Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2013

liszt1

Franz Liszt dilahirkan pada tahun munculnya komet Halley, dan kehidupannya sendiri bagaikan suatu fenomena yang cemerlang. Ia mengarungi hidup ini cukup lama di sepanjang abad ke-19, dan ia salah seorang tokoh yang paling bersemangat dalam sejarah musik dan menjadi legenda dari zaman Romantik.

Sulit melukiskan tentang dirinya karena ia seorang yang sangat kompleks. Dalam pandangan dunia, ia tampaknya memiliki segalanya: kepribadian yang menarik, energi dan kekuatan yang luar biasa, tampan, mampu mendapatkan apa yang dinginkannya dari orang-orang, ditambah bakat musik yang besar. Namun, dalam batinnya sesungguhnya ia seorang yang gelisah dan tidak bahagia.

Liszt seorang yang murah hati dan baik namun dapat dengan cepat berubah menjadi arogan dan tak terduga. Ia juga terlalu berlebihan dan ekstrem dalam melakukan segala sesuatu. Ia tak pernah menikah, tetapi selalu jatuh cinta pada beberapa putri bangsawan dan tentunya menikmati keberadaannya yang dikelilingi oleh para wanita yang cantik, kaya, dan dari kalangan ningrat. Karyanya “Liebestraum” (“Dream of Love”/”Impian Cinta”) merupakan salah satu komposisi piano terpopuler sepanjang zaman.

Franz Liszt mungkin merupakan maestro terbesar dari semua alat musik dengan papan tuts yang pernah dikenal dunia, bukan hanya karena prestasinya yang sangat banyak, melainkan juga karena tuntutan teknik yang luar biasa dalam memainkan musik pianonya. Pada puncak kemashyurannya sebagai pianis (usia 37 tahun), ia berhenti bermain di konser-konser karena ingin berkonsentrasi pada komposisi dan membantu musisi-musisi lain. Kita dapat berkata bahwa ia lebih tepat disebut sebagai komponis yang berpengaruh daripada komponis besar, dan dengan “kerajinannya yang tak pernah padam”, ia menggubah sangat banyak musik. Yang jelas, dengan not-not yang mengalir deras seperti itu, itu pun belum sampai pada kualitas maksimal.

Liszt merupakan salah satu sosok yang paling agung, menggemparkan, dan paling tidak mementingkan diri sendiri di dunia musik, dan sebagai orang yang berbakat seperti dirinya, kemurahan hatinya kepada seniman yang lain nyaris tak dapat dipercaya. Jauh lebih lazim jika orang dengan kecakapan seperti dirinya meninggikan dirinya sendiri. Ia mencintai dunia dan kesenangan duniawi, namun dalam dirinya Liszt juga haus akan hal-hal batiniah yang tentunya akan menjelaskan mengapa ia begitu memerhatikan orang lain. Franz Liszt memang seorang yang penuh kontradiksi. “Romantisisme yang bergejolak” membuatnya tak tenang dan itu berlangsung sepanjang 75 tahun kehidupannya. Dan meskipun akhirnya memperoleh empat dari tujuh jenjang keimaman yang ada, ia terus bimbang antara kerinduannya akan rasa aman spiritual dan kecintaannya akan sensasi dunia. Orang hanya dapat berharap semoga ia mendapatkan damai dengan Allah sebelum harus bertemu dengan Sang Pemcipta dan Sang Pemberi segala karunia.

Dalam surat kepada ibunya pada tahun 1862, Liszt menulis, “Engkau tahu, ibu yang tersayang, betapa di sepanjang tahun-tahun yang kulalui di masa mudaku tak ada hal-hal yang sebegitu limpah dalam kebahagiaan seperti kebaikan dan kasih sayang Allah. Walaupun aku banyak melakukan kekeliruan dalam hidupku, tak ada dan tak seorang pun yang dapat menggoyahkan imanku dalam keselamatan kekal.”

Franz Liszt dilahirkan di kota kecil Raiding di Hungaria, di mana ayahnya, Adam Liszt, seorang penggemar musik, menjadi pengurus kekayaan keluarga Esterhazy. Ayahnya masih ingat pada Haydn dan juga pernah diperkenalkan pada Hummel dan Cherubini.

Seperti kebanyakan komponis lainnya, Liszt seorang anak yang luar biasa pandai. Pada usia 7 tahun ia sudah dapat memainkan piano dengan sangat baik, usia 8 tahun ia membuat komposisi musik, usia 9 tahun ia mengadakan konser-konser, dan usia 10 tahun ia belajar musik di Wina pada Czerny dan Salieri. Ia diperkenalkan kepada Schubert dan Beethoven. Hati Beethoven bergetar tatkala mendengar permainan musik Liszt yang masih muda sehingga ia mencium kening anak itu.

Setelah masa-masa di Wina itu, keluarga Liszt pindah ke Paris. Tak lama kemudian, Liszt menjadi kesayangan di salon-salon Prancis. Lalu pada tahun 1827 ayahnya meninggal secara tiba-tiba dengan perkataan ini keluar dari mulutnya: “Ayah takut dengan para wanita karena kamu; mereka akan menyulitkan dan mendominasi hidupmu.” Peringatan itu terbukti.

Hubungan cintanya yang pertama dan terkenal buruk adalah dengan Countess d’Agoult. Itu terjadi saat ia berusia 22 tahun. Wanita itu meninggalkan suaminya dan lari dengan kekasih pilihannya ke Jenewa, Swis, tahun 1835. Setelah dikaruniai tiga anak, mereka berdua berpisah dalam kepahitan. Salah satu putri mereka yang didapat dari hubungan di luar nikah, Cosima, akhirnya menikah dengan murid Liszt, Hans von Bülow. Dan mengikuti jejak sang ayah, setelah beberapa lama Cosima lari dengan Wagner. Selama masa yang kacau namun bahagia ini, Liszt menciptakan Années de Pèlerinage, versi pertama dari Paganini Studies, dan kedua belas Grandes Etude. Dengan selera seninya yang bagus wanita bangsawan itu memberi pengaruh yang baik bagi Liszt, mengarahkannya pada hal-hal yang dapat ia kerjakan dengan sukses.

