Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2011

A. Gen CFTR

Gen CFTR (cystic fibrosis trans-membrane conductance regulator) adalah suatu gen yang mengatur regulator transmembran. Gen CFTR termasuk dalam ATP binding cassette sub-family C, anggota 7 (ATPase superfamily).

B. Fungsi Normal

  • Menyediakan instruksi untuk membuat protein CFTCR ( cystic fibrosis trans-membrane conductance regulator)
  • Sebagai protein channel di membran sel yang menghasilkan lendir, keringat, air liur, air mata, dan enzim pencernaan
  • Channel tersebut mengangkut partikel bermuatan (-) yang adalah ion klorida ke dalam dan keluar sel
  • Pengangkutan ion klorida membantu mengontrol pergerakan air dalam jaringan yang diperlukan untuk produksi lendir tipis yang dapat mengalir bebas
  • Lendir akan melumasi dan melindungi lapisan saluran udara, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan organ lainnya
  • Mengatur fungsi channel lain sehingga dapat mengangkut partikel natrium bermuatan positif melintasi membran sel

C. Kerja CFTR

Sebagai protein membran, CFTR bekerja melalui mekanisme sebagai berikut:

  • Ketika sel beristirahat, channel ion Cl tertutup dan tidak mengeluarkan sekret
  • Saluran tersebut akan menjadi aktif apabila terjadi fosforilasi oleh cAMP melalui kinase A
  • Ion Cl akan berdifusi keluar dari sel dan dilakukan sekresi

Pada sistem reproduksi pria, sekret lendir diproduksi pada jaringan epitel epididimis cauda. Lendir yang dihasilkan membawa sperma melalui vas deferens, sehingga sperma dapat menuju vesikula seminalis. Di sana sperma akan bercampur dengan plasma semen yang dihasilkan kelenjar prostat.

Advertisements

Read Full Post »

Bacaan Injil:

Yohanes 1:6-8; 19-28

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”

Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”

Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”

Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”

Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Renungan:

Setiap orang dikenali dari penampilannya. Seorang tentara tentu berbeda dengan polisi. Berbeda juga dengan direktur atau guru.

Yohanes adalah seseorang dengan penampilan yang tidak lazim bagi masyarakat pada masa itu. Pakaiannya kulit unta. Makanannya belalang dan madu hutan. Suaranya lantang dan berkobar-kobar. Melihat itu, orang-orang yakin bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi. Gaya berpakaiannya seperti Elia. Caranya bernubuat seperti Yesaya. Akan tetapi, Yohanes mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai suara yang berseru-seru di padang gurun. Yohanes Pembaptis ingin supaya kita meluruskan jalan bagi Tuhan.

Bagaimana caranya meluruskan jalan bagi Tuhan?

Sebelumnya  kita mesti menyadari bahwa kita semua memiliki identitas sebagai anak-anak Tuhan. Ibarat seorang pengantin yang mengenakan gaun dan perhiasan untuk hari pernikahannya, kita semua pun didandani dengan pakaian keselamatan. Yang menjadi tugas kita sekarang adalah membuat orang lain melihat keselamatan itu; membuat orang lain melihat kasih dan kebaikan Tuhan. Dengan demikian, mereka akan dapat merasakan kebahagiaan.

Kebahagiaan bagi orang miskin adalah apabila mereka dapat keluar dari kemiskinannya. Kebahagiaan bagi orang bodoh adalah bila mereka mendapatkan wawasan yang luas dan pengertian. Kebahagiaan orang yang hancur jiwanya adalah jika hidupnya dipulihkan.

Meskipun tidak mungkin mengubah semua kepedihan di dunia ini menjadi sebuah kebahagiaan, kita tidak boleh menyerah. Keselamatan satu orang saja sudah membawa sukacita yang besar di surga. Menangkanlah jiwa-jiwa. Hiburlah yang sedih. Ajarilah sesama manusia untuk melihat Allah. Jadilah garam dan terang dunia. 

Tampaknya kehidupan ini begitu pelik. Sekeliling kita dipenuhi kegelapan. Dalam keterpurukan, kita mengadu. Tuhan, di manakah Engkau? Kalau Engkau ada, mengapa semua kejahatan ini bisa terjadi? Mengapa hidupku begitu sedih dan susah?

Saudara sekalian, percayalah. Tangan Tuhan senantiasa bekerja. Dia selalu campur tangan dalam kehidupan kita. Rahmat Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita. Bahkan dalam peristiwa yang paling mengerikan sekalipun!

