Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2012

Amsal 30: 1-33

30:1 Perkataan Agur bin Yake dari Masa. Tutur kata orang itu: Aku berlelah-lelah, ya Allah, aku berlelah-lelah, sampai habis tenagaku.

30:2 Sebab aku ini lebih bodoh dari pada orang lain, pengertian manusia tidak ada padaku.

30:3 Juga tidak kupelajari hikmat, sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus.

30:4 Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!

30:5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.

30:6 Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

30:7 Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:

30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.

30:9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

30:10 Jangan mencerca seorang hamba pada tuannya, supaya jangan ia mengutuki engkau dan engkau harus menanggung kesalahan itu.

30:11 Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak memberkati ibunya.

30:12 Ada keturunan yang menganggap dirinya tahir, tetapi belum dibasuh dari kotorannya sendiri.

30:13 Ada keturunan yang berpandangan angkuh, yang terangkat kelopak matanya.

30:14 Ada keturunan yang giginya adalah pedang, yang gigi geliginya adalah pisau, untuk memakan habis dari bumi orang-orang yang tertindas, orang-orang yang miskin di antara manusia.

30:15 Si lintah mempunyai dua anak perempuan: “Untukku!” dan “Untukku!” Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: “Cukup!”

30:16 Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: “Cukup!”

30:17 Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali.

30:18 Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti:

30:19 jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.

30:20 Inilah jalan perempuan yang berzinah: ia makan, lalu menyeka mulutnya, dan berkata: Aku tidak berbuat jahat.

30:21 Karena tiga hal bumi gemetar, bahkan, karena empat hal ia tidak dapat tahan:

30:22 karena seorang hamba, kalau ia menjadi raja, karena seorang bebal, kalau ia kekenyangan makan,

30:23 karena seorang wanita yang tidak disukai orang, kalau ia mendapat suami, dan karena seorang hamba perempuan, kalau ia mendesak kedudukan nyonyanya.

30:24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:

30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,

30:26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

30:27 belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

30:28 cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.

30:29 Ada tiga binatang yang gagah langkahnya, bahkan, empat hal yang gagah jalannya, yakni:

30:30 singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun.

30:31 Ayam jantan yang angkuh, atau kambing jantan, dan seorang raja yang berjalan di depan rakyatnya.

30:32 Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!

30:33 Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul.

 

Advertisements

Read Full Post »

Amsal 14 : 1-35

14:1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

 

14:2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

 

14:3 Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.

 

14:4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

 

14:5 Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.

 

14:6 Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.

 

14:7 Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.

 

14:8 Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.

 

14:9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

 

14:10 Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.

 

14:11 Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.

 

14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

 

14:13 Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.

 

14:14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.

 

14:15 Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

 

14:16 Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.

 

14:17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

 

14:18 Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.

 

14:19 Orang jahat tunduk di dekat orang baik, orang fasik di depan pintu gerbang orang benar.

 

14:20 Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.

 

14:21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.

 

14:22 Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia.

 

14:23 Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.

 

14:24 Mahkota orang bijak adalah kepintarannya; tajuk orang bebal adalah kebodohannya.

 

14:25 Saksi yang setia menyelamatkan hidup, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat.

 

14:26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

 

14:27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

 

14:28 Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.

 

14:29 Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

 

14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

 

14:31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

 

14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.

 

14:33 Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

 

14:34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

 

14:35 Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.

 

 

Read Full Post »

A. Perawatan Diri di Rumah

1. Langkah pertama yang paling penting adalah untuk menghentikan proses pembakaran.

  • Hentikan kontak dengan uap panas, cairan, atau benda panas.
  • Dinginkan daerah luka dengan air (bukan es) dalam waktu 30 detik. Hal ini dapat membatasi tingkat dan keparahan luka bakar. Bawa luka bakar langsung di bawah air keran selama beberapa menit.

2. Mengontrol nyeri.

  • Taruh kompres basah dingin untuk menghilangkan rasa sakit. Jangan gunakan es. Hal ini dapat memperburuk cedera pada kulit.
  • Obat yang biasa dipakai lainnya, seperti mentega atau odol belum terbukti bekerja dan dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.
  • Menggunakan acetaminophen atau ibuprofen

3. Memulai proses penyembuhan.

  • Untuk luka bakar kecil dan luka bakar yang dangkal, dapat menggunakan salep antibiotik. Hal ini akan membantu dalam penyembuhan dan membatasi kemungkinan infeksi.
  • Bula/lepuh yang terbentuk merupakan barier pertahanan terhadap infeksi.

Sesaat setelah kejadian, yang terpenting dilakukan adalah memeriksa jalan napas. Apabila terdapat masalah, maka pasien harus segera mendapat pertolongan melalui infusa dan tindakan-tindakan medis lainnya.

Juga perlu diperhatikan adanya tanda-tanda syok, dehidrasi, dan penurunan kesadaran.

