Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2011

Amsal 28:1-28

28:1 Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda.

28:2 Karena pemberontakan negeri banyaklah penguasa-penguasanya, tetapi karena orang yang berpengertian dan berpengetahuan tetaplah hukum.

28:3 Orang miskin yang menindas orang-orang yang lemah adalah seperti hujan deras, tetapi tidak memberi makanan.

28:4 Orang yang mengabaikan hukum memuji orang fasik, tetapi orang yang berpegang pada hukum menentangnya.

28:5 Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu.

28:6 Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.

28:7 Orang yang memelihara hukum adalah anak yang berpengertian, tetapi orang yang bergaul dengan pelahap mempermalukan ayahnya.

28:8 Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.

28:9 Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

28:10 Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

28:11 Orang kaya menganggap dirinya bijak, tetapi orang miskin yang berpengertian mengenal dia.

28:12 Jika orang benar menang, banyaklah pujian orang, tetapi jika orang fasik mendapat kekuasaan, orang menyembunyikan diri.

28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

28:14 Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

28:15 Seperti singa yang meraung atau beruang yang menyerbu, demikianlah orang fasik yang memerintah rakyat yang lemah.

28:16 Seorang pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya, tetapi orang yang membenci laba yang tidak halal, memperpanjang umurnya.

28:17 Orang yang menanggung darah orang lain akan lari sampai ke liang kubur. Janganlah engkau menahannya!

28:18 Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.

28:19 Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.

28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

28:21 Memandang bulu tidaklah baik, tetapi untuk sekerat roti orang membuat pelanggaran.

28:22 Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.

28:23 Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat.

28:24 Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah kawan si perusak.

28:25 Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.

28:26 Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat.

28:27 Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.

28:28 Jika orang fasik mendapat kekuasaan, orang menyembunyikan diri, tetapi jika mereka binasa, bertambahlah jumlah orang benar.

 

Advertisements

Read Full Post »

Amsal 27:1-27

27:1 Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.

27:2 Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.

27:3 Batu adalah berat dan pasir pun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.

27:4 Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?

27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.

27:6 Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

27:7 Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

27:8 Seperti burung yang lari dari sarangnya demikianlah orang yang lari dari kediamannya.

27:9 Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati, tetapi penderitaan merobek jiwa.

27:10 Jangan kautinggalkan temanmu dan teman ayahmu. Jangan datang di rumah saudaramu pada waktu engkau malang. Lebih baik tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh.

27:11 Anakku, hendaklah engkau bijak, sukakanlah hatiku, supaya aku dapat menjawab orang yang mencela aku.

27:12 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.

27:13 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.

27:14 Siapa pagi-pagi sekali memberi selamat dengan suara nyaring, hal itu akan dianggap sebagai kutuk baginya.

27:15 Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan.

27:16 Siapa menahannya menahan angin, dan tangan kanannya menggenggam minyak.

27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

27:18 Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati.

27:19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

27:20 Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

27:21 Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya.

27:22 Sekalipun engkau menumbuk orang bodoh dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebodohannya tidak akan lenyap dari padanya.

27:23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.

27:24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?

27:25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan,

27:26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang,

27:27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.

Read Full Post »

Piroksikam termasuk obat analgesik COX non selektif berdasarkan selektivitasnya terhadap siklooksigenase. AINS COX-non selektif yang lainnya adalah aspirin, indometasin, ibuprofen, naproksen, dan asam mefenamat. AINS seringkali disebut sebagai obat mirip aspirin. AINS berkerja menghambat biosintesis prostaglandin.

 

A. Mekanisme Kerja

Produksi PG (prostaglandin) meningkat saat sel mengalami kerusakan

AINS bekerja menghambat enzim siklooksigenase sehingga konvensi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu.

 

Enzim siklooksigenase:

COX 1: pemeliharaan berbagai fungsi fisiologis jaringan; khususnya pada ginjal, saluran cerna, dan trombosit

COX 2: stimulus inflamatoar, faktor pertumbuhan, dan proses perbaikan jaringan

 

 

COX 1 menghasilkan tromboksan A2 yang dapat menyebabkan vasokonstriksi, agregasi trombosit, dan proliferasi otot polos.

