Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2014

Kategori Triage

Prioritas 1 (Emergensi)

  • Pasien dengan kondisi mengancam nyawa, memerlukan evaluasi dan intervensi segera
  • Pasien dibawa ke ruang resusitasi
  • Waktu tunggu 0 (Nol)

Contoh:

  • Perdarahan berat
  • Asfiksia (pada tension pneumothorax, flail chest), cedera servikal, cedera pada maxilla
  • Trauma kepala dengan koma dan proses syok yang cepat
  • Fraktur terbuka (compound)
  • Luka bakar > 30 % (extensive burn)
  • Syok tipe apa pun

Prioritas 2 (Urgent)

  • Pasien dengan penyakit yang akut
  • Mungkin membutuhkan trolley, kursi roda, atau jalan kaki
  • Waktu tunggu 30 menit
  • Area critical care

Contoh:

  • Trauma toraks nonasfiksia
  • Fraktur tertutup pada tulang panjang
  • Luka bakar terbatas
  • Cedera pada bagian / jaringan lunak

Prioritas 3 (Non-urgent)

  • Pasien biasanya dapat berjalan dengan masalah medis yang minimal
  • Kondisi yang timbul sudah lama (luka lama atau yang sudah ada)
  • Area ambulatori atau ruang P3
  • Injuri minor: luka lecet, luka memar, fraktur ekstremitas atas, demam, dan lain-lain

 

Prioritas 0 (Kasus Meninggal)

  • Tidak ada respons terhadap semua rangsangan
  • Tidak ada respirasi spontan
  • Tidak ada bukti aktivitas jantung
  • Tidak ada respons pupil terhadap cahaya

Algoritma START pada Dewasa 

StartAdultTriageAlgorithm

Algoritma JumpSTART Pediatri

StartPediatricTriageAlgorithm

Casualty Collection Point

  • Casualty Collection Point atau Field Treatment Site merupakan lokasi dalam yurisdiksi (lingkungan hak dan kewajiban korban dan tim penolong)
  • Dipakai untuk unit penolong, triage, stabilisasi medis, dan evakuasi korban lanjutan.
  • Wilayah ini dapat digunakan untuk penerimaan sumber daya medis yang masuk (dokter, perawat, persediaan, dan lain-lain).
  • Sebaiknya situs mencakup atau berdekatan dengan area terbuka yang dapat digunakan sebagai landasan helikopter atau akses bantuan.

 

Kriteria CCP

  • Dekat dengan rumah sakit (terjangkau oleh staf, memudahkan pengiriman pasokan)
  • Dekat dengan daerah-daerah yang paling mungkin memiliki sejumlah besar korban.
  • Distribusi lokasi di seluruh yurisdiksi.
  • Kemudahan akses untuk staf, perlengkapan, dan korban.
  • Kemudahan evakuasi (darat, air, udara)
  • Kemampuan pemanfaatan sejumlah besar ruang terbuka sehingga penggunaan langsung bangunan tidak perlu.
  • Tak digunakan sebagai tempat perawatan massa dan penampungan
  • Kemampuan untuk mengamankan daerah tersebut.

 

Sumber:

Einav S, Feigenberg Z, Weissman C, et al. Evacuation priorities in mass casualty terror-related events. Ann Surg 2004; 239(3): 304-310. Melalui http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1356226/

https://enkripsi.wordpress.com/2011/10/06/refleksi-tentang-triage-baca-triase/

http://puskesmas-oke.blogspot.com/2008/12/sejarah-konsep-dan-kategorisasi-triage.html

http://bencana-kesehatan.net/

http://chemm.nlm.nih.gov/startadult.htm

http://chemm.nlm.nih.gov/startpediatric.htm

http://www.smgov.net/departments/oem/sems/operations/casualty-collection-point-field-treatment-site.pdf

Advertisements

Read Full Post »

Parasit pada Tanah

  • Tanah: media berkembang menjadi bentuk infektif bagi nematoda usus.
  • Nematoda berasal dari bahasa Yunani, ‘nema’ artinya benang. Nematoda adalah cacing yang berukuran panjang, silindris, tidak bersegmen dan tubuhnya bilateral simetrik. Panjang cacing ini mulai dari 2 mm sampai 1 m (cacing gilig)
  • Nematoda usus yang ditularkan lewat tanah: soil-transmitted helminthes
    • Cacing gelang (Ascaris lumbricoides): telur infektif, 3 minggu pematangan di tanah
    • Cacing cambuk (Trichuris trichiura): telur infektif, 3 minggu pematangan di tanah
    • Cacing tambang: larva infektif berkembang dalam tanah (Necator americanus, Ancylostoma duodenale)

