Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘definisi prevalensi klasifikasi etiologi gout’

Definisi: kelompok penyakit heterogen akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat dalam cairan ekstraseluler

 

Epidemiologi:

  • Jarang pada pria sebelum remaja
  • Jarang pada wanita sebelum menopause

Pria:Wanita = 4:1 (di bawah 65 tahun); 3:1 (di atas 65 tahun)

Pria: 49 tahun

Wanita: 60 tahun

Pada usia 32-64 tahun, pria : wanita = 2,8% : 1,5%

 

Predileksi (biasanya satu sendi):

Jempol kaki (paling sering), kaki, pergelangan kaki, lutut, lengan, pergelangan tangan, siku dan kadang di jaringan lunak dan tendon.

Etiologi:

1. Gout primer: pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat (defisiensi enzim PPRP amido transferase dan HGPRT, peningkatan jumlah PPRP yang tidak dipergunakan).

2. Gout sekunder: pembentukan asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain / obat-obatan (penurunan massa dan filtrasi ginjal).

3. Gout idiopatik: hiperurisemia yang tidak jelas penyebabnya

 

Faktor Risiko:

1. Suku bangsa/ras

  • Di Indonesia paling tinggi di Minahasa-Manado karena kebiasaan, pola makan, atau konsumsi alkohol

2. Konsumsi alkohol

  • Metabolisme alkohol menghasilkan efek samping berupa asam laktat. Asam laktat tersebut akan menghambat ekskresi asam urat pada ginjal. Akibatnya, kadar asam urat serum akan meningkat.

3. Konsumsi ikan laut: kadar purin tinggi

4. Penyakit: obesitas, DM, penyakit ginjal, hipertensi, dan lain-lain

5. Obat-obatan: diuretik, antihipertensi, aspirin, dan sebagainya

  • Obat diuretik akan menurunkan tekanan darah sehingga sekresi pada ginjal ikut menurun

6. Jenis Kelamin: lebih sering pada pria seperti yang sudah disebutkan di atas

7. Diet tinggi purin

  • Selain meningkatkan asam urat, juga berpengaruh pada ketidakseimbangan HDL, trigliserida, dan LDL

 

Gambaran Klinis:

1. Hiperurisemia asimptomatik

2. Stadium arthritis gout akut

  • Monoartikular, nyeri, bengkak, terasa hangat, merah. Terkadang disertai dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil, dan merasa lemah
  • Sembuh dalam beberapa hari sampai minggu
  • Bila tidak diobati, rekuren multipel, interval antar serangan singkat

3. Stadium interkritikal (asimptomatik)

  • Dapat terjadi satu atau beberapa kali per tahun sampai 10 tahun

4. Stadium arthritis gout menahun (umum pada self medication)

  • Banyak tofi, poliartikular (cuping telinga, metatarsophalangeal I, olecranon, tendon Achilles, jari tangan)
  • Tofi menimbulkan inflamasi

Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31060/4/Chapter%20II.pdf

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia Edisi 5

Read Full Post »