Beberapa tahun sebelum hubungannya dengan Countess d’Agoult, ia bertemu dengan tiga tokoh yang luar biasa, yakni Paganini, Chopin, dan Berlioz. Seluruh cara pendekatan Liszt pada musik berubah setelah ia mendengarkan Paganini, pemain biola terbesar sepanjang zaman. Selama kira-kira dua tahun, Liszt praktis menjalani kehidupan seperti seorang pertapa denga tujuan untuk dapat berlatih dengan intensitas dan kerajinan yang pernah dilakukan oleh sedikit orang sebelumnya atau sesudahnya. Setelah bekerja keras, ia pun tampil kembali dan dengan cepat dikenal sebagai Paganini-nya alat musik dengan papan tuts. Beberapa musik terbaiknya adalah Paganini Studies, yang dipersembahkan untuk Clara Schumann.

Chopin membukakan sumber baru berkenaan dengan puisi kepada Liszt, dan gayanya dalam memainkan piano didasarkan pada gaya Chopin. Dalam sepucuk surat Chopin menulis, “Liszt memainkan etude-etude saya dan mengeluarkan saya dari pikiran saya yang mulia. Seharusnya saya mencuri gaya permainannya untuk memainkan etude saya.”

Pengaruh kuat yang ketiga bagi Liszt adalah Berlioz, khususnya karyanya Symphonie Fantastique, yang disalin Liszt untuk dimainkan pada piano. Di kemudian hari Liszt menggubah simfoni Faust, ia mempersembahkannya untuk Berlioz. Simfoni ini dianggap sebagai suatu adikarya.

Tatkala berada di puncak kejayaannya sebagai pianis (1840-1848), ia membuat para penonton takjub dengan kecemerlangan dan dinamika permainan musiknya. Wanita-wanita jatuh pingsan di konsernya. Yang lainnya berjuang mendapatkan benda milik Liszt – saputangan, sekuntum bunga, atau kotak tembakau. Waktu tujuh atau delapan tahun kariernya dalam bermain piano telah membawanya ke Berlin, Kopenhagen, Konstantinopel, Leipzig, Lisbon, London, Madrid, Moskwa, St. Petersburg, dan Warsawa, serta kota-kota lain yang lebih kecil. Liszt benar-benar menciptakan kebiasaan resital piano solo.

Saat konser, ia akan mengenakan pakaian yang menakjubkan. Manakala bermain musik, ia senantiasa mengibaskan ke belakang rambutnya yang panjang, dengan bibir bergetar, dan cuping hidung bergerak-gerak. Ia menarik penonton dengan permainannya yang hebat, tetapi gayanya yang berlebihan juga membuat orang memujanya.

Novelis George Eliot menggambarkan reaksinya terhadap Liszt: “Akhirnya datang juga sesuatu yang saya rindukan – permainan musiknya. Saya duduk di dekatnya sehingga dapat melihat tangan dan wajahnya. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menyaksikan inspirasi yang nyata – untuk pertama kalinya saya mendengar nada-nada piano yang sejati….”

Tahun 1847 Liszt mengadakan tur besarnya yang terakhir, dan di Kiev ia bertemu dengan Putri Carolyne Wittgenstein yang luar biasa kaya, mengisap cerutu, yang saudara lelakinya adalah kaisar Rusia. Ia menyusul Liszt di Weimar, dan membuat skandal yang membuat malu semua orang. Dari tahun 1848 hingga 1861, Liszt menjadi pemimpin musik istana di Weimar.

Sang putri membujuk Liszt agar mau menghentikan kariernya sebagai virtuoso piano keliling, yang memperburuk kondisi kesehatannya, dan berkonsentrasi pada komposisi. Selama dua belas tahun kemudian ia menciptakan atau merevisi sebagian besar karya utamanya yang membuat ia terkenal. Masa itu merupakan masa produktivitas yang luar biasa. Setelah tahun 1847, Liszt tidak menghasilkan uang meski ia bermain musik, mengajar, dan menjadi dirigen.

Liszt dan Putri Wittgenstein tinggal di villa Altenburg. Dalam masa ini Liszt menggubah dan mempublikasikan Sonata in B Minor (salah satu adikarya dalam literatur piano abad ke-19), Hungarian Rhapsodies, Paganini Etudes, dan Transcendental Etudes. Juga dalam tahun-tahun inilah ia menulis dua belas sajak simfoni (termasuk yang terkenal Les Preludes), Faust dan Dante Symphonies, dan banyak karya-karya kecil lainnya.

Sebagai pemimpin musik istana di Weimar, dengan semangat ia mendorong gerakan Romantik dengan cara mendirigeni banyak komposisi baru, termasuk karya Wagner Tannhauser dan Lohengrin. Wagner dan Liszt berteman, dan akhirnya Wagner menjadi menantunya. Kata Wagner kepada Liszt, “Musik kita adalah musik masa depan.”

Liszt benar-benar hanya menyukai musik dari zamannya. Ia hampir tidak mempunyai minat pada musik kuno, kecuali musik Bach, dan dengan menampilkan karya-karya modern dari komponis seperti Wagner, Berlioz, dan Schumann, Liszt membuat Weimar menjadi pusat musik di Eropa.

Pada masa ketika tidak ada radio, televisi, atau piringan hitam, salinan piano Liszt yang sangat sukar dan luar biasa dari opera-opera dan lagu-lagu itu tidak hanya memberi jasa yang besar bagi komponis asli, tetapi juga membantu menyebarkan minat orang pada musik yang bermutu. Sebuah contoh yang bagus adalah Grand Fantasynya yang terdapat pada opera Bellini Norma, sebuah opera yang berpengaruh besar pada Chopin, Wagner, dan Liszt.

Orang sulit memahami bagaimana mungkin Liszt masih memiliki waktu untuk murid-muridnya, tetapi memang sudah menjadi bagian dalam hidupnya bahwa ia akan mengajar dan memberi dorongan pada musisi-musisi muda. Banyak dari muridnya yang di kemudian hari memiliki karier yang sangat sukses. Nama-nama muridnya akan memenuhi banyak halaman, termasuk musisi bermutu seperti Albéniz, Bizet, Saint-Saëns, Smetana, dan lain-lain. Musisi lain yang musiknya dipublikasikan karena pengaruh Liszt adalah César Franck, Borodin, Dvorak, Vincent d’Indy, Grieg, dan MacDowell. Dunia ini semakin semarak karena para komponis ini, dan kita berutang kepada Franz Liszt. Salah satu pekerjaan tersulit bagi seniman baru adalah menerbitkan karyanya. Liszt tak pernah meminta imbalan uang atas pelajaran dan bantuan yang diberikannya.