Ascaris lumbricoides

  • Cacing jantan: 10 – 30 cm, diameter 2 – 4 mm. Bagian posterior ekor melingkar ke arah ventral dan memiliki 2 buah spikula
  • Cacing betina: 20 – 35 cm, diameter 3 – 6 mm. Bagian ekor relatif lurus dan runcing
  • Manusia dapat terinfeksi karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing yang telah berkembang (berembrio) — Telur fertil: lapisan tebal albuminoid, hialin, vitelin
  • Telur yang telah berembrio menetas menjadi larva di usus halus
  • Larva bergerak menembus pembuluh darah dan limfe usus
  • Mengikuti aliran darah ke hepar atau ductus thoracicus menuju ke jantung
  • Kemudian larva dipompa ke paru -> mencapai alveoli dan tinggal selama 10 hari untuk berkembang lebih lanjut
  • Larva yang telah berukuran 1,5 mm: bermigrasi ke saluran napas -> epiglotis -> esofagus -> lambung -> kembali ke usus halus dan menjadi dewasa

311

F9LLQ0hPnFssdU2UJlPeNw_m

Trichuris trichiura

  • Cacing jantan: 30 – 45 mm, bagian anterior halus seperti cambuk, bagian ekor melingkar
  • Cacing betina panjangnya 35 – 50 mm, bagian anterior halus seperti cambuk, bagian ekor lurus berujung tumpul.
  • Telur: 50 x 22 mikron, bentuk seperti tempayan dengan kedua ujung menonjol, berdinding tebal dan berisi ovum, berkembang menjadi larva setelah 10 sampai 14 hari.
  • Telur yang dibuahi tertelan -> di duodenum larva akan menetas -> berkembang di mukosa usus halus, menjadi dewasa di caecum.
  • Siklus ini berlangsung selama lebih kurang 3 bulan
  • Cacing dewasa akan hidup selama 1 – 5 tahun
  • Cacing betina dewasa akan menghasilkan 20.000 telur setiap harinya.

image018

Trichuris_eggA

Cacing Tambang

  • Cacing dewasa hidup di rongga usus halus.
  • Cacing betina setiap hari mengeluarkan telur kira-kira 9000 butir (N. americanus); A. duodenale 1000 butir
  • Cacing betina: 1 cm
  • Cacing jantan: 0,8 cm
  • Telur dikeluarkan bersama tinja dan menetas dalam waktu 1-2 hari menjadi larva rabditiform. Ovum bersegmen, terdiri atas 4-8 blastomer.
  • Dalam waktu 5-10 hari: menjadi larva filariform (stadium infektif, larva stadium III) yang dapat menembus kulit, hidup selama 3-4 minggu di tanah
  • A. duodenale memiliki dua pasang gigi
  • N. americanus mempunyai benda kitin.
  • Di Indonesia lebih banyak N. americanus.
  • Daur hidup: telur -> larva rabditiform -> larva filariform -> menembus kulit -> masuk ke kapiler -> menyebar ke paru-paru, bronkus, trakea, laring, dan usus halus

Hookworm_LifeCycle

a_hookworm_egg1

Parasit pada Air
Entamoeba histolytica: stadium infektif kista matang berinti 4
Giardia lamblia: stadium infektif kista matang berinti 4

Entamoeba histolytica
Kista infektif dari lingkungan masuk ke dalam tuan rumah baru -> dalam usus besar mengadakan pembelahan -> kista dikeluarkan dari dinding kista -> kista mulai pecah menjadi trofozoit -> trofozoit-trofozoit menginvasi -> trofozoit-trofozoit berkembang biak dengan membelah diri -> dalam usus besar mengadakan pematangan -> sebagian tetap di dalam usus besar -> trofozoit dan prakista keluar bersama feses cair, sedangkan kista keluar bersama feses yang lebih padat.

Amebiasis_LifeCycle

d682ef9_13605d6bea6__8000_00000001

Giardia lamblia

  • Hidup di rongga usus kecil, yaitu duodenum dan bagian proksimal jejunum dan kadang-kadang di saluran dan kandung empedu.
  • Kista matang tertelan oleh hospes -> eksitasi di duodenum -> sitoplasma membelah dan flagel tumbuh dari aksonema sehingga terbentuk 2 trofozoit (belah pasang longitudinal)
  • Dengan pergerakan flagel yang cepat -> bergerak dari satu tempat ke tempat lain
  • Bila berada pada villi, trofozoit dengan batil isap akan melekatkan diri pada epitel usus
  • Trofozoit yang tidak melekat pada mukosa usus, akan mengikuti pergerakan peristaltik menuju ke usus bagian distal yaitu usus besar.
  • Enkistasi terjadi dalam perjalanan ke kolon (bila tinja mulai menjadi padat) sehingga stadium kista dapat ditemukan dalam tinja yang padat.

 

Giardia_LifeCycle

Sumber:

Jeffrey HC. and Leach RM. 1991. Atlas of Medical Helminthology and Protozoology 3rd ed. New York: Churchill Livingstone.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16639/4/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32726/4/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25630/4/Chapter%20II.pdf

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/6/jtptunimus-gdl-s1-2008-atikatunna-267-2-bab2.pdf

http://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/

http://www.cdc.gov/dpdx/trichuriasis/index.html

http://www.cdc.gov/parasites/hookworm/biology.html

Read Full Post »

 

  • Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu oleh mikrofilamen-mikrofilamen fimbriae infundibulum tuba ke arah ostium tuba, disalurkan terus ke arah medial.
  • Coitus: jutaan spermatozoa di fornix vagina dan sekitar portio.
  • Hanya beberapa ratus ribu spermatozoa dapat terus ke cavum uteri dan tuba, hanya beberapa ratus spermatozoa dapat sampai ke bagian ampulla tuba
  • Hanya satu spermatozoa yang mempunyai kemampuan (kapasitasi) untuk membuahi.
  • Spermatozoa mengalami peningkatan konsentrasi DNA pada nukleus, caput dapat menembus dinding ovum karena memiliki enzim hialuronidase pada bagian akrosom
  • Fertilisasi /pembuahan: penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa, biasanya berlangsung di ampulla tuba
    • Penetrasi spermatozoa ke dalam ovum: melewati corona radiata & zona pellucida (memastikan fertilisasi tunggal)
    • Fusi spermatozoa dan ovum
    • Fusi materi genetik

The_process_of_fertilization

  • Spermatozoa: pronukleus bertahan, ekor dan mitokondria berdegenerasi.
  • Masuknya spermatozoa ke dalam vitelus membangkitkan nukleus ovum yang masih dalam metafase untuk proses pembelahan selanjutnya (meiosis II)
  • Tahap berikutnya: anafase, telofase (terbentuk badan polar)
  • Ovum dan spermatozoa: kromosom haploid
    • Kedua pronukleus saling mendekati dan bersatu membentuk zigot
  • Beberapa jam setelah pembuahan terjadi -> mulailah pembelahan zigot
    • Hal ini dapat berlangsung karena sitoplasma ovum mengandung banyak zat asam amino dan enzim
    • Apabila pembelahan-pembelahan selanjutnya berjalan dengan lancar, maka setelah tiga hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya (hasil konsepsi berada dalam stadium morula)
  • Energi untuk pembelahan diperoleh dari vesicula umbilicalis
    • Volume vesicula umbilicalis makin berkurang dan terisi seluruhnya oleh morula
  • Zona pellucida tetap utuh (besarnya hasil konsepsi masih sama)
  • Hasil konsepsi disalurkan terus ke pars isthmica dan pars interstisial/intramuralis tuba
  • Lalu disalurkan ke arah cavum uteri oleh arus serta getaran silia pada permukaan sel-sel tuba dan kontraksi tuba

figurea2

  • Hari ke-4: hasil konsepsi mencapai stadium blastula
    • Blastokista: di bagian luarnya adalah trofoblas (berkembang menjadi plasenta), di bagian dalamnya disebut massa inner cell (berkembang menjadi janin)
  • Trofoblas menyelubungi blastokista seperti simpai
    • Penting untuk keberhasilan kehamilan terkait -> keberhasilan nidasi (implantasi), produksi hormon kehamilan, proteksi imunitas bagi janin, peningkatan aliran darah maternal ke dalam plasenta, dan kelahiran bayi
    • Produksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG): memastikan bahwa endometrium akan menerima (resesif) dalam proses implantasi embrio
  • Setelah proses implantasi selesai -> tahap selanjutnya adalah pembentukan amnion dan cairan amnion.

 

Tanda Kehamilan

  • Tanda presumtif (dugaan kehamilan): mual dengan atau tanpa muntah, gangguan berkemih, fatigue (rasa mudah lelah), dan persepsi adanya gerakan janin.
  • Tanda kemungkinan hamil: terhentinya menstruasi, perubahan pada payudara, perubahan pada mukosa vagina, peningkatan pigmentasi kulit , timbulnya striae abdomen.
  • Tanda positif hamil: pembesaran abdomen, perubahan ukuran, bentuk dan konsistensi uterus, perubahan pada serviks, adanya kontraksi Braxton-Hicks, identifikasi kerja jantung janin (tanda pasti), gerakan janin aktif, dan deteksi kehamilan secara ultrasonografi

 

Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24515/4/Chapter%20II.pdf

http://lakecharlesobgyn.com/Complete/Fertilization.aspx

https://humanphysiology2011.wikispaces.com/15.+Reproductive+Physiology

Read Full Post »

Kekerasan Pada Anak

Kekerasan pada anak kerap terjadi di sekitar kita. Kekerasan pada anak biasanya dilakukan oleh orang-orang yang terdekatnya (orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab atas kehidupannya) dan juga orang-orang dewasa lainnya. Menurut WHO (World Health Organization) ada beberapa jenis-jenis kekerasan pada anak yang meliputi:

1.Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik adalah tindakan yang menyebabkan rasa sakit atau potensi menyebabkan sakit yang dilakukan orang lain, dapat terjadi satu kali atau berulang kali.

2. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual merupakan kekerasan terhadap anak dalam kegiatan seksual yang tidak dipahaminya. Kekerasan seksual dapat berupa perlakuan tidak senonoh dari orang lain, kegiatan yang menjurus pada pornografi, perkataan porno, dan melibatkan anak dalam bisnis protistusi.

3.Kekerasan Emosional

Segala sesuatu yang menyebabkan terhambatnya perkembangan emosional (mental )anak. Hal ini dapat berupa kata-kata yang mengancam atau menakut-nakuti.

4.Tindakan Pengabaian atau Penelantaran

Ketidakpedulian orang tua atau orang yang bertanggung jawab atas anak dan kebutuhan mereka.

