Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2011

Kualitas hidup

Jonsen, 2006:

Kualitas hidup adalah bagaimana seseorang  menilai pengalaman/kenyataan hidupnya secara keseluruhan atau sebagian sebagai baik atau buruk; termasuk dalam segi fungsi fisik, interaksi sosial, dan keadaan mental.

Epilepsi

Epilepsi dapat timbul karena terjadinya pelepasan aktivitas energi yang berlebihan dan mendadak dalam otak sehingga menyebabkan terganggunya kerja otak.

Ditinjau dari penyebabnya, epilepsi dapat dibagi menjadi 2 bagian:

  1. Epilepsi primer/idiopatik: tidak diketahui penyebabnya
  2. Epilepsi sekunder/simptomatik: penyebabnya diketahui
Penyebab spesifik dari epilepsi yang diketahui adalah sebagai berikut:
  1. Kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu. Mungkin ibu menggunakan obat-obatan tertentu yang dapat merusak otak janin, mengalami infeksi, minum alkohol, cedera, maupun penyinaran
  2. Kelainan yang terjadi saat kelahiran seperti kurangnya oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan (forsep), atau trauma lain pada otak bayi
  3. Cedera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak
  4. Tumor otak adalah penyebab infeksi yang tidak umum
  5. Penyumbatan atau kelainan pembuluh darah otak
  6. Radang atau infeksi seperti meningitis (radang selaput otak)
  7. Penyakit keturunan seperti fenilketonuria, sklerosis tuberosa, dan neurofibromatosis
  8. Kecenderungan timbulnya epilepsi yang diturunkan (kecil kemungkinannya)
Faktor Pencetus dan Ambang Rangsang Serangan:
  • Kurang tidur: mengganggu aktivitas dari sel-sel otak
  • Stres emosional: stres dapat meningkatkan frekuensi serangan
  • Infeksi: biasanya disertai dengan demam. Demam inilah yang mencetuskan perubahan kimiawi otak, sehingga mengaktifkan sel-sel epileptik yang menimbulkan serangan. Hal ini sering terjadi pada anak-anak
  • Obat tertentu: antidepresan trisiklik, obat tidur/sedatif, atau fenotiasin. Menghentikan obat penenang seperti berbiturat dan valium dapat mencetuskan kejang
  • Alkohol
  • Perubahan hormonal
  • Terlalu lelah atau stres fisik: menyebabkan hiperventilasi. Akibatnya, kadar CO2 bertambah dan terjadi penciutan pembuluh darah otak
  • Fotosensitif: ada penderita epilepsi yang fotosensitif pada kilatan sinar pada kisaran antara 10-15 Hz
Penanggulangan Epilepsi
Penanggulangan tidak hanya dengan pemberian obat-obatan, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek lainnya. Aspek-aspek tersebut ialah: psikososial, keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya.
Tujuan penanggulangan epilepsi adalah membantu para penderita agar dapat hidup bahagia dan dapat mengembangkan diri dalam masyarakat. Dokter harus memberi penjelasan mengenai penyakit penderita, misalnya mengenai dasar dan sebabnya, harapan untuk menjadi baik, perlunya minum obat secara teratur untuk jangka panjang, cara hidup penderita dan sikap keluarga terhadap penderita. Dokter juga perlu memberi nasihat tentang pendidikan dan pekerjaan penderita.
Selain dokter, unsur penting dalam membina kehidupan penderita epilepsi adalah keluarga penderita, lingkungan sekolah dan para guru, lingkungan perkerjaan, dan sebagainya. Bantuan keluarga kepada dokter untuk diagnosis dan cara penanggulangannya sangat diperlukan. Apabila ada dugaan epilepsi, maka pemeriksaan lengkap harus dilakukan, termasuk pemeriksaan neurologik, darah, foto rontgen, dan elektroensefalografi.
Obat yang tepat  dalam dosis cukup tinggi untuk mencegah serangan tanpa menimbulkan gejala sampingan harus diminum secara teratur dan dalam waktu lama. Biasanya beberapa tahun dan kadang seumur hidup. Secara berkala harus dilakukan pemeriksaan darah untuk  mengetahui apakah terdapat kelainan akibat konsumsi obat anti-epilepsi.
Kesulitan dalam penanganan penderita epilepsi
a. Pendekatan dokter
Dokter tidak hanya memberi obat saja, tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek non-medis seperti psikologik dan sosial, serta menjadi penasihat bagi penderita dan keluarganya.
Amatlah penting untuk suksesnya pengobatan, bahwa dokter mampu membangkitkan rasa percaya pasien padanya. Kepribadian dan keterampilan dokter akan sangat membantu dalam hal ini. Dokter harus terus terang pada pasien dan keluarganya terutama mengenai penyakitnya, cara dan lama pengobatan, dan prognosis. Janganlah memberi harapan yang semu atau terlampau antusias, sehingga pasien terpengaruh dan mempunyai rasa percaya diri yang berlebihan.  Sebaliknya, dokter hendaknya juga tidak memberi gambaran yang pesimistik.  Perlu ditekankan bahwa pengobatan epilepsi memakan waktu yang cukup panjang serta mungkin dapat menimbulkan efek samping.  Ketaatan pasien untuk meminum obat sangat menentukan kesembuhan. Berhenti minum obat secara tiba-tiba akan menyebabkan status konvulsivus yang dapat menyebabkan kematian, jika tidak segera ditanggulangi dengan tepat.
b. Faktor pasien
Kegagalan pengobatan sering disebabkan karena pasien tidak taat minum obat secara teratur, merasa penyakitnya tak kunjung sembuh, sehingga bosan minum obat atau pergi ke dokter lain.
Prognosis
Prognosis epilepsi bergantung pada beberapa hal, di antaranya jenis epilepsi, faktor penyebab, saat pengobatan dimulai, dan ketaatan minum obat. Pada umumnya prognosis epilepsi cukup menggembirakan. Pada 50-70% penderita epilepsi, serangan dapat dicegah dengan obat-obatan. Sekitar 50% suatu waktu akan berhenti minum obat. Serangan epilepsi primer (kejang umum, melamun/absence) mempunyai prognosis terbaik. Sebaliknya, epilepsi yang serangan pertamanya mulai pada usia 3 tahun atau disertai kelainan neurologik dan/atau retardasi mental mempunyai prognosis relatif jelek.
Bagian terbesar penderita epilepsi dapat bekerja sesuai dengan bakat, pendidikan, dan keterampilannya. Dalam menentukan apakah seorang penderita epilepsi dapat melakukan suatu pekerjaan, pada banyak kasus keadaan mental si penderita merupakan kriteria yang lebih penting daripada ada atau tidak adanya serangan. Namun perlu diperhatikan, seorang penderita epilepsi hendaknya tidak melakukan jenis pekerjaan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain jika terjadi suatu serangan. Misalnya, pengemudi kendaraan bermotor, pekerjaan dengan alat-alat besar, pekerjaan pada bangunan bertingkat, dan lain-lain.
Situasi epilepsi di Indonesia
Di negara-negara berkembang, jumlah dokter spesialis masih kecil. Sebagian besar penyandang epilepsi diharapkan dapat ditanggulangi oleh dokter umum.
Sumber: Buku Ajar Neurologi Klinis dalam Harsono (Ed.), 1996, Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.
Advertisements

Read Full Post »

Nessun dorma! Nessun dorma!

Tu pure, o, Principessa,

nella tua fredda stanza,

guardi le stelle

che tremano d’amore

e di speranza.

Ma il mio mistero è chiuso in me,

il nome mio nessun saprà!

No, no, sulla tua bocca lo dirò

quando la luce splenderà!

Ed il mio bacio scioglierà il silenzio

che ti fa mia!

(Il nome suo nessun saprà!…

e noi dovrem, ahime, morir!)

Dilegua, o notte!

Tramontate, stelle!

Tramontate, stelle!

All’alba vincerò!

vincerò, vincerò!

Interesting Facts about “Nessun Dorma”:

  • Two of the highest notes in the tenor range are sung in this fantastic aria – B4 followed by A4. To put that into perspective, middle C is C3.
  • After Luciano Pavarotti performed “Nessun Dorma” at the 1990 FIFA World Cup in Itally (his recording of the aria was also used as the BBC’s theme song for its television coverage), his recording reached #2 on the UK Singles Chart – an event that has never happened for a classical music song. Learn why Pavarotti’s performance of “Nessun Dorma” is so special.
  • In the actual score of “Nessun Dorma” Puccini did not sustain the high B4 note at the end of the piece.

History of “Nessun Dorma” and the opera, Turandot:

Puccini began working on the opera Turandot in 1920. The next year, he started composing the music. Two years later, in 1924, Puccini had all but finished the opera’s final duet. Puccini disliked the text of the duet and postponed composing it until he was able to correct the text. When he finally chose the words for it, two days later he was was diagnosed with throat cancer. Having decided to travel to Belgium for treatment and surgery the last week of November 1924, Puccini died as a result of the surgery on November 29. Therefore, the opera itself was never finished by Puccini.

 

Great Singers of “Nessun Dorma”:

  • Luciano Pavarotti
  • Jusi Bjorling
  • Jose Carreras
  • Placido Domingo
  • Giuseppe Di Stefano

 

Read Full Post »

Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

Suku : Apiaceae (umbelliferae)

Nama

Sinonim : F. officinale All., Anethum foeniculum L.

Nama daerah : das pedas (Aceh), adas, adas pedas (Melayu), adeh, manih (Minangkabau); hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), adhas (Madura); paapang, paampas (Menado), adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis); adas (Bali), wala wunga (Sumba).

Nama asing : phong karee, mellet karee (Thai), jintan manis (Malaysia).

Nama simplisia : Foeniculi Fructus (buah adas).

Di Indonesia, Adas telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Tumbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya, tumbuhan ini banyak pula ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang.

