Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2012

1. Hematologi Rutin

  • Hb: normal 14-18 mg/dl
  • Ht: normal 42-54%
  • Eritrosit: normal 4,5-5,5 juta/ml
  • Leukosit: normal 4.000-10.000/mm3 (tanda inflamasi akut)
  • Trombosit: normal 150.000-400.000/ mm3
  • LED: normal <15 mm/jam (tanda inflamasi)
  • Hitung jenis: normal 0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-10

2. Profil Lipid

  • Kolesterol total: <200 mg/dl
  • Trigliserida: <150mg/dl
  • Kolesterol LDL: <100mg/dl
  • Kolesterol HDL: >60mg/dl

3. Asam urat: normal 3,4-7 mg/dl

4. Glukosa:

  • Glukosa puasa: 70-110 mg/dl
  • Glukosa 2 JPP: 100-140 mg/dl

5. Elektrolit

  • Natrium: 135-147 mEq/L
  • Kalium: 3,5-5,2 mEq/L
  • Cl: 95-107 mEq/L
  • Kalsium: 8,8-10,3 mg/dl
  • Magnesium: 1,6-2,4 mEq/L

6. Ureum dan kreatinin: ureum: 19-43 mg/dl; kreatinin: 0,5-1,4 mg/dl

7. Penanda nekrosis

  • Troponin I atau Troponin T: rendah <0,1 ng/ml; tinggi >2,0 ng/ml; rujukan untuk orang sehat <0,01 ng/ml. Troponin T kurang spesifik dibanding Troponin I karena juga meningkat pada kerusakan ginjal.
  • CKMB: <25 U/L (untuk angina rekuren, bila Troponin positif tanpa CKMB dapat diartikan sebagai mikroinfark)
  • Mioglobin: 1,31-4,11 nmol/L (paling baik untuk awal serangan)
  • LDH (laktat dehidrogenase): 56-194 IU/L

 biomarkerAMI1

zja0130620340003

Prioritas:

1) Troponin I atau Troponin T

2) CKMB

3) SGOT

Kombinasi biomarker yang sering digunakan:

a. Troponin

b. hs-CRP

c. BNP

8. Penanda iskemia

 NT pro BNP: normal <100 ng/ml (lebih stabil daripada BNP)

9. Penanda inflamasi

  • CRP: <5 mg/dl
  • hs-CRP: <2,8 mg/dl (memprediksi risiko terjadinya serangan jantung)

10. EKG

  • Elevasi segmen ST (normal antara -0,5 sampai +2 mm dihitung 0,08 detik dari titik J)
  • Gelombang Q patologis (normal dalamnya <2 mm atau 25% amplitudo R dan lebar <0,04 detik)
  • Gelombang T inversi simetris
  • Bila terdapat kompleks QS: dapat menjadi penanda infark miokard lama
  • Bila pada EKG terdapat tanda iskemik, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti treadmill test.

 ecg

EKGinfarkmiokard

11. Ekokardiografi

  • Menilai struktur dan fungsi jantung
  • Menilai pergerakan dinding otot jantung, katup jantung, adanya hipertrofi, trombus, dan juga fungsi ventrikel kiri.

12. Thallium scanning: untuk melihat perfusi miokardium

13. Angiografi koroner: melalui transfemoral (kateter dimasukkan ke dalam jantung melalui arteri femoralis, kemudian dimasukkan kontras; dengan bantuan sinar X, terlihat ada tidaknya penyumbatan arteri coronaria). Kateterisasi bersifat diagnostik dan diindikasikan untuk: angina pectoris pasca infark miokard, riwayat henti jantung, treadmill test positif terutama yang timbul gejala nyeri dada dan perubahan EKG.

14. Multislice Computed Tomography (MSCT) koroner: visualisasi arteri coronaria dan skor kalsifikasi koroner. MSCT memiliki sensitivitas yang tinggi.

 

 

Advertisements

Read Full Post »

  1. Pemeriksaan rutin

    • Hb: normal 14-18 mg/dl (infeksi kronis demam rematik kadangkala dapat menyebabkan anemia)

    • Ht: normal 42-54%

    • Leukosit: normal 4.000-10.000 mm3 (tanda inflamasi akut)

    • LED: normal <15 mm/jam (tanda inflamasi akut)

    • CRP: normal <6 mg/dl (tanda inflamasi umum)

    • High sensitive CRP: risiko tinggi >3mg/dl (biomarker untuk memperkirakan risiko masalah jantung, protein fase akut)

  1. EKG: PR interval memanjang, low voltage QRS complex

  2. Ekokardiografi untuk melihat anatomi, katup jantung, efusi perikardium, ada atau tidaknya disfungsi ventrikel

  3. Foto toraks: kardiomegali, edema paru bila terdapat gagal jantung

  4. Apusan tenggorok

  5. Titer ASTO (Antistreptolysin O): normal <120 Todd unit

  6. Titer antideoxyribonuclease B: normal <210 Todd unit

Read Full Post »

1980_Hanna-Die-Liebestraume-Diva-Press

Identitas Buku

Judul: Hanna Die Liebesträume

Penulis: Josephine Widya Wijaya

ISBN: 978-602-7665-76-7

Rilis: 2012

Halaman: 414

Penerbit: Diva Press

Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Perseteruan dengan sang ayah membuat Hanna von Leibniz memendam kesedihan mendalam dan lara hati. Ayahnya yang adalah seorang jenderal ingin agar anak-anaknya membawa bakat kepemimpinan sebagaimana dirinya. Sang ayah melarang kedua putrinya untuk menjadi seniman. Namun demikian, Hanna diam-diam berkiprah sebagai penyanyi opera.