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya di bab ini, sebagian dari diri Liszt tertarik pada perkara religius. Pada tahun 1841 ia telah menjadi Freemason karena mendapat dorongan dari Putri Wittgenstein, seorang religius yang mempercayai hal-hal mistis. Mereka ingin menikah tetapi gereja menentang, dan segera setelah itu mereka pun berpisah dan menempuh jalan masing-masing.

Pada tahun 1865 Liszt memperoleh empat dari tujuh jenjang keimaman. Ia tidak diizinkan menjadi pastor karena masa lalunya yang sembrono. Namun setelah ia mengenakan jubah pastornya, semua orang mengenalnya sebagai “the Abbé”. Selama ini ia menggubah musik untuk Mazmur 13, dua oratorio besar (The Legend of St. Elizabeth dan Christus), dan dua komposisi piano (“The St. Francis Legends”).

Menjadi seorang abbé tidak banyak mengubah cara hidupnya. Seorang sejarawan menggambarkan Liszt sebagai “Mephistopheles [Iblis yang kuat dalam drama Faust] yang menyamar sebagai abbé”. Mula-mula ia diberi sebuah apartemen di Vatikan yang berseberangan dengan Loggie of Raphael. Kemudian melalui seorang teman kardinalnya, tiap tahun ia melewatkan setidaknya sebagian dari tahun itu di Villa d’Este di Tivoli dan bulan-bulan sisanya di Budapes dan Weimar.

Villa d’Este memiliki satu dari tiga atau empat taman terindah di dunia. Dalam biografinya yang istimewa tentang Liszt, Sitwell berkata, “Pohon-pohon cemara raksasa di taman dan suara semua air tidak dapat lebih ditingkatkan untuk puisi dan musik. Di tengah pesona inilah usianya semakin bertambah, dan pastilah ia lebih banyak berkarya di Villa d’Este daripada di tempat lain pada tahun-tahun itu.” Komposisi piano yang indah seperti “Cyprès de la Villa d’Este” dan “Les jeux d’eaux à la Villa d’Este” terinspirasi di sana. Liszt memang terhebat dalam musik pianonya. Dua konserto pianonya tak tertandingi dalam hal kepiawaian teknik permainannya yang autentik dan agung.

Kesenangan Liszt dalam melakukan perjalanan keliling berlanjut terus hingga akhir hayatnya. Ia tak dapat tinggal di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama, dan pada salah satu kunjungannya ke Hungaria ia tinggal di rumah seorang baron yang kaya bersama dua tamu lainnya, yakni von Bülow, seorang dirigen, dan Reményi, seorang pemain biola yang berbakat luar biasa.

Begitu diteriakkan di sepanjang jalan bahwa Liszt ada di kota, dengan cepat sekelompok orang yang terdiri dari tujuh atau delapan ribu orang berkumpul di lapangan di luar rumah sang baron. Liszt mendekati jendela yang terbuka, dan bukannya berbicara dengan masyarakat, ia malah menggeser piano ke dekat jendela sehingga orang-orang dapat melihat dan mendengarnya. Mula-mula ia memainkan sebuah rapsodi bersama Reményi, kemudian “Rákóczy March” untuk empat tangan bersama von Bülow. Hal itu menimbulkan kegemparan.

Sekitar waktu itu, seorang koresponden menulis dan menanyai Liszt apakah ia akan mengakhiri musiknya setelah menjadi abbé. “Benar,” jawabnya, “bahwa aku bergabung dalam profesi kependetaan, tetapi sedikit pun bukan karena kebencian pada dunia dan keletihan pada musikku.”

Saat berusia 75 tahun, Franz Liszt melakukan tur konsernya yang terakhir, bermain di Paris dan kemudian di London untuk Ratu Victoria. Ia kembali ke Bayreuth untuk menghadiri festival musik Wagner. Di sana ia terkena radang paru-paru dan meninggal tahun 1886. Kata terakhirnya adalah “Tristan.”

Kini Franz Liszt dipandang sebagai salah satu inovator besar abad ke-19. Musiknya memiliki kekhususan dan menghadirkan suatu masa yang istimewa dalam sejarah musik di mana sang virtuoso menjadi raja dan kepiawaian teknik permainan musiknya menjadi yang terhebat. Seperti yang dikatakan Schonberg, “Musiknya diciptakan untuk dikagumi.”

Komposisi yang Direkomendasikan untuk Didengarkan:

Années de Pèlerinage

Piano Concertos E flat and A

Faust Symphony

Hungarian Rhapsodies

Mephisto Waltz

Opera Transcriptions

Les Preludes

Sonata in B for Piano

Sonetti del Petrarca

Transcendental Etudes

Un Sospiro

(J.S. Smith and B. Carlson. 1978. The Gift of Music. Wheaton: Crossway Books)

Advertisements

Read Full Post »

In-the-eyes

Oleh:

Rm. Georgius Paulus, CSE

Kata Pengantar Oleh:

Rm. Yohanes Indrakusuma, O. Carm

Kata Pengantar

Seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Suci, menjelang akhir zaman atau kedatangan kedua Tuhan Yesus, akan muncul banyak sekali nabi-nabi palsu dan penyesat-penyesat yang semuanya dapat digolongkan dengan istilah Antikristus. Istilah Antikristus dalam Kitab Suci hanya dipakai oleh Santo Yohanes dalam suratnya. ( 1 Yoh 2:18.22; 4:3; dan 2 Yoh 1:7). Namun realitas yang diungkapkan dengan istilah Antikristus itu kita jumpai dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Perjanjian Lama, bahkan sejak halaman-halaman pertama Kitab Kejadian. Iblis adalah lawan Allah yang utama dan antikristus-antikristus itu adalah antek-anteknya, sadar atau tidak sadar.