5.Kekerasan Ekonomi

Penyalahgunaan tenaga anak untuk bekerja dan kegiatan lainnya demi keuntungan orang tua atau orang lain seperti menyuruh anak bekerja seharian dan menjuruskan anak pada pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya belum boleh dijalaninya.

 

 Pedofilia

Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani: “pais” – anak-anak dan “philia” – cinta yang bersahabat atau persahabatan. Pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang telah dewasa baik pria maupun wanita untuk melakukan aktivitas seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual dengan anak-anak.

Pedofilia adalah perbuatan seks yang tidak wajar, terdapat dorongan kuat yang berulang-ulang berupa hubungan kelamin dengan anak prapubertas atau kesukaan abnormal terhadap anak, atau aktivitas seks terhadap anak-anak.

Orang dengan pedofilia dapat tertarik pada anak laki-laki atau perempuan, walaupun hampir dua kali lipat ketertarikan lebih banyak pada anak laki-laki. Biasanya orang dengan gangguan ini mengembangkan prosedur dan strategi untuk mendapatkan akses dan kepercayaan anak-anak.

Epidemiologi Kekerasan Seksual terhadap Anak

  • Komisi Nasional Perlindungan Anak: jenis kejahatan terhadap anak tertinggi sejak tahun 2007 adalah tindak sodomi (1.160/1.992 kasus kejahatan terhadap anak) -> 61,8%
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (2010): 171 kasus pengaduan; 67,8% adalah kasus kekerasan (kekerasan seksual sebesar 45,7% (53 kasus)).
  • Pelaku biasanya adalah guru sekolah, guru privat, dan sopir pribadi.
  • Tahun 2007 sampai akhir Maret 2008, jumlah kasus sodomi anak sendiri sudah naik sebesar 50%.
  • Tahun 2009: 1998 kasus kekerasan
  • Tahun 2010: 2335 kasus kekerasan
  • Maret 2011: 156 kasus kekerasan seksual khususnya sodomi pada anak.
  • Pada 2012: anak yang mengalami kekerasan seksual ada 256 orang.
  • Pada 2013: 378 orang.
  • Januari – April 2014: anak yang menjadi korban kekerasan seksual ada 200 orang lebih (banyak terjadi di sekolah)
  • Mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak laki-laki (60%)
  • Profil pelaku di hampir semua kasus sama, yakni orang-orang terdekat anak: guru, paman, ayah kandung, ayah tiri, dan tetangga.
  • 9%-40% pedofil memiliki orientasi homoseksual terhadap anak-anak; hal ini dipengaruhi sifat laki-laki yang lebih agresif dan keras, juga berhubungan dengan pengalaman korban sewaktu dahulu masih seorang anak laki-laki.
  • Kasus pedofilia di Indonesia tertinggi di Asia

 

Prevalensi Pedofilia

  • Prevalensi pedofilia pada populasi umum tidak diketahui
  • Diperkirakan lebih rendah dari 5 % di antara pria dewasa.
  • Kebanyakan pelanggar seksual terhadap anak adalah laki-laki (96-99,6%)
  • Sebagian besar pelaku pelecahan seksual adalah orang yang dikenal oleh korban
  • Kasus parafilia terbanyak

 

Ciri-Ciri Lain

  • Memiliki sifat obsesif, agresif, dan introvert (tertutup)
  • Mengembangkan prosedur dan strategi untuk mendapatkan akses dan kepercayaan anak-anak
  • Memiliki riwayat gagal membina hubungan interpersonal sehingga memilih mengekspresikan seksualitasnya dengan individu yang lemah dan mudah diperdaya (anak kecil)
  • Gangguan kepribadian: narsistik atau antisosial
  • Gangguan afektif
  • Gangguan parafilia lainnya: ekshibisionisme, voyeurisme, dan sadisme
  • Harga diri yang rendah
  • Tingkat pendidikan dan ekonomi umumnya rendah
  • Mudah stres dan tidak bisa mengatasi rasa tertekan

Kriteria Diagnosis Pedofilia menurut PPDGJ III

  • Prefensi seksual terhadap anak-anak, biasanya prapubertas atau awal masa pubertas, baik laki-laki maupun perempuan
  • Pedofilia jarang ditemukan pada perempuan.
  • Prefensi tersebut harus berulang dan menetap.
  • Termasuk: laki-laki dewasa yang mempunyai preferensi partner seksual dewasa, tetapi karena mengalami frustrasi yang kronis untuk mencapai hubungan seksual yang diharapkan, maka kebiasaannya beralih kepada anak-anak sebagai pengganti.