Terna berumur panjang, tinggi 50 cm-2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3-5 batang. batang jau kebiru-biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6-40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5-10 cm, panjang gagang bunga 2-5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6-10 mm, lebar 3-4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda, tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya mirip kamper.

Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Sifat dan Khasiat

Buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Berkhasiat menghilangkan dingin, melancarkan peredaran darah, penghilang nyeri (analgesik), menyehatkan lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh dahak, peluruh kentut (karminatif), dan merangsang produksi ASI (laktagoga).

Daun berbau aromatik dan berkhasiat sebagai stimulan, peluruh kencing (diuretik), laktagoga, stomakik, dan menerangkan penglihatan.

Herba berkhasiat sebagai anti-emetik. Akar sebagai pencahar dan diuretik. Sedangkan minyak dari buah (minyak adas, fennel oil) berkhasiat sebagai stimulan, karminatif, antibakteri, dan antelmintik.

Kandungan Kimia

Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6 persen, mengandung 50-60 persen anetol, lebih kurang 20 persen fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12 persen minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).

Indikasi

Buah bermanfaat untuk mengatasi:

sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk berdahak, sesak napas (asma), nyeri haid, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) sedikit, putih telur dalam kencing (proteinuria), susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), pembengkakan saluran sperma (epididimis), penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, rematik gout, keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Daun berkhasiat mengatasi: batuk, perut kembung, kolik, rasa haus, meningkatkan penglihatan.

Cara Pemakaian

Buah adas sebanyak 3-9 g direbus, atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). Menghilangkan dingin dan dahak. Minyak adas yang menagndung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Contoh Pemakaian

Batuk

Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan ½ cangkir air mendidik. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh. Daun saga ¼ genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok the, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Sesak napas

Minyak adas sebanyak 10 tetes, diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh. Adas ½ sendok teh, pulosari ¼ jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang temulawak 1 jari, jintan hitam ¼ sendok teh, daun poncosudo (Jasminum pubescens) ¼ genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 ½ gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separuhnya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.

Sariawan

Adas ¾ sendok teh, ketumbar ¾ sendok the, daun iler 1/5 genggam, daun saga ¼ genggam, pegagan ¼ genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari ¾ jari, rimpang lempuyang wangi ½ jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 ½ gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup ¾ gelas.

Haid tidak teratur

Daun dan bunga srigading masing-masing 1/5 genggam, jinten hitam ¾ sendok the, adas ½ sendok the, pulosari ½ jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai sersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, minum 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

Keracunan tumbuhan obat atau jamur

Serbuk buah adas sebanyak 5 g, diseduh dengan ½ cangkir arak. Minum selagi hangat.

Batu empedu

Serbuh buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air panas. Minum setelah dingin, lakukan setiap hari.

Catatan

Pengobatan hernia tetap dengan cara operasi, yaitu menutup lubang saluran yang ada. Adas hanya menaikkan sementara usus yang turun ke lipat paha. Hindari penggunaan adas dalam dosis besar. Pemakaian buah adas kadang menyebabkan sering kentut dan bersendawa. Buah adas efektif untuk pengusir serangga (insect repellent).

Sumber :

Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.

Read Full Post »

Sambiloto ( Andrographis paniculata [Burm. f. Nees])

 

Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lembab atau pekarangan. Tumbuhan di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl.

Terna Semusim, tinggi 50 – 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwardrangulars) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 – 8 cm, lebar 1 – 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar sari ujung batangatau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung, kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah membujur menjadi 4 keping. Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Sifat dan Khasiat

Herba ini rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Anti-bakteri, antiradang, menghambat reaksi imunitas (imunosupresi), penghilang nyeri (analgesik), pereda demam (antiperik), menghilangkan panas dalam, menghilangkan lembap, penawar racun (detoksikasi), dan detumescent.

Kandungan Kimia

Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid dan homoandrografolid, 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid dan homoandrodrafolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik dan damar. Flavonoid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin, panikulin, mono-0-metilwithin dan apigenin-7,4-dimetileter.

Zat aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektor (melindungi sel hati dari zat toksik).

Bagian yang Digunakan

Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.

Indikasi

Herba Sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:

Hepatitis, infeksi saluran empedu

Disentri basiler, tifoid, diare

Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pnemonia), radang saluran napas (bronkitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi

Demam, malaria

Kencing nanah (gonore)

Kencing manis (DM)

TB Paru, skrofulodroma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma)

Darah tinggi (hipertensi)

Kusta (morbus hansen = lepra)

Leptospirosis

Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut

Kanker: Penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (molahidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru

Cara Pemakaian

Herba kering sebanyak 10 – 20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum 3 – 4 kali sehari, @ 4 – 6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit. seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal atau bisul.

Efek Farmakologis dan Hasli Penelitian

Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus aureus, Psedomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae, dan Escherichia coli

Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi, In Vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih. Andrografolid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci.  Andrografolid dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskemik, efek pada resparasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi dan antibakteri. Komponen aktifnya seperti neoandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat antiradang dan antiperik.

Pemberian rebusan daun sambiloto 40% b/v sebanyak 20 ml/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (W. Sugiyarto. Fak. Farmasi UGM 1978)

Infus daun sambiloto 5%, 10% dan 15% semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yang dibuat demam (Hasir, Jursan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1988)

Infus herba sambiloto mempunyai daya antijamur terhadap Microsporum canis, Trichophyton mentagropytes, Trichophyton rubrum, candida albicans dan Epidemophyton floccosum (Jan Susilo*, Endang Hanani** dan Lily Hamzah**, Bagian Parasitologi FK UI* dan jurusan Farmasi FMIPA UI**, Warta Perhiba No.I/III Jan-Maret 1995).

Fraksi etanol herba sambiloto mempunyai efek antihistaminergik. Peningkatan konsentrasi akan meningkatkan hambatan kontraksi ileum marmot terisolasi yang diinduksi dengan histamin dihidroksiklorida (Yufri Aldi, N.C. Sugiarso, Andreanus, A.A.S., Anna Setiadi Ranti, Jurusan FMIPA, ITB, Warta Tumbuhan Obat Indonesia Vol.3 No. 1, 1996).

Contoh Pemakaian

Tifoid

Daun sambiloto segar sebnayak 10 – 15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, Diare, Radang saluran napas, Radang paru

Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri

Herba krokot segar sebanyak 500 g diuapkan selama 3 – 4 menit, lalu tumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, Sakit Kepala, Demam

Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan 3/4 cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus. Lakukan 3 – 4 kali sehari.

Demam

Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang tergiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB Paru

Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2 – 3 kali, Setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk Rejan, Darah Tinggi

Daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. LAkukan sehari 3 kali.

Radang Paru, Radang Mulut, Tonsilitis

Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis

Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan airnya ditelan.

Hidung Berlendir

Herba sambiloto segar sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing Manis

Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

Kencing Nanah

Sebanyak 3 tangkai sambiloto utuh dicuci lalu direbus dengan 4 gelas minum air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

Digigit Ular Berbisa

Daun sambiloto segar dicuci lalu digiling halus bersama dengan tembakau. Turapkan pada luka lalu dibalut. Untuk minumnya, daun sambiloto segar sebanyak 9 – 15 g direbus, minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Herba sambiloto segar secukupnya dikunyah beberapa lama, kemudian air ludahnya ditelan dan ampas kunyahannya diletakkan pada luka lalu dibalut.

Kudis

Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam dan sedikit belerang ditumbuk bersama-sama sampai halus dan rata. Balurkan pada tempat yang sakit. Untuk minumnya, 7 lembar daun sambiloto dan 5 lembar daun sendok (Plantigo mayor L.), semua bahannya segar, direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus.

Luka Bakar

Bubuk herba sambiloto ditambahkan sedikit minyak kelapa. Aduk merata, oleskan ke tempat yang sakit.

Daun sambiloto segar secukupnya direbus. Airnya digunakan untuk mengompres bagian yang sakit.

Efek Samping

Minum rebusan obat ini dalam dosis besar dapat menimbulkan rasa tidak enak pada lambung dan hilangnya nafsu makan. Rasa pahit andrografolid dapat menimbulkan rasa mual. Sedangkan obat suntik dari herba ini bisa menyebabkan anafilaktik syak.

Catatan

Diluar negeri sudah dibuat tablet, obat cair dan obat suntik dengan nama dagang seperti Kang Tan Tablets, Chuanxilian Tablets, Chuan Xin Lian Antiphlogistik Pill, Yamdepieng, Cuanxinlian Ruangas & Injection.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Dr. Setiawan Dalimartha

Read Full Post »

 

 

Skizofrenia adalah penyakit otak kronis, parah, dan melumpuhkan. Sekitar 1 persen dari populasi mengembangkan skizofrenia selama hidup mereka – lebih dari 2 juta orang Amerika menderita penyakit pada tahun tertentu. Meskipun skizofrenia mempengaruhi pria dan wanita dengan frekuensi yang sama, gangguan sering muncul sebelumnya pada pria, biasanya di akhir usia belasan atau awal dua puluhan, dibandingkan pada wanita, yang umumnya terpengaruh dalam dua puluhan atau awal tiga puluhan. Orang dengan skizofrenia sering mengalami gejala mengerikan seperti mendengar suara-suara internal yang tidak didengar oleh orang lain, atau percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka, atau merencanakan untuk menyakiti mereka. Gejala-gejala ini mungkin membuat mereka takut dan menarik diri. Bicara mereka dan perilaku bisa begitu teratur sehingga mereka mungkin dimengerti. Mereka juga seringkali takut pada orang lain. Perawatan yang tersedia dapat meredakan banyak gejala, tetapi kebanyakan orang dengan skizofrenia terus menderita beberapa gejala sepanjang hidup mereka. Diperkirakan tidak lebih dari satu dari lima individu pulih sepenuhnya.

