Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘disfungsi ereksi psikogenik’

Patogenesis dan Patofisiologi

  • Faktor risiko dan faktor pencetus menyebabkan gangguan biokimia (neurotransmiter dopamin, serotonin, norepinefrin)
  • Gangguan sistem limbik (peran dopamin <)
    • Gangguan mood: afek depresi, kehilangan minat dan kegembiraan, lack of energy (tidak berenergi)
    • Gejala tambahan pada depresi: penurunan konsentrasi, kehilangan rasa percaya diri, rasa bersalah, pesimis, gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, gangguan tidur, gangguan makan
    • Gangguan somatik (dalam bentuk disfungsi seksual): penurunan libido, fungsi ereksi berkurang
  • Respons terhadap stres: CRF (Corticotropin-Releasing Factor) di korteks frontalis meningkat
    • Aksis HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) >> : pelepasan kortisol, epinefrin, norepinefrin
    • Simpatis >> : peningkatan tonus otot polos corpus spongiosum, relaksasi terhambat
    • Reseptor CRF pada amigdala dan nukleus basolateral: mengatur perilaku dan respons terhadap stres

Teori penghambatan ereksi psikogenik:

  • Inhibisi direk dari pusat ereksi spinal di otak -> berlebihan
  • Penurunan dopamin pada nukleus preoptika medialis: libido <, kapasitas dan frekuensi kopulasi <<
  • Penjalaran impuls simpatis berlebihan dan peningkatan katekolamin -> peningkatan tonus otot polos corpus spongiosum -> relaksasi terhambat
  • Penurunan dopamin -> peningkatan prolaktin -> fungsi ereksi terganggu
  • Penurunan dopamin -> pelepasan oksitosin berkurang -> mekanisme perifer ereksi terganggu

Gejala Klinis

  • Aktivitas seksual <
  • Tidak mampu terangsang
  • Dispareunia pada wanita
  • Infertilitas
  • Pria: tidak mampu ereksi, tidak mampu mempertahankan ereksi, terlambat atau tidak ada stimulasi untuk ejakulasi, tidak mampu mengontrol ejakulasi
  • Wanita: tidak mampu merelaksasikan atau mengendurkan otot vagina untuk hubungan seks, kurangnya lubrikasi vagina, tidak mampu mencapai orgasme

 

Sumber:

Depkes RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. 1993. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia Edisi III.

Kaplan HI dan Sadock BJ. 1998. Synopsis of Psychiatry (8 ed.). Maryland: Baltimore.

Nieschlag E, et al. 2010. Andrology: Male Reproductive Health and Dysfunction (3 ed.). London: Springer.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16423710

http://www.nature.com/ijir/journal/v18/n1s/pdf/3901509a.pdf

http://www.medscape.com/viewarticle/551562_4

http://www.hawaii.edu/hivandaids/The%20Relationship%20Between%20Depression%20and%20Erectile%20Dysfunction.pdf

Advertisements

Read Full Post »