 

Klasifikasi Pedofilia

  • Pedofilia menetap: menganggap dirinya terjebak dalam lingkungan anak, mereka jarang bergaul dengan sesama usianya, tetapi memiliki hubungan yang baik dengan anak.
  • Pedofilia regresif: tidak tertarik pada anak lelaki, bersifat heteroseksual, lebih suka pada anak perempuan (8-9 tahun), mengeluhkan adanya kecemasan atau ketegangan dalam perkawinan.
  • Pedofilia seks lawan jenis: melibatkan anak perempuan dan menjadi teman mereka, kemudian secara bertahap melibatkan anak tersebut ke dalam hubungan seksual.
  • Pedofilia sesama jenis: lebih suka berhubungan seks dengan anak laki-laki atau perempuan (10-12 tahun) dibanding orang dewasa.
  • Pedofilia wanita: disebabkan adanya perasaan keibuan pada wanita melibatkan anak berumur 12 tahun atau lebih muda.

 

Klasifikasi Penganiaya Anak menurut Lanning (1998)

  1. Penganiaya anak situasional: tidak memiliki preferensi seksual yang sesungguhnya untuk anak-anak. Lebih sebagai faktor motivasi kriminal. Dalam beberapa kasus, pelecehan seksual pelaku terhadap kaum muda merupakan dampak dari bentuk-bentuk penganiayaan yang pernah dialami dalam hidupnya. Pelecehan tersebut merupakan kelanjutan atau pembalasan dari proses penganiayaan terhadap dirinya yang dahulu dilakukan oleh teman-teman, pasangan, atau anggota keluarganya. Orang seperti ini cenderung memiliki harga diri yang rendah dan memandang seks dengan anak-anak sebagai kesempatan untuk melampiaskan kekerasan yang dahulu pernah diterimanya.
  2. Penganiaya anak preferensial: pelaku ini memiliki preferensi seksual pada anak-anak dan biasanya menjaga keinginan tersebut sepanjang hidup mereka. Penganiaya jenis ini memiliki angka korban yang luar biasa.

Etiologi Pedofilia

Penyebabnya dapat berupa kegagalan individu saat penyesuaian diri dengan lingkungan sosial, gagal membina hubungan interpersonal.  Khusus penderita pedofilia, mereka pernah mengalami trauma atau kekecewaan dan tidak mampu coping (mengatasi) sehingga memilih mengekspresikan seksualitasnya dengan individu yang lemah dan mudah diperdaya seperti anak kecil. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab pedofilia tersebut. Salah satunya, si penderita adalah seseorang yang mempunyai sifat introvert atau tertutup.

Penyebab pedofilia perlu dipahami dari aspek biologis, psikologis, dan sosial, yang saling terkait. Secara biologis memang belum ditemukan pola genetik yang khas pada para pedofil. Namun diyakini bahwa pedofilia disebabkan oleh tingginya hormon testosteron yang merupakan hormon seks laki-laki. Pandangan ini masuk akal mengingat 95% pedofil berjenis kelamin laki-laki.

Dari sudut psikologi, pengalaman masa kanak-kanak sebagai korban pedofilia ditengarai sebagai penyebab utama seseorang menjadi pedofil. Mereka belajar dengan mengamati bahwa kepuasan seksual dapat diperoleh dari anak-anak. Bisa jadi pula mereka rendah diri menyadari dirinya adalah korban pedofilia. Akibatnya mereka cenderung menutup diri dan pergaulan pun jadi terbatas. Terkait dengan hal ini, kurangnya keterampilan untuk membina hubungan akrab dengan orang lain juga menjadi salah satu penyebab pedofilia. Mereka tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang dewasa yang sebaya. Dalam kondisi ini, tidak ada yang lebih nyaman selain berinteraksi dengan anak-anak, yang mudah didekati tanpa melakukan perlawanan sebagaimana dahulu yang terjadi pada mereka.

Harga diri yang rendah juga menjadi faktor penyebab. Mereka merasa tidak memiliki kelebihan atau merasa gagal dibandingkan pasangan atau teman-temannya. Menguasai anak, mengancam, dan memanipulasinya, merupakan suntikan bagi harga diri para pedofil. Orang yang merasa rendah diri juga mudah mengalami depresi dan kecemasan. Dalam kondisi ini, melakukan pelecehan seksual terhadap anak dijadikan cara melepaskan ketegangan.

Dari segi sosial ditemukan pelaku pedofilia kebanyakan berasal dari kalangan sosial ekonomi rendah. Sebagian bahkan tidak memiliki pekerjaan. Ditambah dengan tingkat pendidikan yang umumnya kurang memadai, mereka sulit menemukan cara penyelesaian masalah yang efektif. Akibatnya mereka mudah terkena stres dan menggunakan anak untuk mengatasi rasa tertekan atau ketegangannya akibat stres.

Penyebab pedofilia menurut Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psi., adalah:

  • Hambatan dalam perkembangan psikologis yang menyebabkan ketidakmampuan penderita menjalin relasi heterososial dan homososial yang wajar
  • Kecenderungan kepribadian antisosial yang ditandai dengan hambatan perkembangan pola seksual yang matang disertai oleh hambatan perkembangan moral
  • Terdapat kombinasi regresi, ketakutan impoten, serta rendahnya tatanan etika dan moral

 

Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental Edisi ke-4 Edisi Revisi (DSM-IV-TR) menguraikan kriteria khusus untuk digunakan dalam diagnosis gangguan ini. Pelaku pedofilia terpacu dengan adanya fantasi seksual yang membangkitkan gairah, perilaku atau dorongan yang melibatkan beberapa jenis aktivitas seksual dengan anak praremaja (usia 13 atau lebih muda, meskipun permulaan pubertas dapat bervariasi) selama enam bulan atau lebih, dan bahwa subjek telah bertindak atas hal tersebut karena dorongan atau mengalami dari kesulitan sebagai hasil dari memiliki perasaan ini. Kriteria ini juga menunjukkan bahwa subjek harus berusia 16 tahun atau lebih tua. Diagnosis lebih lanjut ditentukan oleh jenis kelamin anak orang tersebut tertarik, jika impuls atau tindakan terbatas pada inses, dan jika daya tarik adalah “eksklusif” atau “noneksklusif”.

