Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘faktor risiko asma’

Definisi Menurut Global Initiative for Asthma (GINA) 2002:

 

Asma adalah kelainan inflamasi kronik saluran napas. Proses inflamasi ini melibatkan berbagai sel inflamasi antara lain sel mast, eosinofil, limfosit T, dan neutrofil. Pada individu yang sensitif kelainan inflamasi ini menyebabkan gejala-gejala yang berhubungan dengan obstruksi saluran napas yang menyeluruh dengan derajat yang bervariasi, yang sering membaik (reversible) secara spontan maupun dengan pengobatan. Inflamasi kronik ini juga menyebabkan hiperreaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan.

 

Epidemiologi dan Insidensi:

  • anak laki-laki lebih sering daripada perempuan,
  • setelah pubertas, perempuan sedikit lebih sering, sekitar 8% dari populasi orang dewasa di Amerika Serikat memiliki tanda dan gejala yang konsisten dengan diagnosis asma (300 juta di seluruh dunia),
  • biasanya terjadi sejak kecil,
  • prevalensi meningkat lebih dari 45% sejak akhir 1970-an,
  • peningkatan cepat terjadi pada negara yang baru mengadopsi gaya hidup industrial.

 

 

Etiologi:

belum diketahui pasti,

diperkirakan disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan faktor yang didapat (pencetus dapat berupa infeksi, polusi, dan alergi).

 

Faktor Risiko Umum:

  • paparan alergen (tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, serbuk sari, dan jamur >> hipersensitivitas tipe I),
  • pekerjaan (toluen diisosianat >> pembuatan plastik; metilik anhidrida >> resin untuk lem, cat, dan lain-lain)
  • iritasi (asap rokok, GERD)
  • infeksi saluran pernapasan (virus >>  menurunkan ambang rangsang vagal subepitelial),
  • olahraga (CO2 >> kemoreseptor pada arcus aorta dan sinus caroticus – medula oblongata – korteks – medula spinalis – saraf efektor – otot pernapasan; suhu >> termoreseptor N. Vagus – otak – N. Vagus motorik – asetilkolin – depolarisasi Ca – pecahnya sel mast karena deposit kalsium bertambah di dalam sel itu – histamin – merupakan amin vasoaktif – bronkokonstriksi dan edema bronkus karena peningkatan permeabilitas vaskular),
  • ekspresi emosional yang kuat (meningkatkan rangsangan vagal >> parasimpatis),
  • bahan kimia dan obat-obatan (aspirin >> jalur siklooksigenase dihambat – jalur lipoksigenase berlebihan – leukotrien; beta-blocker – menghambat adrenoreseptor beta-2 di paru-paru yang berfungsi untuk bronkodilatasi, reseptor beta-1 terdapat di jantung).
Advertisements

Read Full Post »