COX 2 menghasilkan PGI2 (prostasiklin) yang kerjanya berlawanan dengan COX 1

 

Efek Farmakodinamik Piroksikam:

 

a. Efek antiinflamasi (bersifat simptomatik)

 

PGE 2 dan PGI 2 menyebabkan eritema, vasodilatasi, dan peningkatan aliran darah lokal. Prostaglandin merangsang histamin dan bradikinin sehingga terjadi migrasi sel leukosit ke jaringan radang. Dari situ kemudian timbul gejala-gejala inflamasi seperti: kalor, rubor, tumor, dolor, dan functiolesa. AINS akan menghambat produksi PG sehingga gejala-gejala inflamasi dapat ditekan.

 

b. Efek analgesik

 

PG hanya berperan pada nyeri akibat kerusakan jaringan atau inflamasi. PG menyebabkan sensitisasi reseptor nyeri terhadap stimulasi mekanik dan kimiawi (hiperalgesia). Nyeri yang nyata ditimbulkan oleh bradikinin dan histamin.

AINS tidak mempengaruhi hiperalgesia atau nyeri akibat efek langsung prostaglandin karena tidak melakukan blokade langsung pada reseptor prostaglandin. AINS hanya menghambat sintesis prostaglandin.

 

c. Efek antipiretik (kausal)

 

Naiknya suhu tubuh diawali dengan pelepasan zat pirogen endogen seperti interleukin-1 yang memicu pelepasan prostaglandin berlebihan di daerah preoptik hipotalamus. AINS menekan efek zat pirogen endogen (PGE 2) dengan menghambat sintesis PG.

 

 

Efek Samping Piroksikam:

 

a. Saluran cerna: tukak duodenum, tukak lambung

b. Ginjal: aliran darah berkurang; pada kasus yang fatal dapat terjadi gagal ginjal

c. Hati: kerusakan hati (sirosis, dan lain-lain)

d. Gangguan fungsi trombosit

e. Jika digunakan bersama dengan aspirin dapat menimbulkan hipersensitivitas silang

 

Daftar Pustaka:

 

Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI.

Read Full Post »

Sistem integumen terdiri atas kulit dan derivat kulit.

Kulit dibagi menjadi 2 lapisan:

1. Epidermis

a. Stratum basal

b. Stratum spinosum

c. Stratum granulosum

d. Stratum lucidum

e. Stratum korneum

2. Dermis

a. Stratum papilare

b. Stratum retikulare

A. Epidermis

Epidermis terdiri dari jaringan epitel berlapis banyak bertanduk. Semakin ke permukaan, bentuknya semakin pipih. Sel yang terdapat di membran basal dapat berbentuk kuboid atau silindris. Lapisan di atasnya akan berbentuk polihedral. Makin ke atas, bentuk selnya semakin pipih. Hal tersebut dimaksudkan agar sel basal dapat menopang sel di atasnya.

a. Stratum basal

– Sel hidup yang selalu membelah diri dan mengalami mitosis

– Berperan dalam pertumbuhan kulit

– Terdapat pigmen melanosit pada sel kubus

b. Stratum spinosum

– Berbentuk polihidral karena juluran-juluran sitoplasma

– Stratum spinosum dan stratum basal sering disebut sebagai stratum germinativum

– Berfungsi dalam pertumbuhan kulit

c. Stratum granulosum

– Mengandung keratohyalin yang basofilik, pada pewarnaan HE akan memunculkan warna biru

– Sel berbentuk belah ketupat

d. Stratum lucidum

– Tidak jelas terlihat karena tidak mempunyai sitoplasma (nukleus dan organel-organel)

– Tampak jernih

– Mengandung butir-butir eleidin yang bersifat eosinofilik

e. Stratum korneum

– Lapisan kulit terluar

– Sitoplasma mengandung keratin

– Lapisan paling luar dari stratum korneum akan mengalami pengelupasan sehingga disebut sebagai stratum disjunctum

B. Dermis

Dermis tersusun dari jaringan ikat padat kolagen yang serabutnya tersusun tidak teratur. Dermis dibagi menjadi stratum papilare dan stratum retikulare.