Penelitian secara bertahap mengarah pada pengobatan baru yang lebih aman dan mengungkap penyebab penyakit kompleks. Para ilmuwan menggunakan banyak pendekatan dari studi genetika molekuler untuk studi populasi tentang skizofrenia. Metode pencitraan struktur otak dan fungsi menjanjikan wawasan baru ke dalam gangguan tersebut.

 

Skizofrenia sebagai Sebuah Penyakit

Skizofrenia ditemukan di seluruh dunia. Tingkat keparahan gejala dan lamanya berbeda. Pola skizofrenia kronis sering menyebabkan kecacatan tingkat tinggi. Obat dan perawatan lain untuk skizofrenia, bila digunakan secara teratur dan seperti yang ditentukan, dapat membantu mengurangi dan mengendalikan gejala menyedihkan yang timbul dari penyakit ini. Namun, beberapa orang tidak sangat terbantu dengan perawatan yang tersedia atau prematur dapat menghentikan pengobatan karena efek samping yang tidak menyenangkan atau alasan lain. Bahkan ketika pengobatan efektif, konsekuensi bertahan dari penyakit (peluang yang hilang, stigma, gejala sisa, dan efek samping pengobatan) mungkin sangat mengganggu.

Tanda-tanda pertama dari skizofrenia sering membingungkan, atau bahkan mengejutkan. Contohnya perubahan perilaku. Mengatasi gejala skizofrenia bisa sangat sulit bagi anggota keluarga yang ingat betapa aktif atau lincah seseorang sebelum mereka menjadi sakit. Onset tiba-tiba gejala psikotik yang parah disebut sebagai fase “akut” dari skizofrenia. “Psikosis,” kondisi umum pada skizofrenia, adalah keadaan gangguan mental yang ditandai dengan halusinasi, gangguan persepsi sensorik, dan/atau delusi palsu. Keyakinan pribadi itu merupakan hasil dari ketidakmampuan untuk memisahkan yang nyata dan yang tidak. Gejala kurang jelas, seperti isolasi sosial atau penarikan, atau bicara yang tidak biasa, pemikiran, atau perilaku, mungkin mendahului, terlihat bersama dengan, atau mengikuti gejala psikotik.

Beberapa orang hanya memiliki satu episode psikotik. Akan tetapi, beberapa yang lain memiliki banyak episode selama seumur hidup meski hidup relatif normal selama periode interim. Namun, individu dengan skizofrenia “kronis”, atau pola berulang, sering tidak sepenuhnya pulih berfungsi normal dan biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang, umumnya termasuk obat, untuk mengontrol gejala.

Membuat Diagnosis

Hal ini penting untuk menyingkirkan penyakit lain. Kadang-kadang orang menderita gejala mental parah atau bahkan psikosis karena terdeteksi kondisi medis yang mendasari. Untuk alasan ini, riwayat medis harus diambil dan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium harus dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala sebelum menyimpulkan bahwa seseorang memiliki skizofrenia. Selain itu, karena obat yang biasa disalahgunakan dapat menyebabkan gejala yang menyerupai skizofrenia. Sampel darah atau urin dari orang tersebut dapat diuji di rumah sakit atau kantor dokter untuk keperluan pengobatan.

Pada dasarnya, sulit untuk membedakan satu gangguan mental dari yang lain. Misalnya, beberapa orang dengan gejala skizofrenia menunjukkan ekstrem suasana hati gembira berkepanjangan atau depresi, dan penting untuk menentukan apakah pasien tersebut telah skizofrenia atau sebenarnya memiliki manik-depresif (atau bipolar) gangguan atau gangguan depresi mayor. Orang yang gejalanya tidak dapat dikategorikan dengan jelas kadang-kadang didiagnosis sebagai memiliki “gangguan skizoafektif.”

Dapatkah Anak Menderita Skizofrenia?

Anak di atas usia lima tahun dapat menderita skizofrenia, tetapi sangat jarang terjadi sebelum masa remaja. Meskipun beberapa orang yang kemudian terjangkit skizofrenia mungkin tampak berbeda dari anak-anak lain pada usia dini, gejala psikotik dari skizofrenia – halusinasi dan delusi – sangat jarang sebelum masa remaja.

Dunia Orang dengan Skizofrenia

Persepsi terdistorsi Realitas

Orang dengan skizofrenia mungkin memiliki persepsi realitas yang sangat berbeda dari realitas yang dilihat oleh orang lain di sekitar mereka. Hidup di dunia terdistorsi oleh halusinasi dan delusi, individu dengan skizofrenia mungkin merasa takut, cemas, dan bingung.

Sebagian karena realitas yang tidak biasa mereka alami, orang dengan skizofrenia bisa berperilaku sangat berbeda pada berbagai waktu. Kadang-kadang mereka mungkin tampak jauh, terpisah, atau sibuk dan bahkan dapat duduk sebagai kaku seperti batu, tidak bergerak selama berjam-jam atau mengeluarkan suara. Kali lain mereka bisa bergerak terus-menerus, selalu terjaga, waspada, dan waspada.

Halusinasi dan Ilusi

Halusinasi dan ilusi adalah gangguan persepsi yang umum pada orang yang menderita skizofrenia. Halusinasi adalah persepsi yang terjadi tanpa koneksi ke sumber yang tepat. Meskipun halusinasi dapat terjadi dalam bentuk apapun sensorik – pendengaran (suara), visual (penglihatan), taktil (sentuhan), pengecapan (rasa), dan penciuman (bau) – mendengar suara-suara yang orang lain tidak mendengar adalah jenis yang paling umum halusinasi dalam skizofrenia. Suara bisa menggambarkan aktivitas pasien, melakukan percakapan, memperingatkan bahaya yang akan datang, atau bahkan mengeluarkan perintah kepada individu. Ilusi, di sisi lain, terjadi ketika stimulus sensorik hadir tetapi tidak ditafsirkan oleh individu dengan benar.

Delusi

Delusi adalah keyakinan pribadi palsu yang tidak tunduk pada alasan atau bukti yang bertentangan dan tidak dijelaskan oleh konsep-konsep biasa. Delusi dapat mengambil tema yang berbeda. Sebagai contoh, pasien yang menderita jenis gejala paranoid – sekitar sepertiga orang dengan skizofrenia – sering memiliki delusi penganiayaan, atau keyakinan palsu dan irasional bahwa mereka sedang ditipu, dilecehkan, diracun, atau merasa sekelompok orang bersekongkol untuk membahayakan dirinya. Pasien-pasien ini mungkin percaya bahwa mereka, atau anggota keluarga atau seseorang yang dekat dengan mereka, adalah fokus dari penganiayaan ini. Selain itu, delusi keagungan, di mana seseorang bisa percaya dia atau dia adalah tokoh terkenal atau penting, dapat terjadi pada skizofrenia. Kadang-kadang delusi yang dialami oleh orang dengan skizofrenia yang cukup aneh, misalnya, percaya bahwa tetangga dapat mengendalikan perilaku mereka dengan gelombang magnetik, bahwa orang-orang di televisi yang mengarahkan pesan khusus kepada mereka, atau bahwa pikiran mereka sedang disiarkan dengan keras kepada orang lain.

Penyalahgunaan Zat

Penyalahgunaan zat merupakan keprihatinan umum dari keluarga dan teman-teman orang dengan skizofrenia. Beberapa orang dengan penyalahgunaan narkoba dapat menunjukkan gejala mirip dengan skizofrenia. Peneliti semakin menunjukkan bahwa beberapa obat jalanan (seperti Marijuana / ganja) secara signifikan dapat meningkatkan risiko skizofrenia. Orang-orang yang memiliki skizofrenia juga sering menyalahgunakan alkohol dan / atau obat-obatan, dan mungkin memiliki reaksi yang sangat buruk terhadap obat tertentu. Penyalahgunaan zat dapat mengurangi efektivitas pengobatan untuk skizofrenia.. Stimulan (seperti amfetamin, kokain, PCP, atau ganja) dapat menyebabkan masalah besar bagi pasien dengan skizofrenia. Bahkan, beberapa orang mengalami perburukan gejala skizofrenia mereka ketika mereka mengambil obat tersebut. Penyalahgunaan zat juga mengurangi kemungkinan bahwa pasien akan mengikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter mereka.

Skizofrenia dan Nikotin

Bentuk paling umum dari gangguan penggunaan narkoba pada orang dengan skizofrenia adalah ketergantungan nikotin akibat merokok. Sementara prevalensi merokok pada populasi AS adalah sekitar 25 sampai 30 persen, prevalensi di antara orang dengan skizofrenia adalah sekitar tiga kali lebih tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan antara merokok dan skizofrenia adalah kompleks. Meski orang dengan skizofrenia yang merokok dapat mengobati gejala mereka, merokok akan mengganggu respon terhadap obat antipsikotik. Beberapa studi telah menemukan bahwa pasien skizofrenia yang merokok memerlukan dosis obat antipsikotik lebih tinggi. Berhenti merokok mungkin sangat sulit bagi orang dengan skizofrenia karena gejala penarikan nikotin dapat sementara memperburuk gejala skizofrenia. Namun, strategi berhenti merokok yang mencakup metode penggantian nikotin mungkin efektif. Dokter harus hati-hati memantau dosis obat dan respon ketika pasien dengan skizofrenia mulai baikan atau berhenti merokok.

Berpikir Teratur

Skizofrenia sering mempengaruhi kemampuan seseorang untuk “berpikir lurus.” Seseorang tidak mungkin dapat berkonsentrasi pada satu pikiran untuk yang waktu sangat panjang dan dapat dengan mudah terganggu, tidak mampu memusatkan perhatian.

