Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2012

Hari Minggu Biasa ke XXVI

Bacaan Injil

Markus (9:38-43.45.47-48)

9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” 9:39 Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

9:41. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” 9:42 “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; 9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, 9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Renungan

Yohanes merasa bahwa hak untuk mengusir setan hanya milik para pengikut Yesus. Hal ini terlihat dari perbuatannya mencegah orang-orang yang tidak mengikut Yesus saat mereka hendak mengusir setan. Ketika ia menceritakannya pada Yesus, ternyata sang guru tidak melarang orang-orang itu. Yesus malah mengatakan bahwa barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Sekarang marilah kita menilik lebih lanjut maksud perkataan Yesus itu.

Kita orang-orang Indonesia tentu mengenal Gus Dur. Beliau adalah sosok yang benar-benar mengedepankan hidup rukun antar agama. Kita dapat belajar dari beliau betapa amat baiknya bila kita dapat hidup saling toleran satu sama lain. Sejak dahulu hingga sekarang, segala hal ingin dimonopoli oleh manusia. Bahkan dalam hal spiritual. Bukankah banyak pemuka agama yang masih merasa diri paling benar? Bagi mereka, siapa saja yang bukan pengikut pastilah masuk neraka.

Tak jarang dalam kehidupan kristiani, kita menemukan orang-orang semacam itu. Mereka yakin bahwa kebaikan hanya ada dalam Gereja. Itu adalah suatu ungkapan hati yang sangat picik. Marilah kita membuka mata dan hati kita terhadap orang-orang lain. Bukankah masih banyak kebaikan di luar Gereja? Yesus sendiri mengatakan bahwa jika seseorang memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.

Di antara kita masih banyak orang yang terperangkap dalam pemikiran seperti Yohanes. Kita terjebak dalam primordialisme yang mengutamakan diri dan golongan kita sendiri. Yesus mengajarkan pada kita yang sebaliknya. Ia meneladankan suatu penghargaan bagi orang-orang lain yang berada di luar kemah kita.

Marilah kita berani menghormati dan menghargai dalam keberagaman.

Advertisements

Read Full Post »

Bacaan Injil

9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;

9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

9:36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

9:37 “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Renungan

Dalam bacaan Injil, kita telah mendengar tentang para murid yang mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka. Secara sadar maupun tidak, kita pun demikian. Sejak dahulu hingga sekarang, manusia tidak henti-hentinya memikirkan untuk menjadi orang yang besar, dipandang, dihormati, dan disegani. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi “lebih” daripada yang lain. Lebih kaya, lebih pandai, lebih hebat, lebih rupawan. Hidup kita adalah untuk mencapai setiap ambisi kita.

Beberapa orang berpikir bahwa betapa malunya kita bila harus berbagi cerita dengan orang-orang lain mengenai “status-status” kita itu. Sebagai contoh, marilah kita memperhatikan para orang tua. Mereka yang merasa hebat akan berkata: anak saya ini lho, dapat peringkat satu. Anakku ini, anakku itu. Lalu dia akan bertanya: bagaimana dengan anakmu?

Tentulah orang tua yang ditanyainya itu tidak mau kalah. Kalau perlu, mereka harus lebih sombong lagi. Biarlah supaya telinga mereka sama-sama panas.

Kita sering iri hati pada orang yang lebih daripada kita. Tak jarang juga kita berpikir: mengapa orang jahat seperti dia malah sukses? Mengapa hidupnya mujur-mujur saja? Tapi orang baik seperti saya, hidupnya hancur lebur.

Yesus ingin mengajarkan pada kita untuk menjadi seorang pelayan. Barangsiapa yang terbesar di antara kita, hendaklah menjadi pelayanan. Dia ingin agar kita menjadi anak-anakNya yang rendah hati. Sebab jika kita tidak rendah hati, nafsu dan ambisilah yang akan mengendalikan hidup kita. Kita menjadi tidak peduli pada kebutuhan dan hak-hak orang di sekitar kita. Kita tidak akan lagi peduli pada setiap hati yang menderita dan membutuhkan pertolongan kita. Mata kita menjadi buta. Nurani kita menjadi tumpul.

Ibarat orang yang berlari cepat, mereka tak melihat lagi pemandangan-pemandangan indah yang dilalui. Hidup ini bukanlah sebuah perlombaan. Bukan juga suatu arena pertandingan untuk menghabisi orang-orang lain. Dalam hidup ini, kita harus belajar menjadi rendah hati. Biarlah kita peka terhadap setiap kebutuhan sesama kita. Biarlah kita mampu melayani.

