memastikan kepatuhan.

Konsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman dalam pengobatan MDR/XDR harus dilakukan.

Standar 13

Untuk semua pasien perlu dibuat catatan yang mudah diakses dan disusun secara sistematis mengenai: obat-obatan yang diberikan, respons bakteriologis, hasil akhir pengobatan, dan efek samping.

 

Standar untuk Penanganan TB dengan Infeksi HIV dan Kondisi Komorbid Lain

Standar 14

Konseling dan tes HIV perlu dilakukan untuk semua pasien dengan, atau yang diduga TB kecuali sudah ada konfirmasi hasil tes yang negatif dalam dua bulan terakhir. Karena hubungan yang erat antara TB dan HIV, pendekatan yang terintegrasi untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan baik infeksi TB maupun HIV direkomendasikan pada daerah dengan prevalensi HIV yang tinggi.

Pemeriksaan HIV terutama penting sebagai bagian dari penatalaksanaan rutin di daerah dengan prevalensi HIV yang tinggi pada populasi umum, pada pasien dengan gejala dan/atau tanda kondisi terkait HIV, dan pada pasien yang memiliki riwayat risiko tinggi terpajan HIV.

Standar 15

Pada pasien dengan infeksi HIV dan TB yang menderita imunosupresi berat (hitung CD4 kurang dari 50 sel/mm³), ARV harus dimulai dalam waktu 2 minggu setelah dimulainya pengobatan TB kecuali jika ada meningitis tuberkulosis.

Untuk semua pasien dengan HIV dan TB, terlepas dari hasil hitung CD4, terapi antiretroviral harus dimulai dalam waktu 8 minggu semenjak awal pengobatan TB. Pasien dengan infeksi TB dan HIV harus diberikan kotrimoksazol untuk pencegahan infeksi lain.

Standar 16

Pasien dengan infeksi HIV yang setelah dievaluasi secara saksama tidak memiliki TB aktif harus diobati sebagai infeksi TB laten dengan Isoniazid selama setidaknya 6 bulan.

Standar 17

Semua pemberi pelayanan kesehatan harus melakukan penilaian yang menyeluruh untuk mencari kondisi komorbid dan berbagai faktor lainnya yang dapat memengaruhi respons atau hasil akhir pengobatan TB dan mengidentifikasi pelayanan tambahan yang dapat mendukung hasil akhir pengobatan yang optimal bagi masing-masing pasien.

Berbagai pelayanan ini harus digabungkan menjadi rencana pelayanan individual yang mencakup penilaian dan rujukan untuk pengobatan penyakit lainnya.

Perlu diberikan perhatian khusus pada penyakit atau kondisi yang diketahui dapat memengaruhi hasil akhir pengobatan, seperti diabetes mellitus, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, nutrisi yang buruk, dan pengguna rokok. Rujukan untuk dukungan psikososial lainnya atau pelayanan seperti pelayanan antenatal atau perawatan bayi juga perlu disediakan.

 

Standar untuk Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan

Standar 18

Semua pemberi pelayanan kesehatan harus memastikan bahwa kontak erat dari pasien dengan TB yang menular harus dievaluasi dan ditatalaksana sesuai dengan rekomendasi internasional.

Prioritas tertinggi evaluasi kontak adalah:

  • Orang dengan gejala yang mendukung ke arah TB
  • Anak usia di bawah 5 tahun
  • Kontak dengan kondisi atau diduga memiliki kondisi imunokompromis, khususnya infeksi HIV
  • Kontak dengan pasien TB MDR/XDR

*)Lihat addendum

Standar 19

Anak usia di bawah 5 tahun dan semua individu berapa pun umurnya yang terinfeksi HIV yang merupakan kontak erat pasien TB menular dan setelah pemeriksaan secara cermat tidak memiliki TB aktif harus diobati sebagai terduga infeksi TB laten dengan Isoniazid selama sekurangnya enam bulan.

*)Lihat addendum

Standar 20

Setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani pasien yang menderita atau diduga menderita TB harus mengembangkan dan menerapkan Program Pengendalian Infeksi (PPI) TB yang tepat untuk meminimalisasi kemungkinan penularan M. tuberculosis ke pasien dan tenaga kesehatan.

Standar 21

Semua penyelenggara pelayanan kesehatan harus melaporkan kasus TB baik baru maupun kasus pengobatan ulang serta hasil akhir pengobatannya ke Dinas Kesehatan setempat sesuai dengan peraturan hukum dan kebijakan yang berlaku.

*)Lihat addendum

 

Addendum

Standar 2

Untuk pasien anak, selain batuk, gejala lain sebagai kecurigaan awal ke arah TB adalah berat badan yang sulit naik dalam waktu kurang lebih 2 bulan terakhir, gizi buruk, demam ≥ 2 minggu tanpa penyebab yang jelas.

Standar 3

Untuk dua spesimen dahak, salah satunya harus berasal dari dahak pagi.

Standar 4

Pada pasien anak untuk membuktikan sudah pernah terinfeksi tuberkulosis dilakukan uji tuberkulin atau interferon gamma release assays (IGRA)

Pemeriksaan ke arah TB paru seharusnya tetap dilakukan yaitu pemeriksaan dahak dan foto toraks

Standar 6

Diimplementasikan pada fasilitas kesehatan yang sudah memiliki Xpert®

Standar 8

Pada TB ekstraparu (meningitis TB, TB tulang, TB milier, TB kulit, dan lain-lain) secara umum terapi TB diberikan minimal 9 bulan.

Khusus untuk anak, regimen yang diberikan terdiri atas RHZ, ditambah E bila penyakitnya berat (BTA positif, TB HIV, TB paru dengan lesi luas, TB ekstraparu berat seperti: TB milier, TB tulang, meningitis TB, dan lain-lain). Secara umum terapi TB pada anak diberikan selama 6 bulan, tetapi pada keadaan tertentu bisa lebih lama (9-12 bulan), seperti pada meningitis TB, TB tulang, MDR TB, dan lain-lain.

Standar 10

Selama menunggu hasil pemeriksaan biakan atau uji resistensi, pengobatan dilanjutkan sesuai dengan fase lanjutan.

