Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘faktor risiko kanker payudara’

Pembuluh Darah Mammae

Mammae mendapat darah dari:

  • Cabang a. thoracica lateralis yang memberi darah untuk bagian lateral mammae
  • Cabang a. thoracica interna untuk sebagian kecil bagian medial mammae
  • Cabang-cabang a. intercostalis posterior dan dari truncus thoracoacromialis
  • Darah vena dialirkan menuju vena axillaris, vena thoracica interna, vena thoracica lateralis, dan vena intercostalis

Terdapat variasi pada suplai darah mammae pada wanita. Pada 18% individu, mammae diperdarahi oleh a. thoracica interna, a. axillaris, dan a. intercostalis. Pada 30% individu, tidak ada suplai berarti dari a. axillaris. Pada 50% individu, a. intercostalis hanya berkontribusi sedikit.

mammary-blood

Keterangan gambar:

  • Internal mammary artery: nama lain dari a. thoracica interna
  • A. thoracalis lateralis: merupakan cabang dari a. axillaris, pada gambar tidak diberi keterangan
  • Pembuluh darah paling lateral: arteri dan vena subscapular, yang lebih medial: arteri dan vena thoracalis lateralis

Aliran Limfatik Mammae

  • Aliran limfe dimulai dari papilla mammae dan menuju areola mammae
  • Sebagian besar getah bening melalui pembuluh-pembuluh interlobularis menuju plexus subareolaris 
  • Lateroinferior (75%): melalui vasa thoracoacromialis & vasa thoracica lateralis menuju nodi axillares
  • Medial: vasa intercostalis menuju nodi parasternales (terletak di sepanjang a. thoracica interna)
  • Sebagian kecil dari superior: nodi supraclavicularis
  • Superfisial: menyeberang garis tengah menuju mamma kontralateral atau menuju dinding depan abdomen

 

lymphatic-drainage_mammae

Faktor Risiko Karsinoma Mammae

Pengaruh estrogen terhadap jaringan payudara dapat berupa: (1) stimulasi pembelahan sel, (2) peran pada pertumbuhan dan perkembangan payudara, (3) efek terhadap hormon lain yang menstimulasi pembelahan sel kelenjar payudara, dan (4) mendukung pertumbuhan tumor yang responsif terhadap estrogen.

Faktor habituasi dan pola makan — misal yang berlemak — dapat berpengaruh secara langsung dengan meningkatkan level estrogen dalam sirkulasi darah. Efek indirek dengan menyebabkan obesitas. Kanker yang terjadi setelah masa menopause terpengaruh oleh hormon estrogen yang terbentuk dari jaringan lemak tubuh karena ovarium tak lagi menghasilkan hormon tersebut. Fitoestrogen yang didapatkan dari makanan nabati seperti kacang kedelai, gandum utuh, sayur, dan buah-buahan bersifat protektif terhadap kanker. Fitoestrogen tidak disimpan di dalam tubuh, melainkan cepat dinonaktifkan dan diekskresikan melalui urin. Fitoestrogen merupakan estrogen lemah yang mencegah estrogen manusia (yang berdalamefek lebih kuat) untuk berikatan dengan reseptornya. Fitoestrogen merupakan estrogen yang lemah karena mengakibatkan pembelahan sel yang lebih sedikit.

Berat badan juga berpengaruh dalam pembentukan keganasan. Setelah menopause, sumber estrogen didapatkan dari lemak tubuh. Pada orang dengan obesitas, proporsi lemak tubuh cenderung tinggi. Salah satu gaya hidup yang penting untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan olahraga atau aktivitas fisik. Olahraga akan berefek secara langsung dengan menurunkan kadar estrogen dalam darah. Selain juga membantu menurunkan berat badan. Gaya hidup lain yang perlu diperhatikan adalah alkoholisme. Alkohol akan meningkatkan kadar estrogen dalam sirkulasi.

