Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘batuk akibat ace inhibitor’

 

  • Enzim ACE adalah kininase II. Penghambat ACE akan mencegah degradasi bradikinin sehingga akan meningkatkan kadar zat tersebut pada endotel vaskuler lokal (saluran napas atau paru-paru).
  • Proses tersebut melibatkan jalur kalikrein-bradikinin-prostaglandin.
  • Bradikinin bekerja lokal pada reseptor BK2 di sel endotel dan menstimulasi produksi nitrit oksida (NO) dan prostaglandin. Prostaglandin sendiri memiliki efek vasodilator. Dengan demikian, akumulasi bradikinin yang terus menerus akan menyebabkan angioedema: mukosa tampak agak edema dan pada faring posterior tampak sedikit sekret mukoid jernih.
  • Bradikinin juga merangsang kemoreseptor pada saluran napas dan menimbulkan rasa tergelitik dan gatal. Oleh karena itu, refleks batuk akan terangsang.
  • Melalui saraf aferen N. Vagus impuls diteruskan menuju pusat batuk di otak (nukleus traktus solitarius pada medula batang otak) hingga akhirnya terkoneksi dengan generator pernapasan pusat (medulla oblongata).
  • Setelah itu impuls akan meninggalkan medula melalui saraf eferen N. Vagus menuju laring dan daerah trakeobronkial.
  • Melalui saraf motorik phrenicus C3-S2, impuls akan disampaikan menuju m. intercostalis, dinding abdomen, dan diafragma.
  • Mula-mula udara akan diinspirasi secara cepat (2,5 L). Epiglotis menutup erat-erat untuk menjerat udara dalam paru-paru. Otot-otot abdomen berkontraksi dengan kuat mendorong diafragma. Otot-otot ekspirasi seperti m. intercostalis internus juga berkontraksi dengan kuat.
  • Tekanan dalam paru-paru akan meningkat secara cepat sampai lebih dari 100 mmHg.
  • Pada akhirnya, pita suara dan epiglotis tiba-tiba membuka lebar dan udara bertekanan tinggi dalam paru-paru pun meledak ke luar.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh bradikinin juga memberikan kecenderungan pada pasien untuk berdeham sewaktu berbicara.

Deviasi septa pada pasien merupakan suatu deformitas nasal unilateral yang disebabkan oleh gangguan proses pertumbuhan mesodermal.

Daftar Pustaka:

Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI.

Guyton, A.C. and Hall, J.E., 2006. Textbook of Medical Physiology. 11 th ed.  Philadelphia, PA, USA: Elsevier Saunders.

http://journal.publications.chestnet.org/article.aspx?articleid=1084251&issueno=1_suppl

http://www.coughjournal.com/content/7/1/10

Read Full Post »