Standar 11

  • Belum dapat dilakukan untuk uji resistensi Fluorokuinolon dan Pirazinamid
  • Kriteria suspek TB MDR pada anak:
    • Riwayat pengobatan TB 6-12 bulan sebelumnya
    • Kontak erat dengan pasien TB MDR
    • Kontak erat dengan sumber penularan yang baru meninggal akibat TB, gagal pengobatan TB atau tidak patuh dalam pengobatan TB
    • Tidak menunjukkan perbaikan (klinis, rediologis, atau mikrobiologis) setelah pengobatan dengan OAT lini pertama (kepatuhan minum obat teratur) selama 2-3 bulan
    • Anak dengan TB-HIV yang tidak respons terhadap pemberian OAT setelah penyebab lain disingkirkan.

Standar 18

Apabila menangani TB anak maka harus dicari sumber penularnya

Standar 19

Sebaiknya diberlakukan juga pada pasien dengan berbagai kondisi imunokompromis lainnya, contohnya: sepsis berat, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, pasien dengan transplantasi, kemoterapi, imunosupresan jangka panjang, dan lain-lain.

Standar 21

Pelaksanaan pelaporan akan difasilitasi dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan setempat, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

 

Sumber:

International Standards for TB Care Edisi 3

Kapan memulai pengobatan?

Semakin cepat anak yang terinfeksi memulai pengobatan HIV, semakin cepat ia bisa mendapatkan keuntungan dari pengobatan. Secara khusus, pengobatan HIV harus dimulai sebelum anak menjadi kurang sehat. Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda dari sistem kekebalan tubuh yang lemah (jika mereka sering tidak enak badan, misalnya), mereka harus memulai pengobatan HIV sesegera mungkin.

Pengobatan HIV

Pengobatan HIV sangat efektif pada anak dengan HIV, membuat HIV menjadi penyakit yang dapat dikelola dalam jangka panjang. Sama seperti orang lain yang hidup dengan HIV, bayi, anak-anak dan remaja dianjurkan untuk mengambil pengobatan HIV. Di Indonesia, standar pengobatan HIV untuk anak-anak ditetapkan dalam pedoman yang diterbitkan oleh Kemenkes. Pedoman terbaru diterbitkan pada tahun 2014.

Pengobatan menggunakan kombinasi obat anti-HIV yang berbeda. Kadang-kadang obat dapat digabungkan menjadi satu tablet atau sirup. Jika obat ini digunakan dengan benar, tingkat HIV dalam darah akan menurun ke tingkat yang sangat rendah. Hal ini sering disebut viral load (jumlah virus) tidak terdeteksi dan merupakan salah satu tujuan utama pengobatan HIV.

Pilihan obat yang digunakan untuk mengobati anak Anda akan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia dan berat badan anak, dan apakah anak mempunyai penyakit lain. Dokter akan mempertimbangkan kombinasi obat yang paling mudah untuk digunakan anak Anda, untuk membantu tercapainya kepatuhan. Patuh berarti anak meminum obat dengan benar, pada waktu yang tepat, dan setiap hari.

Ada berbagai jenis atau kelas obat anti-HIV. Tiap jenis obat bekerja melawan HIV dengan cara berbeda. Untuk memastikan pengobatan HIV berhasil menekan virus, biasanya seseorang harus menggunakan kombinasi tiga obat anti-HIV dan tiga obat ini berasal dari dua kelas yang berbeda.

Infeksi HIV yang tidak diobati dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Memiliki viral load yang tidak terdeteksi bukan berarti seseorang telah sembuh dari HIV. Virus ini ‘ditidurkan’ oleh pengobatan HIV. Jika anak berhenti berobat, virus baru akan segera dibuat lagi. Namun jika anak teratur berobat, jumlah virus akan sangat sedikit dalam darah dan sistem kekebalan tubuh dapat kuat melawan infeksi. Ini berarti anak akan memiliki kesempatan untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Dosis

Dosis obat anti-HIV yang diberikan kepada anak-anak akan tergantung pada berat badan atau ukuran anak. Pengobatan akan dipantau secara berkala oleh klinik untuk memastikan anak Anda menerima dosis paling aman dan paling efektif dari pengobatan mereka. Ketika anak bertumbuh dan mengalami peningkatan berat badan, dosis obat akan berubah. Oleh karena itu, penting bagi anak untuk menghadiri semua janji temu dengan dokter sehingga mereka bisa menerima dosis pengobatan yang tepat.

Kepatuhan

Meminum obat dengan benar disebut kepatuhan. Anak Anda akan mendapatkan manfaat besar dari pengobatan HIV jika digunakan dengan tepat.
Yang dimaksud dengan kepatuhan adalah:

  • Menggunakan obat yang benar
  • Pada waktu yang tepat
  • Dengan cara yang tepat (perhatikan obat yang harus dikonsumsi bersama makanan atau dalam perut kosong, atau tidak ada ada aturan makan)

Lupa minum obat atau tidak mengikuti petunjuk resep dapat mengakibatkan kerja obat tidak efektif dan jumlah virus dapat meningkat. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan HIV yang resisten terhadap obat.

Para pemberi layanan kesehatan dapat memberikan beberapa tips atau cara memberikan obat-obatan kepada anak dan bagaimana meningkatkan peluang anak untuk menggunakan pengobatan dengan cara yang benar.

Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengajak anak meminum obat:

  • Libatkan anak Anda. Misalnya, biarkan anak Anda memilih cangkir yang digunakan untuk mengambil minuman untuk minum obat. Atau membuat bagan dan biarkan anak Anda menempel dengan stiker warna warni untuk setiap dosis obat yang digunakan;
  • Jelaskan kepada anak bahwa obat ini dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mereka;
  • Bangun rutinitas. Jika anak Anda menggunakan obat mereka pada waktu yang sama setiap hari, mereka akan terbiasa untuk melakukannya. Jelaskan bahwa kebiasaan ini sama seperti rutinitas menyikat gigi dan sesuatu yang harus dilakukan setiap hari supaya tetap kuat dan sehat di masa depan;
  • Puji anak setiap kali meminum obat;
  • Ajar anak untuk menelan pil. Pil lebih mudah digunakan dibandingkan dengan sirup. Misalnya, menaruh pil di belakang lidah kemudian meminum air yang banyak supaya pil cepat tertelan;
  • Anak dapat latihan beberapa hari sebelum menggunakan obat anti-HIV. Latih mereka untuk menelan permen yang berukuran sangat kecil dapat menjadi cara yang bermanfaat;
  • Jika anak menggunakan sirup, gunakan sendok takar obat atau pipet obat untuk memastikan anak mendapat takaran obat yang benar;
  • Jika Anda juga menjalani pengobatan HIV, Anda dan anak Anda dapat meminum obat pada waktu yang sama.

