Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘beriman dalam cobaan’

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. – Ibr 10:35

Bacaan Injil

Markus 4:26-34

Perumpamaan tentang benih yang tumbuh

4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Perumpamaan tentang biji sesawi

4:30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” 4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Renungan

Beberapa waktu terakhir ini kita mungkin cukup sering mendengar tentang “Teologi Kemakmuran” yang mengatakan bahwa mengikut Tuhan akan membuat kita kaya dan hidup makmur, sukses, berhasil, dan sehat sempurna. Banyak orang menjadi tertarik karena memang hal-hal ini yang seringkali menjadi target hidup mereka.

Namun Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa dengan mengikuti-Nya, kita akan bebas dari cobaan. Sebaliknya, kita harus memikul salib, bahkan mungkin akan mengalami penderitaan dan cobaan karena kita berbeda dengan dunia ini.

Dalam Ibrani 10:32 dikatakan, “Setelah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan demikian.”

Setelah kita menerima Yesus dan hidup terang bersama-Nya, maka kita dipisahkan dari dunia ini yang tidak mengenal Dia, yang hidup dengan nilai-nilai duniawi. Sebagai anak-anak Terang, kita hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai dunia. Itulah sebabnya kita sering bergumul dalam cobaan dan penderitaan karena ingin mempertahankan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Kerajaan Allah diumpamakan sebagai biji sesawi, yang terkecil dari segala benih, tetapi akan tumbuh menjadi pohon yang besar hingga menjadi tempat bernaung bagi manusia maupun burung-burung. Itulah kekristenan kita – menjadi pohon sesawi yang tumbuh besar dan kuat dalam cobaan dan penderitaan. (Ev)

Apakah saya tetap teguh beriman dalam kepercayaan kepada Yesus dalam cobaan yang saya hadapi?

Sumber: Renungan Harian Bahasa Kasih

30 Januari 2015

Read Full Post »