Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘diagnosis dasar’

Diagnosis Dasar

Anamnesis:

  • Wanita, 39 tahun
  • Keluhan: lemah badan, cepat lelah, sulit naik tangga
  • Kenaikan berat badan 10 kg sejak 3 bulan terakhir
  • Kulit mudah memar, garis-garis keunguan pada perut
  • Riwayat menstruasi normal
  • Tidak ada nyeri kepala, riwayat jerawatan, gangguan penglihatan, gangguan BAB maupun BAK
  • Tidak ada riwayat hipertensi DM, maupun alergi

Riwayat penyakit keluarga: ibu memiliki riwayat DM

Tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan obat-obatan tanpa resep dokter

Tidak ada riwayat pemakaian steroid sebelumnya

 

Pemeriksaan Fisik:

  • Status gizi : BB 87 kg, TB 167 cm, obesitas sentral
  • Tanda vital : Tensi 150/80 mmHg, Nadi 90x/menit, Resp 20x/menit, Suhu 36.8° C
  • Kepala : muka bulat (moon face), plethora (+)
  • Leher : timbunan lemak (fat pad) supraklavikular dan dorsoservikal (buffalo hump), tiroid tidak membesar

Toraks :

  • Paru : normal
  • Jantung : normal
  • Abdomen : obese, striae lebar keunguan di abdomen inferior, massa (-)
  • Ekstremitas : kulit tipis, akral hangat (hipervolemik), motorik lengan atas dan tungkai atas bilateral 4/5, refleks fisiologis +/+, refleks patologis (-).

 

Pemeriksaan Penunjang

Hematologi:

Darah rutin:

  • Hb : 13.6 g/dL (normal)
  • Ht : 39% (normal)
  • Leukosit : 9000/mm³ (1/0/2/85/10/2) (eosinopenia, neutrofilia, limfopenia)
  • Trombosit : 208.000/mm³ (normal)

Elektrolit

  • Na : 138 meq/L (normal)
  • K : 3.6 meq/L (normal)
  • Ca : 9.4 meq/L (normal)
  • Albumin : 3.2 meq/L (normal)

Kimia darah:

Glukosa darah sewaktu: 118 mg/dL (bukan Diabetes Mellitus)

 

Hasil Pemeriksaan Penunjang:

1. Serum kortisol (08.00 WIB) setelah pemberian 1 mg deksametason malam sebelumnya (23.00 WIB): 8μg/dL (meningkat)

2. Urin kreatinin: 1.4g/24 jam (normal; meningkat sebagai tanda dehidrasi, menurun sebagai tanda distrofi muskular lama)

3. Urin kortisol: 320μg/24 jam (meningkat)

4. Serum ACTH: 43 pg/mL (normal)

5. Serum kortisol basal (pukul 08.00) setelah pemberian 8 mg deksametason malam sebelumnya (pukul 11.00): 4μg/dL

6. MRI pituitari: adenoma (-) (mikroadenoma tidak terdeteksi)

7. CT scan toraks dan abdomen: normal

8. Rasio ACTH IPS:P >2.5 (rasio di atas 2.5 menunjukkan kelainan hipofisis/pituitari)

 

Diagnosis Banding

  • Sindroma Cushing et causa hiperplasia adrenal primer
  • Sindroma Cushing et causa hiperplasia adrenal sekunder (adenoma pituitari)
  • Sindroma Cushing et causa tumor ektopik

 

Diagnosis Kerja

Sindroma Cushing et causa hiperplasia adrenal sekunder (mikroadenoma pituitari)

 

 

Advertisements

Read Full Post »

Dasar Diagnosis Berdasarkan Skenario

Anamnesis:

  • Seorang wanita berusia 61 tahun.
  • Keluhan: palpitasi, berkeringat, penurunan berat badan (40 kg dalam waktu 1 tahun), riwayat diare intermiten selama 3 bulan terakhir, ansietas berlebihan, diplopia.
  • Tidak ada sinkop, febris, angina, dyspnea, batuk kronis, maupun edema ekstremitas.
  • Tidak ada riwayat hipertensi, DM, asma, penyakit jantung, dan alergi.
  • Kebiasaan: merokok 1 bungkus/hari sejak usia 20-an dan kadang mengkonsumsi alkohol.
  • Tinggal sendirian di rumahnya, suaminya telah meninggal setahun yang lalu, memiliki 2 orang anak.

 

Pemeriksaan fisik:

  • Tensi 180/110 mmHg (hipertensi II)
  • Nadi 160 kali/menit, ireguler, isi cukup (takikardi)
  • BB 42 kg, TB 160 cm, BMI 16,4 kg/m2 (underweight)
  • Kepala: bilateral eksoftalmos, eksotropia kanan.
  • Leher: difus goiter (pembesaran kelenjar tiroid).
  • Jantung: ictus cordis di ICS V linea midclavicularis sinistra (sedikit membesar), takikardia, intermiten ireguler.
  • Ekstremitas: akral hangat dan lembab, sensorik dan motorik intak.

 

Pemeriksaan Penunjang:

  • Hematologi: LED 18 mm/jam (sedikit meningkat)
  • Radiologi foto toraks normal
  • EKG: atrial fibrilasi, respon ventrikel cepat, tidak ada tanda iskemia dan hipertrofi jantung.

Tes fungsi tiroid:

  • TSHs: 0.006 mIU/L (rujukan: 0.5-5.0 mIU/L)
  • FT3: 20.2 pg/mL (rujukan: 2.4-4.2 pg/mL)
  • FT4: 4.1 ng/dL (rujukan 0.8-1.7 ng/dL)

Enzim jantung:

  • Troponin T: negatif (menyingkirkan diagnosis penyakit jantung; pada saat terjadi kerusakan miokard akibat iskemia, troponin T akan dilepas dari sitoplasma ke dalam aliran darah).
  • CK-MB: 2 ng/ml (enzim CK-MB merupakan penanda miokard infark dan penyakit jantung koroner).

 

Diagnosis Banding

 

Diagnosis Kerja:

Hipertiroid et causa Graves’ Disease

 

Read Full Post »