Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Katolik’ Category

Bahasa Indonesia

Tuhanku, jadikanlah rumahku tempat membahagiakan yang dibangun atas dasar cinta dan pengorbanan yang jauh dari mementingkan diri sendiri dan yang layak kupersembahkan kepada-Mu.

Berikanlah aku, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan ketekunan dalam berusaha serta kerendahan hati dan kekuatan dalam melaksanakan semua kewajibanku.

Tolonglah aku, untuk mengutamakan akan “nilai-nilai abadi” lebih dari apa pun dan menerima kehendak-Mu dengan penuh sukacita.

Tunjukkanlah kepadaku, prinsip-prinsip kebenaran suci yang mendasar dalam mendidik anak-anakku yang adalah milik-Mu.

Bantulah aku, untuk membimbing setiap anakku dengan cinta, pengertian, kebijaksanaan, dan keadilan.

Berilah aku keberanian untuk mengatakan “tidak” kepada mereka apabila memang harus … tanpa menghiraukan rengekan dan kesedihan mereka yang sesaat.

Tambahkanlah kesabaranku dalam menghadapi kenakalan dan menyelesaikan pertengkaran yang terjadi dengan tenang sebagaimana mestinya.

Dengan demikian, oh Tuhan, biarkanlah anak-anakku melihat di dalam diriku suatu cahaya walaupun samar, pancaran kebaikan dan keagungan-Mu.

Semoga kata-kata dan perilakuku mengilhami dan mendorong mereka untuk melangkah menuju kepada-Mu.

Dan pada suatu kelak … semoga seluruh keluargaku bersatu di rumah-Mu yang abadi dalam cinta dan kerahiman-Mu untuk hidup bersama-Mu dengan damai dan bahagia seutuhnya.

Amin.

English

My God, make my home a happy home, dedicated to You and founded on Your principle of unselfish love and sacrifice.

Grant me prudence in judgement, perseverance in effort, and humility and strength in the performance of all my duties.

Help me appreciate more fully the importance of eternal values and the joy in accepting Thy will be done.

Direct me in teaching Your children and mine these sacred and essential truth and principles.

Assist me in guiding each of my children with love, understanding, wisdom, and justice.

Give me courage to say No to them when I should, regardless of their pleading and temporary sadness.

Increase my patience in correcting misbehaviour and settling quarrels calmly and fairly.

Thus, O God, let my children see in me some faint glimmer of Your virtue and goodness.

May my conduct and speech inspire and encourage them in their steps toward You.

And one day, in Your mercy and love, may all of my family be united in Your eternal home, to live with You in perfect happiness and peace.

Amen.

Advertisements

Read Full Post »

Katolik: Doa Kuasa

DOA KUASA

Saya mengakui bahwa YESUS adalah TUHAN atas segala perisitiwa, keadaan, dan segala kesulitan hari ini. “dan Aku. Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” ( Yoh. 12 : 32 )

Dalam Nama YESUS KRISTUS ….
Karena kekuatan DARAH-NYA ….
Yang diberikan kepadaku sebagai anak Allah

Saya ikat dan tolak kamu, setan … dan saya memerintahkan kamu untuk pergi …. Dan saya meteraikan ruangan dan rumah ini. Dan semua anggota keluargaku, dalam DARAH PENEBUSAN TUHAN KAMI YESUS KRISTUS.

Saya ikat dan tolak semua roh-roh jahat, roh kebencian, iri hati, kepahitan, dan semua roh yang menyebabkan penderitaan dan penyakit …. Roh kesedihan, roh ketakutan, roh perjudian, roh percabulan.

Saya ikat dan tolak segala roh yang ada di udara, di angin, di api, di alam baka dan di semua kekuatan jahat di alam raya ini ….

Saya ikat dan tolak semua segi dan penunjang roh-roh itu dan segala yang ada sangkut pautnya dengan roh-roh itu ….

Saya perintahkan kamu untuk tidak mengadakan hubungan dengan siapa pun.
Saya perintahkan kamu untuk pergi, TANPA MEMBUAT GADUH.

Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS saya patahkan dan hancurkan setiap kutukan … mantra … tenung … guna-guna … santet … keinginan jahat … perjanjian atau kontrak dengan setan … praktik perdukunan … dan penyembahan terhadap penguasa setempat

Saya patahkan dan hancurkan segala ikatan dengan peramalan … ahli nujum … ahli gaib … penyembahan setan dan penguasa setempat … petenung … dan segala permainan gelap

Datanglah ROH KUDUS dan penuhilah ruangan ini dari ujung hingga ujung. Dari atas sampai ke bawah …

Malaikat Agung Santo Mikael … Santo Gabriel … dan semua Malaikat Agung yang kudus … Datanglah dan bertempurlah bersama aku.

Ellohah … Ellion … Ell shaday … Ellhay … Terpujilah … TUHAN ALLAH adalah gunung batuku yang mengajari tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang. Engkaulah kota bentengku dan kubu pertahananku.

Aku mohon bantuan dari semua malaikat kudus. Penguasa kudus … jadilah perisai dan pertahananku melawan roh – roh jahat.
Aku memohon semuanya ini … dalam Nama TUHAN kita YESUS KRISTUS.

Dengan kekuatan DARAH – NYA …
Dengan Kuasa SABDA – NYA …
Yang diberikan kepadaku sebagai anak Allah

Doakan ini setiap anda bangun tidur.

Harap di print dan didoakan
Tuhan memberkati

KELENGKAPAN DENGAN ROH KUDUS

TUHAN Yesus, aku mohon dari ini untuk dilengkapi dengan Roh Kudus, isilah segala tempat kosong di dalam tubuhku dengan damai sejahtera, kasih, penyembuhan, dan sukacita.

Aku juga memohon agar aku ditambah karunia dan lebih mampu untuk membaginya, semua kuasa dan buah Roh Kudus.

Kebijaksanaan ……………………
Sabda Pengetahuan ……………………………
Iman …………………………………………………
Mukjizat …………………………………………………..
Nubuat ………………………………………………………….
Kemampuan membeda-bedakan Roh ………………………………..
Bahasa Roh ………………………………………………………………..
Menerjemahkan Bahasa Roh …………………………………………….
Penyembuhan batin …………………………………………………
Mengajar ………………………………………………………
Pelayanan ……………………………………………….
Karunia untuk memberi semangat ……………….
Karunia untuk membimbing ………………
Karunia sukacita dan takwa……..

PEDANG FIRMAN

‘Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit’ (Lu. 10:9; Mat. 10:1).

‘…. karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang dilengkapi dengan kuasa’ (2 Kor. 10:4).
‘ …sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu’ (Mzm. 91:11)

‘Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani yang di atas untuk melayani mereka, yang harus memperoleh keselamatan’ (ibr. 1:14).
‘Dialah ……(Yesus Kristus) ……kepala semua pemerintah dan penguasa’ (Kol. 2:10).

‘……karena perjuangan-perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu gelap ini …..’ (Ef. 6:12).
‘ …karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintahan maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia’ (kol. 1:16).
‘Karena itu, tunduklah kepada ALLAH dan lawanlah iblis, maka I akan lari dari padamu’ (Yak. 4:7).

‘Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tepat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, tekukkanlah langit-Mu dan turunlah, sentuhlah gunung-gunung, sehingga berasap!
Lontarkanlah kilat-kilat dan serakkanlah mereka, lepaskanlah panah-panah-Mu, sehingga mereka kacau!
Ulurkanlah tangan-Mu dari tempat tinggi, bebaskanlah aku dan lepaskanlah aku dari banjir, dari tangan orang-orang asing, yang mulutnya mengucapkan tipu dan yang tangan kanannya adalah tangan kanan dusta.

Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana! Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita! Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita! Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! (Mzm. 144:1-2, 5-8, 12-15.)

Read Full Post »

Doa kepada Bunda Segala Bangsa

gebetsbild-ladyofallnations

Tuhan Yesus Kristus, Putra Bapa,

utuslah sekarang Roh-Mu

ke atas bumi.

Perkenankanlah Roh Kudus

bersemayam di dalam

hati segala bangsa,

agar mereka dapat terlindung dari

kemerosotan, malapetaka

dan peperangan.

Semoga Bunda Segala Bangsa,

Santa Perawan Maria,

menjadi Pembicara kami. Amin.

Imprimatur: 06.01.2009 Haarlem-Amsterdam.

Dalam masa kita ini, Maria ingin disapa sebagai Bunda Segala Bangsa. Dengan gelar itu Maria menampakkan diri di Amsterdam, Belanda, dari tahun 1945 sampai 1959 dan menyampaikan doa ini. Sang Bunda berkata: “Doa ini diberikan demi penebusan dunia. Doa ini diberikan demi pertobatan dunia. Ucapkanlah doa ini dalam setiap perbuatan Anda.”

