Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2012

a. Non-farmakologis:

  1. Makanan tinggi kalori dan tinggi protein,
    1. Karbohidrat 40-50 Kkal/kgBB,
    2. Protein 1-1,5 g/kgBB,
  2. Makanan dalam bentuk lunak,
  3. Hindari konsumsi alkohol,
  4. Segera beristirahat bila merasa lelah,
  5. Rawat inap,
  6. Selalu lakukan follow up.

 

b. Farmakologis:

  1. Terapi obat-obatan
    1. Metronidazole 750 mg PO atau IV untuk 5-10 hari atau,
    2. Tinidazole 2 g PO satu kali atau,
    3. Ornidazole 2 g PO satu kali.

Ditambah agen luminal:

  • Iodoquinol 650 mg tdd untuk 20 hari atau,
  • Paromomycin 500 mg tdd untuk 10 hari.
    • Metronidazole merupakan drug of choice. 90% pasien memberi respon sangat baik dengan penurunan rasa nyeri dan demam dalam 72 jam.
    • Pengobatan simptomatik (demam) dengan Paracetamol.
    • Infus.
  1. Aspirasi cairan abses

Indikasi:

    • Pasien dengan lesi multipel,
    • Kurangnya respon klinis dalam 3-5 hari,
    • Ancaman segera ruptur/pecah,
    • Kebutuhan untuk mencegah ruptur lobus hepatis sinister ke dalam pericardium.
  1. Pembedahan

Bila terjadi perforasi usus dan ruptur ke dalam pericardium.

 

Advertisements

Read Full Post »

Spontaneous Bacterial Peritonitis

 

 

Definisi: komplikasi umum yang parah dari ascites yang ditandai dengan infeksi spontan oleh bakteri pada cairan ascites.

 

Etiologi:

  • Escherichia coli
  • bakteri usus lain, khususnya bakteri Gram (+):
    • Streptococcus viridans
    • Staphylococcus aureus
    • Enterococcus sp.

 

Insidensi:

  • Pria : Wanita = 1:1,
  • 70% pada pasien dengan klasifikasi Child-Pugh kelas C,
  • 30% pada pasien dengan sirosis yang cukup berat (penurunan kadar protein total, defisiensi komplemen, prolonged prothrombin time)
  • 25% mortalitas,
  • 18% pada pasien ascites.

 

Faktor Predisposisi:

  • Penyakit hepar yang berat:
  • Penurunan kadar protein dan C3 serum pada cairan ascites,
  • perdarahan akut saluran gastrointestinal,
  • faktor iatrogenik,
  • infeksi traktus urinarius,
  • relaps dari SBP sebelumnya.

 

Mengakibatkan:

  • Flora usus dapat melintasi usus menuju kelenjar getah bening mesenterica,
  • Terjadi bakteriemia yang tidak tertangani oleh sistem imun (pada sirosis terjadi penurunan aktivitas sistem retikuloendotelial),
  • Penyemaian dalam cairan ascites.

 

Diagnosis:

  • Nyeri tekan difus ringan di seluruh permukaan abdomen
  • Dengan analisis cairan:
    • Leukositosis
    • Neutrofilia > 250/mm³

 

Penatalaksanaan:

  • Cefotaxime (1-2gr IV setiap 6-8 jam)

Read Full Post »

Hari Minggu Biasa XXVIII

Bacaan Injil

Markus 10:17-30

10:17. Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

10:18 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”

10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”

10:29 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Renungan

Seorang pemuda yang mengejar-ngejar Yesus itu pastilah seorang yang baik. Ia bertanya mengenai kekurangannya pada Yesus. Pun ia mengaku sudah menaati semua perintah Allah sejak masa mudanya. Namun ketika Yesus mengatakan bahwa ia harus menjual harta bendanya, pemuda itu menjadi sedih. Ia kecewa akan jawaban Yesus sebab banyaklah hartanya.

Yesus mengatakan pada para muridNya bahwa orang yang kaya sukar masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum, daripada mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tentu saja, para murid menjadi gempar.

Yang dimaksudkan Yesus sebagai kekayaan bukan semata-mata uang dan harta benda yang kita miliki. Yang Ia maksudkan adalah jaminan kehidupan kita. Ada orang-orang tertentu yang mengikuti agama Katolik karena ingin doa-doa mereka dikabulkan. Ada juga yang menganggapnya sebagai peluang bisnis.