Istilah antikristus itu sendiri menunjuk pada seseorang yang meninggikan diri melawan Allah (dalam Perjanjian Lama) dan dalam Perjanjian Baru, melawan Kristus, yang tidak mengakui bahwa Kristus adalah Tuhan. Pada dasarnya ia adalah penyesat dan pendusta, seperti yang diungkapkan Santo Yohanes dalam suratnya:

“Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini sudah ada di dalam dunia.” (1 Yoh 2:22-23; 4:3).

Antikristus-antikristus itu juga banyak yang berasal dari kalangan orang yang menyebut dirinya kristen atau katolik.

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak bersungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita.” (1 Yoh 2:19).

Menjelang Akhir Zaman, seperti yang diperingatkan oleh Tuhan Yesus sendiri dan kemudian juga diulangi oleh para rasul, penyesat-penyesat akan bermunculan di mana-mana. Dengan cara terselubung mereka akan menyesatkan orang dan dengan demikian menjauhkan banyak orang dari Kristus dan dari iman yang sejati.

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkab banyak orang. Dan karena makin banyak kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:4-5.11-13).

Dari antara mereka ada yang dengan sadar mau menyesatkan orang, tetapi juga ada yang karena kurang tahu telah diperalat oleh si Jahat untuk menyesatkan. Lewat bujukan dan rayuan yang memikat mereka telah menjebak banyak orang, lebih-lebih karena kadang-kadang disertai dengan tanda-tanda dan mujizat palsu:

“Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” (Mrk 13-21-22).

Hal itu juga ditegaskan oleh Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Tesalonika:

“Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.” (2 Tes 9-12).

Dewasa ini kesesatan itu muncul dalam wajah New Age yang telah tersebar luas, juga di kalangan orang Kristen, baik Katolik maupun Protestan, bahkan di kalangan biarawan dan biarawati. Sungguh menyedihkan, bahwa ada imam-imam yang menjadi penganjur pemakaian tenaga supranatural atau paranormal, yang berpraktik seperti dukun-dukun, yang mudah sekali membawa orang kepada pengaruh kuasa kegelapan, sengaja atau tidak sengaja. Mungkin tanpa disadari mereka telah membawa banyak orang masuk ke dalam aliran New Age yang merupakan pukat harimau si Iblis. Dengan kemasan dan label yang menarik, salah satunya seperti yang dikemas dalam The Secret, mereka menjebak banyak orang untuk masuk ke dalamnya dan akhirnya menjauhkan mereka dari kebenaran dan iman sejati. Karena itu kita bersyukur pada Romo Georgius Paulus CSE yang telah memberikan pembahasan yang jelas dan terang serta menunjukkan dengan jelas bahaya yang mengancam para pembaca yang tidak berprasangka.

Romo Yohanes Indrakusuma O.Carm.

Pendahuluan

Baru-baru ini sebuah film diterbitkan. Judulnya, “The Secret” (Rahasia). Film yang dijual dalam bentuk DVD ini laku keras, laris manis karena menawarkan hal-hal yang menggiurkan. Tidak hanya sekadar teori, “The Secret” menyajikan pula kesaksian dari banyak orang yang berhasil setelah mempraktikkan kiat-kiat seperti yang diuraikan dalam film tersebut. Propaganda film tersebut diperkuat lagi dengan beredarnya buku dengan judul yang sama. Kemudian dilengkapi pula dengan beberapa ‘spin-off’ yang masih ditulis oleh orang-orang yang berada dalam satu lingkaran The Secret.  Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa uraian dalam film ini merupakan salah satu perwujudan semangat New Age.

New Age adalah sebuah gerakan. Sebagaimana disampaikan oleh Badan Pontifikal Vatikan untuk Budaya dalam dokumen “Yesus Kristus, Pengemban Air Hidup, Suatu Refleksi Kristiani atas New Age”, gerakan ini bersifat kompleks, memiliki banyak wujud. Gerakan ini ialah suatu arus budaya yang telah menyebar ke mana-mana di seluruh dunia. Terkadang penyebaran itu begitu halus sehingga seseorang tidak sadar bahwa ia telah dipengaruhi oleh paham-paham gerakan ini. Bahkan gerakan ini sudah merasuk ke dalam Gereja dalam bentuk meditasi-meditasi dan praktik-praktik kebatinan tertentu. Seperti diingatkan oleh dokumen yang sama, tidak setiap kegiatan dengan label “kristen” atau “katolik” (bahkan yang diprakarsai oleh seorang religius atau imam sekalipun) dapat dipercaya sebagai yang sungguh-sungguh membawa semangat dan iman Gereja Katolik yang otentik.

Meskipun memiliki banyak wujud, prinsip dasar gerakan New Age ini tetap sama: mengarah pada humanisme yang ateistik. Artinya, ada penghargaan besar terhadap nilai manusia, khususnya aspek batiniahnya, entah itu disebut pikiran ataupun kekuatan batin. Penghargaan ini sedemikian besar sehingga manusia dipandang memiliki potensi untuk membebaskan dirinya dari kuasa apa pun. Gerakan ini mendapat sambutan yang luar biasa karena karakter dasarnya ini sejalan dengan nilai-nilai budaya modern yang mengedepankan semangat liberal, keyakinan pada diri sendiri, otentisitas, dan pemberontakan terhadap tradisi dan otoritas. Otoritas tertinggi yang ingin dilawan pada akhirnya ialah Tuhan sendiri. Semangat ini pula yang ada di balik The Secret.

Tawaran “The Secret”

Manusia dewasa ini cenderung berusaha dengan cara apa pun untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Kita menyebut kebutuhan-kebutuhan dasar itu sebagai kebutuhan primer, yakni: pangan, sandang, tempat tinggal. Dari gejala umum sekarang ini, tampaknya kebutuhan primer ini mencakup pula kebutuhan akan kesehatan dan relasi. Primer berarti yang terutama, lebih utama daripada yang lain. Ternyata, itu berlaku juga secara harfiah bagi banyak orang. Kebutuhan-kebutuhan tersebut sering menjadi yang diutamakan, bahkan lebih daripada kebutuhan religius. Agama pun akhirnya harus melayani kebutuhan-kebutuhan ‘utama’ tersebut.

Sering saya mendengar orang pindah agama karena bagi dia agama yang lama tidak menjawab kebutuhan-kebutuhan primer, sedangkan keyakinan barunya ternyata membuahkan kekayaan dan kesehatan baginya:

“Tuhan tidak menjawab doa-doaku di sini. Namun, di sana saya menemukannya.”