Selama ayahnya pergi berlayar, Hanna mendapat tugas untuk membantu penyelidikan kasus peredaran morfin di tengah pekerja seni opera. Bersama pianis kekasih hatinya, Ludwig von Lonquich, ia mendatangi Gedung Opera Brussel untuk bertemu seorang saksi.

Hal ini diketahui Alfons van Beecke, pemuda borjuis yang begitu menginginkan Hanna. Alfons tak rela gadis kesayangannya itu bersanding dengan lelaki lain. Berbagai upaya ia lakukan untuk mendapatkan Hanna, termasuk meramu racun mematikan demi membunuh Ludwig. Sementara itu, anak seorang maestro bernama Tamara jatuh cinta pada Ludwig. Ia mengancam akan bunuh diri jika pemuda itu tak mau menjadi kekasihnya.

Mampukah sepasang kekasih ini bertahan dalam segala duka dan mara bahaya? Akankah keduanya sanggup menahan gejolak cemburu untuk mempertahankan cinta mereka?

Kisah ini menuturkan jatuh bangun para borjuis dan aristokrat di akhir abad ke-19, paruh kedua Zaman Romantik. Terinspirasi oleh karya Franz Liszt (1811-1886): Liebesträume (Impian Cinta).

“Bukanlah kasih namanya jika engkau membuatnya menjadi benci padamu. Bukanlah kasih namanya jika engkau membuat hatinya terluka.”

 

Liebesträume (bahasa Jerman untuk Impian Cinta) adalah satu set tiga karya solo piano (S/G541) oleh Franz Liszt yang diterbitkan pada tahun 1850. Awalnya tiga Liebesträume merupakan lagu yang didasari oleh puisi dari Ludwig Uhland dan Ferdinand Freiligrath. Pada tahun 1850, dua versi muncul secara bersamaan sebagai satu set lagu untuk sopran dan piano, serta sebagai transkripsi untuk piano dua tangan.

Dua puisi oleh Uhland dan satu oleh Freiligrath menggambarkan tiga bentuk cinta yang berbeda. Karya Uhland Hohe Liebe (cinta surgawi) adalah cinta suci: sang martir meninggalkan cinta duniawi dan pintu surga dibukakan untuknya. Lagu kedua Seliger Tod (kematian yang terberkati) sering dikenal dari baris pertamanya (‘Gestorben ich war’, ‘aku mati’), melambangkan cinta eros. ‘Mati’ adalah sebuah metafora yang mengacu pada hal yang dikenal sebagai ‘la petite mort’ dalam bahasa Prancis (‘aku sudah mati untuk kebahagiaan cinta, terkubur dalam pelukannya, terbangun oleh ciumannya, aku melihat surga di matanya’). Puisi Freiligrath untuk Nocturne ketiga yang terkenal melambangkan cinta tanpa syarat (‘Cintailah selama kau mampu!’, ‘O lieb, solang du lieben kannst‘).

 

Galeri

Hanna von Leibniz

(Lukisan oleh Barend Cornelis, http://www.artrenewal.org/)

portrait_of_a_young_lady-barend_cornelis

Tautan:
Musim Gugur,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/26/die-liebestraume-musim-gugur/

 

Ludwig von Lonquich

(Leo Ornstein, lukisan oleh Leon Kroll; http://www.wikimedia.org)

 

leo_ornstein_at_the_piano_color_by_leon_kroll

Tautan:

Dari Kota Wina,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-dari-kota-wina/

Michaela von Leibniz

(Alexei Alexeievich Harlamoff, http://rceliamendonca.wordpress.com/)

alexei_harlamoff

Tautan:

Catatan Michaela,

https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/08/die-liebestraume-catatan-michaela/

Alfons van Beecke

(Franz Liszt, http://www.lucernefestival.ch)

NL_Liszt

Tautan:
Surat kepada Hanna,
https://josephinewidya.wordpress.com/2014/01/10/die-liebestraume-surat-kepada-hanna/

***

Vlaamse Opera, Gent, Belgia (1888)

(http://www.vlaamseopera.be)

03_gent_gebouw_oud_07

Brussels, Belgia (1888)

(http://www.imageshack.us)

anciennegaredunordbruxerj6

La Monnaie, Brussels, Belgia (1888)

(http://www.farm1.static.flickr.com)

Brussels_La_Monnaie

***

Terima kasih istimewa untuk:

Franz Liszt (1811-1886)

Nocturne: Liebesträume Nr. 3

Jeanne d’Arc (1412-1431)

Frédéric Chopin (1810-1849)

Johanna Maria Lind (1820-1887)

O Lieb, so lang du lieben kannst….
Cintailah selama engkau masih dapat mencinta….

ludwig-und-hanna

Read Full Post »

DDpda1

DDpda2

Read Full Post »