Tuhan menghendaki kita hidup terbebas dari cinta diri. Keterikatan dan kelekatan kita pada ego masing-masing membuat kita kehilangan kedamaian. Kasih kita penuh syarat dan tuntutan. Iman kita hanya sebatas kekabulan doa. Tidak sepantasnyalah kita memperlakukan Tuhan dengan cara demikian. Bukankah semua talenta dan bakat kita berasal daripadaNya? Semua hal yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipanNya semata. Kita lahir tanpa membawa apa pun. Kita meninggal juga tanpa membawa apa pun.

Kadangkala ego juga memiliki wujud-wujud lain. Seringkali, hal-hal yang tampak sangat manusiawi bagi kita.  Misalnya kesedihan, kekecewaan, dan dendam. Lepaskanlah itu semua. Biarlah beban-beban masa lalu tertinggal di waktu yang telah sirna itu. Berserahlah kepada Allah sepenuh jiwa dan budi.

Memang tidak mudah untuk mengikuti Yesus. Mungkin kita merasa hanya manusia biasa yang bisa jatuh dalam kelalaian dan dosa. Namun, bukankah kita juga orang-orang yang telah dipilih dan diangkat olehNya?

Percayalah, sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.

Read Full Post »

Hepar merupakan kelenjar yang menghasilkan empedu.

 

Komposisi getah empedu antara lain:

  1. Kolesterol
  2. Asam empedu dan garam empedu
    1. Macam-macam asam empedu: asam kolat, asam deoksikolat, dan asam kenodioksikolat.
    2. Garam empedu: Natrium atau Kalium yang berasal dari asam-asam empedu.
  3. Pigmen empedu:
    1. Bilirubin (paling banyak)
    2. Biliverdin
    3. Mesobilirubin
    4. Mesobiliverdin
    5. Mesobilicyanin

 

Empedu disekresikan dalam dua tahap oleh hepar:

  1. Sekresi oleh sel-sel fungsional hepar → hepatosit
    • mengandung sejumlah besar asam empedu dan kolesterol
    • sekresi ke dalam kanalikuli biliaris kecil
  1. Kanalikuli biliaris → canalis biliferis → ductulus biliaris → ductus biliaris → ductus hepaticus dextra dan sinistra → ductus hepaticus communis → ductus cysticus → vesica biliaris
    • penyimpanan dan pemekatan hingga lima belas kali
      • sekresi ion Natrium dan Bikarbonat oleh sel sekretoris ductus
      • hormon sekretin: merangsang sekresi ductus hepar
    • pengosongan kandung empedu dipengaruhi oleh:
      • hormon kolesistokinin: kontraksi kandung empedu dan relaksasi sfingter Oddi
      • N. vagus: kontraksi lemah kandung empedu
      • Sistem saraf enterik

 

Kontraksi vesica biliaris → pengeluaran getah empedu menuju ductus cysticus → + ductus hepaticus communis → ductus choledochus → + ductus pancreaticus → ampulla Vateri → papilla Vateri → duodenum pars descenden.

 

 

Fungsi asam empedu:

  1. Emulsifikasi: mempermudah emulsifikasi lemak dengan menurunkan tegangan permukaan air.
  2. Netralisasi asam: adanya ion Bikarbonat → pH empedu 7,8-8,6
  3. Ekskresi: bilirubin, kolesterol, obat-obatan, toksin, dan lain-lain
  4. Daya pelarut kolesterol
    • Kolesterol + lesitin dalam empedu akan membentuk misel
    • Absorbsi produk akhir lemak yang telah dicerna melalui membran mukosa intestinal
    • Empedu : Lesitin : Kolesterol = 80 : 15 : 5

 

Pembentukan Pigmen Empedu

 

 

Read Full Post »

Tuhan Yesus, melalui kuasa Roh Kudus

Hadirlah pada masa laluku sementara aku tidur.

Sembuhkanlah segala luka dalam batinku yang pernah kualami,

luka karena kurang kasih dari orang tua dan sesama, 

luka karena pengkhianatan,

luka karena penolakan,

luka karena pelecehan,

luka karena penghinaan,

biarlah dengan darahMu Kau jadikan aku utuh kembali.

Semua hubungan persaudaraan yang sudah rusak dengan keluargaku maupun dengan saudaraku, sembuhkanlah ya Tuhan.

Dari segala ketakutan, kecemasan, kegelisahan, keputusasaan, sembuhkanlah aku.

Hadirlah Engkau ya Tuhan, supaya aku bisa mengampuni diriku sendiri, mengampuni sesamaku, mengampuni situasi yang menyakitkan.