Gambar ini menunjukkan Bunda yang berdiri di depan salib, sebagai Yang-Turut-Menebus, Perantara dan Pembicara, karena ia menderita bersama Putranya demi penebusan umat manusia dan kepada Bundalah umat manusia dipercayakan.

Dari tangan Bunda Segala Bangsa terpancarlah tiga sinar ke atas segala bangsa, yaitu sinar rahmat, penebusan, dan kedamaian. Karunia ini muncul dari salib Kristus dan Bunda Segala Bangsa dapat memberi karunia ini bagi semua orang yang mengucapkan doa ini setiap hari.

Penyebaran Doa dan Gambarnya

Bunda menghendaki suatu aksi untuk menyebarluaskan doa beserta gambarnya,

“Kau harus membuatkan gambar ini dan menyebarluaskannya bersama dengan doa yang telah aku ajarkan …. Sesungguhnya, aku ingin menjadi Bunda Segala Bangsa dalam masa kini. Oleh karena itu, aku menghendaki bahwa doa dan gambar ini diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa internasional lainnya dan didoakan setiap hari.” (Dari pesan 4 Maret 1951)

“Gambar ini akan mendahului. Gambar ini harus pergi ke seluruh dunia. Ini adalah interpretasi dan dogma baru. Oleh karena itu, aku sendirilah yang memberi gambar ini kepada segala bangsa.” (Dari pesan 8 Desember 1952)

Imprimatur:
+ A. Longinus da Cunha
Uskup Agung Ende, 12-9-2001

Read Full Post »

god-shaped-hole

Karena Aku Kau Cinta
Lirik: YR. Widadaprayitna SJ
Lagu/Arr: Soeliandari Retno, rev. Lukito
Do=C, 4/4

Tiada nada, tiada suara mampu mengungkapkan rasa bahagia tak terkira
Tiada sungai, tiada samudra mampu tandingi agung cinta-Mu
Lembut hati-Mu ubah hidupku

Tiada lembah tiada bukit kan menghalangi langkahku menyambut kasih-Mu
Tiada bimbang tiada ragu tak ingin aku jauh dari-Mu
Ku ingin hidup bagi-Mu Yesus

Reff:
Hadir-Mu dalam lubuk hatiku, tuk mencintaiku dengan segenap kasih-Mu
Ku bahagia slalu bersama-Mu Yesus karena aku Kau cinta

Read Full Post »

jesus_love

Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu
Lagu dan Tata Suara : L. Putut Pudyantoro
Do=Bes; 4/4; 1/4=80

Siapakah aku dihadapan-Mu Tuhan
Kau curahkan cinta-Mu
Apakah artiku bagi-Mu
Cinta-Mu setia selalu

Pantaskah ku menyambut tubuh darah-Mu
Karena banyak dosaku
Sering ku ingkari cinta-Mu
Dalam langkah hidupku

Ampunilah aku, ampuni kelemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahiman-Mu
Agar ku mampu wartakan kasih-Mu
Di dalam hidupku

Bersihkan hatiku dengan sucinya cinta-Mu
Jadikan hatiku istana cinta-Mu
Tempat yang layak untuk bersemayam
Tubuh dan darah-Mu

Read Full Post »

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” – Amsal 22:6

11055426_1628993424000520_452759123_n

Melalui hamba-Nya, Musa, Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel supaya para orang tua bersungguh-sungguh hati mendidik dan mengajarkan nilai-nilai kebenaran kepada anak-anak mereka. Musa pun menyampaikannya kepada umat Israel, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:6-7).

Mengapa orang tua harus mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anaknya? Supaya anak mereka memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” (Hosea 6:6), yaitu Tuhan yang telah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakannya di Mesir; Tuhan memimpin dan memelihara hidup bangsa Israel secara ajaib selama 40 tahun di padang gurun hingga sampai ke Tanah Perjanjian. Hal mengajarkan firman Tuhan kepada anak tidak bisa dilakukan sekali, dua kali, seminggu atau sebulan, tetapi harus secara berulang-ulang: saat duduk di rumah, dalam perjalanan, saat hendak tidur di malam hari atau saat bangun di pagi hari, artinya di segala waktu, bukan musiman, di mana pun berada, tidak dibatasi tempat dan waktu, dan tidak boleh jemu-jemu. Sesibuk apa pun aktivitas orangtua tidak ada alasan untuk tidak mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada anak.