Penting bahwa Anda dan anak Anda berkomitmen untuk menjalani pengobatan dan memiliki pandangan yang positif terhadap pengobatan. Usahakan untuk tidak menekankan pada sisi negatif penggunaan obat, tetapi konsentrasikan pada manfaat pengobatan. Jika Anda merasa kesulitan membicarakan hal ini dengan anak Anda, diskusikan perasaan Anda dengan dokter, konselor atau pendukung sebaya.

Disadur dari:

Yayasan Spiritia. 2016. Pahami dan Dukunglah Kami (Panduan untuk Pengasuh). Seri Buku Kecil.

 

Dalam mengasuh dan merawat ADHA selain dukungan medis dalam hal pemantauan aspek kesehatannya, dukungan moral dan kasih sayang pun sangatlah penting dan merupakan salah satu aspek yang utama.

Mendampingi dan Mendukung ADHA

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mendampingi anak adalah:

  1. Menyatakan cinta kepada anak
  2. Mengenal kelebihan dan kekurangan anak
  3. Membangun rasa percaya diri anak
  4. Mendukung anak menjadi tangguh dalam menghadapi hidup
  5. Membangun kemampuan berpikir kritis
  6. Membantu anak menetapkan cita-cita

Bagaimana Cara Menyatakan Cinta bagi Anak?

  1. Gunakanlah bahasa cinta tiap kali akan berkomunikasi dengan anak
  2. Berikanlah pelukan kasih sayang sesering mungkin kepada anak
  3. Jadilah teman bermain bagi anak
  4. Siapkan makanan kesukaannya, jangan lupa untuk memperhatikan nutrisinya
  5. Saat anak berbuat salah atau gagal, berikanlah senyum penerimaan dan temani anak untuk mencoba dan memperbaikinya lagi
  6. Sesekali ajaklah anak dan anggota keluarga lain untuk berlibur bersama, seperti bermain ke pantai, ke kebun binatang, atau ke taman bermain.

5 Bahasa Cinta (Gary Chapman)

  • Sentuhan fisik (posisi duduk yang berdekatan, memeluk, mencium, menggandeng, memijat, mengelus kepala, mengajak tos)
  • Ucapkan kata-kata mendukung (mengatakan “aku sayang kamu”, bangga, pujian, menghibur, menulis surat cinta, menggunakan panggilan kesayangan)
  • Berikan hadiah spesial (saat ulang tahun, hadiah prestasi, hadiah kejutan)
  • Waktu bersama (menemani tidur, bekerja bersama, membacakan cerita/dongeng)
  • Pelayanan (mengantar ke sekolah, menemani mengerjakan PR, merawat ketika sakit)

Hak Dasar Seorang Anak yang Harus Mereka Peroleh?

Setiap anak di dunia ini mempunyai hak-hak dasar yang dilindungi dan harusnya terpenuhi. Pada prinsipnya hak-hak itu adalah :

  1. Anak tidak boleh didiskriminasi /dibedakan berdasarkan keadaannya, contohnya ‘’Ih, kamu kok nggak bisa diam kayak anak yang lain sih!’’
  2. Anak berhak mendapatkan yang terbaik, contohnya mendapatkan perhatian cukup, mendapatkan makanan yang bernutrisi.
  3. Anak memiliki hak untuk hidup, bertumbuh, dan berkembang, misalnya anak didukung untuk bermain bola jika anak memang punya hobi bermain bola
  4. Anak memiliki hak untuk dihargai, contohnya saat anak telah merapikan mainannya sendiri orang tua memberikan pujian “Wah kamu hebat!’”

 

Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

  • Bantu anak untuk menuliskan kelebihan dan kekurangan dirinya.
  • Jika anak berhasil melakukan kebaikan, berilah pujian tulus atas kemampuannya tersebut, seperti ucapan “Terima kasih ya, Sayang”
  • Memuji anak ketika ia berhasil melakukan sesuatu seperti:
    • Membawa gelas minuman untuk tamu
    • Naik dan turun tangga dengan baik
    • Membuat pekerjaan rumah dengan benar
    • Membereskan mainan sendiri
    • Berhasil tidak mengompol
    • Menaruh piring dan gelas bekas makan di tempat cuci piring, dan lain-lain
    • Ucapkan “Wah, kamu hebat ya sudah bisa melakukannya dengan baik.”
    • Membuat buku Prestasi Hidup
      • Isilah buku tersebut dengan keberhasilan dan hal-hal baik yang dilakukan anak setiap hari atau setiap minggu seperti makan sendiri tanpa dibantu, mandi sendiri tanpa dibantu, tidak mengompol, dan lain-lain
    • Mendukung anak menjadi tangguh dalam menghadapi kesulitan
    • Jadilah teladan ketabahan bagi anak
    • Ceritakan kisah hidup orang tabah, misalnya seorang yang lahir tanpa kemampuan mendengar (tuli) bisa menjadi dosen sebuah universitas ternama karena semangatnya
    • Biarkan anak mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri, misalnya saat anak lupa menaruh di mana mainannya biarkan ia menemukannya dengan caranya sendiri
    • Berikan anak tugas atau tanggung jawab di rumah, misalnya merapikan mainan sendiri, membereskan tempat tidur
    • Dukung anak untuk menyelesaikan masalahnya dengan mengatakan “Ayo, kamu pasti bisa!”

Mengenalkan Rasa Syukur pada Anak

Rasa syukur membuat anak tidak mudah mengeluh dalam menjalani hidupnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mengenalkan rasa syukur pada anak:

  • Jadilah teladan syukur bagi anak. Tunjukkan rasa syukur untuk hal-hal sederhana, misalnya syukur untuk napas yang masih Tuhan beri, syukur untuk persediaan air yang dimiliki, syukur untuk sepasang baju yang masih dimiliki dan masih banyak hal sederhana lainnya.
  • Biasakan budaya berterima kasih bersama anak. Selalu mengucapkan terima kasih setiap kali anak melakukan sesuatu hal yang baik, dan mintalah anak untuk mengucapkan terima kasih setiap kali anak menerima bantuan.
  • Buatlah daftar syukur dalam hidup bersama anak. Menyebutkan 5 hal yang bisa disyukuri pada hari itu sebelum istirahat tidur malam.