Orang dengan skizofrenia tidak mungkin dapat memilah apa yang relevan dan apa yang tidak relevan dengan situasi. Orang mungkin tidak dapat menghubungkan pikiran menjadi urutan logis, dengan pikiran menjadi tidak teratur dan terfragmentasi. Kurangnya kontinuitas logis dari berpikir, disebut “gangguan pikiran,” bisa membuat percakapan yang sangat sulit dan dapat berkontribusi pada isolasi sosial. Jika orang tidak dapat memahami apa yang dikatakan seseorang, mereka cenderung menjadi tidak nyaman dan cenderung untuk meninggalkan orang itu sendiri.

Ekspresi Emosional

Orang dengan skizofrenia sering menunjukkan rasa “tumpul” atau “datar”. Hal ini mengacu pada pengurangan berat pada ekspresi emosional. Orang dengan skizofrenia mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda emosi yang normal, mungkin dapat berbicara dengan suara monoton, telah berkurang ekspresi wajah, dan tampak sangat apatis. Orang tersebut dapat menarik sosial, menghindari kontak dengan orang lain, dan ketika dipaksa untuk berinteraksi, ia atau dia mungkin punya apa-apa untuk mengatakan, mencerminkan “pikir miskin.” Motivasi dapat sangat menurun, seperti tiada minat atau kenikmatan hidup. Dalam beberapa kasus yang parah, seseorang bisa menghabiskan seluruh hari tanpa melakukan apa-apa sama sekali, bahkan mengabaikan kebersihan dasar. Masalah-masalah ini dengan ekspresi emosional dan motivasi, yang mungkin sangat mengganggu anggota keluarga dan teman, adalah gejala-gejala skizofrenia – bukan karakter cacat atau kelemahan pribadi.

Normal Versus Abnormal

Pada waktu tertentu, orang normal mungkin merasa, berpikir, atau bertindak dengan cara yang menyerupai skizofrenia. Kadang-kadang orang normal mungkin menjadi sangat cemas, misalnya, ketika berbicara di depan kelompok dan mungkin merasa bingung, tidak mampu untuk menarik pikiran mereka bersama-sama, dan melupakan cara “berpikir jernih.”. Ini bukan skizofrenia. Pada saat yang sama, orang dengan skizofrenia tidak selalu bertindak normal. Memang, beberapa orang dengan penyakit ini dapat muncul benar-benar normal dan sempurna bertanggung jawab, bahkan ketika mereka mengalami halusinasi atau delusi. Perilaku individu dapat berubah dari waktu ke waktu, menjadi aneh jika obat dihentikan dan kembali mendekati normal ketika menerima pengobatan yang tepat.

Skizofrenia bukan “Split Personality

Ada pengertian umum bahwa skizofrenia adalah sama dengan “kepribadian ganda” -Dr Jekyll Mr Hyde-Saklar dalam karakter. Ini tidak benar.

Apakah Orang Dengan Skizofrenia Mungkin Untuk Melakukan Kekerasan?

Berita dan media hiburan cenderung untuk menghubungkan penyakit mental dan kekerasan kriminal. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kecuali bagi orang-orang dengan catatan kriminal kekerasan sebelum menjadi sakit, dan orang-orang dengan masalah penyalahgunaan zat atau alkohol, orang dengan skizofrenia tidak sangat rentan terhadap kekerasan . Kebanyakan individu dengan skizofrenia tidak keras; biasanya, mereka malah menarik diri dan lebih suka dibiarkan sendiri. Kebanyakan kejahatan kekerasan tidak dilakukan oleh orang-orang dengan skizofrenia, dan kebanyakan orang dengan skizofrenia tidak melakukan kejahatan kekerasan. Penyalahgunaan zat secara signifikan meningkatkan tingkat kekerasan pada orang dengan skizofrenia, tetapi juga pada orang yang tidak memiliki penyakit mental. Orang dengan gejala paranoid dan psikotik, yang dapat menjadi lebih buruk jika obat dihentikan, mungkin juga mempunyai risiko tinggi untuk perilaku kekerasan. Ketika kekerasan terjadi, itu paling sering ditargetkan pada anggota keluarga dan teman-teman, dan lebih sering terjadi di rumah.

Tentang Bunuh Diri?

Bunuh diri merupakan bahaya serius pada orang yang memiliki skizofrenia. Jika seseorang mencoba untuk bunuh diri atau mengancam untuk melakukannya, bantuan profesional harus segera dicari. Orang dengan skizofrenia memiliki tingkat bunuh diri lebih tinggi daripada populasi umum. Sekitar 10 persen orang dengan skizofrenia (laki-laki dewasa muda khususnya) melakukan bunuh diri. Sayangnya, prediksi bunuh diri pada orang dengan skizofrenia bisa sangat sulit.

Apa Penyebab Skizofrenia?

Tidak ada penyebab tunggal yang dikenal skizofrenia. Banyak penyakit, seperti penyakit jantung, hasil dari interaksi genetik, faktor perilaku, dan lainnya, dan ini mungkin menjadi kasus untuk skizofrenia juga. Para ilmuwan belum memahami semua faktor yang diperlukan untuk menghasilkan skizofrenia, tetapi semua alat-alat penelitian biomedis modern yang digunakan untuk mencari gen, saat-saat kritis dalam perkembangan otak, dan faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit.

Apakah Skizofrenia Diwariskan?

Telah lama diketahui bahwa skizofrenia diturunkan dalam keluarga. Orang-orang yang memiliki kerabat dekat dengan skizofrenia lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan daripada orang yang tidak memiliki kerabat dengan penyakit. Misalnya, (identik) monozigot kembar dari orang dengan skizofrenia memiliki risiko tertinggi – 40 sampai 50 persen – untuk mengembangkan penyakit. Seorang anak yang orangtuanya skizofrenia memiliki sekitar 10 persen kesempatan. Sebagai perbandingan, risiko skizofrenia dalam populasi umum sekitar 1 persen.

Para ilmuwan sedang mempelajari faktor genetik pada skizofrenia. Tampaknya mungkin bahwa beberapa gen yang terlibat dalam menciptakan kecenderungan untuk mengembangkan gangguan ini. Selain itu, faktor seperti kesulitan kehamilan intrauterin seperti kelaparan atau infeksi virus, komplikasi perinatal, dan berbagai stressor spesifik tampaknya mempengaruhi perkembangan skizofrenia. Namun, belum dipahami bagaimana kecenderungan genetik ditransmisikan, dan belum bisa diprediksi secara akurat apakah orang yang memiliki gen skizofrenik akan atau tidak akan mengembangkan gangguan tersebut.

Beberapa daerah genom manusia sedang diselidiki untuk mengidentifikasi gen yang dapat memberikan kerentanan untuk skizofrenia. Bukti terkuat sampai saat ini adalah kromosom 13 dan 6, tetapi tetap belum dikonfirmasi. Identifikasi gen tertentu yang terlibat dalam pengembangan skizofrenia akan memberikan petunjuk penting ke dalam apa yang tidak beres di otak untuk membimbing pengembangan pengobatan baru yang lebih baik.

Apakah Skizofrenia Terkait Dengan Seorang Cacat Kimia Dalam Otak?

Pengetahuan dasar tentang kimia otak dan tautan untuk skizofrenia berkembang dengan cepat. Neurotransmiter, zat yang memungkinkan komunikasi antara sel-sel saraf, telah lama dianggap terlibat dalam perkembangan skizofrenia. Kemungkinan, meskipun belum pasti, bahwa gangguan tersebut dikaitkan dengan beberapa ketidakseimbangan sistem kimia yang kompleks yang saling terkait dari otak, mungkin melibatkan neurotransmitter dopamin dan glutamat. Daerah penelitian cukup menjanjikan.

Apakah Skizofrenia Disebabkan Oleh Kelainan Fisik Dalam Sebuah Otak?

Ada kemajuan dramatis dalam neuroimaging teknologi yang memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari struktur dan fungsi otak pada individu yang hidup. Banyak studi orang dengan skizofrenia telah menemukan kelainan pada struktur otak (misalnya, pembesaran rongga berisi cairan, yang disebut ventrikel, di bagian dalam otak, dan penurunan ukuran daerah otak tertentu) atau fungsi (misalnya, menurun metabolik aktivitas di daerah otak tertentu). Harus ditekankan bahwa kelainan ini cukup halus dan bukan karakteristik dari semua orang dengan skizofrenia, juga tidak hanya terjadi pada individu dengan penyakit ini. Studi mikroskopis jaringan otak setelah kematian juga telah menunjukkan perubahan kecil dalam distribusi atau jumlah sel-sel otak pada orang dengan skizofrenia. Tampaknya bahwa banyak (tetapi mungkin tidak semua) dari perubahan ini ada sebelum individu menjadi sakit, dan skizofrenia mungkin, sebagian, gangguan dalam perkembangan otak.

Neurobiologis perkembangan didanai oleh Institut Kesehatan Mental Nasional (NIMH) menemukan bahwa skizofrenia mungkin gangguan perkembangan yang dihasilkan ketika neuron membentuk hubungan yang tidak sempurna selama perkembangan janin. Kesalahan ini mungkin tertidur sampai pubertas, ketika perubahan dalam otak yang terjadi secara normal selama tahap kritis pematangan berinteraksi negatif dengan koneksi rusak. Penelitian ini telah mendorong upaya-upaya untuk mengidentifikasi faktor prenatal yang mungkin memiliki beberapa bantalan pada kelainan perkembangan.

Dalam penelitian lain dengan menggunakan teknik pencitraan otak, peneliti telah menemukan bukti perubahan biokimia awal yang mungkin mendahului timbulnya gejala penyakit, mendorong pemeriksaan sirkuit saraf yang paling mungkin terlibat dalam memproduksi gejala-gejala. Sementara itu, ilmuwan yang bekerja di tingkat molekuler mengeksplorasi dasar genetik untuk kelainan dalam perkembangan otak dan di sistem neurotransmitter yang mengatur fungsi otak.

Bagaimana Skizofrenia Diobati?