“Untuk apa saya mengabdi pada Tuhan yang tidak menjawab doa-doaku?”

“Sejak saya bergabung dengan kelompok ini, bisnis saya jadi lancar.”

“Saya berdoa mohon kesembuhan di Gereja saya, tetapi tidak sembuh-sembuh. Begitu saya mencoba menjalankan apa yang diajarkan kelompok itu, berangsur-angsur saya sembuh. Itulah kebenaran!”

Kalau dalam benak Anda hanya ada semangat seperti di atas, sangat mungkin The Secret akan menarik hati Anda. The Secret menjanjikan kepastian, sepasti hukum gravitasi (bdk. The Secret, hlm. 42), akan “memberikan segala sesuatu yang Anda inginkan: kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan”. (The Secret, hlm. 1). Dengan memegang rahasia ini dijamin “kekuatan untuk menggerakkan dunia ada di tangan Anda”! (The Secret, hlm. 103).

Apa itu The Secret?

Rahasia apa yang dimaksud? DVD atau buku itu menjawab: Hukum tarik menarik (law of attraction)! Di balik frasa tersebut ada beberapa kata atau frasa kunci: visualisasi, penciptaan, frekuensi, harapan, dan berpikir positif.

Inti dari hukum tarik menarik sebenarnya ialah kekuatan berpikir, berpikir secara positif. Manusia digambarkan sebagai magnet yang amat kuat. Setiap getaran pikiran kita menarik alam semesta ke arah kita. Apabila getaran pikiran yang muncul tanpa sadar saja sudah punya dampak atas alam semesta, apalagi getaran pikiran yang disengaja dan disadari. Semakin sering dan kuat getaran yang dikirimkan pikiran kita, semakin besar pula daya tarik yang dihasilkan.

Apa yang ditarik? Yang ditarik ialah persis seperti yang dipikirkan. Misalnya: Anda berpikir dan membayangkan (visualisasi) bahwa Anda memegang uang sebanyak satu juta dollar, realitas itulah yang ditarik kepada Anda. Semakin sering dan kuat visualisasi Anda, realitas itu pun semakin mendekat. Ini berbeda dengan melamun karena di balik lamunan seseorang sering terdapat pikiran lain: “Ah, itu hanya mimpi saja. Itu tidak mungkin terjadi.” Jika itu yang terjadi, mimpi hanya akan tinggal mimpi. Visualisasi perlu disertai keyakinan sesuai dengan apa yang divisualisasikan.

Pikiran negatif sebaliknya akan menarik apa yang negatif pula. Misalnya: “Saya tidak mau miskin!” Realitas yang ditarik bukan tidak miskin, melainkan miskin. Semakin besar penolakan kemiskinan dalam pikiran, semakin besar realitas kemiskinan akan datang menimpa. Lanjut buku ini, propaganda antiperang justru akan memarakkan perang. Gembar-gembor antinarkoba justru meningkatkan penggunaan narkoba. Berita-berita buruk dalam media massa mempengaruhi orang untuk berpikir buruk dalam dunia. Apa yang terjadi kemudian? Situasi dunia makin lama makin memburuk! Hukum ini pasti datangnya, tutur para saksi dalam The Secret.

Apa yang bisa ditarik? Menurut The Secret, apa saja. Tidak terbatas. “Kita dapat memiliki apa pun yang kita pilih,” jamin buku ini (The Secret, hlm. 1): rumah, kekayaan, pacar, pasangan hidup, uang sebesar apa pun, ketenaran, kesuksesan, kesembuhan, kesehatan, pencapaian fenomenal, tubuh yang ideal, menang lotre, bahkan hal-hal yang kecil-kecil, seperti: tempat duduk yang baik dalam acara konser, perjalanan yang bebas dari kemacetan, tempat parkir di mal yang ramai saat akhir minggu, dan lain-lain. “Pengetahuan tentang Rahasia dan penggunaan hukum tarik-menarik secara sengaja dapat diterapkan pada setiap hal dalam hidup Anda”. (The Secret, hlm. 114).

Seandainya The Secret dijabarkan dalam bentuk teori-teori saja, mungkin ia tidak akan menarik bagi banyak orang. Akan tetapi, pernyataan-pernyataan tersebut disajikan dalam bentuk kesaksian orang pertama. Sebagai saksi, para narasumber (mereka disebut guru oleh DVD ini) bisa membuktikan kebenaran pernyataan-pernyataan mereka berdasarkan pengalaman mereka sendiri atau sekurang-kurangnya berdasarkan pengalaman orang lain yang mereka saksikan sendiri. Karena itu, mereka bisa tampil sangat meyakinkan. Misalnya, dikisahkah pengalaman seorang ibu dalam membeli rumah. Banyak orang lain yang ingin memilikinya. Namun, ia menggunakan tips-tips The Secret untuk memiliki rumah itu. Ia duduk dan berulang-ulang menulis nama dengan alamat rumah tersebut seolah-olah itu sudah menjadi alamatnya. Ia juga membayangkan perabotannya ada di dalam rumah tersebut. Suatu ketika, ada telepon masuk yang mengabarkan bahwa dialah pemilik rumah baru tersebut. Ia tidak terkejut sama sekali karena ia tahu rumah itu miliknya!

Selain penuh kesaksian, The Secret tampak aman dan benar bahkan bagi orang-orang yang beragama. Ada satu bab yang menekankan pentingnya mengucap syukur. Nilai yang ditekankan pun sama dengan tujuan setiap agama, yakni: kebahagiaan. Tidak mengherankan banyak orang beragama, bahkan orang Kristen, yang mempraktikkan kiat-kiat dalam buku ini. Akan tetapi, kita perlu betul-betul berhati-hati mencermati apa yang ada di balik pernyataan-pernyataan dalam The Secret.

