Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2014

Kasus

  • Laki-laki, 17 tahun, tinggal di asrama
  • Keluhan: papula, nodul eritem, dan vesikel pada sela-sela jari tangan, perut dan alat kelamin sejak 3 minggu yang lalu (respons delayed-type yang dimediasi sel, terpapar ulang antigen tungau: hipersensitivitas I menyebabkan gatal)
  • Pruritus nokturnal (aktivitas tungau pada malam hari >>, suhu lembab dan panas)
  • Riwayat berobat: CTM 3×1 tablet, 4 hari tak membaik (hanya mengobati simptomatik saja, tidak menghilangkan penyebab)
  • Riwayat lingkungan: teman se-asrama ada yg mengalami gatal serupa (kontak langsung/tidak langsung)
  • Riwayat kebiasaan: mandi 1x/hari, memakai sabun dan handuk yang dipakai bersama dengan teman-temannya (2-3 hari di luar manusia)
  • Pemeriksaan fisik dalam batas normal
  • Status dermatologis
    • Distribusi: regional
    • Regio: sela jari tangan, aksila, perut bag bawah, dan glans penis (stratum korneum tipis)
    • Karakteristik lesi:
      • Jumlah: multipel
      • Susunan: diskret
      • Bentuk: bulat sampai dengan tak beraturan
      • Ukuran: lentikuler
      • Batas: tegas
      • Menimbul permukaan kulit normal
      • Sifat: kering
      • Efloresensi: papula eritem, nodul eritem, vesikel (>4 minggu: hipersensitivitas IV terhadap tungau, telur, skibala) 

Diagnosis Banding

  • Skabies
  • Pediculosis humanus pubis et corporis
  • Gigitan serangga (bedbug bites)
  • Dermatitis atopik (eksaserbasi/komplikasi oleh skabies karena imun <<)
  • Papular urtikaria (hipersensitivitas terhadap gigitan serangga)

 

Diagnosis Kerja

Skabies

Dasar Diagnosis

  • Papula, nodul eritem, dan vesikel pada sela-sela jari tangan, perut dan alat kelamin yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu
  • Pruritus nokturnal (kriteria diagnosis)
  • Teman se-asrama ada yang mengalami gatal serupa (kriteria diagnosis)
  • Memakai sabun dan handuk yang dipakai bersama dengan teman-temannya (faktor risiko kontak, tungau dapat berjalan dan menempel, tetapi tidak dapat melompat)
  • Pada burrow ink test ditemukan kanalikuli (tanda patognomonis, kriteria diagnosis)
  • Kerokan kulit dan pemeriksaan kulit dengan penambahan KOH 10% ditemukan tungau Sarcoptes scabiei bentuk dewasa (diagnosis pasti)

Diagnosis dapat ditegakkan bila terdapat dua gejala dari tiga kriteria diagnosis atau bila memenuhi diagnosis pasti.

Sumber:

http://emedicine.medscape.com/article/1109204-overview

Advertisements

Read Full Post »

Josephine-Meine-seufzer-diva-press

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer (Desau Napasku)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-7968-30-1
Rilis: 2014
Halaman: 422
Penerbit: Diva Press
Bahasa: Indonesia
 
Sinopsis
“Franz, apakah engkau tahu penyakit terbesar di dunia ini?” tanya Marie.
“Apakah itu?”
“Tak diinginkan, tak dicintai, dan tak dipedulikan. Kita dapat menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan. Tapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan penderitaan adalah cinta.” 
 
Tak pernah Marie von Haydn mengira bahwa Lukas Gerlach yang selama ini dekat dengannya, selalu memberi perhatian padanya, dan hampir melamarnya, ternyata mencintai gadis lain. Kebahagiaan yang sempat memenuhi ruang hati Marie seketika berganti dengan jerit perih penuh luka. Yang sekeras apa pun gadis itu menyembuhkannya, tetap tak kunjung membaik. Tak juga dengan kehadiran Franz. 
Kelembutan dan kehangatan yang memancar dari lelaki itu tak mampu meluruhkan sosok Lukas dari pikiran Marie. Namun Marie tak sadar, bahwa Lukas kini hanya menghuni pikirannya, tidak lagi hatinya. 
 
Sebuah kisah romantis yang ingin menegaskan bahwa cinta selalu berawal dan berakhir di tempat yang penuh kejutan. Selamat membaca!
 

                     

Meine Seufzer, meine Tränen

Können nicht zu zählen sein.

Wenn sich täglich Wehmut findet

Und der Jammer nicht verschwindet,

Ach! So muß uns diese Pein

Schon den Weg zum Tode bahnen.

 

Desau napasku, ratapanku

Tak dapat dihitung.

Ketika hari-hari putus asa bersua

Dan penderitaan tidak pudar,

Ah! Pastilah rasa sakit ini

Telah membangun jalan mati bagi kita.

