Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘inferensi’

John Dewey: berpikir kritis merupakan proses berpikir yang reflektif

Berpikir kritis merupakan pertimbangan yang aktif, persisten (terus menerus), dan teliti mengenai sebuah keyakinan atau bentuk pengetahuan yang diterima begitu saja dipandang dari sudut alasan-alasan yang mendukungnya dan kesimpulan-kesumpulan lanjutan yang menjadi kecenderungannya (Dewey, 1909, hlm. 9).

Langkah-langkah berpikir kritis (Glaser, 1941, hlm. 6):

1. Mengenal masalah

2. Menemukan cara-cara yang dipakai untuk menangani masalah-masalah itu

3. Mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan

4. Mengenal asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan

5. Memahami dan menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dan khas

6. Menganalisis data

7. Menilai fakta dan mengevaluasi pernyataan

8. Mengenal adanya hubungan yang logis antara masalah-masalah

9. Menarik kesimpulan dan kesamaan yang diperlukan

10. Menguji kesamaan dan kesimpulan yang diambil

11. Menyusun kembali pola-pola keyakinan berdasarkan pengalaman yang lebih luas

12. Membuat penilaian yang tepat tentang hal-hal dan kualitas-kualitas tertentu dalam kehidupan sehari-hari

Keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam berpikir kritis:

a) Mengidentifikasi elemen-elemen dalam kasus yang dipikirkan, khususnya alasan- alasan dan kesimpulan-kesimpulan.

b) Mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi-asumsi

c) Mengklarifikasi dan menginterpretasi pernyataan-pernyataan dan gagasan-gagasan (grafik, bagan, teks, pidato, tindakan, bahasa tubuh, dan lain-lain)

d) Menilai akseptibilitas, khususnya kredibilitas klaim-klaim

e) Mengevaluasi argumen-argumen yang beragam jenisnya

f) Menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan penjelasan-penjelasan

g) Menganalisis, mengevaluasi, dan membuat keputusan-keputusan

h) Menarik inferensi-inferensi

i) Menghasilkan argumen-argumen

Penarikan kesimpulan atas argumen-argumen:

<alasan 1> dan <alasan 2> dan <alasan …> sehingga <kesimpulan>

<alasan 1> sehingga <kesimpulan 1> oleh karena itu <kesimpulan 2>

Akseptibilitas alasan:

Akseptibilitas juga meliputi kredibilitas, yaitu sejauh mana kita dapat mempercayai suatu sumber. Melalui berpikir secara kritis, kita akan dapat menilai kredibilitas sumber dengan terampil.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menilai kualitas sumber adalah sebagai berikut:

I) Pribadi/sumber yang kredibilitasnya ingin kita nilai

II) Keadaan atau konteks ketika klaim itu dibuat yang mempengaruhi kredibilitasnya

III) Pembenaran yang diberikan oleh sumber untuk mendukung klaim

IV) Sifat dan dasar klaim

V) Adanya bukti-bukti yang menguatkan dari sumber-sumber lain

Mengevaluasi inferensi:

1. Evaluasi inferensi dapat dilandaskan pada kesahihan deduktif dan alasan lain. Inferensi sendiri berarti perpindahan yang kita buat dari alasan hingga kesimpulan. Klaim pertama akan membenarkan klaim kedua. Dari klaim kedua tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan melalui silogisme.

Semua A adalah B

C adalah bagian dari A

Kesimpulan: C adalah B

2. Asumsi dan argumen-argumen lain yang relevan juga merupakan kriteria evaluasi inferensi.

Membuat keputusan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat keputusan adalah opsi, konsekuensi, nilai dan risiko.

Disadur dari:

Fisher, Alec. 2008. Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar dlm. Gugi Sagara. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Read Full Post »