Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2012

Dasar Diagnosis

Anamnesis:

  • Immobilisasi dan weight bearing

  • Kurangnya tinggi badan

  • Kurangnya paparan sinar matahari

  • Kurangnya asupan kalsium dan vitamin D

  • Pemakaian obat steroid

  • Alkohol dan rokok

  • Penyakit kronik 

Pemeriksaan fisik:

  • Fraktur

  • Tinggi dan berat badan dengan BMI

  • Deformitas

Untuk mendiagnosa osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Di Indonesia dikenal 3 cara penegakan diagnosa penyakit osteoporosis, yaitu:

1. Densitometer (Lunar) menggunakan teknologi DXA (Dual-Energy X-Ray Absorptiometry).

Pemeriksaan ini merupakan gold standard diagnosa osteoporosis. Pemeriksaan kepadatan tulang ini aman dan tidak menimbulkan nyeri serta bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna untuk:

  • wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis
  • penderita yang diagnosisnya belum pasti
  • penderita yang hasil pengobatan osteoporosisnya harus dinilai secara akurat

2. Densitometer-USG.

Pemeriksaan ini lebih tepat disebut sebagai screening awal penyakit osteoporosis. Hasilnya pun hanya ditandai dengan nilai T dimana nilai lebih -1 berarti kepadatan tulang masih baik, nilai antara -1 dan -2,5 berarti osteopenia (penipisan tulang), nilai kurang dari-2,5 berarti osteoporosis (keropos tulang). Keuntungannya adalah kepraktisan dan harga pemeriksaannya yang lebih murah.

3. Pemeriksaan laboratorium untuk osteokalsin dan dioksipiridinolin, CTx.

Proses pengeroposan tulang dapat diketahui dengan memeriksakan penanda biokimia CTx (C-Telopeptide). CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darah sehingga spesifik dalam menilai kecepatan proses pengeroposan tulang.

Alasan paling mungkin untuk massa tulang rendah yang terdeteksi pada pengukuran DXA atau QTC atau fraktur akibat trauma minimal adalah kegagalan mendapatkan puncak massa tulang selama masa remaja dan dewasa muda, defisiensi, atau penurunan kalsium. Dalam anamnesis, kita dapat bertanya mengenai faktor-faktor risiko yang mendukung.

Diagnosis Banding Osteoporosis

1. Osteomalasia

Osteomalasia adalah penyakit metabolisme tulang yang ditandai oleh kurangnya mineral dari tulang pada orang dewasa (menyerupai penyakit  ricketsia pada anak-anak), berlangsung kronis dan dapat terjadi deformitas skeletal yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D. Penurunan densitas tulang secara umum (pseudofraktur) merupakan pita translusens yang sempit pada tepi kortikal, dan merupakan tanda diagnostik untuk osteomalasia. Kelainan ini paling sering terlihat pada iga, skapula, ramus pubis, dan aspek medial femur proksimal.

2. Paget’s Disease

Alkali fosfatase meningkat. Kalsium meningkat. Fosfor dapat normal atau sedikit meningkat. Osteokalsin normal.

3. Multiple myeloma

Multiple myeloma merupakan tumor ganas primer pada sumsum tulang, di mana terjadi infiltrasi pada daerah yang memproduksi sumsum tulang pada proliferasi sel-sel plasma yang ganas. Tulang tengkorak, tulang belakang, pelvis, iga, skapula, dan tulang aksial proksimal merupakan yang terkena secara primer dan mengalami destruksi sumsum dan erosi pada trabekula tulang; tulang distal jarang terlibat. Saat timbul gejala sekitar 80-90% di antaranya telah mengalami kelainan tulang.

Pada gambaran radiologis akan tampak: osteoporosis umum dengan penonjolan pola trabekular tulang, terutama pada tulang belakang, yang disebabkan oleh keterlibatan sumsum pada jaringan mieloma. Hilangnya densitas tulang mungkin merupakan tanda radiologis satu-satunya pada penyakit ini. Fraktur patologis sering dijumpai.

4. Fraktur kompresi pada badan vertebra

Lesi-lesi litik yang menyebar dengan batas yang jelas, lesi yang berada di dekat korteks menghasilkan internal scalloping. Ekspansi tulang dengan perluasan melewati korteks, menghasilkan massa jaringan lunak.

5. Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme terdapat dalam dua bentuk: primer dan sekunder. Bentuk primer adalah karena fungsi yang berlebihan dari kelenjar paratiroid, biasanya adalah adenoma. Namun, sejak dikenalnya hemodialisis, penyebab yang lebih umum untuk hiperparatiroidisme adalah bentuk sekundernya, yaitu karena penyakit ginjal kronis, terutama penyakit glomerular. Penyakit tulang terlihat pada pasien ini biasanya disebut sebagai osteodystrophy ginjal.