 

Ciri-ciri

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM):

  • Mengalami kebangkitan fantasi seksual yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak praremaja
  • Pedofil setidaknya berusia enam belas tahun dan minimal lima tahun lebih tua daripada anak

Namun, hal ini belumlah bisa diterapkan kepada semua orang karena ada pedofil yang tidak terdeteksi (layaknya manusia normal)

 

Landasan Hukum

Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), perbuatan yang dikenal sebagai pedofilia adalah perbuatan cabul yang dilakukan seorang dewasa dengan seorang di bawah umur. Dahulu sebelum diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”), perbuatan cabul, termasuk terhadap anak di bawah umur, diatur dalam Pasal 290 KUHP. Ancaman pidana bagi orang yang melakukan perbuatan cabul dengan anak yang memiliki jenis kelamin yang sama dengan pelaku perbuatan cabul, diatur dalam Pasal 292 KUHP.

Penatalaksanaan Pedofilia

  1. Psikoterapi
  2. Terapi seks
  3. Terapi perilaku
  4. Terapi obat

Pengobatan digunakan untuk menurunkan keinginan seks seorang pedofil yang berhubungan dengan aktivitas testosteron, seperti dengan Depo-Provera (asetat medroxyprogesterone), Androcur (asetat cyproterone), dan Lupron (asetat leuprolide). Analog gonadotropin-releasing hormone, juga efektif dalam mengurangi libido dan dapat digunakan; memiliki efek samping yang lebih sedikit. Perawatan ini biasanya disebut sebagai “pengebirian kimiawi”.

Dampak Pedofilia terhadap Anak:

  • Anak-anak yang menjadi korban perilaku pedofilia akan mendapatkan gangguan secara mental dan fisik, dan itu dapat terjadi dalam jangka yang panjang
  • Gangguan secara fisik adalah gangguan kesehatan, belum lagi jika sampai terjadi kehamilan
  • Anak-anak korban pedofilia tentunya juga akan mengalami gangguan kejiwaan
  • Anak-anak biasanya akan tumbuh dengan kelainan seksual yang sejenis

 

Pencegahan

  • Pendidikan: anak-anak diajarkan untuk mencegah situasi yang membuat mereka rawan terhadap pedofilia
  • Orang dewasa yang bekerja dengan kaum muda harus diajarkan untuk menghindari situasi yang dapat ditafsirkan sebagai pedofilia

Sumber:

Child Sexual Abuse. Facts for Families, No. 9. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. May 2008.

http://www.detiknews.com/read/2010/12/22/191329/1531095/10/kpai-banyak-temukan-kekerasan-seksual-pada-anak-di-tahun-2010

http://nasional.kompas.com/read/2008/04/10/22173758/sodomi.kasus.kejahatan.anak.tertinggi

http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2011/03/25/brk,20110325-322818id.html

http://saveindonesiachildren.com/2014/05/06/angka-kejadian-kasus-pedoflia-dan-kekerasan-seksual-pada-anak-di-indonesia-dan-dunia/

http://prezi.com/gbjgranpct94/pedofilia-di-indonesia/

http://www.missingkids.com/en_US/publications/NC70.pdf

http://emirzanurwicaksono.blog.unissula.ac.id/2013/07/30/parafilia-kelainan-seksual/

http://www.academia.edu/7461715/Paedofil_Kekerasan_Pada_Anak

http://www.health.harvard.edu/newsletters/Harvard_Mental_Health_Letter/2010/July/pessimism-about-pedophilia

Read Full Post »

Novena kepada Hati Kudus Yesus

(Novena ini dilakukan setiap hari 9X, berturut-turut pada jam yang sama)

Ya Yesus, Engkau berkata: “Mintalah maka akan diberkan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” Dengan perantaraan Maria Bunda-Mu tersuci aku memanggil Engkau, aku mencari dan memohon kepada-Mu untuk mendengarkan permohonanku ini.
(Sebutkanlah karunia yang Anda butuhkan)

Ya Yesus, Engkau berkata: “Apa saya yang kau minta kepada Bapa-Ku dengan nama-Ku, Dia akan memberikannya kepadamu.” Aku memohon dengan rendah hati dan penuh kepercayaan dari Bapa Surgawi dalam nama-Mu, dengan perantaraan Maria Bunda-Mu tersuci, untuk mengabulkan permohonanku ini.
(Sebutkan permohonan Anda)

Ya Yesus, Engkau berkata: “Langit dan bumi akan musnah, tetapi Sabda-Ku tidak akan musnah.” Dengan perantaraan Maria Bunda-Mu tersuci, aku percaya bahwa permohonanku akan dikabulkan. 
(Sebutkan permohonan Anda)

Yesusku, Tuhan jiwaku, Engkau berjanji bahwa Hati Kudus-Mu akan menjadi laut kerahiman bagi orang-orang yang berharap pada-Mu, aku sungguh percaya bahwa Engkau akan mengabulkan apa yang aku minta, walaupun itu memerlukan mukjizat. Pada siapa aku akan mengetuk kalau bukan pada hati-Mu. Terberkatilah mereka yang berharap pada-Mu. Ya Yesus, aku mempersembahkan kepada Hati-Mu (penyakit ini, jiwa ini, permohonan ini). Pandanglah dan buatlah apa yang hati-Mu kehendaki.

Ya Yesus, aku berharap pada-Mu dan percaya, kepada-Mu aku mempersembahkan diriku, di dalam Engkau aku merasa aman.
(1x Bapa Kami … Salam Maria … Kemuliaan …)

Hati Kudus Yesus, aku berharap pada-Mu
(Ulangi 10x dengan penuh semangat)

Ya Yesus yang baik, Engkau berkata: “Jika engkau hendak menyenangkan Daku, percayalah kepada-Ku. Jika engkau hendak lebih menyenangkan Daku, berharaplah pada-Ku selalu.” Padamu Tuhan, aku berharap, agar aku tidak binasa selamanya.
Amin.

Doa kepada Hati Kudus Yesus

Ya Tuhan, aku berdoa, agar di rumahku ada damai, ketenangan dan kesejahteraan di dalam naungan-Mu. Berkatilah dan lindungilah usahaku, pekerjaanku, segala keinginanku dan semua yang Kauserahkan kepadaku. Usirlah nafsu dari dalam hatiku, rencana palsu dan pikiran jahat. Tuangkanlah di dalam hatiku, cinta kepada sesama dan anugerahkanlah kepadaku semangat penyerahan yang teguh, teristimewa pada saat kemalangan, agar supaya aku bangun dari kebimbangan.

Ya Tuhan, bimbinglah dan lindungilah hidupku dari bahaya-bahaya dan ketidaktentuan dunia. Jangan lupa, ya Yesusku, orang-orang yang kukasihi, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, yang menyebabkan kesedihan kami. Tetapi kami dihibur oleh ketaatan mereka waktu mereka masih hidup, sehingga Engkau tidak menyerahkan mereka kepada maut. Kasihanilah mereka Tuhan, dan bawalah mereka kepada kemuliaan surgawi. Amin.

Devosi kepada Hati Kudus Yesus

Hati Kudus Yesus, Hati yang penuh Cinta Kasih, setiap anak yang datang mengaku dengan sungguh karena penuh dosa dan kelemahan, maka Engkau akan tergerak dengan penuh belas kasihan. Ampunilah kami yang senantiasa melukai Hati Kudus-Mu. Aku dengan semua kelemahan diriku menyerahkan hatiku seutuhnya kepada-Mu. Ya Yesus jadilah Juruselamat dan Raja pribadiku seutuhnya. Aku membuka hatiku lebar-lebar dengan penuh kerinduan pada-Mu. Masukilah hatiku ini, walaupun nista isinya dan kotor pelatarannya, bahkan hatiku yang rusak dan penuh luka ini. Aku percaya akan penyelenggaraan-Mu yang senantiasa mengasihi aku terlebih dahulu. Karena Engkau Tuhan, sesungguhnya Engkau memang tidak membutuhkan kasihku, tetapi apa yang selama ini kurindukan adalah: aku mengasihi-Mu Allahku, dan diriku kupersembahkan seutuhnya kepada-Mu. Inilah permohonanku ………. Maka ampunilah kami dan seluruh dunia ini yang senantiasa melukai Hati Kudus-Mu, ya Tuhan.

