Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘hepatitis b’

Definisi: infeksi hepar yang disebabkan oleh virus hepatotropik, yaitu hepatitis B.

 

Etiologi: virus Hepatitis B

  • Anggota keluarga hepadnavirus

  • Virus DNA, sferis, diameter 42 nm

  • Memiliki surface antigen HbsAg

  • Nukleokapsid mengandung HBV-DNA, DNA polimerase, Hepatitis B core antigen (HBcAg)

  • HBeAg terdapat dalam serum selama replikasi virus

 

Prevalensi di Asia sekitar 5-15%, di Amerika Serikat <1%

 

Penularan:

  • Terutama melalui parenteral (transfusi, produk darah, jarum suntik, transplantasi organ atau jaringan)

  • Cairan tubuh (saliva, semen, cairan vaginal) yang menjadi risiko penularan seksual

  • Maternal-infant

  • Masa inkubasi 6-8 minggu

  • 1-5% dewasa, 90% neonatus, 50% bayi akan berkembang menjadi hepatitis kronik dan viremia yang persisten

  • Infeksi persisten tersebut dapat menjadi hepatitis kronik, sirosis hepatis, dan karsinoma hepar

 

Fase:

a. Preikterus:

  • Gejala seperti infeksi virus pada umumnya,

  • SGOT-SGPT dan LDH sudah mengalami peningkatan,

  • Hepatomegali dan splenomegali.

b. Fase ikterik:

  • ikterus,

  • hiperbilirubinemia,

  • feses akolis,

  • peningkatakan enzim fosfatase alkali serum.

c. Fase penyembuhan:

  • mulai terjadi regenerasi hepatosit,

  • serum bilirubin dan enzim mulai turun ke kadar normal secara perlahan-lahan,

  • pembesaran dan rasa nyeri hepar berkurang (bila dalam waktu 6 bulan pemeriksaan laboratorium belum normal, berarti infeksi berlangsung kronis).

 

Patogenesis dan patofisiologis:

  • Virus Hepatitis B → gejala infeksi virus seperti flu, limfositosis

  • Ekspresi seluler antigen virus selama replikasi

  • Sensitisasi sel T sitotoksik

  • Nekrosis hepatosit → kebocoran (bilirubin direk dan enzim masuk ke dalam pembuluh darah)

  • Peningkatan bilirubin direk dalam serum → larut dalam air → dibawa ke ginjal → sekresi melalui urin

  • Pada urin didapatkan bilirubin (+) sehingga warnanya menjadi seperti teh tua

  • Akumulasi bilirubin direk di dalam jaringan → ikterus

  • Inflamasi pada hepar:

    • Edema → hepatomegali → desakan terhadap gaster → nausea dan vomit

    • Peningkatan laju endap darah

 

Hepatitis B merupakan virus DNA, sehingga tak langsung bersifat sitopatik. Virus tersebut tidak langsung menyerang sel inang. Kerusakan sel hepar dimediasi oleh respon imun tubuh. Bila respon imun tidak adekuat, maka akan terjadi infeksi yang berlangsung kronis.

 

Penatalaksanaan:

 

Non farmakologis:

  • Istirahat, hindari aktivitas fisik yang berlebihan dan berkepanjangan

  • Diet adekuat (cukupi kebutuhan kalori dan protein)

  • Hindari konsumsi alkohol selama fase akut

  • Obat-obatan yang tidak diperlukan harus diberhentikan

 

Farmakologis:

  • Antivirus:

    • Lamivudin

    • Telbivudin

    • Adefovir

    • Analog nukleotida

  • Imunomodulator

    • INF α

    • Thymosine

  • Herbal:

    • Taraxacum officinale (dandelion)

    • Glycyrrhiza glabra (liquorice)
    • Silybum marianum (St. Mary’s Thistle)

 

 

Pencegahan:

  1. Imunoprofilaksis vaksin Hepatitis B

  2. Imunoprofilaksis pasca paparan dengan vaksin Hepatitis B

  3. Vaksin kombinasi (Twinrix-GlaxoSmithKline)

  • HBsAg

  • > 720 unit Elisa Hepatitis A Virus yang dilemahkan

 

Prognosis:

Quo ad vitam : dubia ad bonam

Quo ad functionam : dubia ad bonam

Quo ad sanationam : dubia ad bonam

 

Read Full Post »