Sumber:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia Jilid III Edisi 5

http://www.scribd.com/satrio_permadi/d/71963125-Osteoporosis?olddoc=1

http://www.scribd.com/doc/61392189/Gizi-Makalah-Osteoporosis

Advertisements

Read Full Post »

Definisi: kelompok penyakit heterogen akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat dalam cairan ekstraseluler

 

Epidemiologi:

  • Jarang pada pria sebelum remaja
  • Jarang pada wanita sebelum menopause

Pria:Wanita = 4:1 (di bawah 65 tahun); 3:1 (di atas 65 tahun)

Pria: 49 tahun

Wanita: 60 tahun

Pada usia 32-64 tahun, pria : wanita = 2,8% : 1,5%

 

Predileksi (biasanya satu sendi):

Jempol kaki (paling sering), kaki, pergelangan kaki, lutut, lengan, pergelangan tangan, siku dan kadang di jaringan lunak dan tendon.

Etiologi:

1. Gout primer: pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat (defisiensi enzim PPRP amido transferase dan HGPRT, peningkatan jumlah PPRP yang tidak dipergunakan).

2. Gout sekunder: pembentukan asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain / obat-obatan (penurunan massa dan filtrasi ginjal).

3. Gout idiopatik: hiperurisemia yang tidak jelas penyebabnya

 

Faktor Risiko:

1. Suku bangsa/ras

  • Di Indonesia paling tinggi di Minahasa-Manado karena kebiasaan, pola makan, atau konsumsi alkohol

2. Konsumsi alkohol

  • Metabolisme alkohol menghasilkan efek samping berupa asam laktat. Asam laktat tersebut akan menghambat ekskresi asam urat pada ginjal. Akibatnya, kadar asam urat serum akan meningkat.

3. Konsumsi ikan laut: kadar purin tinggi

4. Penyakit: obesitas, DM, penyakit ginjal, hipertensi, dan lain-lain

5. Obat-obatan: diuretik, antihipertensi, aspirin, dan sebagainya

  • Obat diuretik akan menurunkan tekanan darah sehingga sekresi pada ginjal ikut menurun

6. Jenis Kelamin: lebih sering pada pria seperti yang sudah disebutkan di atas

7. Diet tinggi purin

  • Selain meningkatkan asam urat, juga berpengaruh pada ketidakseimbangan HDL, trigliserida, dan LDL

 

Gambaran Klinis:

1. Hiperurisemia asimptomatik

2. Stadium arthritis gout akut

  • Monoartikular, nyeri, bengkak, terasa hangat, merah. Terkadang disertai dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil, dan merasa lemah
  • Sembuh dalam beberapa hari sampai minggu
  • Bila tidak diobati, rekuren multipel, interval antar serangan singkat

3. Stadium interkritikal (asimptomatik)

  • Dapat terjadi satu atau beberapa kali per tahun sampai 10 tahun

4. Stadium arthritis gout menahun (umum pada self medication)

  • Banyak tofi, poliartikular (cuping telinga, metatarsophalangeal I, olecranon, tendon Achilles, jari tangan)
  • Tofi menimbulkan inflamasi

Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31060/4/Chapter%20II.pdf

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia Edisi 5

Read Full Post »

Bacaan Injil

Markus 1:40-45

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:

1:44 “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Renungan

Orang-orang yang terkena penyakit kusta sangat dikucilkan oleh masyarakat pada saat itu. Mereka harus memakai pakaian cabik-cabik. Rambutnya terurai, wajahnya ditutupi. Mereka biasanya juga memakai gelang di kaki. Gelang tersebut akan berbunyi ketika berjalan sehingga orang-orang bisa segera menyingkir saat mereka akan lewat.  Jelas terlihat bahwa orang kusta ini dinajiskan. Memang para penderita kusta sendiri pun merasa dirinya najis. Mereka harus tinggal jauh dari pemukiman penduduk.

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat sering kita temui orang-orang yang menderita kusta secara rohani. Setiap orang bisa saja memiliki luka hati. Mungkin karena tersinggung, tersindir, atau mendengar kata-kata yang menyayat hati.

Kala kita dihadapkan pada sebuah luka hati, ada dua bentuk reaksi yang biasa kita lakukan.

Reaksi pertama: “Saya memang tidak layak. Saya tidak bisa diterima oleh mereka. Mereka tidak suka saya. Ah, lebih baik saya pergi dari dunia mereka. Saya ditolak. Tidak ada lagi harga diri saya. Lebih baik saya pergi membawa hati yang terluka ini. “

Reaksi pertama ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang pemalu atau orang yang takut disakiti. Biasanya, mereka akan pelan-pelan menghindar dan menarik diri. Lama kelamaan, tanpa kita sadari, mereka akan menghilang. Entah kemana. Mereka tiba-tiba sudah tidak dapat kita temui lagi.