Bukanlah sebuah doa, bila hanya untuk memuaskan nafsu dan keinginan kita. Bukanlah sebuah doa, bila hanya untuk kesombongan kita. Jangan memaksakan kehendak kita pada Tuhan, melainkan biarlah rahmatNya yang bersinar dalam hati kita. Bukankah bagi orang benar, Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita?

Bolehlah kita berani berkata dengan penuh iman seperti Maria: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.

Read Full Post »

  1. Hematologi rutin:

    • Bila ada leukositosis, bisa jadi akibat strangulasi,

    • Tidak spesifik.

 

  1. Elektrolit, BUN, dan kreatinin:

    • Mengetahui status hidrasi pasien dengan mual dan muntah (hernia diafragma),

    • Merupakan prosedur preoperatif.

 

  1. Urinalisis:

    • Diagnosis banding dengan sebab genitourinaria yang menyebabkan rasa sakit di daerah inguinal,

    • Eritrosit (0-4/LPB) pada urin pasien ini merupakan akibat dari hipertrofi prostat jinak.

 

  1. Laktat:

    • Peningkatan laktat dapat mencerminkan hipoperfusi ginjal atau hipoksia,

    • Kadar yang normal belum tentu menyingkirkan kemungkinan strangulasi.

 

  1. USG abdomen pada regio inguinalis dextra dan sinistra:

    • Membedakan masa di paha atau dinding perut dan sumber pembengkakannya,

    • Membedakan jenis-jenis hernia,

    • Untuk hernia incarcerata dan strangulata perlu dilakukan foto toraks untuk melihat adanya udara bebas di bawah diafragma akibat perforasi.

 

  1. Transrectal Ultrasonography (TRUS):

    • Hasil: pembesaran prostat 90 cc,

    • Tanpa urin residual (belum ada faktor penyulit).

Read Full Post »

Aktivitas Elektrik Otot Polos

Dua tipe dasar gelombang elektrik:

  1. Slow waves – Basic Electrical Rhythm (BER): akibat aktivitas siklik pompa Natrium/Kalium pada membran sel yang berlangsung secara ritmik (5-15 milivolt).

  2. Spike potential (potensial paku): akibat kanal Kalsium/Natrium yang berpengaruh pada kontraksi otot lurik. Potensial membran istirahat pada keadaan normal -50 sampai -65 milivolt. Bila potensial membran semakin positif (depolarisasi) → serabut otot menjadi lebih mudah dirangsang. Bila potensial membran semakin negatif (hiperpolarisasi) → serabut otot menjadi kurang mudah dirangsang.

 

 

Stimulan depolarisasi:

  • Peregangan (sesuai dengan Hukum Starling)

  • Asetil kolin

  • Parasimpatis

 

Stimulan hiperpolarisasi:

  • Norepinefrin

  • Epinefrin

  • Simpatis

 

 

Fungsi Motorik Saluran Cerna

 

Secara umum terdapat dua macam gerakan, yaitu mixing movement dan propulsive movement.

 1. Cavum oris (mengecap, mengunyah, dan membentuk bolus makanan)

Menelan:

  • Tahap volunter (gerakan lidah)

  • Tahap faringeal (mendorong bolus ke bagian atas esofagus → gelombang peristaltik cepat dari faring)

  • Tahap esofageal (gelombang peristaltik dari esofagus menuju gaster)

 2. Esofagus (transpor bolus)

 3. Gaster

  • Penyimpanan sejumlah besar makanan (storage)

  • Pencampuran makanan dengan getah lambung (mixing)

  • Pengosongan lambung: pompa pilorus oleh peristaltik antrum. Pengosongan ini memiliki dua jenis umpan balik yaitu, refleks enterogastrik dan hormonal (CCK, GIP, dan sekretin)

 

4. Intestinum tenue (pencernaan dan absorpsi sari-sari makanan (chyme))

  • Kontraksi pencampuran atau segmentasi (BER)

  • Gerakan mendorong atau peristaltik

 

5. Intestinum crassum (absorpsi, penyimpanan, dan ekskresi)

  • Gerakan mencampur, disebut juga haustrasi

  • Gerakan mendorong
    • Pergerakan lambat ke arah rectum oleh haustrasi

    • Mass movement: gerakan peristaltik yang termodifikasi

 

Defekasi:

  • Refleks intrinsik defekasi (melalui plexus myentericus): lemah dan kurang efektif.