Karena skizofrenia mungkin bukan kondisi yang tunggal dan penyebabnya belum diketahui, metode pengobatan saat ini didasarkan pada kedua penelitian klinis dan pengalaman. Pendekatan ini dipilih berdasarkan kemampuan mereka untuk mengurangi gejala skizofrenia dan untuk mengurangi kemungkinan bahwa gejala akan kembali.

Tentang Obat?

Obat antipsikotik telah tersedia sejak pertengahan 1950-an. Mereka telah sangat meningkatkan prospek untuk setiap pasien. Obat-obat ini mengurangi gejala psikotik dari skizofrenia dan biasanya memungkinkan pasien untuk berfungsi lebih efektif dan tepat. Obat antipsikotik merupakan pengobatan terbaik sekarang tersedia, tetapi mereka tidak “menyembuhkan” skizofrenia atau memastikan bahwa tidak akan ada episode psikotik lebih lanjut. Pilihan dan dosis obat bisa dibuat hanya oleh seorang dokter berkualifikasi yang terlatih dalam pengobatan medis dari gangguan mental. Dosis obat bersifat individual untuk setiap pasien, karena orang dapat bervariasi banyak dalam jumlah obat yang dibutuhkan untuk mengurangi gejala tanpa menghasilkan efek samping merepotkan.

Sebagian besar orang dengan skizofrenia menunjukkan peningkatan yang substansial ketika diobati dengan obat antipsikotik. Beberapa pasien, bagaimanapun, tidak terbantu sangat banyak dengan obat-obatan dan beberapa tampaknya tidak membutuhkan. Sulit untuk memprediksi apakah pasien akan mendapatkan manfaat dari pengobatan dengan obat antipsikotik atau tidak.

Sejumlah obat antipsikotik baru (yang disebut “antipsikotik atipikal”) telah diperkenalkan sejak tahun 1990. Yang pertama, clozapine (Clozaril ®), telah terbukti lebih efektif daripada antipsikotik lainnya, meskipun kemungkinan efek samping berat – khususnya, suatu kondisi yang disebut agranulositosis (hilangnya sel-sel darah putih yang memerangi infeksi) – membutuhkan bahwa pasien dipantau dengan tes darah setiap satu atau dua minggu. Bahkan obat antipsikotik baru, seperti risperidone (Risperdal ®) dan olanzapine (Zyprexa ®), lebih aman dibandingkan obat tua atau clozapine, dan mereka juga mungkin lebih baik ditoleransi. Beberapa antipsikotik tambahan sedang dalam pengembangan.

Obat antipsikotik seringkali sangat efektif dalam mengobati gejala tertentu dari skizofrenia, terutama halusinasi dan delusi, sayangnya, obat-obatan mungkin tidak membantu dengan gejala lain, seperti motivasi berkurang dan ekspresi emosional. Memang, antipsikotik yang lebih tua (yang juga pergi dengan nama “neuroleptik”), obat-obatan seperti haloperidol (Haldol ®) atau klorpromazin (Thorazine ®), bahkan dapat menghasilkan efek samping yang menyerupai lebih sulit untuk mengobati gejala. Seringkali, menurunkan dosis atau beralih ke obat yang berbeda dapat mengurangi efek samping; obat-obatan baru, termasuk olanzapine (Zyprexa ®), quetiapine (Seroquel ®), dan risperidone (Risperdal ®), tampaknya kurang cenderung memiliki masalah ini. Kadang-kadang ketika orang-orang dengan skizofrenia menjadi depresi, gejala lainnya dapat muncul memburuk. Gejala-gejala dapat meningkat dengan penambahan obat antidepresan.

Pasien dan keluarga terkadang menjadi khawatir tentang obat-obatan antipsikotik yang digunakan untuk mengobati skizofrenia. Di samping kekhawatiran tentang efek samping, mereka mungkin khawatir bahwa obat tersebut dapat menyebabkan kecanduan. Namun, obat antipsikotik tidak menghasilkan perilaku “tinggi” (euforia) atau adiktif pada pasien.

Kesalahpahaman lain tentang obat-obatan antipsikotik adalah bahwa mereka bertindak sebagai semacam pengendalian pikiran. Sementara obat-obat ini dapat menenangkan, dan sementara efek ini dapat bermanfaat ketika pengobatan dimulai terutama jika seorang individu sangat gelisah, utilitas obat bukan karena obat penenang tetapi untuk kemampuan mereka untuk mengurangi halusinasi, agitasi, kebingungan, dan delusi dari episode psikotik. Jadi, obat antipsikotik akhirnya harus membantu seorang individu dengan skizofrenia untuk menghadapi dunia yang lebih rasional.

Berapa Lama Orang Dengan Skizofrenia Diobati dengan Antipsikotik?

Obat antipsikotik mengurangi risiko episode psikotik di masa depan pasien yang telah sembuh dari episode akut. Bahkan dengan terapi obat lanjutan, beberapa orang yang telah sembuh akan kambuh. Tingkat kambuh jauh lebih tinggi ketika obat dihentikan. Dalam kebanyakan kasus, terapi obat lanjutan akan “mencegah” kambuh dengan akurat, melainkan mengurangi intensitas dan frekuensi. Pengobatan gejala psikotik yang parah biasanya membutuhkan dosis yang lebih tinggi daripada yang digunakan untuk pengobatan pemeliharaan. Jika gejala muncul kembali pada dosis yang lebih rendah, peningkatan sementara dalam dosis mungkin dapat mencegah kekambuhan hebat.

Karena kekambuhan penyakit lebih mungkin ketika obat antipsikotik yang dihentikan atau tidak teratur dikonsumsi, sangat penting bahwa orang dengan skizofrenia, dokter mereka, dan anggota keluarga mematuhi rencana pengobatan mereka. Kepatuhan terhadap pengobatan mengacu pada sejauh mana pasien mengikuti terapi rencana yang direkomendasikan oleh dokter mereka. Kepatuhan yang baik melibatkan minum obat diresepkan pada dosis yang benar dan waktu yang tepat setiap hari, menghadiri janji klinik, dan / atau hati-hati mengikuti prosedur perawatan lainnya. Kepatuhan pengobatan seringkali sulit bagi orang dengan skizofrenia, tetapi dapat dibuat lebih mudah dengan bantuan beberapa strategi dan dapat menyebabkan peningkatan kualitas hidup.

Ada berbagai alasan mengapa orang dengan skizofrenia mungkin tidak patuh terhadap pengobatan. Pasien mungkin tidak percaya mereka sakit dan mungkin menyangkal kebutuhan obat, atau mereka mungkin memiliki pemikiran tidak teratur sehingga mereka tidak dapat ingat untuk mengambil dosis sehari-hari mereka. Anggota keluarga atau teman mungkin tidak memahami skizofrenia. Tidak tepat bila menyarankan orang dengan skizofrenia untuk menghentikan pengobatan ketika dia merasa lebih baik. Dokter, yang memainkan peran penting dalam membantu pasien mereka patuh terhadap pengobatan, mungkin mengabaikan untuk menanyakan pasien seberapa sering mereka mengambil obat mereka, atau mungkin tidak mau untuk mengakomodasi permintaan pasien untuk mengubah dosis atau mencoba pengobatan baru. Beberapa pasien melaporkan bahwa efek samping dari obat tampaknya lebih buruk daripada penyakit itu sendiri. Selanjutnya, penyalahgunaan zat dapat mengganggu efektivitas pengobatan, menyebabkan pasien menghentikan pengobatan. Ketika rencana perawatan yang rumit ditambahkan ke faktor ini, kepatuhan yang baik bisa menjadi lebih menantang.

Untungnya, ada banyak strategi yang pasien, dokter, dan keluarga dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah memburuknya penyakit. Beberapa obat antipsikotik, termasuk haloperidol (Haldol ®), fluphenazine (Prolixin ®), perphenazine (Trilafon ®) dan lainnya, tersedia dalam bentuk suntik long-acting yang menghilangkan kebutuhan untuk mengambil pil setiap hari. Tujuan utama dari penelitian terkini tentang pengobatan untuk skizofrenia adalah untuk mengembangkan lebih banyak jenis long-acting antipsikotik, terutama agen yang lebih baru dengan efek samping yang ringan, yang dapat disampaikan melalui suntikan. Kalender obat atau kotak pil berlabel dengan hari dalam seminggu dapat membantu pasien dan perawat tahu kapan obat telah atau belum diambil. Menggunakan timer elektronik yang mengeluarkan bunyi bip bila obat harus diambil, atau obat pasangan mengambil dengan peristiwa rutin sehari-hari seperti makan, dapat membantu pasien mengingat dan mematuhi jadwal pemberiannya. Melibatkan anggota keluarga dalam mengamati pengobatan oral pasien dapat membantu memastikan kepatuhan. Selain itu, melalui berbagai metode lain pemantauan kepatuhan, dokter dapat mengidentifikasi saat mengambil pil adalah masalah bagi pasien mereka dan dapat bekerja dengan mereka untuk membuat kepatuhan lebih mudah. Hal ini penting untuk membantu memotivasi pasien untuk melanjutkan pengambilan obat mereka dengan baik.

Selain strategi-strategi kepatuhan, pendidikan pasien dan keluarga tentang skizofrenia, gejala, dan obat yang diresepkan untuk mengobati penyakit adalah bagian penting dari proses pengobatan dan membantu mendukung alasan untuk kepatuhan yang baik.

Tentang Efek Samping?

Obat antipsikotik, seperti hampir semua obat, memiliki efek yang tidak diinginkan bersama dengan efek yang menguntungkan mereka. Selama fase awal pengobatan, pasien mungkin akan terganggu dengan efek samping seperti mengantuk, gelisah, kejang otot, tremor, mulut kering, atau mengaburkan penglihatan. Sebagian besar dapat diperbaiki dengan menurunkan dosis atau dapat dikendalikan oleh obat lain. Pasien yang berbeda memiliki respon pengobatan yang berbeda dan efek samping berbagai obat antipsikotik untuk. Seorang pasien dapat melakukan lebih baik dengan satu obat daripada yang lain.