Bantulah aku ya Tuhan, supaya aku dapat mengambil akar pahit yang ada dalam hidupku dan isilah hatiku dengan kasihMu dalam tidurku malam ini.

Terima kasih Tuhan dan berkatilah aku.

 

(Bapa Kami 1x, Salam Maria 3x)

Read Full Post »

Definisi: infeksi hepar yang disebabkan oleh virus hepatotropik, yaitu hepatitis B.

 

Etiologi: virus Hepatitis B

  • Anggota keluarga hepadnavirus

  • Virus DNA, sferis, diameter 42 nm

  • Memiliki surface antigen HbsAg

  • Nukleokapsid mengandung HBV-DNA, DNA polimerase, Hepatitis B core antigen (HBcAg)

  • HBeAg terdapat dalam serum selama replikasi virus

 

Prevalensi di Asia sekitar 5-15%, di Amerika Serikat <1%

 

Penularan:

  • Terutama melalui parenteral (transfusi, produk darah, jarum suntik, transplantasi organ atau jaringan)

  • Cairan tubuh (saliva, semen, cairan vaginal) yang menjadi risiko penularan seksual

  • Maternal-infant

  • Masa inkubasi 6-8 minggu

  • 1-5% dewasa, 90% neonatus, 50% bayi akan berkembang menjadi hepatitis kronik dan viremia yang persisten

  • Infeksi persisten tersebut dapat menjadi hepatitis kronik, sirosis hepatis, dan karsinoma hepar

 

Fase:

a. Preikterus:

  • Gejala seperti infeksi virus pada umumnya,

  • SGOT-SGPT dan LDH sudah mengalami peningkatan,

  • Hepatomegali dan splenomegali.

b. Fase ikterik:

  • ikterus,

  • hiperbilirubinemia,

  • feses akolis,

  • peningkatakan enzim fosfatase alkali serum.

c. Fase penyembuhan:

  • mulai terjadi regenerasi hepatosit,

  • serum bilirubin dan enzim mulai turun ke kadar normal secara perlahan-lahan,

  • pembesaran dan rasa nyeri hepar berkurang (bila dalam waktu 6 bulan pemeriksaan laboratorium belum normal, berarti infeksi berlangsung kronis).

 

Patogenesis dan patofisiologis:

  • Virus Hepatitis B → gejala infeksi virus seperti flu, limfositosis

  • Ekspresi seluler antigen virus selama replikasi

  • Sensitisasi sel T sitotoksik

  • Nekrosis hepatosit → kebocoran (bilirubin direk dan enzim masuk ke dalam pembuluh darah)

  • Peningkatan bilirubin direk dalam serum → larut dalam air → dibawa ke ginjal → sekresi melalui urin

  • Pada urin didapatkan bilirubin (+) sehingga warnanya menjadi seperti teh tua

  • Akumulasi bilirubin direk di dalam jaringan → ikterus

  • Inflamasi pada hepar:

    • Edema → hepatomegali → desakan terhadap gaster → nausea dan vomit

    • Peningkatan laju endap darah

 

Hepatitis B merupakan virus DNA, sehingga tak langsung bersifat sitopatik. Virus tersebut tidak langsung menyerang sel inang. Kerusakan sel hepar dimediasi oleh respon imun tubuh. Bila respon imun tidak adekuat, maka akan terjadi infeksi yang berlangsung kronis.

 

Penatalaksanaan:

 

Non farmakologis:

  • Istirahat, hindari aktivitas fisik yang berlebihan dan berkepanjangan

  • Diet adekuat (cukupi kebutuhan kalori dan protein)

  • Hindari konsumsi alkohol selama fase akut

  • Obat-obatan yang tidak diperlukan harus diberhentikan

 

Farmakologis:

  • Antivirus:

    • Lamivudin

    • Telbivudin

    • Adefovir

    • Analog nukleotida

  • Imunomodulator

    • INF α

    • Thymosine

  • Herbal:

    • Taraxacum officinale (dandelion)

    • Glycyrrhiza glabra (liquorice)
    • Silybum marianum (St. Mary’s Thistle)

 

 

Pencegahan:

  1. Imunoprofilaksis vaksin Hepatitis B

  2. Imunoprofilaksis pasca paparan dengan vaksin Hepatitis B

  3. Vaksin kombinasi (Twinrix-GlaxoSmithKline)

  • HBsAg

  • > 720 unit Elisa Hepatitis A Virus yang dilemahkan

 

Prognosis:

Quo ad vitam : dubia ad bonam

Quo ad functionam : dubia ad bonam

Quo ad sanationam : dubia ad bonam

 

Read Full Post »