Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dasar diagnosis ulkus molle’

Diagnosis

  • Laki-laki, 24 tahun
  • Keluhan: ulkus multipel, nyeri, di daerah preputium dan meatus uretra eksterna sejak 7 hari lalu (bukan sifilis)
  • Papula eritem dengan pustula di tengahnya, kemudian pecah menjadi erosi (reaksi radang)
  • Erosi semakin lama bertambah banyak sampai ke daerah scrotum (penyebaran bakteri)
  • Ulkus bergaung, tepi ireguler, diskret dengan dasar yang rapuh, kotor, dan mudah berdarah (infeksi bakteri, toksin (cytolethal distending toxin dan hemolisin)
  • Disertai pembesaran KGB inguinal dextra dan sinistra, nyeri
  • Riwayat sosial: sering berganti pasangan sejak 20 tahun (faktor risiko)
  • Terakhir berhub seksual 2 minggu yang lalu dengan pasangan tak tetap tanpa memakai kondom (faktor risiko, lesi mukosa)
  • Penderita baru mengalami keluhan seperti ini (bukan herpes genitalis rekuren)

Tanda vital dalam batas normal (afebris)

Status generalis dalam batas normal (tak ada gejala sistemik seperti pada herpes simplex)

Status venereologi:

  • Inguinal kiri dan kanan: pada palpasi teraba benjolan dengan diameter 1-2 cm, keras, nyeri tekan (+) (limfadenopati)
  • Scrotum: ulkus multipel, diameter 2-3 cm, batas tegas, indurasi (-), tepi tak rata, bergaung, dasar ditutupi pus, krusta pustulosa, krusta sanguinolenta (eksudat dan jaringan granulasi)
  • Penis: preputium dan meatus uretra eksterna erosi, ulkus seperti pada scrotum

 

Hasil Laboratorium

  • Bahan pemeriksaan: apus ulkus
  • Gram: PMN > 50/LPB (infeksi bakteri)
  • Batang Gram (-) berderet spt rantai (khas pd Haemophilus ducreyi (school of fish))

 

Diagnosis Kerja: ulcus molle et causa Haemophilus ducreyi

Pencegahan

  • Menjaga kebersihan pribadi
  • Penggunaan kondom
  • Menghindari sikap promiskuitas

Komplikasi

  • Mixed chancre / phagedenic chancroid (infeksi campuran dengan fusospirochaeta – bakteri Gram (-) anaerob dan Spirochaetaceae): ulkus masif, destruksi jaringan
  • Limfadenitis inguinal
  • Ruptur bubo
  • Fimosis atau parafimosis

 

Prognosis

Quo ad vitam: ad bonam

Quo ad functionam: ad bonam

Quo ad sanationam: dubia

 

Read Full Post »