Reaksi kedua: “Enak saja dia merendahkan saya. Saya ini masih punya harga diri. Awas, lihat apa yang akan terjadi besok. Berani-beraninya dia memaki saya dengan kata-kata demikian itu. Dia pikir dia siapa?”

Reaksi kedua ini biasanya akan mendorong orang untuk balas dendam dan menjatuhkan orang-orang yang membuatnya tersakiti. Barangkali dia tidak merasa bersalah. Mungkin juga karena gengsi.

Bagaimana dengan diri kita?

Bagaimana juga dengan orang yang lain yang kita tahu sedang terluka hatinya?

Yesus ingin mengajarkan pada kita untuk merangkul orang-orang yang bersusah hati. Dia mau menyembuhkan orang-orang yang terluka hatinya. Kita sebagai anggota Gereja juga diutus untuk menjadi pelipur lara bagi orang-orang yang dirundung kesedihan. Kita diajak untuk berani memberi kelegaan dalam hati orang lain.

Orang-orang yang putus asa ingin didengarkan. Kita memang tidak selamanya bisa memecahkan masalah mereka. Tidak bisa selalu menolong mereka. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan di saat kita dapat melaksanakannya. Hanya Tuhan sendirilah yang dapat menyembuhkan luka hati. Dan tentunya, jika kita bersedia untuk disentuh oleh rahmat-Nya yang mengagumkan.

Read Full Post »

Apakah perbedaan antara gejala dan tanda?

Gejala merupakan hal-hal yang dirasakan oleh penderita. Sedangkan, tanda merupakan hasil pemeriksaan medis oleh klinisi.

Gejala dan tanda osteoarthritis antara lain:

  • Nyeri

Sendi pasien mungkin terasa sakit, terasa terbakar, atau tajam. Bagi sebagian orang, rasa sakit dapat bersifat hilang timbul. Selalu kesakitan atau nyeri saat pasien tidur dapat menjadi tanda bahwa osteoarthritis memburuk.

  • Kekakuan

Bila memiliki radang sendi, bangun di pagi hari akan sulit. Sendi terasa kaku dan berderit untuk waktu yang singkat (kurang dari 1 jam), sampai dapat bergerak kembali . Kaku juga dapat terjadi karena duduk.

  • Kelemahan otot

Otot-otot sekitar sendi menjadi lebih lemah. Ini banyak terjadi pada osteoarthritis di lutut.

  • Pembengkakan

Bagian yang bengkak terasa lunak dan sakit.

  • Deformasi sendi/pembesaran sendi

Tampak bentuk yang salah dari sendi, terutama disebabkan karena osteoarthritis yang semakin memburuk.

  • Pengurangan rentang gerak dan fungsi pergerakan sendi

Jika osteoarthritis semakin memburuk, pasien tidak dapat sepenuhnya membungkuk, melakukan gerakan fleksi, ataupun ekstensi sendi. Sendi bisa juga tidak dapat digerakkan sama sekali.

  • Adanya suara retakan dan deritan (krepitus)

Kondisi ini juga dapat terjadi dalam sendi yang normal. Akan tetapi dalam banyak kasus, tidak menimbulkan rasa sakit.

  • Tanda-tanda peradangan (pembengkakan, kemerahan, panas yang merata, nyeri tekan, gangguan fungsi)
  • Perubahan cara berjalan

Sumber:

http://www.emedicinehealth.com/osteoarthritis-health/article_em.htm

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23462/4/Chapter%20II.pdf

Read Full Post »

Bacaan Pertama:

 Ayub 7:1-7

7:1 “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

7:2 Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,

7:3 demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.

7:4 Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.

7:5 Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.

7:6 Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.

7:7 Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.

Bacaan Injil

Markus 1: 29-39

1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Renungan

Di dalam dunia ini, banyak sekali kesedihan yang dialami oleh manusia. Kita pun pasti sering mengalami sendiri yang namanya penderitaan. Entah karena kesalahan kita sendiri atau memang karena sebab yang tidak diketahui.

Jika hanya membaca secuil kutipan dari Kitab Ayub di atas, mungkin kita akan merasa murung. Betapa tidak? Rasa-rasanya penderitaan Ayub itu tidak ada habis-habisnya. Hari-harinya berat. Malam-malamnya terentang panjang. Namun dari semuanya itu, Kitab Ayub akan mengajarkan kepada kita bagaimana harus bertindak dalam penderitaan dan kesengsaraan. Kita bahkan dapat belajar menjadi orang yang setia seperti Ayub.