Membangun Kemandirian pada Anak

  • Biarkan anak bermain
    • Anak-anak belajar banyak hal ketika mereka bermain. Biarkan sesekali anak berlama-lama mandi hanya untuk mengamati gelembung air yang jatuh dari kran, atau menuangkan sabun dan shampo ke ember-ember air untuk melihat manakah yang menghasilkan gelembung paling besar. Bermain di luar ruangan dan bermain peran (kucing dan tikus, atau maling dan polisi) juga akan membantu anak untuk mencoba sesuatu yang berbeda
  • Terbukalah pada pertanyaan anak
    • Saat anak bertanya, “Darimana keluarnya adik bayi?” jawablah bahwa bayi keluar dari tubuh seorang perempuan dan pancinglah anak dengan pertanyaan pancingan baru “Kalau telur ayam darimana ya keluarnya?
  • Jangan hentikan pertanyaan anak
    • Anak mempunyai banyak pertanyaan di kepalanya. Anak akan sering menyampaikan banyak pertanyaan secara berturut-turut misalnya, ‘’Kenapa buang sampah sembarangan itu tidak boleh?’’ Sebelum pertanyaan dijawab anak akan mengajukan pertanyaan yang baru ‘’Tapi kenapa temanku kemarin buang bungkus permen di selokan?’’ ‘’Kenapa ibu temanku itu membiarkan?’’
  • Terimalah cara pandang anak yang berbeda
    • Dukung anak Anda untuk memandang segala persoalan dari cara pandang yang berbeda. Saat ia bercerita tentang seorang teman sekelas yang nakal dan dijauhi kawan-kawannya, Anda bisa mengatakan “Oh mungkin ia ingin main sama-sama, tapi nggak tahu gimana caranya supaya teman-teman mau main sama dia.”
  • Mencari sumber lain
    • Saat anak bertanya tentang arti suatu kata dalam bahasa daerah atau bahasa Inggris yang sering ditemuinya, katakan, “Coba kita tanya pada Kakak. Mungkin Kakak tahu jawabannya.” Atau jika Anda punya koneksi internet di rumah, Anda bisa bilang,”Hmmm … Apa ya? Coba Adek cari di Google Translate.”
  • Mengenalkan hubungan sebab akibat
    • Waktu anak bertanya tentang mengapa kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, Anda dapat menjawabnya dengan, “Gimana rasanya kalo Adek uang bungkus permen di tempat tidur Adek, trus Adek tidur di situ. Enak nggak rasanya?”

 

Membantu Anak Menetapkan Cita-cita

  • Anak menyukai dan mencintai sesuatu sehingga menjadikannya sebagai cita-cita (mengenali minat anak)
  • Anak mahir melakukan sesuatu sehingga memilih hal tersebut sebagai cita-citanya (mengenali bakat anak)
  • Cita-cita tersebut dibutuhkan oleh lingkungan sekitarnya
  • Anak dibayar untuk melakukan cita-citanya (profesi anak di masa depan)

 

Berbicara dengan Anak Anda mengenai HIV

Memberikan informasi anak Anda tentang HIV akan menjadi sebuah proses. Apa yang Anda katakan akan tergantung pada usia anak, tingkat pemahaman, dan kesiapan mereka untuk mengetahui tentang HIV. Sangat penting untuk berpikir tentang bagaimana dan kapan Anda akan memberikan informasi anak Anda tentang baik mereka sendiri dan/atau infeksi HIV Anda. Sangat penting bahwa Anda menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti oleh anak. Cobalah untuk jujur dan konsisten. Menyembunyikan kebenaran bisa membuat Anda mengalami masalah di kemudian hari.

Diskusikan dengan tim pemberi layanan kesehatan termasuk dokter, perawat dan psikolog jika Anda mengalami kesulitan untuk membicarakan mengenai HIV dengan anak Anda. Orang tua atau pengasuh lain dari anak dengan HIV juga dapat membantu Anda dengan berbagi pengalaman mereka dengan Anda. Anda perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi reaksi yang mungkin terjadi dan dukungan yang mungkin
Anda butuhkan.

 

Menyediakan Informasi Seiring dengan Perkembangan Anak

Kita semua ingin mendukung anak untuk tumbuh bahagia dan sehat sampai dewasa. Pengasuh dipercayakan untuk melakukan pekerjaan yang sangat penting dalam pengungkapan HIV ke anak. Proses ini dapat menjadi pengalaman
positif atau negatif dan dapat memastikan apakah anak dengan HIV hidup secara positif atau tidak. Anak memiliki hak untuk mengetahui status kesehatan sehingga mereka dapat memperoleh dan mengelola pengobatan, tetapi proses ini harus dilakukan secara memadai.

Ada banyak alasan mengapa lebih baik bagi anak untuk mengetahui bahwa dirinya HIV positif dibandingkan menyembunyikan mengenai HIV dengan anak:

  • Memungkinkan anak memainkan peran aktif dalam perawatannya
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatannya
  • Mendukung penyesuaian emosional dan kemampuan untuk mengatasinya
  • Menghargai anak
  • Menguatkan kepercayaan dan hubungan antara anak dan pengasuh
  • Membantu menghindari kekhawatiran dan kecemasan yang terpendam
  • Memungkinkan anak mencari dukungan kebutuhan yang mungkin akan dibutuhkan
  • Memungkinkan anak menyatakan kesedihan dan ketakutannya, dan mengajukan pertanyaan
  • Memungkinkan anak memiliki pengetahuan dan informasi tentang HIV yang benar dan pada akhirnya memiliki kepercayaan diri untuk mengatasi permasalahannya
  • Mengetahui yang sebenarnya akan memberdayakan anak dalam membuat pilihan hidup
  • Mengungkapkan yang sebenarnya bisa melegakan, dan mungkin tidak seburuk dengan kekhawatiran yang terpendam
  • Dapat membantu anak untuk menyikapi dampak buruk yang akan terjadi nanti
  • Dapat membantu anak menghindari kinerja sekolah yang buruk
  • Menghormati hak anak (anak memiliki hak untuk tahu)

Pada usia yang masih sangat muda, dimana anak tidak mengerti mengenai HIV, menjelaskan dengan menggunakan kata “HIV” akan menyebabkan kebingungan. Anda dapat membantu menjelaskan dengan kalimat:

  • Kita mengunjungi dokter hari ini karena adik memiliki penyakit yang terkadang membuat adik merasa tidak enak badan
  • Dokter dan perawat ingin bertemu dan melihat keadaan adik
  • Obat yang adik gunakan akan membantu adik untuk merasa lebih baik/tetap sehat
  • Setelah anak mulai menginjak usia remaja dan menjelang usia dewasa, Anda harus memberikan informasi lebih lanjut. Misalnya, Anda mungkin ingin mengatakan sesuatu seperti:
    • Alasan adik harus pergi ke klinik karena ada sesuatu dalam darah adik
    • Tes darah yang dilakukan akan melihat apa yang ada di dalam darah adik dan apa yang harus dilakukan untuk membuat adik tetap sehat
    • Obat yang digunakan akan membuat tubuh adik bekerja sebagaimana mestinya dan mencegah adik menjadi sakit
    • Obat-obatan adik bekerja sangat baik, menjaga virus dalam darah adik tidur sehingga adik tidak sakit
    • Saya juga minum obat saya juga, dan virus saya tertidur juga dan kita berdua sehat

Kebanyakan anak siap untuk memiliki percakapan terbuka mengenai HIV saat mereka berada di sekolah dasar. Umumnya, mereka harus tahu bahwa mereka memiliki HIV pada saat mereka pergi ke sekolah menengah. Informasi yang Anda berikan pada saat mereka memasuki sekolah menengah harus menyebutkan HIV sebagai “HIV”. Pikirkan tentang apa yang Anda butuhkan untuk memberitahu anak Anda. Mereka tidak perlu mengetahui banyak detail tentang HIV atau tahu semua tentang langsung penyakit. Memberikan informasi terlalu banyak hanya dapat mempersulit mereka dan membuat mereka bingung dan khawatir.

Berbicara dengan anak Anda mungkin sulit atau bahkan menyakitkan bagi Anda. Tapi hal tersebut dapat membantu anak Anda untuk merasa terlibat dan memberikan mereka rasa memiliki kontrol atas pengobatan dan perawatan mereka. Hal ini juga dapat membantu membangun rasa percaya diri dan membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan. Cobalah untuk memberikan waktu yang rutin untuk bercakap-cakap dengan anak Anda, karena pertanyaan anak atau masalah anak-anak cenderung berubah dari waktu ke waktu.

Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan meliputi:

  • Bagaimana saya bisa mendapatkan infeksi ini?
  • Berapa lama saya akan hidup?
  • Apakah aku akan mati?
  • Apa yang akan terjadi padaku?
  • Apakah Anda juga memiliki HIV ?
  • Bagaimana kau bisa terinfeksi HIV?
  • Dapatkah saya dapat menularkan orang lain?
  • Dapatkah saya memberitahu teman-teman saya mengenai hal in?
  • Akankah HIV pernah pergi?

 

Anda mungkin dapat memikirkan banyak pertanyaan lain yang mungkin ditanyakan oleh anak Anda. Pertanyaan akan bervariasi tergantung pada berapa usia anak Anda dan berapa banyak mereka pahami, dan apakah ada anggota keluarga yang telah meninggal karena HIV. Beberapa pertanyaan ini mungkin aneh, sulit atau memalukan, tetapi jika Anda berpikir tentang pertanyaan ini, Anda bisa merasa lebih siap jika pertanyaan ini benar-benar ditanyakan. Kadang-kadang orang tua merasa sangat sulit untuk mulai berbicara secara terbuka tentang HIV kepada anak mereka. Tim di layanan kesehatan anak Anda dapat membantu Anda dengan melakukan hal ini untuk pertama kalinya, dan  mendukung Anda dan anak Anda sebagaimana pengetahuan anak Anda tentang HIV berkembang.

Banyak orang tua takut bahwa anak-anak mereka kemudian akan memberitahu orang lain bahwa mereka memiliki HIV. Pada kenyataannya, anak-anak jarang melakukan hal ini, ketika mereka didukung oleh keluarga dan para pemberi layanan kesehatan mereka untuk mengeksplorasi mengapa informasi tertentu bersifat pribadi dan siapa yang perlu tahu. Orang tua mungkin takut bahwa anak mereka akan marah bahwa mereka telah “diberikan” HIV. Reaksi ini jarang terjadi dan dalam jangka panjang, Anda dapat membantu anak Anda mengelola dampak emosional dari HIV melalui percakapan yang terbuka dan mendukung sehingga akan membantu mengurangi perasaan marah.

Sebagian besar anak-anak dan orang tua benar-benar menjadi lebih dekat, dan merasa lebih kuat terhubung ketika mencoba untuk saling mendukung satu sama lain. Anda mungkin tergoda untuk menunda memberitahu anak Anda tentang HIV. Anak biasanya mulai sangat paham tentang keadaan kesehatan mereka ketika memasuki sekolah menengah, namun percakapan terbuka harus dimulai sejak usia yang lebih muda. Ketika anak menjadi lebih dewasa mereka akan lebih merasa marah jika informasi penting mengenai tubuh dan kesehatan mereka tidak diinformasikan kepada mereka, dan hal ini tidak membantu hubungan dengan orang tua.

Jadi Perlu untuk Diingat

  • Banyak anak dengan HIV memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah dengan sangat baik, termasuk ketika mengetahui bahwa ia terinfeksi
  • Jelaskan secara perlahan-lahan. Berikan informasi secara singkat dan jelas
  • Dorong mereka untuk mengajukan pertanyaan. Jika Anda memberi mereka selebaran atau brosur untuk dibaca, berikan waktu untuk bertanya apa yang mereka pikirkan tentang informasi tersebut dan apakah mereka mengerti informasi yang mereka baca
  • Anak-anak harus mengetahui bahwa Anda selalu bersedia untuk mendukung mereka—ini akan membantu mereka merasa bahwa HIV adalah sesuatu yang dapat dibicarakan dengan Anda
  • Bicarakan dengan staf di klinik/RS anak Anda atau kelompok dukungan sebaya untuk mengetahui apakah ada seseorang yang dapat Anda hubungi jika mereka perlu untuk mengajukan pertanyaan atau jika mereka ingin berbicara dengan seseorang di luar keluarga

Kesimpulan

  • Jika Anda seorang perempuan yang hidup dengan HIV, sangat penting bahwa anak-anak Anda dites untuk HIV
  • Perjalanan infeksi HIV pada anak-anak berbeda dengan yang terlihat pada orang dewasa. Kesehatan anak Anda harus dipantau secara teratur
  • Pengobatan untuk HIV sangat efektif, dan anak-anak dengan HIV yang mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan dapat berharap untuk hidup yang panjang, sehat.
  • Menggunakan pengobatan secara patuh sangat penting dan klinik dapat menyarankan cara untuk membantu pengasuh dalam hal ini
  • Anak-anak dengan HIV perlu diberi informasi tentang penyakit mereka sesuai dengan usia dan perkembangan mereka
  • Keputusan untuk memberitahu orang lain bahwa anak Anda memiliki HIV adalah keputusan Anda tetapi lebih baik untuk berhati-hati tentang hal ini sebelum membuat keputusan ini. Demikian juga ketika anak Anda bertambah dewasa, mereka dapat memutuskan siapa yang tahu dan bagaimana mereka memberi tahu orang-orang, tetapi mereka mungkin membutuhkan dukungan Anda untuk merencanakan hal ini.
  • Ada banyak dukungan yang tersedia untuk membantu Anda dan anak Anda hidup dengan baik dengan HIV.