***

Galeri

Marie von Haydn

(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

498EL MONTE-  71.

Lukas Gerlach

(Horatio Nelson, lukisan oleh John Francis Rigaud)

 horatio-nelson1

Elise von Haydn
(Constable, lukisan oleh George Romney)
george-romney-la-sec3b1orita-constable-museos-y-pinturas-juan-carlos-boveri
Jolanda
(Emily Potts, lukisan oleh George Romney)
67.187.128 052
***
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1784)
AKH_klein_01
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1880)
AKH_Wien-1880
***

Terima kasih istimewa untuk:

Johann Sebastian Bach (1685 – 1750)

BWV 13: Meine Seufzer, Meine Tränen

Joseph Haydn (1732-1809)

Hildegard von Bingen (1098-1179)

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

meine-seufzer_josephine-widya-wijaya

Read Full Post »

patgenfis-rubeola
Gejala Klinis
  • Fase inkubasi
  • Fase prodromal  (fokus infeksi dan nekrosis epitel):
    • Epitel saluran napas: batuk, pilek (cough, coryza)
    • Konjungtiva: conjunctivitis
    • Mukosa pipi: Koplik’s spot pd mukosa pipi yang berhadapan dengan molar bawah (eksudat serosa dan proliferasi sel-sel endotel), tetapi dapat juga ditemukan pada daerah pipi lainnya dan langit-langit
    • Saluran kemih: urin keruh dan sedikit
    • Usus: nyeri perut, diare, gejala seperti apendiksitis
    • Dapat juga terjadi splenomegali
  • Fase erupsi: ruam kulit, lesi pada wajah mulai menghilang pada hari ke-2 atau 3 (lesi telah mencapai kaki)
    • Vaskulitis: mediasi oleh sel T (delayed-type hypersensitivity)
    • Dapat timbul demam karena pirogen endogen (IL-1 yang dihasilkan makrofag). Pirogen endogen akan merangsang endotelium hipotalamus untuk membentuk prostaglandin (PGE2). Prostaglandin yang terbentuk kemudian akan meningkatkan patokan termostat di pusat termoregulasi hipotalamus. Hipotalamus akan menganggap suhu sekarang lebih rendah dari suhu patokan yang baru sehingga memicu mekanisme-mekanisme untuk meningkatkan panas antara lain menggigil dan vasokonstriksi kulit. Akan terjadi peningkatan produksi panas dan penurunan pengurangan panas yang pada akhirnya akan menyebabkan suhu tubuh naik ke patokan yang baru tersebut.
  • Fase konvalesens: penyembuhan pada kulit, gejala berkurang, batuk dapat bertahan lebih lama
Pasien infeksius: 2 hari sebelum timbul gejala klinis hingga 4 hari sesudah timbul rash
Leukopenia: destruksi jaringan limfoid
CD46+: reseptor pada semua sel berinti
SLAM: ‘signalling lymphocyte activation molecule‘ reseptor pd sel B dan T

Read Full Post »

Patogenesis
patgen-patfis-gk_dermatofitosis
Saat terjadi infeksi, komponen permukaan dinding sel jamur dapat melekat pada sel inang. Polisakarida dinding sel (β-glucans) mengaktivasi komplemen dan menimbulkan reaksi inflamasi. Dinding sel melepaskan antigen imunodominan yang dapat menimbulkan respons imun seluler dan antibodi. Reseptor permukaan pada makrofag dan sel NK yang berperan dalam hal ini adalah dectin-1  (substansi mirip lektin, merupakan turunan ceramide) dan TLR-2 (toll-like receptor).
 
Akibat patogenitas fungi, terjadi mekanisme:
  1. Mikotoksikosis
  2. Hipersensitivitas
  3. Infeksi invasif atau kolonisasi
 
Pada individu yang sensitif dapat terjadi Hipersensitivitas I yang dimediasi IgE sehingga proses peradangan menjadi kronis.
 
Gejala Klinis
(timbul akibat substansi-substansi yang dihasilkan oleh jamur)
  • Papul, vesikel, eritema, batas tegas dengan pinggir meninggi
  • Pruritus
  • Likenifikasi (karena garukan berulang)
  • Epidermophyton floccosum: central healing, terbatas pada genitocruris dan medial paha
  • Trichophyton rubrum: dapat menyebar, mengenai daerah pubis, perianal, gluteal, dan perut bagian bawah, dapat menjadi Majocchi’s granuloma (infeksi jamur mencapai dermis dan jaringan subkutan, ditandai dengan nodul subkutan dan abses)
  • Trichophyton mentagrophytes: penyebaran infeksi rendah, inflamasi akut, dan lesi dapat hilang spontan

Read Full Post »