Mengapa kita harus intensif mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak? Supaya iman mereka makin bertumbuh dan sehat secara rohani. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9), sehingga di masa dewasanya mreka tidak hidup menyimpang dari jalan Tuhan. Ada banyak sekali kisah inspiratif di dalam Alkitab yang patut diajarkan dan diceritakan kepada anak-anak.

Tidak ada alasan bagi orang tua kehabisan bahan atau materi untuk mengajar dan mendidik anak karena Alkitab lebih dari cukup!

Sumber:

Renungan Harian Air Hidup

19 Juli 2015

Bacaan: Amsal 22:1-16

Read Full Post »

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XII Tahun B, 21 Juni 2015 (Mrk 4:35-41)
Oleh: A. Gianto
Disadur dari: http://www.mirifica.net

jesus_storms

Rekan-rekan yang baik!

Setelah menceritakan perumpamaan mengenai benih yang ditaburkan, pelita dan ukuran, benih yang bertumbuh, biji sesawi yang tumbuh menjadi pohon besar, kini Markus mengajak pembaca mendengarkan serangkaian kisah mukjizat yang dikerjakan Yesus. Ia meredakan angin ribut, mengusir roh jahat, menghidupkan kembali anak Yairus dan menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan. Pada hari Minggu Biasa XII tahun B ini dibacakan kisah Yesus meredakan angin ribut yang mengancam perahu yang ditumpangi-Nya bersama para murid-Nya Mrk 4:35-41.

Kisah Mukjizat

Sebelum memasuki kisah itu sendiri, marilah kita tengok tujuan Markus menceritakan kisah-kisah mukjizat dalam Injilnya. Seperti disebut di atas, kisah-kisah itu diletakkan berdekatan dengan bagian-bagian yang menyampaikan pengajaran Yesus. Rupa-rupanya kisah mukjizat disampaikan dengan tujuan agar orang semakin melihat siapa sebenarnya Yesus itu. Pusat perhatian tidak diletakkan pada mukjizatnya sendiri. Kisah mukjizat dimaksud agar pembaca semakin mantap mengikuti Yesus. Dengan kata lain, kisah mukjizat ditampilkan dengan tujuan membuat orang lebih dekat pada diri Yesus dan pengajarannya, dan bukan sebagai kisah ajaib belaka. Boleh kita bayangkan, penyusun Injil seolah-olah berkata, lihat, dia yang pengajarannya telah kalian dengar itu adalah tokoh yang memiliki kuasa besar atas alam, terhadap penyakit dan roh jahat, bahkan terhadap kematian sendiri. Pertanyaan dasar yang sebaiknya dipegang pembaca ialah: apa yang dapat kita tarik keluar mengenai Yesus dari kisah ini?

Itulah kunci memahami kisah mukjizat dalam Injil. Kisah mukjizat bukan dimaksud untuk membuat orang kagum akan kehebatan Yesus. Juga bukan untuk menimbulkan hasrat di kalangan para murid dulu dan sekarang untuk bermukjizat.

Dalam petikan ini diperlihatkan betapa para murid yang terdekat mengalami sendiri bagaimana Yesus mempunyai kuasa atas kekuatan-kekuatan yang menakutkan. Gagasan ini bersumber pada dunia keagamaan Perjanjian Lama. Di situ didapati gambaran mengenai kekuatan Allah yang menguasai gejolak laut dan badai. Boleh diingat Mzm 89:9-10 “Tuhan, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya Tuhan, dan kesetiaanMu ada di sekelilingMu. Engkaulah yang berkuasa atas kecongkakan laut, pada waktu gelombang-gelombangnya naik, Engkau juga yang meredakannya!” Lihat juga Mzm 93:3-4; 106:8-9; Yes 51:9b-10. Badai dan laut memang dihubungkan dengan kekuatan yang selalu mengancam kehidupan orang yang takwa Karena itulah dalam doa-doa Perjanjian Lama, bahaya terbesar biasa digambarkan sebagai badai di lautan. Ini terungkap misalnya dalam doa Mzm 69:15-16: “Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya aku jangan tenggelam, biarkan aku lepas dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! Janganlah gelombang air menghanyutkan aku…” Itulah kiranya yang dirasakan para murid waktu itu. Dan dalam keadaan ini mereka berseru kepada Yesus. Ia memang meredakan badai. Namun, sebelum mengamati lebih lanjut marilah kita teliti cara pengisahan Markus.