Disadur dari:

Yayasan Spiritia. 2016. Pahami dan Dukunglah Kami (Panduan untuk Pengasuh). Seri Buku Kecil.

 

 

Apa Itu Perilaku Pasif-Agresif? Apa Saja Tanda-Tandanya?

Perilaku pasif-agresif adalah pola mengekspresikan perasaan negatif secara tidak langsung daripada mengungkapkannya secara terbuka. Ada ketidaksinambungan antara apa yang orang pasif-agresif katakan dan apa yang dia lakukan.

Misalnya, orang pasif-agresif mungkin tampak setuju, bahkan mungkin antusias, dengan permintaan orang lain. Namun alih-alih mematuhi permintaan tersebut, bagaimana pun, dia mungkin mengungkapkan kemarahan atau kebencian dengan tidak mengikuti atau melewatkan tenggat waktu.

Tanda-tanda spesifik perilaku pasif-agresif meliputi:

  • Kebencian dan penolakan terhadap tuntutan orang lain
  • Penundaan dan kesalahan yang disengaja dalam menanggapi tuntutan orang lain
  • Sikap sinis, cemberut, atau bermusuhan
  • Sering mengeluh tentang perasaan kurang dihargai atau tertipu

Meski perilaku pasif-agresif bisa menjadi ciri berbagai kondisi kesehatan mental, hal itu tidak dianggap penyakit jiwa yang berbeda. Namun, perilaku pasif-agresif bisa mengganggu hubungan dan menimbulkan kesulitan dalam pekerjaan. Jika Anda sedang berjuang dengan perilaku pasif-agresif – atau Anda pikir orang yang Anda cintai mengalami ini – pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang terapis.

Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif (Negativistic Personality Disorder)

Kriteria DSM-IV-TR

Perilaku pasif-agresif adalah pola ekspresi perasaan negatif Anda secara tidak langsung. Pola sikap negativistik yang meresap dan perlawanan pasif terhadap tuntutan akan kinerja yang memadai, dimulai pada awal masa dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) dari berikut (Rotenstein):

  • Secara pasif menolak penyelesaian
  • Tugas sosial dan pekerjaan rutin
  • Keluhan disalahpahami dan tidak dihargai orang lain
  • Cemberut dan argumentatif
  • Mengkritik dan mencemooh secara tidak masuk akal
  • Mengungkapkan rasa iri dan dendam
  • Mendukung mereka yang lebih beruntung
  • Menyuarakan keluhan yang berlebihan dan terus-menerus tentang kemalangan pribadi
  • Bergantian antara pertengkaran atau bermusuhan dan penyesalan
  • Tidak terjadi secara eksklusif selama episode depresi mayor dan tidak termasuk dalam gangguan distimia
  • Berbeda dengan formulasi sebelumnya, deskripsi DSM-IV tentang gangguan tersebut menekankan pada pola suasana hati yang cemberut dan mudah tersinggung serta sikap negatif (DSM-IV, APA, 1994).

Fitur Terkait

  • Ini merupakan kondisi jangka panjang (kronis). Seseorang tampaknya secara aktif mematuhi keinginan dan kebutuhan orang lain, tetapi sebenarnya secara pasif menolaknya. Dalam prosesnya, orang tersebut menjadi semakin bermusuhan dan marah (Moore & Jefferson, 2004).
  • Individu-individu ini sering terang-terangan bersikap ambivalen, ragu-ragu dengan satu tindakan yang berlawanan dengannya.
  • Mereka mungkin mengikuti jalan yang tidak menentu sehingga menyebabkan ketegangan tanpa henti dengan orang lain dan kekecewaan untuk diri mereka sendiri.
  • Konflik yang intens antara ketergantungan pada orang lain dan keinginan untuk penegasan diri adalah karakteristik individu-individu ini.
  • Rasa percaya diri mereka seringkali buruk meski berani.
  • Mereka meramalkan hasil terburuk untuk kebanyakan situasi, bahkan situasi yang berjalan dengan baik.
  • Mereka memiliki pandangan yang selalu dikalahkan, yang dapat menimbulkan tanggapan bermusuhan dan negatif dari orang lain yang menjadi sasaran pengaduan orang-orang ini.
  • Mereka biasanya tidak akan berhadapan dengan orang lain secara langsung tentang masalah, tetapi sebaliknya justru akan berusaha meruntuhkan kepercayaan atau kesuksesan mereka melalui komentar dan tindakan yang dapat dijelaskan dengan mudah sehingga tidak menimbulkan kesalahan pada diri mereka sendiri.
  • Pola perilaku ini sering terjadi pada individu dengan gangguan kepribadian borderline, histrionik, paranoid, dependen, antisosial, dan gangguan kepribadian avoidant.
  • Memanifestasikan dirinya sebagai: pendendam, keras kepala, penunda, cemberut, suka membuang waktu atau berlalai-lalai, melakukan ketidakefisienan yang disengaja, kelupaan pura-pura, mengkritik secara tidak masuk akal terhadap orang-orang yang berwenang, atau kegagalan yang disengaja dalam melakukan tugas yang diminta.
    • Sebagai contoh, mereka mungkin butuh waktu lama untuk bersiap-siap menghadapi pesta yang tidak mereka sukai, bahwa pada saat mereka siap, pesta sudah berakhir.
  • Hal ini sering terlihat pada orang-orang yang menganggap dirinya damai.
    • Mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara yang secara moral menguntungkan untuk menghadapi konfrontasi langsung.
  • Gejala sering meliputi:
    • Menunda semuanya
    • “Lupa” melakukan hal-hal yang orang lain tanyakan
    • Menjadi keras kepala
    • Tidak menyukai orang yang bertanggung jawab atau memiliki sikap buruk terhadap mereka
    • Sering mengeluh
    • Sengaja bekerja dengan buruk atau lambat
    • Merasa tidak dihargai
    • Menyalahkan orang lain bila ada masalah
    • Mudah tersinggung
    • Tidak menyukai gagasan orang lain, meski berguna
    • Sering berdebat (McCrae, 1994)

Perbedaan Jenis Kelamin dan Budaya dalam Presentasi

Meskipun sedikit penelitian telah membahas perbedaan gender mengenai gangguan kepribadian pasif-agresif, Mair dan rekan (1992) mencatat bahwa gangguan kepribadian pasif-agresif cenderung lebih sering didiagnosis pada wanita.