Pada zaman dahulu, penderitaan seseorang dipercaya sebagai akibat dari dosa-dosa. Kepedihan yang kita alami dianggap karena kesalahan kita. Akan tetapi, akan lebih bijaksana bila kita mau menelisik lebih dalam tentang makna penderitaan. Ada kalanya, penderitaan yang kita alami itu bukan karena kejahatan kita. Juga bukan karena kesalahan orang lain. Penderitaan dan kesengsaraan adalah misteri Tuhan. Pun kalau kita berputar-putar dari satu buku ke buku yang lain, kita tidak akan menemukan jawabannya. Tidak hari ini. Tidak saat ini. Dan mungkin, tidak selama kita masih hidup.

Kadangkala kita bertanya: Mengapa saya harus menderita? Mengapa saya dan bukan orang lain? Saya tidak memiliki dosa berat. Penderitaan ini tidak setimpal dengan dosa-dosa saya. Saya orang baik. Mengapa Tuhan tega meninggalkan saya dalam jurang kekelaman dan belenggu Si Jahat?

Mengapa ini. Mengapa itu.

Sekali lagi ditekankan, semuanya adalah misteri Tuhan. 

Beberapa orang berkata bahwa Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan yang lebih dari kekuatan kita. Bila kita masih dicobai, berarti Tuhan percaya bahwa kita dapat menanggung segala beban itu. Tuhan percaya bahwa kita akan menang melawan dosa dan maut. Santo Santa dan para martir mempersatukan segala kesengsaraan mereka dengan kesengsaraan Yesus sendiri. Mereka berharap agar dunia dapat diselamatkan dan ditebus melalui penderitaan yang mereka alami.

Jadi, siapkah kita semua untuk menderita demi orang lain? Terlebih lagi, siapkah kita untuk tetap setia pada Tuhan? Meski dinginnya malam mencekam, meski rasa sakit tak hentinya mengoyakkan jiwa kita. Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu ada bagi kita. Bahkan di malam-malam yang tergelap dalam kehidupan kita.

Sebagaimana bintang menyinari gelapnya langit malam, cahaya surgawi Tuhan akan senantiasa menyinari jiwa kita yang setia dan tetap teguh berharap pada-Nya.

Read Full Post »

 

INDONESIAN

Santo Yosef, perlindunganmu amat besar, amat kuat, dan amat cepat di hadapan Singasana Allah. Aku mempercayakan kepadamu segala kepentingan dan keinginanku.

 Ya Santo Yosef, tolonglah bantu aku dengan kekuatan perantaramu dan mohonkan bagiku dari Puteramu yang Ilahi itu, segala berkat rohani melalui Yesus Kristus,Tuhan kami. Dengan demikian dibantu oleh kekuatan sorgawimu di bumi ini, aku dapat mempersembahkan terima kasih dan hotmatku kepada Bapa yang MahaKasih.

Ya Santo Yosef, aku tak pernah jemu memandangmu dan memandang Yesus yang tertidur dalam pelukanmu. Aku tidak berani mendekat selagi Dia beristirahat tenang dekat hatimu. Dekaplah Dia atas namaKu, dan ciumlah keningNya yang indah itu bagiKu, dan mohonkanlah agar Dia membalasku dengan ciuman, bilamana aku hampir menghembuskan napasku yang terakhir.

Santo Yosef, pelindung jiwa-jiwa yang akan berpulang, doakanlah aku.

 Amin.

 

ENGLISH

Oh, St. Joseph, whose protection is so great, so strong, so prompt before the throne of God. I place in you all my interests and desires. Oh, St. Joseph, do assist me by your powerful intercession, and obtain for me from your devine Son all spiritual blessings, through Jesus Christ, our Lord. So that, having engaged here below your heavenly power, I may offer my thanksgiving and homage to the most loving of Fathers.

Oh, St. Joseph, I never weary of contemplating you, and Jesus asleep in your arms; I dare not approach while He reposes near your heart. Press Him in my name and kiss His fine head for me and ask him to return the Kiss when I draw my dying breath. St. Joseph, Patron of departing souls – Pray for me.

This prayer was found in the fiftienth year of Our Lord and Savior Jesus Christ. In 1505 it was sent from the Pope to Emperor Charles when he was going into battle. Whoever shall read this prayer or hear it or keep it about themselves, shall never die a sudden death, or be drowned, not shall posion take effect of them; neither shall they fall into the hands of the enemy; or shall be burned in any fire, or shall be overpowered in battle.

Amen.

Say for nine mornings for anything you may desire. It has never been known to fail, so be sure you really need what you ask.

 

 

Read Full Post »