Mungkin kita bertanya-tanya: Mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya? Mungkinkah Dia menutup mata atas penderitaan kita?

Kadang-kadang, justru sebuah rahmat yang lebih besar datang dari doa yang tidak terjawab. Dari situ kita dapat mengenal pengharapan. Dari situ kita dapat mengenal kesetiaan dan ketabahan. Dari situlah sentuhan tangan Tuhan dalam hidup kita.

Dan yang terpenting, tetaplah bertekun dalam iman.

Read Full Post »

Sintesis Kolesterol

Kolesterol yang disintesa merupakan bagian dari kolesterol di dalam tubuh. Hanya sebagian kecil saja kolesterol yang berasal dari makanan.

Dari makanan: 300-750 mg

Sintesa tubuh/endogen: 650-1000 mg

Biosintesa Kolesterol

Kolesterol disintesa di dalam hati, korteks adrenal, usus, kulit, dan aorta. Sintesa berlangsung di sitosol dan mikrosom sel jaringan tersebut.

Tahapannya sebagai berikut:

1. Pembentukan mevalonat dari asetil koA

2. Pembentukan squalene dari mevalonat

3. Perubahan dari squalene menjadi lanosterol yang selanjutnya berubah menjadi kolesterol

Urutan reaksi:

1. Pembentukan asetil koA. Molekul asam asetat diaktifkan menjadi asetil koA dengan menggunakan energi yang berasal dari ATP dan dikatalisis oleh enzim asetil koA sintetase. Mg sebagai kofaktor.

2. Dua molekul asetil koA berkondensasi membentuk asetoasetil koA. Enzim yang bekerja di sini adalah tiolase.

3. Asetoasetil koA berkondensasi dengan molekul asetil koA membentuk HMG koA. Enzim yang mengkatalisis adalah HMG koA sintetase. Proses ini memerlukan air dan menghasilkan produk sampingan berupa koA-SH.

4. HMG koA direduksi oleh reduktase dengan bantuan NADPH dan H. Hasilnya akan terbentuk mevalonat.

5. Mevalonat mengalami 3 deretan reaksi yang menyangkut fosforilasi oleh 3 ATP dan menghilangkan 1 atom karbon mevalonat. Terbentuk unit isoprenoid. Produk sampingan berupa karbon dioksida dan air.

6. Dua unit isoprenoid berkondensasi membentuk geranil pirofosfat dengan 10 atom C.

7. Satu molekul isoprenoid berkondensasi lebih lanjut dengan geranil pirofosfat untuk membentuk farnesil pirofosfat.

8. Dua molekul farnesil pirofosfat bergabung membentuk squalene dengan 30 atom C.

9. Penutupan cincin untuk membentuk lanosterol.

10. Lanosterol diubah menjadi 14-desmetil lanosterol (kehilangan gugus metil) → zimosterol → desmosterol → kolesterol.

Enzim yang penting dalam sintesa kolesterol adalah HMG koA reduktase. Enzim ini dihambat oleh makanan tinggi kolesterol dan inhibisi umpan balik. Pada jaringan ekstrahepatik, HMG koA reduktase dihambat oleh kolesterol dalam LDL. Di dalam jaringan usus, enzim ini dihambat oleh asam-asam empedu. Hormon tiroid dan insulin juga turut berperan dalam penghambatan kerja enzim ini.

 

Read Full Post »

Amsal 2:1-22

2:1 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,

2:2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,

2:3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,

2:4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,

2:5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

2:7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

2:8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.

2:9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.

2:10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu;

2:11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau

2:12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat,

2:13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap;

2:14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat,

2:15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya;

2:16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya,

2:17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya;

2:18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah.

2:19 Segala orang yang datang kepadanya tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan.

2:20 Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

2:21 Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ,

2:22 tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

 

Read Full Post »

Amsal 1:1-33

1:1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel,

1:2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna,

1:3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,

1:4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda–

1:5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan–

1:6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.

 

1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

1:9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.

 

1:10 Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;

1:11 jikalau mereka berkata: “Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena;

1:12 biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur;

1:13 kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;

1:14 buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian.”

1:15 Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,

1:16 karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.

1:17 Sebab percumalah jaring dibentangkan di depan mata segala yang bersayap,

1:18 padahal mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri.

1:19 Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang mengambil nyawa orang yang mempunyainya.

 

1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

1:21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

1:22 “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,

1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

1:29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,

1:30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,

1:31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

1:32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

1:33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.”

 

 

Read Full Post »