  • Refleks ekstrinsik defekasi (melalui serabut saraf parasimpatis): sangat memperkuat gelombang peristaltik.

 

 

Read Full Post »

Read Full Post »

Fungsi sistem gastrointestinal:

  1. Motorik (gerakan saluran cerna)

  2. Sekresi dan digesti (getah pencernaan dan pencernaan makanan)

  3. Absorpsi (penyerapan hasil pencernaan, nutrien, air, dan elektrolit)

 

Motorik:

 

  1. Propulsive movement: mendorong makanan maju ke arah caudal

  2. Mixing movement: mencampur makanan dengan getah pencernaan

 

Sekresi dan digesti:

 

Karbohidrat yang terdapat dalam makanan akan dicerna di cavum oris oleh enzim ptialin. Amilum yang merupakan polisakarida akan diubah menjadi disakarida (maltosa, sukrosa, laktosa). Pencernaan karbohidrat berikutnya terjadi di usus halus. Enzim maltase akan mengubah maltosa menjadi monosakarida, yaitu glukosa.

Protein yang terdapat pada makanan mengalami pencernaan pertama di lambung oleh enzim pepsin dan asam lambung. Protein berubah menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu pepton. Selanjutnya di usus halus bagian atas, enzim tripsin akan mengubah pepton menjadi polipeptida. Dengan enzim peptidase, polipeptida akan diubah menjadi asam amino.

Pencernaan lemak yang pertama terjadi di usus halus. Lemak akan diubah menjadi emulsi lemak oleh empedu. Dengan enzim lipase, emulsi tersebut pun disederhanakan menjadi asam lemak bebas dan 2 monogliserida.

 

Absorpsi:

  1. Karbohidrat

Glukosa dan galaktosa: kotranspor dengan transpor aktif natrium.

Fruktosa: difusi pasif

  1. Protein

Sodium-dependent cotransport (analog dengan absorbsi glukosa dan galaktosa).

  1. Lemak

  • Asam lemak bebas, monogliserida, dengan garam empedu akan membentuk micelles.

  • Di permukaan brush borders microvilli, asam lemak dan monogliserida berdifusi masuk ke dalam epitel intestinum.

  • Selanjutnya, akan dibentuk kembali menjadi trigliserida dalam sel epitel.

  1. Air dan elektrolit

  • Transport aktif natrium melalui membran basolateral, lalu masuk ke dalam ruang paraselular sel epitelial (menyebabkan konsentrasi natrium dalam sel epitel menurun).

  • Natrium dalam chyme akan masuk ke dalam sel epitel secara osmosis.

 

Kontrol Saraf terhadap Fungsi Gastrointestinal

 

  1. Sistem saraf enterik

a. Plexus myentericus Auerbach: mengatur pergerakan (motorik)

b. Plexus submukosa Meissner: mengatur sekresi dan aliran darah lokal

  1. Sistem saraf otonom

a. Persarafan parasimpatis: meningkatkan sebagian besar fungsi gastrointestinal

b. Persarafan simpatis: menghambat sebagian besar fungsi gastrointestinal

 

Hormon yang Mempengaruhi Fungsi Saluran Cerna

 

  1. Gastrin (gaster): merangsang sekresi asam lambung dan pertumbuhan mukosa lambung serta usus.

  2. Kolesistokinin (duodenum, jejunum): merangsang sekresi enzim pankreas dan kontraksi kandung empedu.

  3. Sekretin (duodenum, jejunum): merangsang pankreas menghasilkan bikarbonat.

  4. Pancreatic polipeptide (PP) pankreas: menghambat sekresi eksokrin pankreas.

  5. Gastric inhibitory polipeptide (duodenum): menghambat sekresi asam lambung.

  6. Vasoactive intestinal polipeptide (VIP) seluruh saluran gastrointestinal: mengatur kontraksi dan sekresi gastrointestinal.

  7. Motilin (duodenum, jejunum): merangsang kontraksi gastrointestinal.

  8. Histamin (sel mastosit mukosa gaster): potensiasi efek gastrin dan asetilkolin, serta stimulasi sekresi asam lambung.

  9. Somatostatin (seluruh saluran cerna): menghambat fungsi semua hormon gastrointestinal.

  10. Enkephalin (saraf pada mukosa dan otot polos gastrointestinal): kontraksi otot polos, menghambat sekresi cairan dan elektrolit.

 

 

Read Full Post »