Efek samping jangka panjang obat antipsikotik dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih serius. Tardive dyskinesia (TD) adalah gangguan yang ditandai dengan gerakan tak terkendali yang paling sering mempengaruhi mulut, bibir, dan lidah, dan kadang-kadang batang atau bagian lain dari tubuh seperti lengan dan kaki. Ini terjadi pada sekitar 15 sampai 20 persen pasien yang telah menerima obat antipsikotik selama bertahun-tahun, tetapi TD juga dapat berkembang pada pasien yang telah diobati dengan obat-obatan untuk jangka waktu yang lebih singkat. Dalam kebanyakan kasus, gejala-gejala TD ringan, dan pasien mungkin tidak menyadari gerakan.

Obat antipsikotik dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir semua tampaknya memiliki risiko jauh lebih rendah daripada antipsikotik yang lebih tua dan tradisional. Risiko bukan nol, bagaimanapun, dan mereka dapat menghasilkan efek samping seperti perubahan berat badan. Selain itu, jika diberikan dengan dosis terlalu tinggi, obat baru dapat menyebabkan masalah seperti penarikan sosial dan gejala menyerupai penyakit Parkinson, gangguan yang mempengaruhi gerakan. Meskipun demikian, antipsikotik baru adalah kemajuan yang signifikan dalam pengobatan, dan penggunaan optimal mereka pada orang dengan skizofrenia adalah subjek penelitian yang banyak dilakukan saat ini.

Tentang Perawatan Psikososial?

Obat antipsikotik telah terbukti menjadi penting dalam meredakan gejala psikotik dari skizofrenia – halusinasi, delusi, dan inkoherensi – tetapi tidak konsisten dalam menghilangkan gejala-gejala gangguan perilaku. Bahkan ketika pasien dengan skizofrenia yang relatif bebas dari gejala psikotik, masih banyak mengalami kesulitan yang luar biasa dengan komunikasi (kepedulian diri, motivasi dalam membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain). Selain itu, karena pasien dengan skizofrenia sering menjadi sakit selama karir penting pembentuk tahun hidup (misalnya, usia 18 sampai 35), mereka kurang mungkin untuk menyelesaikan pelatihan yang dibutuhkan untuk pekerjaan terampil. Akibatnya, banyak penderita skizofrenia tidak hanya mengalami kesulitan dalam hal berpikir dan emosional, tetapi juga kurang memiliki keterampilan sosial, bekerja, dan juga pengalaman.

Sementara pendekatan psikososial memiliki nilai terbatas untuk pasien psikotik akut (mereka yang keluar dari sentuhan dengan realitas atau memiliki halusinasi atau delusi yang menonjol), mereka mungkin berguna untuk pasien dengan gejala yang kurang parah atau untuk pasien dengan gejala psikotik terkontrol. Berbagai bentuk terapi psikososial tersedia untuk orang-orang dengan skizofrenia, Terapi ini terfokus pada peningkatan fungsi sosial pasien – apakah di rumah sakit atau masyarakat, di rumah, atau di tempat kerja. Sayangnya, ketersediaan berbagai bentuk pengobatan sangat bervariasi antara tempat yang satu dan tempat yang lain.

Rehabilitasi

Didefinisikan secara luas, rehabilitasi mencakup beragam intervensi nonmedis bagi mereka dengan skizofrenia. Program rehabilitasi sosial menekankan pelatihan kejuruan untuk membantu pasien dan mantan pasien mengatasi kesulitan di daerah-daerah. Program mungkin meliputi konseling kejuruan, pelatihan kerja, pemecahan masalah dan keterampilan pengelolaan uang, penggunaan transportasi publik, dan pelatihan keterampilan sosial. Pendekatan ini penting bagi keberhasilan pengobatan serta keterampilan yang diperlukan untuk memimpin kehidupan produktif di luar batas-batas terlindung dari rumah sakit jiwa.

Psikoterapi Individu

Psikoterapi individu melibatkan perundingan yang dijadwalkan secara rutin di antara pasien dan seorang profesional kesehatan mental seperti psikiater, psikolog, pekerja sosial psikiatri, atau perawat. Sesi dapat fokus pada masalah saat ini atau masa lalu, pengalaman, pikiran, perasaan, atau hubungan.

Sumber: www.schizophrenia.com

Read Full Post »

Definisi:

Suatu gangguan mental yang dikarakteristikkan dengan corak-corak maladaptif dari penyesuaian dirinya terhadap kehidupannya.

D.P.L :

Pada gangguan kepribadian terdapat kerusakan pada:

• perkembangan kepribadian

• kecenderungan patologis dalam struktur kepribadiannya

Klasifikasi (menurut DSM-IV (1994)):

Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan Kepribadian Skizoid

Gangguan Kepribadian Skizotipal

Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan Kepribadian Histrionik

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Gangguan Kepribadian Menghindar

Gangguan Kepribadian Dependen

Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif

Gangguan Kepribadian yang tak dispesifikasikan di tempat lain

Ini terdiri dari :

a). Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif

b). Gangguan Kepribadian Depresif

c). Gangguan Kepribadian Sadomachistik

d). Gangguan Kepribadian Sadistik

e). Perubahan kepribadian oleh karena kondisi medik umum

f). Perubahan kepribadian sesudah mendapat pengalaman katastrofik dan sesudah penyakit psikiatrik

Etiologi :

1. Faktor lingkungan (environment)

2. Faktor Herediter

3. Faktor Psikologik (perkembangan kepribadian)

4. Faktor Neurologik (seperti adanya gambaran EEG abnormal)

Gangguan Kepribadian Paranoid

Tanda-tandanya :

  1. Kepekaan yang berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan
  2. Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, misalnya menolak untuk memaafkan suatu penghinaan atau masalah kecil.
  3.  Kecurigaan dan kecenderungan pervasif untuk menyalahartikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan
  4. Mempertahankan dengan gigih bila perlu dengan kekuatan fisik tentang hak pribadinya yang sebenarnya tak sesuai dengan keadaan sebenarnya
  5. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar, tentang kesetiaan seksual pasangannya.
  6. Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan

Gangguan Kepribadian Skizoid

  1. Hanya sedikit saja, bila ada, aktivitas yang memberikan kebahagiaan
  2. Emosi dingin, afek datar
  3. Kurang mampu untuk menyatakan kehangatan, kelembutan atau kemarahan pada orang lain.
  4. Ketidakpedulian yang nyata terhadap pujian atau kecaman
  5.  Kurang tertarik untuk menjalin pengalamanseksual dengan orang lain (dengan memperhitungkan umur)
  6. Hampir selalu memilih aktivitas yang menyendiri
  7. Dirundung oleh fantasi dan introspeksi yang berlebihan
  8. Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab
  9. Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku.

Gangguan Kepribadian Disosial

  1. Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain
  2. Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap dan tidak peduli terhadap norma, peraturan, dan kewajiban sosial
  3. Tidak mampu untuk mempertahankan hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya
  4.  Mudah menjadi frustrasi dan bertindak agresif, termasuk tindakan kekerasan
  5. Tidak mampu untuk menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman terutama dari hukuman
  6. Sangat cenderung untuk menyalahkan oranglain atau menawarkan rasionalisasi yang dapat diterima untuk perilaku yang telah membawa pasien dalam konflik sosial

Gangguan Kepribadian Histrionik

  1. Ekspresi emosi yang didramatisasikan sendiri, teatrikalitas dan dibesar-besarkan
  2. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau situasi
  3. Afek datar atau labil
  4. Terus-menerus mau cari kepuasan dan aktivitas di mana pasien menjadi pusat perhatian
  5.  Kegairahan yang tak pantas dalam penampilan atau perilaku
  6. Terlalu mementingkan daya tarik fisik

Gambaran penyerta :

egosentrisitas, pemuasan diri sendiri, mudah tersinggung, perilaku manipulatif yang menetap untuk

mencapai kepentingan pribadi

Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif

  1. Perasaan ragu dan hati-hati yang berlebihlebihan
  2. Keterpakuan pada rincian, peraturan, daftar, perintah atau jadwal
  3. Perfeksionisme yang menghambat penyelesaian tugas
  4. Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati
  5.  Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial
  6. Kaku dan keras kepala
  7. Pemaksaan secara tidak masuk akal agar orang lain melakukan sesuatu menurut caranya
  8. Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang bersifat memaksa atau yang tidak disukai

Gangguan Kepribadian Cemas (Menghindar)

  1. Perasaan tegang dan takut yang menetap
  2. Merasa dirinya tidak mampu, tidak menarikatau lebih rendah dari orang lain
  3. Kekhawatiran yang berlebihan terhadapkritik dan penolakan dalam situasi sosial
  4. Keengganan untuk terlibat dengan orang, kecuali merasa yakin akan disukai
  5.  Pembatasan gaya hidup oleh karena alasan keamanan fisik
  6. Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan kontak interpersonal oleh karena takut akan dikritik, tidak didukung atau ditolak

Gangguan Kepribadian Dependen

  1. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting bagi dirinya
  2. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah daripada orang lain pada siapa dia bergantung dan kerelaan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka.
  3. Keengganan untuk mengajukan tuntutan yang layak kepada orang pada siapa dia bergantung
  4. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri
  5. Terpaku pada ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan ditinggalkan agar mengurus diri sendiri
  6. Keterbatasan kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasihat yang berlebihan dan diyakini orang lain

Gangguan Kepribadian Emosional Tak Stabil

  1. Kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi, bersamaan dengan ketidakstabilan afek
  2. Kemampuan merencanakan sesuatu mungkin minimal dan ledakan kemarahan yang hebat seringkali dapat menjurus kepada kekerasan atau ledakan perilaku. Hal ini mudah ditimbulkan jika kegiatan impulsifnya dikritik atau dihalangi orang lain

