Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dermis’

Sistem integumen terdiri atas kulit dan derivat kulit.

Kulit dibagi menjadi 2 lapisan:

1. Epidermis

a. Stratum basal

b. Stratum spinosum

c. Stratum granulosum

d. Stratum lucidum

e. Stratum korneum

2. Dermis

a. Stratum papilare

b. Stratum retikulare

A. Epidermis

Epidermis terdiri dari jaringan epitel berlapis banyak bertanduk. Semakin ke permukaan, bentuknya semakin pipih. Sel yang terdapat di membran basal dapat berbentuk kuboid atau silindris. Lapisan di atasnya akan berbentuk polihedral. Makin ke atas, bentuk selnya semakin pipih. Hal tersebut dimaksudkan agar sel basal dapat menopang sel di atasnya.

a. Stratum basal

– Sel hidup yang selalu membelah diri dan mengalami mitosis

– Berperan dalam pertumbuhan kulit

– Terdapat pigmen melanosit pada sel kubus

b. Stratum spinosum

– Berbentuk polihidral karena juluran-juluran sitoplasma

– Stratum spinosum dan stratum basal sering disebut sebagai stratum germinativum

– Berfungsi dalam pertumbuhan kulit

c. Stratum granulosum

– Mengandung keratohyalin yang basofilik, pada pewarnaan HE akan memunculkan warna biru

– Sel berbentuk belah ketupat

d. Stratum lucidum

– Tidak jelas terlihat karena tidak mempunyai sitoplasma (nukleus dan organel-organel)

– Tampak jernih

– Mengandung butir-butir eleidin yang bersifat eosinofilik

e. Stratum korneum

– Lapisan kulit terluar

– Sitoplasma mengandung keratin

– Lapisan paling luar dari stratum korneum akan mengalami pengelupasan sehingga disebut sebagai stratum disjunctum

B. Dermis

Dermis tersusun dari jaringan ikat padat kolagen yang serabutnya tersusun tidak teratur. Dermis dibagi menjadi stratum papilare dan stratum retikulare.

1. Stratum papilare

– Terletak di bawah membran basalis

– Mengisi papila epidermis

– Terdiri atas jaringan ikat kolagen tipis

2. Stratum retikulare

– Tersusun atas jaringan ikat kolagen padat dan tebal

– Terdapat struktur sensoris saraf, fibroblas, kapiler darah, derivat kulit, dan kelenjar-kelenjar

Di bawah epidermis terdapat lapisan subkutan (hipodermis). Lapisan subkutan tersusun dari jaringan ikat yang sangat longgar dan mengandung banyak sel lemak.

C. Derivat Epidermis

Yang termasuk derivat kulit antara lain kuku dan rambut.

1. Rambut

– Merupakan benang zat tanduk tipis

– Sel-sel matriks berasal dari folikel rambut (invaginasi epidermis)

– Dindingnya terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat)

– Nutrisi didapat dari kapiler darah

2. Kuku

– Merupakan epitel yang mengalami pertandukan

– Melekat pada permukaan dorsal jari-jari

Derivat kulit yang lain termasuk bulu, paruh, cula, dan sisik pada hewan.

D. Kelenjar pada kulit

1. Kelenjar minyak (glandula sebacea)

– Tertanam pada dermis di sekitar folikel rambut

– Berbentuk alveoler

– Bersifat holokrin karena sekret dikeluarkan bersama sisa sel yang mati

– Menghasilkan sebum yang terdiri dari campuran kompleks lipid

2. Kelenjar keringat (glandula sudorifera)

– Berbentuk tubuler simpleks bergelung

– Bersifat merokrin karena pengeluaran sekret tidak merusak sel-sel kelenjar

– Sekretoris tertanam dalam dermis

Daftar Pustaka:

http://emedicine.medscape.com/article/1294744-overview

Read Full Post »