The Secret vs Kristianitas

Sekilas dalam ajaran The Secret tampak amat simpatik. Ia semakin menghanyutkan banyak orang karena dibawakan secara menarik oleh orang-orang yang juga tampak cerdas dan bersinar-sinar gembira.  Di beberapa tempat ia bahkan mengutip Injil! Namun, harus dikatakan sekarang bahwa apa yang diajarkan di dalamnya amat bertentangan dengan iman dan moralitas kristiani. Tidak bisa disangkal bahwa The Secret merupakan salah satu wujud dari gerakan New Age. Beberapa narasumbernya jelas-jelas tokoh New Age. Terlebih lagi, isi dan semangatnya memang betul-betul bersifat New Age. Berikut ini beberapa poin dalam The Secret yang bertentangan dengan iman Kristiani:

1. Tidak Ber-Tuhan

Di atas saya telah menyinggung bahwa “mengucap syukur merupakan salah satu hal penting dalam The Secret. Hanya jangan dibayangkan bahwa saat berbicara mengenai mengucap syukur para narasumbernya mengacu pada Allah yang kita kenal. Kepada siapakah atau apakah ucapan syukur mereka diarahkan? Siapakah “Allah” menurut The Secret? Jawabannya agak sulit untuk ditemukan di dalam buku tersebut. Namun, mari kita lihat kalimat-kalimat di bawah ini:

“Semesta akan mulai menyusun ulang dirinya dan mewujudkannya bagi Anda.” (Hlm. 58).

“Percayai Semesta.” (Hlm. 66).

“Ketika Anda mengucap syukur seakan-akan Anda sudah menerima apa yang Anda inginkan, Anda memancarkan sinyal yang sangat kuat kepada Semesta.” (Hlm. 93).

Menarik bahwa tokoh-tokoh The Secret tidak pernah menyebut kata “God” atau “Allah”. Ucapan syukur mereka diarahkan kepada Semesta, bukan sebagai suatu Pribadi, melainkan alam semesta yang tidak punya akal budi dan kehendak sendiri. Karena tidak mempunyai rencana dan kehendak sendiri, alam semesta tidak bisa punya kuasa apa pun. Ia seumpama spons yang menyerap apa pun yang dipancarkan oleh makhluk hidup, khususnya manusia, di dalamnya. Seperti dikatakan di atas, pikiran manusia punya daya untuk mempengaruhi alam semesta. Bahkan lebih daripada itu, alam semesta itu sepenuhnya diatur oleh pikiran manusia-manusia di dalamnya. “Anda adalah Tuan dari semesta.” (The Secret, Hlm. 52).

Semesta digambarkan oleh salah satu tokoh buku tersebut sebagai jin lampu Alladin. Ia siap melaksanakan apa pun yang diperintahkan oleh Alladin sebagai pemilik lampu. “Perintah” di sini ialah pancaran pikiran manusia ke dalam alam semesta. Apa pun yang ia pikirkan akan ditarik kepadanya. Sekali lagi, menurut The Secret, hukum ini pasti.

Dari pandangan di atas, jelas bahwa The Secret tidak ber-Tuhan, dalam arti Tuhan secara Pribadi Pencipta langit dan bumi. The Secret bersifat ateistik. Tuhan bagi DVD atau buku itu ialah manusia itu sendiri! “Anda adalah Tuan dari semesta.” Di beberapa tempat, secara eksplisit ia menyatakan manusia sebagai Pencipta. “Rahasia ini berarti bahwa kita adalah pencipta Semesta kita.” (The Secret, hlm. 133). Apa pun yang terjadi, terjadi sesuai dengan apa yang manusia pikirkan. Baik dan buruk, benar dan salah, semuanya ditentukan oleh manusia. Manusia mempertuhankan dirinya sendiri.

2. Di manakah Moralnya?

Dalam satu kesaksian yang ditulis dalam buku ini, dikisahkan tentang seorang produser film terkenal yang ingin memacari tiga perempuan berbeda dalam satu minggu. Ketika ia berhasil, hal tersebut dianggap sebagai suatu prestasi. Dikatakan bahwa ia berhasil karena ia memintanya. Jadi, tidak ada ukuran moral dari luar untuk setiap permintaan. Yang menentukan baik-buruk, benar-salah, ialah manusia itu sendiri.

Para tokoh dalam The Secret tidak pernah takut pada apa pun. Mereka menjadi standar moral mereka sendiri. “Apa pun yang Anda pilih adalah benar.” (The Secret, hlm. 220). Tidak ada Otoritas yang bisa menyalahkan ataupun membenarkan mereka. Mereka tidak pernah takut pada Tuhan. Mereka adalah Tuhan bagi mereka sendiri. Ini kesombongan setani!

Kesombongan besar seperti ini sedang merasuk dalam diri banyak orang zaman ini. Tanpa sadar mereka terjebak dalam jalan menuju konsekuensi terburuk yang bisa dialami manusia, yakni kebinasaan kekal. Semangat dasar The Secret tampak mengacu pada kesuksesan duniawi (material) belaka. Kehidupan setelah kematian tidak menjadi perhatian mereka.

3. Harta Duniawi vs Harta Surgawi

Pandangan The Secret jelas-jelas bertentangan dengan apa yang Gereja ajarkan tentang Allah. Dalam Kredo kita menyatakan kepercayaan kita kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Mereka adalah Satu Allah dalam Tiga Pribadi. Segala sesuatu diciptakan oleh-Nya. Manusia diciptakan oleh Dia untuk hidup abadi bersama Dia dalam Kerajaan-Nya. Sementara “dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya” (1 Yoh 2:17).

Sejak awal The Secret menghanyutkan manusia dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan: kekayaan, kesehatan, dan kebahagiaan. Namun, setelah membaca seluruh buku itu, kebahagiaan di sini hanya terbatas pada kebahagiaan yang merupakan akibat dari kesuksesan duniawi.

Semangat duniawi ini berbeda sekali dengan apa yang Kristus ajarkan. Bagi Kristus, yang harus menjadi perhatian uatama ialah harta surgawi.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Mat 6:19-20)

The Secret sebaliknya, justru mengajak manusia untuk mengarahkan seluruh pikiran dan usahanya kepada harta duniawi. Apabila diikuti, risikonya kita akan kehilangan jiwa kita dalam kebinasaan kekal. Tawaran-tawaran dalam The Secret itu sebenarnya sejalan dengan Iblis ketika ia menggoda Yesus:

“Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan di dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ‘Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Mat 4:8-9)

Para tokoh dalam The Secret menyajikan di hadapan mata kita apa yang bisa kita miliki asalkan kita mau mengikuti nasihat-nasihat mereka. Memang, dari kesaksian mereka, banyak yang mengikuti dan mereka berhasil mendapatkan apa pun yang mereka inginkan. Karena kemiripan besar ini, rasanya tidak keliru apabila saya mengatakan bahwa di balik The Secret ini berdirilah Iblis: “Anda bisa memiliki apa pun, asalkan Anda mau menyangkal Tuhan sebagai Pencipta dan Otoritas tertinggi.” Kira-kira itulah kata-kata Iblis yang ada di balik kata-kata indah dalam The Secret.

