Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2012

 

Hari Minggu Biasa XI

Bacaan Injil: Mrk 4:26-34

4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

4:30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?

4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,

4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

Renungan

Dalam kehidupan sekarang ini, banyak sekali kita jumpai orang yang menginginkan sukses secara instan. Yang penting mereka segera sukses, tenar, dan terkenal. Namun ketika seseorang sukses, ada kalanya mereka lupa akan Tuhan. Mereka akan berkata: Saya hebat.

Sebenarnya, ingin menjadi sukses itu bukanlah hal yang salah. Hanya saja, sangat sedikit orang yang menyadari bahwa semuanya itu membutuhkan proses. Orang-orang cenderung tidak sabar. Mereka ingin segalanya serba cepat. Lihatlah, memang menjadi sukses dalam ketenaran itu mudah. Kita tinggal membuat video, tentang hal-hal yang sesungguhnya tidak penting, lalu masukkan saja dalam Youtube. Mudah saja, bukan? 

Yang ingin diajarkan Yesus pada kita adalah sebuah proses iman. Iman itu mulanya hanya kecil seperti biji sesawi. Akan tetapi, bila bertumbuh akan menjadi begitu besar dan menjadi berkat bagi sesama manusia.

Hendaklah kita memulai segala sesuatunya dari hal-hal yang sederhana. Perbuatlah hal-hal sederhana yang menyentuh hati.

Bila dikaitkan dengan pendidikan keluarga, maka sudah pasti bahwa orang tua memiliki pengaruh yang utama dalam perkembangan anak. Seorang anak butuh dikasihi. Ia butuh dilindungi dan merasa disayangi. Janganlah ada kekerasan yang sampai menyakiti hati atau membuat anak ketakutan.

Pernah suatu hari ada seorang anak yang sangat membenci ayahnya. Setiap sang ayah kesal pada istrinya, dia selalu melampiaskannya pada anaknya. Begitu juga saat sang ayah merasa frustrasi atas pekerjaannya. Hari-hari di masa kecil anak itu penuh dengan pukulan dan kekerasan dari sang ayah. Bagaimana akibatnya? Dia tidak percaya pada Tuhan Sang Bapa.

Dia tidak percaya. Dia benci pada Tuhan. Dia selalu teringat akan figur ayahnya yang jahat. Baginya, tidak ada Bapa Yang Baik itu.

Berbicara tentang ketidakpercayaan akan Tuhan, kita tentu teringat akan Nietzsche; seorang filsuf Jerman. Ternyata, dahulu Nietzsche sangat beragama. Ayahnya adalah seorang pendeta. Dia mulai tidak percaya pada Tuhan sejak dirinya sakit-sakitan. Ia berpikir dalam hatinya bahwa Tuhan tidak memihak padanya. Bahkan bahwa sebenarnya Tuhan tidak ada.

Ketidakpercayaan Nietzsche itu barulah runtuh pada saat-saat terakhir hidupnya. Dia mengerti bahwa memang ada suatu kuasa di atas manusia. Kuasa Tuhan yang dirasakannya membuatnya sadar bahwa ia pun hanya makhluk ciptaan. Ia tidak bisa mempertahankan hidupnya. Dia tidak bisa menandingi dan mengungguli Tuhan.

Oleh karena itu, baiklah bila iman yang hanya sekecil biji sesawi itu tumbuh menjadi yang terbesar. Biarlah sang pohon mengeluarkan cabang-cabangnya, hingga burung-burung di angkasa dapat bersarang dalam naungannya.

 

Advertisements

Read Full Post »

Berdasarkan skenario:

Dasar Diagnosis

  • Pria, 28 tahun
  • Tergeletak tidak sadar dengan perut berdarah
  • Pasien syok, tekanan darah tidak teraba, nadi 130 kali per menit (takikardi) dan teraba lemah
  • Kedua tangan dan kaki pasien (akral) dingin dan pucat
  • Luka tembus abdomen, perdarahan 3 liter intraperitoneal
  • Empat jam postoperasi tidak ada urine output sama sekali (anuria)

Pemeriksaan Penunjang

  • Hb: 6,0 mg/dL (turun, darah mengalami pengenceran karena hemodilusi)
  • Leukosit: 9.000/mm3 (normal)
  • Ht: 20 % (turun)
  • Trombosit: 150.000/mm3 (batas bawah normal)

 

Pemeriksaan Penunjang Postoperasi

  • Ureum: 130 mg/dl (normal 20-40 mg/dL, nilai kritis 100 mg/dL) meningkat
  • Natrium: 129 mEq/L (normal 135-150 mEq/L, nilai kritis <120 mEq/L dan >160mEq/L) turun
  • Kreatinin: 7,6 mg/dL (normal 0,6-1,5 mg/dL) meningkat
  • Kalium: 6,1 mEq/L (normal 3,5-5,1 mEq/L, nilai kritis <2,5mEq/L dan >6,5 mEq/L) meningkat

 

Evaluasi dan Pemeriksaan Penunjang

1. Anamnesis (pada pasien sadar): riwayat infeksi saluran kemih, riwayat kencing batu

2. Membedakan gagal ginjal akut dan kronis (pada gagal ginjal kronis biasa terjadi anemia dan pengecilan ginjal)

3. Gagal ginjal akut: hipovolemia, gagal jantung, beta blocker, antidiuretik

4. Urinalisis: anuria (<100ml/hari)

  •  Pre renal: Serum BUN/CR ratio >20 (normal 10-20); Urine silinder hialin; FENa <1% (normal 1-3%); UNa <10mmol/L (normal 10-40mmol/L); Berat jenis >1,018 (normal 1,002-1,030)
  • Renal: proteinuria ringan, hematuria, eosinofuria, silinder leukosit, sel epitel, dan urat kristal
  • Post renal: biasanya normal, hematuria jika karena batu (urat, oksalat, sulfonamid)

5. Radiologik (diagnosis banding dengan gagal ginjal akut postrenal karena nefrolitiasis atau obstruksi)

6. Biopsi renal: untuk melihat adanya glomerulonefritis, vaskulitis, nefritis, nefritis interstisial alergik

7. Mikroskopik: untuk melihat adanya infeksi saluran kemih atau uropati kristal, inflamasi glomerulus atau tubulus

 

Temuan kelainan pada urin penderita gagal ginjal akut berdasarkan penyebab:

Pre renal: torak hialin

Iskemia: sel epitel

Nefritis interstisial akut: leukosit, muddy-brown casts, silinder granula berpigmen

GN akut: RBC dismorfik, RBC casts

Post renal: beberapa torak hialin, eritrosit

Tumor lisis: kristal asam urat

Arterial/venous thrombosis: eritrosit

 

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »