Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2018

 

Diare (Mencret)

Apakah yang disebut diare ?
Diare atau mencret adalah buang air besar yang lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan tinja yang dikeluarkan lebih lunak dari biasanya (dianggap tidak normal oleh ibu).

Apa penyebab diare?

Penyebab diare bermacam-macam, antara lain sebagai berikut:

  1. Virus
  2. Kuman/bakteri
  3. Parasit
  4. Susu yang tidak cocok (biasanya pada bayi)

Hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan diare?

  • Makan tanpa cuci tangan yang bersih
  • Minum air dan makan makanan mentah
  • Makan makanan yang dihinggapi lalat
  • Lingkungan rumah yang kotor
  • Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi di bawah 6 bulan

Pendapat/anggapan di bawah ini TIDAK BENAR:

  1. Diare adalah tanda bahwa anak akan bertambah besar
  2. Diare adalah tanda bahwa anak akan tumbuh gigi
  3. Diare adalah tanda bahwa anak akan segera bisa berjalan
  4. Diare disebabkan oleh roh jahat

INGAT!

  • Diare adalah salah satu penyebab utama kematian pada balita
  • Apa pun sebabnya, diare adalah gejala penyakit yang harus segera ditangani
  • Apa pun sebabnya, diare sangat berbahaya
  • Bila tidak diatasi dengan tepat DIARE dapat mengakibatkan kematian

Bagaimana mengatasi diare?
Prinsip pengobatan diare adalah:

1. Mengganti cairan yang keluar.
Oleh karena itu berikan:

  • Larutan oralit/larutan gula garam, atau
  • Cairan dari bahan makanan, seperti sup, air tajin dan minuman yogurt (susu asam), atau
  • Air putih masak
  • Bila anak berusia kurang dari 6 bulan dan masih diberi ASI, teruskan pemberian ASI
  • Sebagai tambahan berikan larutan oralit atau air putih masak

DIARE merupakan suatu masalah kesehatan yang harus diatasi dengan segera. Bila tidak, bisa timbul gangguan kesehatan yang serius, bahkan bisa berakibat kematian. Jangan anggap enteng diare walaupun hanya mengeluarkan cairan.

Cara membuat larutan gula garam (LGG):

  • Gula 1 sendok teh penuh
  • Garam ¼ sendok teh
  • Air masak 1 gelas (atau air teh 1 gelas)
  • Campuran bahan-bahan tersebut diaduk sampai larut benar

Cara membuat oralit:

  • Bubuk oralit 1 bungkus dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (atau 1 gelas air teh)
  • Aduk sampai semua bubuk larut
  • Baca petunjuk lebih lanjut pada bungkus oralit

2. Teruskan pemberian makanan

  • Berikan ASI lebih sering
  • Bila tidak minum ASI, berikan susu yang biasa diminum
  • Bila anak berumur 6 bulan atau lebih dan/atau sudah makan makanan padat, berikan juga:
    • Tepung beras merah, Bubur atau makanan dari tepung lainnya yang dicampur dengan kacang-kacangan (kacang hijau), buah, sayuran, daging atau ikan dan ditambah sedikit minyak.
    • Sari buah segar atau pisang yang dihaluskan, makan yang baru dibuat, dimasak dan ditumbuk atau dihaluskan dengan baik
    • Pemberian makanan sedikit demi sedikit tapi sering (paling kurang 6 kali sehari)
    • Anak diberi makan dengan jumlah yang lebih banyak setiap hari selama 2 minggu setelah diare berhenti
    • Bila tidak diberikan oleh petugas kesehatan, jangan berikan obat-obatan

Segera bawa ke dokter atau puskesmas, jika salah satu tanda di bawah ini ditemui pada bayi atau anak:

  • Tidak membaik dalam 1×24 jam
  • Tinja cair keluar amat sering (lebih dari 3x sehari)
  • Muntah berulang-ulang
  • Tidak mau makan atau minum seperti biasanya
  • Demam
  • Ada darah dalam tinja
  • Anak terlihat sangat lemah
  • Didapati satu atau lebih tanda-tanda dehidrasi (kekurangan cairan)

Bagaimana mencegah terjadinya diare?

  • Rebus dahulu botol susu atau dot sebelum diberikan kepada bayi
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan
  • Sayuran, buah, dan bahan makanan harus dicuci sebelum dimasak atau dimakan
  • Jangan makan makanan mentah
  • Selalu minum air yang telah dimasak (air matang)
  • Makanan harus dilindungi dari hinggapan lalat dan kecoa
  • Cuci tangan sebelum Anda menyiapkan susu atau makanan bayi atau anak

Disadur dari:

Yayasan Spiritia. 2016. Pahami dan Dukunglah Kami (Panduan untuk Pengasuh). Seri Buku Kecil.

 

Advertisements

Read Full Post »