Risiko mengikuti The Secret sangatlah berat. Ujung jalan ini tidak lain ialah kebinasaan kekal. Tujuan dari The Secret ialah memperoleh kesuksesan duniawi belaka. Sebaliknya, tujuan kekristenan ialah kehidupan kekal. Sabda Tuhan: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26a). Iblis tidak akan segan-segan menimbun Anda dengan segala kemuliaan duniawi jika dengan itu ia memperoleh jiwa Anda. Ia tahu betul bahwa semua harta di dunia yang fana (bisa hancur) ini tidak ada artinya dibandingkan dengan harga sebuah jiwa yang kekal.

Penutup

Umumnya orang, khususnya dari kalangan beragama, akan langsung menolak seseorang yang mengaku berasal dari gereja setan. Akan tetapi, coba hilangkan kata setan dalam setiap aspeknya. Kemudian, ubah interior desain sebuah gereja setan dan ritus-ritusnya yang menyeramkan dengan gemilang kekayaan duniawi. Penuhi ibadatnya dengan dupa yang wangi, musik yang menghanyutkan, dan kesaksian orang-orang yang menarik hati. Terakhir, selubungi doktrin utamanya dengan kata-kata yang memabukkan seperti: sukses, sehat, banyak teman, senang, kaya, dan sebagainya. Lakukan itu semua dan Anda akan menemukan ‘gereja’ New Age. Doktrin utamanya toh sama saja: manusialah penentu nasibnya sendiri (kesombongan), segala sesuatu ada untuk diriku (egoisme), dan reguklah kenikmatan dunia ini.

Saya akan menutup tulisan singkat ini dengan mengutip nasihat Petrus:

“Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya… Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (2 Ptr 3:1-3. 17b-18)

Read Full Post »

aab23d128efb393b6f7a2c6c48cea988

2 Korintus 6:14; 1 Petrus 3:1-7

Sejak muda Mark Twain tidak mengakui keberadaan Tuhan. Tahun 1868, pria yang populer ini berkenalan dengan Olivia, seorang gadis cantik yang takut akan Tuhan. Mark jatuh cinta pada pandangan pertama kepada gadis yang dididik dalam keluarga Kristen yang taat itu. Olivia tahu bahwa Mark tidak percaya pada Tuhan, namun cinta yang kuat seperti maut itu akhirnya mengantar Olivia menjadi istri Mark. Olivia menikah dengan syarat: Mark tidak boleh menghalanginya untuk beribadah. Mark memang memberi Olivia kebebasan untuk beribadah, tetapi ia kerap mengatakan tidak melihat manfaat ibadah yang dilakukan istrinya itu. Waktu yang berjalan mengikis iman Olivia, kini imannya yang dulu berapi-api menjadi redup. Di satu titik, Olivia menjadi lesu, tidak lagi pergi beribadah, dan sama sekali tidak bersaat teduh seperti yang dulu.

Rumah tangga Mark dan Olivia sering dirundung malang, dua orang anak mereka mati dalam usia yang muda. Kondisi ini tentu melukai hati mereka, terlebih Olivia. Mark kerap menemukan Olivia sedang menangis pada malam hari. Jika sudah demikian, Mark mencoba menghiburnya, “Apabila dalam kesedihan engkau merasa perlu berdoa dan pergi ke gereja untuk menenangkan hatimu, lakukanlah! Aku mendukungmu dengan sepenuh hati.” “Mark, sejak menikah denganmu, imanku semakin hari semakin pudar dan setelah sekian lama kita menikah, kini aku pun sudah tidak memiliki iman lagi kepada Tuhan,” jawab Olivia.

Betapa besar harga yang harus dibayar oleh orang benar yang kemudian kompromi dengan dosa demi mendapatkan keinginan dunia yang fana.

Banyak muda-mudi yang gagal mempertahankan imannya ketika berada di persimpangan cinta. Mengapa mereka masuk ke dalam jebakan lembah cinta dan terhilang di sana?

Pertama, tidak memegang prinsip bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap (2 Kor 6:14). Seorang pemuda atau pemudi memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak seiman mungkin berpikir imannya cukup kuat. Mereka pikir, setelah menikah mereka mampu membawa pasangannya kepada Tuhan, atau paling tidak mempertahankan imannya. Kebanyakan yang nekat berbuat demikian mengalami kegagalan. Kenekatan seperti itu justru akan menjadi jebakan yang membawa celaka dalam hidupnya.

Kedua, takut tidak akan mendapatkan pasangan hidup dan tidak sabar menunggu. Kekhawatiran ini menjadi celah yang besar bagi seorang single, apalagi yang sudah berumur matang. Keinginan untuk segera mendapatkan status menikah membuatnya tidak berpikir panjang. Ketika seseorang datang dan menyatakan keinginan untuk menikahinya, maka ia segera menyambutnya. Anak-anak Tuhan, bersabarlah karena iman memang membutuhkan kesabaran, tetapi akan membuahkan hasil yang manis. Percayalah kepada Tuhan dengan tetap menantikan pasangan yang seiman dan seimbang, kebahagiaan pasti engkau reguk.

Manna Sorgawi

21 Januari 2010

Read Full Post »

success-key

Kejadian 50:15-21; Yeremia 29:11

Tuhan berjanji bahwa Dia membuat rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan bagi orang-orang yang bersandar kepadaNya. Kalau memang demikian, mengapa ada orang yang benci, iri hati terhadap kita, bahkan ada yang ingin menjatuhkan kita dengan berbagai macam strategi? Mengapa ada rekan kerja yang memusuhi dan tidak senang melihat kemajuan kita?