Pedoman Diagnostik Umum

Keadaan yang tidak disebabkan langsung oleh kerusakan atau penyakit otak berat atau gangguan jiwa lain, tetapi memenuhi kriteria berikut ini:

  1. Sikap dan perilaku yang amat tak serasi yangmeliputi biasanya beberapa bidang fungsi, misalnya:afek, kesadaran, pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain
  2. Pola perilaku abnormal yang berlangsung lama, berjangka panjang dan tidak terbatas pada episode penyakit jiwa
  3. Pola perilaku abnormalnya itu pervasif & jelas maladaptif terhadap berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas.
  4. Manifestasi di atas selalu muncul pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa
  5. Gangguannya menjurus kepada penderitaan pribadi yang berarti, tetapi hal ini mungkin hanya menjadi nyata kemudian dalam perjalanan penyakitnya
  6. Gangguan ini biasanya tetapi tidak selalu, berhubungan secara bermakna dengan masalah pekerjaan dan kinerja sosial

Terapi

  1. Psikoterapi. Khusus untuk gangguan kepribadian paranoid, psikoterapi adalah terapi pilihan
  2. Farmakoterapi;bergantung pada jenis gangguan kepribadiannya, misalnya obat: anti ansietas, antipsikotik, antidepresan, psycho stimulant

Sumber: www.library.usu.ac.id

Read Full Post »

PENGERTIAN AIR SUSU IBU

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya.

Sedangkan ASI Ekslusif adalah perilaku di mana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sampai umur 4 (empat) bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat.

ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 4 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.

FISIOLOGI LAKTASI

Produksi ASI (Prolaktin)

Pembentukan payudara dimulai sejak embrio berusia 18-19 minggu, dan berakhir ketika mulai menstruasi. Hormon yang berperan adalah hormon esterogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI.

Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI. Pada proses laktasi terdapat dua reflek yang berperan, yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran yang timbul akibat perangsangan puting susu dikarenakan isapan bayi.

  •  Refleks prolaktin
  • Refleks aliran (let down reflek)

Refleks Prolaktin

Akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, tetapi jumlah kolostrum terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pasca persalinan, yaitu saat lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang. Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara, karena ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik.

Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin.

Faktor pemacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu.

Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung.

Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2 – 3. Sedangkan pada ibu menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti: stress atau pengaruh psikis, anastesi, operasi dan rangsangan puting susu

Refleks Aliran (Let Down Reflek)

Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior (neurohipofise) yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini menuju uterus sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat, keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus dan selanjutnya mengalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.

Faktor-faktor yang meningkatkan let down adalah: melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi, memikirkan untuk menyusui bayi.

Faktor-faktor yang menghambat reflek let down adalah stress, seperti: keadaan bingung/ pikiran kacau, takut dan cemas.

Refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi

  1.  Refleks menangkap (rooting refleks)
  2. Refleks menghisap
  3. Refleks menelan

Refleks Menangkap (Rooting Refleks)

Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya, dan bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Bibir bayi dirangsang dengan papilla mamae, maka bayi akan membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu.

Refleks Menghisap (Sucking Refleks)

Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting. Agar puting mencapai palatum, maka sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi. Dengan demikian sinus laktiferus yang berada di bawah areola, tertekan antara gusi, lidah dan palatum sehingga ASI keluar.

Refleks Menelan (Swallowing Refleks)

Refleks ini timbul apabila mulut bayi terisi oleh ASI, maka ia akan menelannya.

Pengeluaran ASI (Oksitosin)

Apabila bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitaria posterior, sehingga keluar hormon oksitosin. Hal ini menyebabkan sel-sel miopitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong ASI masuk dalam pembuluh ampula. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin dikeluarkan oleh hipofisis.

KEBAIKAN ASI

ASI sebagai makanan bayi mempunyai kebaikan/sifat sebagai berikut:

  • ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.
  • ASI mengadung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Di dalam usus laktosa akan difermentasi menjadi asam laktat yang bermanfaat untuk:
  1. Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
  2. Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
  3. Memudahkan terjadinya pengendapan kalsium-kasein.
  4. Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti kalsium, magnesium.
  5. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
  6. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.
  7. Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi.

Berdasarkan waktu diproduksi, ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

A. Colostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mamae yang mengandung tissue debris dan redual material yang terdapat dalam alveoli dan ductus dari kelenjar mamae sebelum dan segera sesudah melahirkan anak.

  • Disekresi oleh kelenjar mamae dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat, dari masa laktasi.
  • Komposisi kolostrum dari hari ke hari berubah.
  • Merupakan cairan kental ideal yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan ASI Matur.
  • Merupakan suatu laxanif yang ideal untuk membersihkan meconeum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan selanjutnya.
  • Lebih banyak mengandung protein dibandingkan ASI Matur, tetapi berlainan dengan ASI Matur di mana protein yang utama adalah kasein. Pada kolostrum, protein yang utama adalah globulin, sehingga dapat memberikan daya perlindungan tubuh terhadap infeksi.
  • Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI Matur yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama.
  • Lebih rendah kadar karbohidrat dan lemaknya dibandingkan dengan ASI Matur.
  • Total energi lebih rendah dibandingkan ASI Matur yaitu 58 kalori/100 ml kolostrum.
  • Vitamin larut lemak lebih tinggi. Sedangkan vitamin larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah.
  • Bila dipanaskan menggumpal, ASI Matur tidak.
  • PH lebih alkalis dibandingkan ASI Matur.
  • Lemaknya lebih banyak mengandung kolesterol dan lecitin di bandingkan ASI Matur.
  • Terdapat tripsin inhibitor, sehingga hidrolisa protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna, yang akan menambah kadar antibodi pada bayi.
  • Volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam.

B. Air Susu Masa Peralihan (Masa Transisi)

  1. Merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI Matur.
  2. Disekresi dari hari ke 4 – hari ke 10 dari masa laktasi, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa ASI Matur baru akan terjadi pada minggu ke-3 sampai ke-5.
  3. Kadar protein semakin rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi.
  4. Volume semakin meningkat.

C. Air Susu Matur

  1. ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya, yang dikatakan komposisinya relatif konstan, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa minggu ke-3 sampai ke-5 ASI komposisinya baru konstan.
  2. Merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi, bahkan ada yang mengatakan pada ibu yang sehat bahwa ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan pertama bagi bayi.
  3. ASI merupakan makanan yang mudah didapat, selalu tersedia, siap diberikan pada bayi tanpa persiapan yang khusus dengan temperatur yang sesuai untuk bayi.
  4. Merupakan cairan putih kekuning-kuningan karena mengandung kasein, riboflaum dan karotin.
  5. Tidak menggumpal bila dipanaskan.
  6. Volume: 300 – 850 ml/24 jam
  7. Terdapat antimicrobaterial factor, yaitu:
  8. Antibodi terhadap bakteri dan virus.
  9. Cell (phagocyle, granulocyle, macrophag, lymhocycle type T)
  10. Enzim (lysozime, lactoperoxidese)
  11. Protein (laktoferin, B12)
  12. Faktor resisten terhadap staphylococcus.
  13. Complecement ( C3 dan C4)

Komposisi ASI

Kandungan kolostrum berbeda dengan air susu yang matur. Kolostrum lebih banyak mengandung imunoglobin A (Iga), laktoferin dan sel-sel darah putih yang sangat penting untuk pertahanan tubuh bayi terhadap serangan penyakit dan infeksi. Kolostrum lebih sedikit mengandung lemak dan laktosa, lebih banyak mengandung vitamin dan mineral-mineral seperti natrium (Na) dan seng (Zn).

Susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI. Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein, dan sisanya berupa protein whey yang larut. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif keras dalam lambung bayi.

Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi sebab ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). Kandungan total lemak sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu fase laktasi air susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 – 2% lemak dan terlihat encer.

Laktosa (gula susu) merupakan satu-satunya karbohidrat yang terdapat dalam air susu murni. Jumlahnya dalam ASI tak terlalu bervariasi dan terdapat lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi.

Di dalam usus sebagian laktosa akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat tersebut membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium serta mineral-mineral lain.

ASI mengandung lebih sedikit kalsium daripada susu sapi, tetapi lebih mudah diserap, jumlah ini akan mencukupi kebutuhan untuk bahan-bahan pertama kehidupan bayi. ASI juga mengandung lebih sedikit natrium, kalium, fosfor dan chlor dibandingkan dengan susu sapi, tetapi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi.

Apabila makanan yang dikonsumsi ibu memadai, semua vitamin yang diperlukan bayi selama empat sampai enam bulan pertama kehidupannya dapat diperoleh dari ASI.

Manajemen Laktasi

Manajemen laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya.

Upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Pada masa Kehamilan (antenatal)

  1. Memberikan penerangan dan penyuluhan tentang manfaat dan keunggulan ASI, manfaat menyusui baik bagi ibu maupun bayinya, disamping bahaya pemberian susu botol.
  2. Pemeriksaan kesehatan, kehamilan dan payudara/keadaan puting susu, apakah ada kelainan atau tidak. Disamping itu perlu dipantau kenaikan berat badan ibu hamil.
  3. Perawatan payudara mulai kehamilan umur enam bulan agar ibu mampu memproduksi dan memberikan ASI yang cukup.

Memperhatikan gizi/makanan ditambah mulai dari kehamilan trisemester kedua sebanyak 1 1/3 kali dari makanan pada saat belum hamil.