Untuk luka yang parah, jaringan parut yang terbentuk akan memendek dan melekat. Karenanya, diperlukan fisioterapi untuk memulihkan fungsinya.

B. Obat-obatan

  • Salep antibiotik topikal dapat diterapkan. Antibiotik topikal yang umum digunakan untuk perawatan luka bakar: Neosporin, Bacitracin, atau Silvadene.
  • Obat pereda nyeri: ibuprofen atau acetaminophen, jika luka bakar ringan dan nyeri ringan. Jika nyeri parah, dapat diresepkan pereda nyeri narkotika, seperti Tylenol dengan kodein atau xanax.

Sumber: http://www.emedicinehealth.com/thermal_heat_or_fire_burns/article_em.htm

Read Full Post »

Indonesian

“Malaikat Agung Santo Mikhael, belalah kami dalam peperangan. Jadilah pelindung kami dalam melawan segala kejahatan dan jebakan setan. Kami mohon dengan rendah hati agar Allah menaklukkannya, dan engkau, O panglima balatentara surgawi, dengan kuasa Ilahi, usirlah ke neraka setan dan semua roh jahat yang berkeliaran di seluruh dunia yang hendak menghancurkan jiwa-jiwa. Amin.”

 

Lingua Latina

Sáncte Míchael Archángele, defénde nos in proélio, cóntra nequítiam et insídias diáboli ésto præsídium. Ímperet ílli Déus, súpplices deprecámur: tuque, prínceps milítiæ cæléstis, Sátanam aliósque spíritus malígnos, qui ad perditiónem animárum pervagántur in múndo, divína virtúte, in inférnum detrúde. Ámen.

 

English

HOLY Michael Archangel, defend us in the day of battle; be our safeguard against the wickedness and snares of the devil.—May God rebuke him, we humbly pray: and do thou, Prince of the heavenly host, by the power of God thrust down to hell Satan and all wicked spirits, who wander through the world for the ruin of souls. Amen.

Read Full Post »

Struktur maupun fungsi sel diatur melalui program genetik, diferensiasi, dan lain-lain pada sel normal. Sel akan selalu mempertahankan keadaan homeostasis/steady state tersebut. Beban fisiologik yang berat dapat menimbulkan adaptasi seluler baik fisiologi maupun morfologi sehingga mencapai keadaan steady state yang berbeda atau baru.

Jejas sel merupakan keadaan dimana sel beradaptasi secara berlebih atau sebaliknya, sel tidak memungkinkan untuk beradaptasi secara normal. Di bawah ini merupakan penyebab-penyebab dari jejas sel.

Etiologi jejas:

  1. Hipoksia

a. Daya angkut oksigen berkurang: anemia, keracunan CO

b. Gangguan pada sistem respirasi

c. Gangguan pada arteri: aterosklerosis

  1. Jejas fisik

a. Trauma mekanis: ruptura sel, dislokasi intraseluler

b. Perubahan temperatur: vasodilatasi, reaksi inflamasi

c. Perubahan tekanan atmosfer

d. Radiasi

  1. Jejas kimiawi

a. Glukosa dan garam-garam dalam larutan hipertonis yang dapat menyebabkan gangguan homeostasis cairan dan elektrolit

b. Oksigen dalam konsentrasi tinggi

c. Zat kimia, alkohol, dan narkotika

  1. Agen biologik: virus, bakteri, fungi, dan parasit

  2. Reaksi imunologik

a. Anafilaktik

b. Autoimun

  1. Faktor genetik: sindroma Down, anemia sel sabit

  2. Gangguan nutrisi: defisiensi protein, avitaminosis

Jenis-jenis jejas:

1. Jejas Reversible (oedem, cloudy swelling)

Contoh: degenerasi hidropik.

Degenerasi ini menunjukkan adanya edema intraselular, yaitu adanya peningkatan kandungan air pada rongga-rongga sel selain peningkatan kandungan air pada mitokondria dan retikulum endoplasma. Pada mola hidatidosa telihat banyak sekali gross (gerombolan) mole yang berisi cairan. Mekanisme yang mendasari terjadinya generasi ini yaitu kekurangan oksigen, karena adanya toksik, dan karena pengaruh osmotik.

2. Jejas Irreversible

Terdapat dua jenis jejas irreversible (kematian sel) yaitu apotosis dan nekrosis. Apoptosis merupakan kematian sel yang terprogram. Sedangkan nekrosis merupakan kematian sel/jaringan pada tubuh yang hidup di luar dari kendali. Sel yang mati pada nekrosis akan membesar dan kemudian hancur dan lisis pada suatu daerah yang merupakan respons terhadap inflamasi (Lumongga, 2008). Jadi, perbedaan apoptosis dan nekrosis terletak pada terkendali atau tidaknya kematian sel tersebut.

Read Full Post »