Tidur di Buritan … Memakai Bantal?

Markus mengisahkan Yesus tidur di buritan – bagian belakang perahu – dengan memakai bantal. Kedua kata itu, “buritan” dan “bantal” hanya ada dalam kisah Markus, tidak ditemukan dalam teks Matius dan Lukas. Apakah perbedaan ini berarti? Mudahnya, boleh diduga Markus hendak mengatakan Yesus benar-benar sedang tidur nyenyak! Ini cara Markus membuat pembaca semakin bertanya-tanya. Lho, dalam keadaan gawat seperti itu kok masih bisa tidur lelap, malah pakai bantal segala!

Tetapi boleh jadi Markus juga ingin mengungkapkan hal-hal yang bisa ditemukan bila kisahnya diikuti dengan saksama. Seperti disebutkan di atas, kata “bantal” tidak dijumpai dalam Matius dan Lukas. Boleh jadi kedua penginjil ini tidak memakainya karena menganggap perkaranya sudah jelas. Kata yang diterjemahkan dengan “bantal” itu memang artinya bantal yang biasa kita pakai menyandarkan kepala. Tetapi di sini barang yang berperan sebagai bantal itu ialah semacam papan melintang yang biasanya dipakai duduk atau bersandar oleh orang yang bertugas memegang kemudi perahu. Ini juga jelas karena dikatakan tempatnya di buritan yang tidak disebut oleh kedua Injil lain. Tempat itu biasanya sempit dan hanya bisa diduduki oleh juru mudi – tidak ada cukup ruang untuk orang lain. Pembaca kini boleh mulai menduga-duga maksud Markus. Apakah ia hendak mengatakan bahwa Yesus bertugas mengemudikan perahu. Bila begitu ia seharusnya mengarahkan ke tempat yang tidak diamuk gelombang. Kok malah enak-enak tidur di situ! Bisa dimengerti mengapa para murid yang ketakutan itu berseru dengan nada kesal, “Guru, tak pedulikah engkau kalau kami binasa?” (ay. 38). Nada kesal ini tidak dijumpai dalam kisah yang sejajar dalam Mat 8:25: Tuhan, tolonglah, kami binasa.”, maupun Luk 8:24, “Guru, Guru, kita binasa!” Kedua Injil itu lebih memusatkan pada permintaan tolong dalam ketakutan.

Markus hendak memperlihatkan sisi-sisi Yesus dan para murid yang tidak ditonjolkan kedua Injil lainnya. Bisa tidur dengan enak itu bagi orang sekarang dan orang dulu punya arti sama. Hati nurani bersih dan percaya bahwa dilindungi Allah sendiri. Lihat Amsal 3:23-24; Mzm 4 9; Ayub 11:18-19. Yesus di sini manusia yang sedemikian merasa aman. Ia juga berani menyerahkan orang-orang yang mengikutinya berada dalam lindungan Allah sendiri. Tokoh seperti ini memang boleh dikagumi, tapi sekaligus juga membuat gemas orang-orang yang dekat. Kok tak peduli kami bakal mati ketakutan begini! Enak-enak sendiri? Segera sesudah adegan ini kisah berubah. Yesus bangun dan menghardik angin dan membuat danau teduh. Pembaca akan ingat motif dari Perjanjian Lama mengenai kuasa terhadap kekuatan laut dan badai yang mengancam kehidupan. Ditawarkan dua gambar mengenai sosok Yesus: sosok manusia yang percaya teguh pada lindungan Allah, dan sosok dia yang menjadi tempat Allah memperlihatkan kuasanya atas daya-daya alam yang menakutkan. Pembaca yang jeli bisa memandangi yang satu dan tetap melihat yang lainnya karena memang sama. Inilah hikmat teks Markus.

Badai Ketidakpercayaan?

Apakah kisah mukjizat ini dapat dipahami sebagai kiasan bagi keadaan para murid yang terombang-ambing dan ketakutan di tengah badai kehidupan, baik dulu dan sekarang? Memang ada tafsiran seperti ini. Namun, cocokkah kita baca kisah mukjizat ini dengan cara itu? Yesus mengatakan bahwa mereka sebenarnya kurang percaya. Memang kisah-kisah Kitab Suci lebih mudah dibaca dengan mengenakan skema “percaya” lawan “tak percaya”, lebih-lebih bila di dalam petikan ini sendiri kata-kata itu dipakai.