Pil KB juga berpengaruh dalam perjalanan penyakit kanker. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa penggunaan pil KB akan meningkatkan insidensi keganasan pada sel kelenjar payudara. Hal ini dimungkinkan karena adanya kandungan hormon estrogen dalam pil tersebut. Akan tetapi, penelitian lain mengemukakan bahwa kanker payudara pada pengguna pil KB kurang parah bila dibandingkan dengan pasien yang tidak menggunakan pil KB.

Bahan kimia juga berpengaruh dalam proses keganasan. Bahan kimia tersebut antara lain; pestisida, pengawet BHT dan BHA, residu detergen industrial berupa nonyl-octaphenol, zat-zat dalam pengolahan plastik, pewarna makanan, dan formaldehida yang sering digunakan dalam pembuatan karpet.

Estrogen yang paling kuat dalam tubuh manusia adalah 17-beta estradiol. Namun demikian jenis ini bisa berubah menjadi bentuk yang lebih poten, yaitu 16a-OHE. Estrogen berperan sebagai messenger dan proses gembok-anak kunci. Apabila estrogen dan reseptornya bergabung, maka unit estrogen dan reseptornya ini akan dapat berikatan dengan tempat regulasi spesifik pada DNA sel. Hal ini akan mengaktifkan fungsi gen yang responsif terhadap estrogen. Gen yang aktif akan menjalankan proses trankripsi, translasi, dan pembentukan protein yang menjadi suatu sinyal bagi sel untuk membelah. Estrogen juga akan mendukung pembuatan reseptor untuk hormon lain seperti progresteron. Dalam hal ini progresteron bersifat sama, yaitu mencetuskan pembelahan sel. Progesteron cenderung mempengaruhi perkembangan lobulus-lobulus kelenjar payudara. Estrogen cenderung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jaringan stromal (jaringan ikat), pertumbuhan sistem duktus yang luas, serta deposit lemak.

Sebelum kehamilan, sel-sel kelenjar payudara bersifat imatur dan sangat aktif membelah. Sel yang imatur ini memiliki respons yang lebih tinggi terhadap estrogen bila dibandingkan dengan sel matur. Pada saat kehamilan, sel kelenjar payudara akan mengalami maturasi. Kehamilan pertama di usia lebih dari 30 tahun bisa menjadi faktor risiko karena selama itu siklus menstruasi terus berjalan. Kadar hormon estrogen terus tinggi dan sel kelenjar payudara tak kunjung mengalami maturasi.

Pada ibu yang menyusui lebih dari 1 tahun, faktor risiko terkena kanker payudara akan berkurang. Penghasilan ASI dikatakan dapat membatasi kemampuan sel untuk mengalami penyimpangan fungsional. Dengan menyusui, jumlah siklus menstruasi yang dialami wanita akan berkurang. Dengan demikian, level estrogen dalam sirkulasi juga akan berkurang. Hormon prolaktin yang dihasilkan saat masa laktasi akan memberikan umpan balik negatif menuju hipotalamus sehingga terjadi pengurangan sekresi hormon GnRH (Gonadotropin-releasing hormone).  Melalui mekanisme ini, maka produksi LH dan FSH oleh hipofisis anterior akan terhambat. Produksi estrogen oleh ovarium juga akan menurun.

Usia juga merupakan faktor risiko. Semakin lama seseorang hidup, maka semakin besar kesempatan untuk terjadinya mutasi dalam tubuh. Padahal dengan usia yang semakin menua, tubuh kita menjadi kurang cakap dalam memperbaiki kerusakan gen yang terjadi.

Sumber:

Wibowo D.S. & Paryana W. 2009. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: Graha Ilmu Publishing.

April E.W. 1997. Clinical Anatomy 3rd Edition. London and Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38965/4/Chapter%20ll.pdf

http://www.vashishtsurgicalservices.co.uk/images/blood.jpg

http://www.breastcancer.org/risk/factors

http://envirocancer.cornell.edu/factsheet/general/fs10.estrogen.cfm

http://library.med.utah.edu/kw/human_reprod/lectures/prolactin/

Advertisements

Read Full Post »