Menciptakan suasana keluarga yang menyenangkan. Dalam hal ini perlu diperhatikan keluarga terutama suami kepada istri yang sedang hamil untuk memberikan dukungan dan membesarkan hatinya.

b. Pada masa segera setelah persalinan (prenatal)

  1. Ibu dibantu menyusui 30 menit setelah kelahiran dan ditunjukkan cara menyusui yang baik dan benar, yakni: tentang posisi dan cara melekatkan bayi pada payudara ibu.
  2. Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi-ibu selama 24 jam sehari agar menyusui dapat dilakukan tanpa jadwal.
  3. Ibu nifas diberikan kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000S1) dalam waktu dua minggu setelah melahirkan.

c. Pada masa menyusui selanjutnya (post-natal)

  1. Menyusui dilanjutkan secara ekslusif selama 4 bulan pertama usia bayi, yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan/minuman lainnya.
  2. Perhatikan gizi/makanan ibu menyusui, perlu makanan 1 ½ kali lebih banyak dari biasa dan minum minimal 8 gelas sehari.
  3. Ibu menyusui harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran dan menghindarkan kelelahan yang berlebihan agar produksi ASI tidak terhambat.
  4. Pengertian dan dukungan keluarga terutama suami penting untuk menunjang keberhasilan menyusui.
  5. Rujuk ke Posyandu atau Puskesmas atau petugas kesehatan apabila ada permasalahan menyusui.
  6. Menghubungi kelompok pendukung ASI terdekat untuk meminta pengalaman dari ibu-ibu lain.
  7. Memperhatikan gizi/makanan anak, terutama mulai bayi 4 bulan, berikan MP ASI yang cukup baik kuantitas maupun kualitas.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI antara lain:

1. Perubahan sosial budaya

  • Ibu-ibu bekerja

Kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan adanya emansipasi dalam segala bidang kerja dan kebutuhan masyarakat menyebabkan turunnya kesediaan menyusui dan lamanya menyusui.

Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol. Persepsi masyarakatkan gaya hidup mewah membawa dampak menurutnya kesediaan menyusui. Bahkan adanya pandangan bagi kalangan terentu bahwa susu botol sangat cocok buat bayi dan terbaik. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang selalu mau meniru orang lain, atau tanya untuk prestise.

Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya. Budaya modern dan perilaku masyarakat yang meniru negara barat mendesak para ibu untuk segera menyapih anaknya dan memilih air susu buatan sebagai jalan keluarnya.

2. Faktor psikologis

Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita. Adanya anggapan para ibu bahwa menyusui akan merusak penampilan. Padahal setiap ibu yang mempunyai bayi selalu mengubah payudara, walaupun menyusui atau tidak menyusui.

Tekanan batin. Ada sebagian kecil ibu mengalami tekanan batin di saat menyusui bayi sehingga dapat mendesak si ibu untuk mengurangi frekuensi dan lama menyusui bayinya, bahkan mengurangi menyusui.

3. Faktor fisik ibu

Alasan yang cukup sering bagi ibu untuk menyusui adalah karena ibu sakit, baik sebentar maupun lama. Sebenarnya, jarang sekali ada penyakit yang mengharuskan berhenti menyusui. Jauh lebih berbahaya untuk mulai memberi bayi makanan buatan daripada membiarkan bayi menyusu dari ibunya yang sakit.

Selain itu dapat juga disebabkan oleh defisiensi prolaktin. Penyebabnya antara lain: tumor, pengobatan tumor, penyakit/infeksi, dan cedera kepala.

4. Faktor kurangnya petugas kesehatan

Masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. Penyuluhan kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatannya.

5. Meningkatnya promosi susu kaleng sebagai Pengganti ASI

Pengganti ASI adalah segala jenis makanan yang mewakili atau menggantikan total ASI yang dipasarkan; termasuk susu atau susu bubuk untuk anak berusia di bawah 2 tahun, serta makanan pendamping, jus, dan teh yang dipasarkan untuk anak berusia di bawah 6 bulan.

Peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan distribusi susu buatan menimbulkan tumbuhnya keengganan menyusui dan lamanya baik di desa dan perkotaan. Distribusi, iklan dan promosi susu buatan berlangsung terus dan bahkan meningkat. Tidak hanya di televisi, radio dan surat kabar; melainkan juga di tempat-tempat praktek swasta dan klinik-klinik kesehatan masyarakat di Indonesia.

Keburukan pemberian makanan buatan:

  1. Pencemaran karena botol tidak higienis
  2. Infeksi. Susu sapi tidak mengandung sel darah putih hidup dan antibodi untuk melindungi tubuh terhadap infeksi (lebih sering diare dan infeksi saluran pernapasan)
  3. Tidak ekonomis
  4. Kekurangan vitamin
  5. Kekurangan zat besi. Zat besi dari susu sapi tidak dapat diserap secara sempurna seperti zat besi dari ASI. Hal ini meningkatkan risiko terserang anemia
  6. Terlalu banyak garam
  7. Terlalu banyak kalsium dan fosfat yang dapat menyebabkan tetani (kedutan dan kejang-kejang)
  8. Lemak yang tidak cocok. Asam lemak jenuh, tidak mengandung asam lemak esensial, asam linoleat, dan kolesterol yang cukup bagi pertumbuhan otak
  9. Protein yang tidak cocok. Terlalu banyak kasein. Campuran asam amino yang tidak cocok dan sulit dikeluarkan oleh ginjal bayi yang belum sempurna
  10. Tidak mengandung amino esensial sistin dan taurin yang cukup bagi perkembangan otak bayi
  11. Tidak bisa dicerna dengan sempurna karena tidak ada enzim lipase
  12. Lebih mudah terserang alergi karena pemberian susu sapi yang terlalu dini, seperti asma dan eksim
  13. Ancaman kegemukan apabila diberikan secara berlebihan
  14. Kecerdasan dan psikologis yang tidak optimal

6. Penerangan yang salah justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan penggantian ASI dengan susu kaleng.

Penyediaan susu bubuk di Puskesmas disertai pandangan untuk meningkatkan gizi bayi, seringkali menyebabkan salah arah dan meningkatkan pemberian susu botol.

Promosi ASI yang efektif haruslah dimulai pada profesi kedokteran, meliputi pendidikan di sekolah-sekolah kedokteran yang menekankan pentingnya ASI dan nilai ASI pada umur 2 tahun atau lebih.

7. Faktor pengelolaan laktasi di ruang bersalin

Untuk menunjang keberhasilan laktasi, bayi hendaknya disusui segera atau sedini

mungkin setelah lahir. Namun tidak semua persalinan berjalan normal dan tidak semua dapat dilaksanakan menyusui dini.

Ada beberapa persalinan yang terpaksa tidak dapat berjalan lancar dan terpaksa dilakukan dengan tindakan persalinan misalnya seksio sesaria. Dengan mengingat hal diatas, pengelolaan laktasi dapat dikelompokkan 2 cara, yaitu persalinan normal dan persalinan dengan tindakan.

a. Persalinan normal

Pada persalinan normal, ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, dapat segera dilaksanakan menyusui dini. Hal tersebut perlu oleh karena menyusui dini mempunyai beberapa manfaat baik terhadap ibu maupun terhadap bayi. Kalau bisa bayi disusukan ke kedua puting ibu secara bergantian. Setelah jalan napasnya dibersihkan, usahakan menyusui sedini mungkin dan tidak melebihi waktu lewat ½ jam sesudah lahir.

b. Persalinan dengan tindakan

Dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian masalah :

1. Persalinan dengan tindakan narkosa misalnya seksio sesaria menyusui dini perlu ditunda sampai pasien sadar, karena ASI pada ibu dan tindakan ini mempunyai efek terhadap bayi. Misalnya bayi menjadi mengantuk sehingga malas menyusu. Sebaiknya sesudah ibu sadar ditanyakan dahulu untuk menyusui bayinya pada saat tersebut.

2. Persalinan dengan tindakan tanpa narkosa. Persalinan dengan tindakan tanpa narkosa yang kemungkinan mempunyai pengaruh pada bayi. Dalam hal ini bayi tidak dapat menyusui secara aktif. Oleh karena itu, ASI diberi secara aktif pasif yaitu dengan pipet/sendok. Walaupun demikian, bila keadaan bayi memungkinkan untuk diangkat menyusui dini dapat dilakukan seperti biasa. Pendapat daripada ahli-ahli kesehatan dan kebiasaan rumah-rumah sakit mempunyai dampak terhadap pendapat para ibu tentang alternatif pemberian susu kepada bayi. Terutama bagi ibu-ibu yang melahirkan perlu sekali diberi penyuluhan tentang cara-cara pemberian ASI yang menjamin kelancaran produksi ASI sejak bayi lahir.

8. Faktor lain

Ada beberapa bagian keadaan yang tidak memungkinkan ibu untuk menyusui bayinya walaupun produksinya cukup, seperti :

a. Berhubungan dengan kesehatan seperti adanya penyakit yang diderita sehingga dilarang oleh dokter untuk menyusui, yang dianggap baik untuk kepentingan ibu (seperti : gagal jantung, Hb rendah)

b. Masih seringnya dijumpai di rumah sakit (rumah sakit bersalin) pada hari pertama kelahiran oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya, walaupun sebagian besar daripada ibu-ibu yang melahirkan di kamar mereka sendiri, hampir setengah dari bayi mereka diberi susu buatan atau larutan glukosa.

Di kota-kota besar di dunia ditemukan adanya kecenderungan menurunnya angka ibu menyusui anaknya yang dikalahkan dengan kecenderungan memberikan susu botol. Sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup mewah. Banyak di antara penduduk kota menikmati standar hidup setingkat dengan keluarga masyarakat yang hidup mewah di negara barat, misal pengusaha, pedagang, pejabat, petugas dan para pemimpin politik. Para dokter dan petugas kesehatan yang memelihara gaya hidup ini bersemangat untuk menganjurkan dan menggalakkan praktik-praktik yang dianggap maju dan modern.

Sumber:

www.library.usu.ac.id

www.medscape.com

www.lusa.web.id

Read Full Post »

Older Posts »