Seperti dua Injil lainnya, Markus menghubungkan ketakutan para murid dengan sikap kurang percaya. Kurang percaya kepada siapa? Pembaca bisa jadi segera berpikir mengenai sikap kurang percaya kepada kehadiran Yesus. Tetapi sebenarnya Injil mau mengajarkan hal yang lebih dalam. Di situ ditonjolkan perbedaan antara sikap Yesus yang pasrah dan bisa tidur enak di tengah-tengah ancaman badai dan ombak di satu pihak dan para murid yang mudah guncang di lain pihak. Inilah yang kiranya hendak diperlihatkan dalam kisah mukjizat ini. Para murid diminta agar belajar bersikap tenang dalam bahaya. Bukannya tak peduli, melainkan seperti yang terjadi pada diri Yesus. Ia gambar orang yang percaya, yang merasa sepenuhnya berada dalam lindungan ilahi.

Memang tak dapat disangkal bahwa di sini juga diajarkan sikap percaya kepada Yesus. Tetapi tentunya yang dimaksud ialah percaya kepada dua sisi Yesus ini: dia yang sedemikian pasrah kepada Yang Maha Kuasa itu dan dia yang mampu membungkam badai. Ay. 41 mengungkapkan pertanyaan para murid satu sama lain “Siapa sebenarnya orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadanya?” Pertanyaan ini tak perlu dijawab dengan gampang dengan pernyataan-pernyataan teologis yang besar yang lazim kita ucapkan: ia itu Anak Allah, Mesias, Penyelamat, meski semuanya benar. Kisah ini juga memberi jawaban sederhana tapi mendalam: ia itu orang yang bisa sepenuhnya menyerahkan diri kepada lindungan ilahi

Sebuah amatan lagi. Matius dan Lukas hanyalah mengatakan bahwa Yesus membentak badai dan gelombang, tapi Markus menyampaikan hardikannya dalam bentuk kutipan: “Diam! Tenanglah!”. Kata yang kedua itu lebih daripada hanya menyuruh reda. Secara harfiah artinya “terberanguslah!”, seperti moncong ular naga yang tadinya terbuka mengancam dan kini diikat rapat. Dalam sastra Ibrani dan sekitarnya, badai dan ombak dibayangkan sebagai ular naga raksasa yang menghujat wibawa ilahi yang telah mengatur jagat ini. Kekuatan-kekuatan yang mengacaubalaukan itulah yang disuruh diam dan terberangus. Bila jalan pikiran ini diikuti, akan jelas bahwa bukan tiap kesulitan hidup boleh dibaca sebagai badai yang hanya bisa ditenangkan oleh kekuatan ilahi. Hanya yang menggugat wibawa ilahilah yang akan disuruh diam dan diikat mulutnya, hanya yang mau mengacaukan wibawanya. Para murid diajak membeda-bedakan badai yang hanya dapat diatasi kekuatan ilahi sendiri: badai ketidakpercayaan.

Dari Bacaan Kedua 2Kor 5:14-17 kemanusiaan baru

Dalam petikan ini Paulus berusaha membuat orang-orang di Korintus menemukan siapa itu Kristus bagi kehidupan mereka, bagi kemanusiaan. Ia bukan lagi yang bisa dikenali sebagai manusia semata-mata, betapa luhurnya, betapa besarnya, betapa kuatnya kepribadiannya. Ini semua tidak cukup guna memahami Dia yang ada di tengah-tengah orang yang percaya. Cara yang lebih cocok ialah melihatnya sebagai dia dapat membawa kemanusiaan menjadi yang sungguh dimaui oleh Pencipta. Kristus menjadi ciptaan baru yang sudah mulai. Barangsiapa mengikuti-Nya akan menjadi ciptaan baru.

Dalam gagasan Paulus, Allah Yang Mahakuasa itu tidak meninggalkan manusia melainkan yang membuatnya bisa mendekat kepada-Nya. Orang kini bisa mulai memandangi kehidupan bukan semata-mata dari sisi dan perhitungan manusiawi belaka. Di situlah letak kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan segala permasalahannya.

Read Full Post »

Older Posts »