Gaya pasif-agresif mungkin merupakan cara bagi wanita untuk menghindari stigma sosial dan penolakan yang sering dikaitkan dengan wanita yang dipandang menantang atau agresif dalam mengadvokasi kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.

Epidemiologi

Tingkat prevalensi untuk gangguan kepribadian pasif-agresif adalah 3,3%

Etiologi

  • Penyebab pasti masih belum diketahui karena kurangnya penelitian di bidang ini. Namun beberapa orang menduga bahwa gangguan ini, seperti kebanyakan gangguan kepribadian, berasal dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
  • Mungkin juga akibat pengkondisian masyarakat terhadap individu.
  • Masyarakat mengajarkan bahwa konfrontasi langsung dapat menimbulkan konsekuensi yang berbahaya.
  • Pelecehan dan/atau pengabaian masa kecil serta pelecehan seksual tampaknya berkontribusi terhadap gangguan ini.

Perawatan yang Didukung secara Empiris

  • Yang paling umum adalah perawatan psikologis bagi orang-orang yang tidak menganggap dirinya memiliki masalah. Mereka biasanya dipaksa melakukan perawatan, misalnya keluarga, pengusaha, atau sistem hukum.
  • Klien dengan gangguan kepribadian pasif-agresif ini memiliki wawasan yang minim; mereka gagal untuk mengakui bahwa mereka adalah faktor utama dalam masalah yang mereka hadapi.
  • Konseling berguna dalam membantu orang tersebut mengidentifikasi dan mengubah perilaku.
  • Terapi kognitif dan obat antidepresan sangat efektif untuk mengendalikan sikap negatif (McCrae, 1994).

Kepercayaan Khas

  • Saya mandiri, tetapi saya membutuhkan orang lain untuk membantu saya mencapai tujuan saya.
  • Satu-satunya cara untuk mempertahankan harga diri saya adalah dengan menyatakan diri secara tidak langsung, misalnya dengan tidak melakukan instruksi dengan tepat.
  • Saya suka melekat pada orang, tetapi saya tidak mau didominasi sebagai imbalan untuk mereka.
  • Tokoh otoritas cenderung mengganggu, menuntut, mengganggu, dan mengendalikan.
  • Saya harus menolak dominasi pihak berwenang, tetapi pada saat yang sama saya mempertahankan persetujuan dan penerimaan mereka.
  • Dikuasai atau didominasi oleh orang lain tidak dapat ditolerir.
  • Membuat tenggat waktu, memenuhi tuntutan, dan menyesuaikan diri langsung dengan harga diri dan kemandirian saya.
  • Jika saya mengikuti peraturan seperti yang diharapkan orang, itu akan menghambat kebebasan bertindak saya.
  • Cara terbaik adalah tidak mengekspresikan kemarahan saya secara langsung tapi untuk menunjukkan ketidaksenangan saya dengan tidak menyesuaikan diri.
  • Saya tahu apa yang terbaik untuk saya dan orang lain seharusnya tidak memberi tahu saya apa yang harus dilakukan.
  • Aturannya sewenang-wenang dan menahan saya.
  • Orang lain sering terlalu menuntut.
  • Jika saya menganggap orang terlalu bossy, saya berhak mengabaikan permintaan mereka. (Beck & Freeman, 1990)

Dalam Persyaratan Model Kepribadian 5 Faktor

Mereka memiliki:

  • Neurotisme tinggi
  • Ekstroversi tinggi
  • Keterbukaan rendah
  • Persetujuan terhadap orang lain rendah
  • Hati nurani yang tinggi (McCrae, 1994)

Fakta Mengejutkan

Istilah “pasif-agresif” muncul di militer A.S. selama Perang Dunia II, ketika petugas mencatat bahwa beberapa tentara mengabaikan tugas mereka dengan mengadopsi jenis perilaku ini.

Perubahan DSM-V

  • Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif (Negativistik) akan diwakili dan didiagnosis oleh kombinasi gangguan inti dalam fungsi kepribadian dan sifat kepribadian patologis tertentu, dan bukan sebagai tipe yang spesifik.
  • Sifat kepribadian
  • Oposisi, bermusuhan, Rasa bersalah / malu (APA, 2010)

Disadur dari:

https://courses.lumenlearning.com/suny-hccc-abnormalpsych/chapter/passive-aggressive-personality-disorder-negativistic-personality-disorder/

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/passive-aggressive-behavior/faq-20057901

 

Langkah 1: Kenalilah Taktik Menakut-Nakuti dari Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder (OCD))

Gangguan Obsesif-Kompulsif adalah jaringan ketakutan otak yang mengirimkan sinyal bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu dilakukan untuk mengatasi itu SEGERA. Gangguan Obsesif-Kompulsif hanya bereaksi pada konsekuensi yang ditakuti atau penting bagi seseorang. Misalnya, jika seseorang tidak takut menumpahkan air di lantai, OCD tidak akan mengirim pemikiran yang mengganggu, “Oh tidak, Anda menumpahkan air. Anda harus membersihkannya SEGERA.” Di sisi lain jika seseorang peduli dengan keamanan keluarganya, OCD mungkin berkata, “Oh tidak, Anda membiarkan kompor itu menyala. Anda harus kembali dan memeriksa SEGERA atau orang terpenting dalam hidup Anda akan mati dan itu akan menjadi salah Anda.” Demikian pula, jika Anda sangat memerhatikan kesejahteraan keluarga atau keselamatan siswa Anda, OCD mungkin memasukkan dirinya ke dalam kesadaran Anda dengan pemikiran, “Oh tidak. Bagaimana jika saya kehilangan kendali dan membahayakan anak-anak atau siswa saya?”

Klien saya selalu bertanya, apa yang terjadi pada mereka sehingga mereka bisa memiliki “pikiran mengerikan” semacam itu? Itu karena isi sebuah obsesi kadang-kadang hanyalah sisi sebaliknya dari nilai inti yang kita yakini. Jika OCD mengganggu Anda dengan gambaran dan pemikiran untuk menghujat Tuhan, maka agama pastilah penting bagi Anda. Jika OCD mengulas cara-cara keluarga Anda bisa terluka, maka keluarga Anda jelas merupakan salah satu prioritas utama Anda.