1. Stratum papilare

– Terletak di bawah membran basalis

– Mengisi papila epidermis

– Terdiri atas jaringan ikat kolagen tipis

2. Stratum retikulare

– Tersusun atas jaringan ikat kolagen padat dan tebal

– Terdapat struktur sensoris saraf, fibroblas, kapiler darah, derivat kulit, dan kelenjar-kelenjar

Di bawah epidermis terdapat lapisan subkutan (hipodermis). Lapisan subkutan tersusun dari jaringan ikat yang sangat longgar dan mengandung banyak sel lemak.

C. Derivat Epidermis

Yang termasuk derivat kulit antara lain kuku dan rambut.

1. Rambut

– Merupakan benang zat tanduk tipis

– Sel-sel matriks berasal dari folikel rambut (invaginasi epidermis)

– Dindingnya terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat)

– Nutrisi didapat dari kapiler darah

2. Kuku

– Merupakan epitel yang mengalami pertandukan

– Melekat pada permukaan dorsal jari-jari

Derivat kulit yang lain termasuk bulu, paruh, cula, dan sisik pada hewan.

D. Kelenjar pada kulit

1. Kelenjar minyak (glandula sebacea)

– Tertanam pada dermis di sekitar folikel rambut

– Berbentuk alveoler

– Bersifat holokrin karena sekret dikeluarkan bersama sisa sel yang mati

– Menghasilkan sebum yang terdiri dari campuran kompleks lipid

2. Kelenjar keringat (glandula sudorifera)

– Berbentuk tubuler simpleks bergelung

– Bersifat merokrin karena pengeluaran sekret tidak merusak sel-sel kelenjar

– Sekretoris tertanam dalam dermis

Daftar Pustaka:

http://emedicine.medscape.com/article/1294744-overview

Read Full Post »

Bacaan Injil

Matius 25 : 1 -13

 

“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

 

Renungan:

Sabda Yesus kali ini banyak dikaitkan dengan akhir zaman. Hal ini adalah semacam “koreksi” atas hidup kita sehari-hari. Apakah kita sudah berjaga-jaga untuk menghadapinya?

Akhir zaman yang dimaksud di sini bukan semata-mata seperti kiamat yang kita lihat di film-film layar lebar. Namun, terutama adalah kematian kita sendiri; sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Tuhan telah memberi kebebasan kepada kita untuk menjadi apa pun yang kita inginkan di dunia ini. Kita dapat memilih menjadi orang baik. Kita dapat memilih menjadi orang yang jahat. Jika kita memilih untuk menjadi jahat, sudah sepantasnya kita berani menanggung risikonya.

Orang-orang yang tidak bertobat dan senang dengan kejahatan hanya akan menemui pintu surga yang tertutup.

Oleh karena itu, kita sudah seharusnya berjaga-jaga seperti gadis-gadis bijaksana. Janganlah menjadi seperti gadis-gadis bodoh. Gadis-gadis bodoh itu  tahu bahwa menunggu pengantin adalah sesuatu yang lama. Mereka tahu bahwa pelita mereka bisa saja padam. Akan tetapi, mereka tetap tidak mau membawa cadangan minyak dalam buli-buli.

Di sini kita dapat melihat bahwa gadis-gadis yang bodoh itu mengentengkan dan menggampangkan tanggung jawabnya.

Salah satu elemen dari kebijaksanaan itu adalah tanggung jawab atas kehidupan yang diberikan Tuhan. Dalam menghadapi kematian yang tidak kita ketahui hari maupun saatnya, kita tidak bisa ceroboh. Mulai dari saat ini, kita harus mengoreksi diri. Semoga dengan ketulusan untuk berbuat baik, kita takkan ditinggalkan oleh Allah di depan pintu; melainkan masuk dalam kebahagiaan kekal bersama dia.

Jika Tuhan datang pada kita hari ini, jawaban semacam apakah yang akan kita berikan padaNya?

Read Full Post »