Kemuliaan …
Bapa Kami …
Salam Maria …
Kemuliaan …

Litani Hati Kudus Yesus

Tuhan kasihanilah kami
Tuhan kasihanilah kami

Kristus kasihanilah kami
Kristus kasihanilah kami

Tuhan kasihanilah kami; Kristus dengarkanlah kami
Kristus kabulkanlah doa kami

Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.
Allah Putra, Penebus dunia,
Allah Roh Kudus,
Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan Yang Maha Esa,
Hati Yesus yang Mahakudus,
Hati Yesus Putra Bapa kekal,
Hati Yesus yang diwujudkan oleh Roh Kudus dalam ribaan Bunda Perawan,
Hati Yesus yang dipersatukan dengan Sabda Allah dalam satu wujud,
Hati Yesus yang mulia tak terbatas,
Hati Yesus Bait Kudus Allah,
Hati Yesus Kemah Allah dan Pintu Surga,
Hati Yesus Perapian Cinta Kasih yang bernyala-nyala,
Hati Yesus Perbendaharaan Keadilan dan Cinta Kasih,
Hati Yesus Lubuk penuh keutamaan,
Hati Yesus amat patut dipuji-puji,
Hati Yesus Raja dan pusat segala hati,
Hati Yesus tempat semua harta kebijaksanaan dan pengetahuan,
Hati Yesus tempat tinggal keallahan seluruhnya,
Hati Yesus yang berkenan kepada Bapa,
Hati Yesus yang kaya raya dan murah hati kepada kami,
Hati Yesus kerinduan bukit-bukit yang kekal,
Hati Yesus yang murah hati bagi semua orang yang berseru kepada-Mu,
Hati Yesus sumber kehidupan dan kesucian,
Hati Yesus kurban pelunas dosa kami,
Hati Yesus yang ditimpa penghinaan,
Hati Yesus yang taat sampai mati,
Hati Yesus yang tertusuk dengan tombak,
Hati Yesus sumber segala penghiburan,
Hati Yesus kehidupan dan kebangkitan kami,
Hati Yesus pokok damai dan pemulihan kami,
Hati Yesus kurban untuk orang berdosa,
Hati Yesus keselamatan bagi orang yang berharap kepada-Mu,
Hati Yesus pengharapan orang yang meninggal dalam Engkau,
Hati Yesus kesukaan orang kudus,

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
sayangilah kami, ya Tuhan.

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.

Yesus yang lembut dan murah hati,
jadikanlah hati kami seperti hati-Mu.

Marilah berdoa
Allah yang Mahakuasa dan kekal, terimalah segala pujian dan penghapusan dosa yang dipersembahkan Hati Yesus kepada-Mu atas nama semua orang berdosa. Sudilah Engkau mengampuni dosa-dosa umat-Mu, yang memohon belas kasih-Mu dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin

Doa Penyerahan Pribadi kepada Hati Kudus Yesus
St. Marguerite-Marie Alacoque

Aku ……… menyerahkan dan mempersembahkan diriku, hidup, karya, usaha serta penderitaanku kepada Hati Kudus Yesus. Sejak saat ini, dengan segala kekuatanku aku akan berusaha menghormati, memuji dan mencintai Hati Kudus Yesus. Dengan seluruh tenagaku aku akan berusaha menjadi milik-Nya. Aku menolak segala perbuatan yang tidak berkenan di hati-Nya. Aku memilih Hati Kudus Yesus sebagai devosi utama penghormatanku, sebagai pelindung hidup dan jaminan keselamatanku, sebagai obat untuk menyembuhkan kekurangan serta kegoyahan sikapku, untuk menyilih dosa-dosa dari seluruh hidupku dan untuk memperoleh bantuan pada saat ajalku.

Hati Kudus Yesus yang penuh kebaikan, jadilah penyilih dosa-dosaku serta perisai terhadap murka Allah Bapa atas diriku.

Hati Kudus Yesus yang penuh cinta, seluruh harapanku kupasrahkan pada-Mu, lindungilah aku terhadap si jahat, kuatkanlah kehendakku.

Hancurkanlah di dalam diriku segala sesuatu yang tidak berkenan di hati-Mu dan apa saja yang melawan Dikau. Semoga cinta ilahi-Mu meresap sedalam-dalamnya di dalam hati sanubariku agar aku tak pernah melupakan Dikau dan berpisah daripada-Mu. Karena cinta-Mu yang tak terbatas, aku mohon dengan sangat, goreslah namaku di dalam Hati-Mu, Engkau satu-satunya kerinduan, kebahagiaan serta kebanggaanku. Aku mau hidup dan mati sebagai anak-Mu. Amin.

Janji-Janji Hati Kudus Yesus

Berulang kali Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Suster Marguerite-Marie Alacoque dan memberi kepadanya kedua belas janji kepada semua orang yang berbakti kepada Hati Kudus Yesus. Ini terjadi pada tahun 1673.

Inilah janji-janji-Nya:

1. Mereka akan Kuberi kurnia – rahmat yang diperlukannya untuk memenuhi kewajiban hidupnya.

2. Mereka akan Kuberi damai dalam rumah tangganya.

3. Mereka akan Kuhibur dalam penderitaannya.

4. Aku akan menjadi jaminan pertolongan-pertolongan mereka semasa hidup, terutama semasa wafat.

5. Aku akan melimpahkan berkat yang mewah atas usaha-usaha mereka.

6. Orang-orang berdosa akan menemukan dalam Hatiku sumber dan samudra belas kasihan yang tak terhingga.

7. Jiwa yang lemah akan bersemangat pula.

8. Jiwa yang bersemangat akan lekas mencapai kesempurnaan yang tinggi.

9. Aku akan memberkati tempat-tempat di mana gambar atau patung Hati Suci-Ku dipertunjukkan dan dihormati.

10. Imam-imam akan Kuberi karunia untuk melunakkan hati yang keras juga.

11. Nama mereka yang menyiarkan kebaktian kepada Hati-Ku akan kucatat dalam Hati-Ku dan tidak juga akan terhapus.

12. Mereka yang sembilan kali berturut-turut dalam keadaan pantas menyambut Sakramen yang Mahakudus pada hari Jumat pertama dalam bulan, akan menerima karunia pertobatan pada saat wafat.

Read Full Post »