Tuhan bisa saja memakai musuh-musuh itu untuk membuat kita mencapai sukses yang Dia sediakan. Yusuf dimusuhi dan dibuang oleh kakak-kakaknya ke dalam sebuah sumur tua di Dotan, hanya karena mereka iri hati setelah Yusuf menceritakan mimpi yang dia dapat dari Tuhan. Iri hati membuat kakak-kakaknya tega membinasakan Yusuf. Apakah Tuhan meninggalkan Yusuf sendirian di sumur tua itu? Tidak, Dia ada di sana untuk menjaga rancanganNya terhadap Yusuf. Setelah sumur Dotan, Yusuf naik ke anak tangga sukses di rumah Potifar, penjara, sampai akhirnya sampai puncak sukses di istana Firaun.

“Sumur Dotan” bisa menjadi alat bagi Iblis untuk menggagalkan kita mempercayai rencana Tuhan yang baik, tetapi jika hati kita memberi respons seperti Yusuf maka kita akan keluar dari “Sumur Dotan” itu dengan mental seorang pemenang.

Ada empat sikap yang harus kita pegang jika ingin keluar sebagai pemenang dari “Sumur Dotan”, yaitu:

Cepat melepaskan pengampunan kepada orang yang sudah menyakiti kita. Musuh itu memang sudah menyakiti kita, tetapi akan lebih menyakitkan bila kita menggenggam rasa sakit itu dan menghidupinya setiap hari. Lepaskanlah rasa sakit itu dengan cara mengampuni.

Tetap tegar dan pegang janji Tuhan yang sempurna. Perlihatkan ketegaran di hadapan orang yang membenci kita, karena kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan kehancuran bagi kita. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kej 50:20)

Selalu bersukacita dan bersyukur. Mudah untuk bersukacita dalam keadaan yang nyaman, tetapi sukacita sejati nyata ketika kita tetap bersukacita dalam keadaan yang buruk sekalipun. Rick Warren berkata, “Banyak orang menjadi kecewa di tengah masalah, bukannya menjadi lebih baik dan bertumbuh menjadi lebih dewasa.” Jangan izinkan kekecewaan bertumbuh, tetaplah bersukacita karena itu akan mendewasakan kita.

Bertekad tidak menyerah. Situasi buruk bukan berarti mimpi dan janji-janji Tuhan batal terjadi dalam hidup kita. Karena itu jangan putus asa, apalagi memutuskan untuk berhenti atau mundur. Percayalah bahwa musuh atau penghalang yang ada di perjalanan hidup kita bisa Tuhan jadikan alat untuk sukses kita. Peganglah janji bahwa rancangan Tuhan dalam hidup kita adalah memberikan hari depan yang penuh pengharapan.

Manna Sorgawi

22 Januari 2010

Read Full Post »

Hari Raya Penampakan Tuhan

Minggu, 6 Januari 2013

orangmajus

Bacaan Injil

Matius 2:1-12

Mat 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 

Mat 2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Mat 2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Mat 2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Mat 2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

Mat 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Mat 2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Mat 2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”

Mat 2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Mat 2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

Mat 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Mat 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

Renungan

Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’.

Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, …”. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr juga memberikan keterangan: “Orang-orang Majus (‘magoi’) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8).

Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa: “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam, atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama, dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan, dan perbintangan.

Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : “Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi…. orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran” (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40). Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa: “Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi.”

Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi, orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana” (ibid : 39).

Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).

Nah, kita semua ditantang untuk mengikuti langkah para majus. Biar pun dianggap suci dan bijaksana, tetapi mereka sungguh rendah hati. Mereka mengikuti bintang untuk menemukan Yesus. Padang gurun yang ganas pun mereka lalui demi bertatap muka dengan Yesus. Kita juga diharapkan dapat menjadi seperti orang-orang majus itu.

Mungkin kita bukan orang bijak, bukan orang suci, bukan raja. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa menemukan Yesus. Bintang yang telah menuntun orang majus itu jugalah yang akan menuntun kita. Yakni, kasih karunia Tuhan. Dan ketika telah menemukan Dia yang terbaring dalam palungan, janganlah bimbang karena tak membawa emas, kemenyan, ataupun mur. Kasih yang murni, itulah yang dapat kita persembahkan pada-Nya dengan sepenuh jiwa.

Sumber:

http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/

 

Read Full Post »

1. EKG

Irama sinus takikardi: FDJ normal 60-100x/menit. Bila FDJ ireguler, maka banyaknya kompleks QRS dalam 15 cm (6 detik) x10

Laju QRS 120x/menit: menunjukkan takikardi

Axis QRS normal: -30° sampai dengan +90°

 ecgaxis

Durasi QRS: 0,06-0,10 detik. QRS > 0,10 detik terjadi pada Bundle Branch Block, hipertrofi ventrikel kiri, dan Premature Ventricular Contraction

Interval PR > 0,2 detik (normal 0,12-0,20 detik): menunjukkan blok AV derajat I

Segmen ST abnormal non-spesifik (normal isoelektris atau antara -0,5 mm sampai dengan +2 mm dihitung 0,08 detik dari titik J): dapat berupa ST depresi atau ST elevasi

Gelombang T abnormal (gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel): normal inverted pada sadapan I dan aVR):

V1-V3: hipertrofi ventrikel kanan

V2-V5: non-Q wave infarction, kardiomiopati hipertrofik

V4-V6: hipertrofi ventrikel kiri, iskemia, berkaitan dengan Bundle Branch Block

T mendatar: efusi perikardium, hipokalemia, hipotiroid

 sinustachycardia_with_AVblockI

2. Foto toraks

Untuk melihat perbesaran jantung, gambaran awal bendungan paru, dan ada tidaknya efusi pleura.

3. Ekokardiografi

Untuk menentukan dilatasi ventrikel kiri yang dapat diikuti dilatasi ventrikel kanan dan atrium, serta adanya disfungsi ventrikel kiri. Dengan ekokardiografi Doppler, dapat ditentukan adanya regurgitasi mitral maupun trikuspidal.

4. Biopsi endomiokardium

Pada sebagian kasus dapat menunjukkan miokarditis, hipertrofi serabut otot, degenerasi, fibrosis, atau edema interstisial. Tidak terdapat temuan yang patognomonis untuk kardiomiopati.

5. SADT: diagnosis jenis dan etiologi anemia

6. Elektrolit: menentukan adanya ketidakseimbangan cairan

7. Glukosa darah sewaktu: menyingkirkan etiologi dan faktor risikonya

Read Full Post »