Ada daftar periksa pemikiran mengganggu yang biasa saya temukan berguna untuk dibagikan dengan pasien saya. Ada banyak pemikiran dalam daftar ini tentang kehilangan kendali dan bertindak kasar atau seksual. Beberapa studi penelitian menemukan bahwa ketika daftar ini ditunjukkan pada sampel populasi nonklinis (tidak mengalami Gangguan Obsesif-Kompulsif), sekitar 90 persen dari mereka yang disurvei akan setuju pernah mengalami beberapa pemikiran yang mengganggu.

Bila sampel nonklinis ditanyai seberapa terganggu mereka saat mengalami pemikiran intrusif ini, paling sering mereka hanya sedikit terganggu. Sebaliknya, ketika daftar yang sama ditunjukkan pada individu yang didiagnosis dengan OCD, persentase yang merasa terganggu akan sama, tetapi perbedaannya adalah seberapa besar tekanan yang dipicu oleh pemikiran ini pada penderita OCD. Pada pasien OCD, akan ada tingkat tekanan emosional yang jauh lebih tinggi saat pikiran intrusif yang sama muncul.

Apa yang membuat OCD tetap menjangkiti bukanlah adanya pikiran-pikiran intrusif itu, tetapi reaksi seseorang terhadap mereka. Semakin tidak suka mengalami pikiran intrusif dan kemudian mencoba untuk menekan atau melawan pemikiran ini, semakin besar frekuensi pemikiran intrusif yang akan dialami seseorang. Tindakan untuk mencoba “tidak memiliki” pikiran intrusif malah akan membuatnya ada. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki atau tidak memiliki pemikiran adalah dengan berpikir “Apakah saya memikirkan X” atau “Saya lebih baik tidak memikirkan X” yang tentu saja menyebabkan seseorang memikirkan X.

Jadi, kembali ke pertanyaan mengapa pasien OCD memiliki pemikiran intrusif? Karena mereka manusia dan menjadi manusia berarti seseorang akan mengalami hal janggal dan aneh. Pikiran manusia terus berputar, berusaha untuk menemukan masalah yang menarik untuk dipecahkan, agar kita tetap hidup. Kita tidak memiliki kecepatan jaguar atau kekuatan beruang, tetapi kita memiliki pikiran terlalu kuat yang sangat bagus dalam merencanakan tantangan masa depan, tetapi juga untuk mengikat diri sendirinya menjadi simpul rumit. Terbebas dari OCD bukan tentang menghentikan pikiran intrusif, aneh, dan sesekali mengganggu ini, tetapi bagaimana kita belajar membedakan spam mail dan urgent mail (surat yang mendesak).

Saya harus memberikan sanggahan di sini bahwa OCD suka mengambil sesuatu yang meyakinkan dan mengubahnya menjadi sebuah paksaan. Jadi, jika Anda membaca blog ini untuk keseratuskalinya dan dengan putus asa mencoba untuk mencari tahu apakah ini terdengar seperti Anda atau tidak, atau jika “pikiran buruk Anda” adalah OCD, atau jika Anda adalah orang yang mengerikan, maka BERHENTI membaca blog ini. Karena saya yakin pengalaman Anda telah menunjukkan Anda mendapatkan kelegaan jangka pendek dengan terus menerus membaca yang sebenarnya merupakan bagian dari keseluruhan kegelisahan yang lebih besar. Sebagai gantinya, perjuangkan kebebasan jangka panjang Anda dari OCD dengan mengajarkan pada pikiran Anda agar tak menganggap dirinya begitu serius.

Langkah 2: Paparan dan Pencegahan Respons

Tidak ada jalan menghindari OCD kecuali melewatinya. Seperti yang dijelaskan pada langkah pertama, semakin seseorang menghindari pemikiran yang mengganggu, semakin seseorang akan mengalami pemikiran yang menakutkan, menyusahkan, dan menyebalkan. Oleh karena itu, kita perlu bersikap rileks dan berlatih cara melepaskan diri dari dorongan (tindakan kompulsif) yang bertujuan untuk mendapatkan kelegaan sesaat. Cara terbaik untuk membatasi paparan adalah dengan menciptakan daftar paparan dan menguraikan langkah-langkah kecil yang dapat Anda ambil secara perlahan, tetapi pasti, untuk menghadapinya. Dengan demikian, Anda dapat berkata dengan yakin pada OCD bahwa Anda akan menguasainya.

Langkah 3: Dapatkan Dukungan

“Dukungan” mungkin terdengar berlebihan, tetapi tanpa itu rencana pertarungan Anda terhadap pemikiran-pemikiran intrusif akan kandas begitu saja. Hampir tidak mungkin melakukan pekerjaan ini sendirian. Bukannya Anda tidak cukup pintar atau cukup bertekad atau cukup berani untuk mengalahkan OCD. Alasan Anda membutuhkan dukungan dari luar adalah karena tidak ada yang lebih kuat dalam mengatasi OCD daripada menyuarakan pikiran yang mengganggu itu dengan suara keras, kepada pelatih yang pengertian. Pikiran intrusif yang sama yang terasa begitu nyata, sangat kuat dan bertindak sesuka hati saat berputar-putar di kepala Anda, akan hancur saat berkata dengan suara keras. Ketika pikiran intrusif Anda dilepaskan ke dunia dan pelatih pendukung Anda masih melihat Anda yang mereka percaya dan mendengar pemikiran mengganggu Anda sebagai “bla bla bla” dan mungkin menggelikan, otak Anda akan selangkah lebih dekat dengan pemahaman bahwa pikiran ini adalah spam mail dan tidak lebih.

Dalam hal menemukan pelatih suportif, Anda dapat menghubungi terapis yang terlatih dalam bidang Terapi Kognitif dan Perilaku untuk OCD. Anda dapat juga berkonsultasi pada psikiater atau membaca buku mandiri untuk menangani Gangguan Obsesif-Kompulsif.

Jadi sekarang Anda tahu tiga langkah dasar yang diperlukan untuk menendang pikiran intrusif jauh-jauh. Dan ingat, kita semua jauh lebih besar daripada pikiran kita. Hidup kita ditentukan oleh tindakan yang kita pilih untuk diambil, bukan oleh badai listrik pikiran yang berkedip-kedip dalam benak kita.

 

Sumber

Ditulis oleh Dr. Debra Kissen pada
https://adaa.org/blogs/how-to-take-power-back-intrusive-thoughts-ocd