Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘meine seufzer’

meineseufzer-thumbnail-blog

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer, meine Tränen (Meine Seufzer Opus III)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
Rilis: 2017
Halaman: 198
Penerbit: Diandra Kreatif / Victoire Publishing (nulisbuku.com)
Bahasa: Indonesia
Sinopsis

Radang paru-paru memaksa Marie untuk dirawat di sanatorium. Selama Marie berada di sana, hanya Franz yang menjaga dan menemaninya dengan setia. Franz merawat gadis itu hingga sembuh.

Pada bulan kedua musim dingin, Marie hendak kembali menjadi tenaga bantuan rumah sakit. Tugasnya dimulai dengan sulit. Sanatorium tersebut harus menangani radang selaput otak. Pula dalam hari-hari di sanatorium itu, sebuah isu menakutkan mulai terdengar. Sanatorium tersebut ternyata dibuat oleh para dokter untuk meneliti obat baru.

Kenangan Marie akan kematian Lukas pun tak hentinya membayangi gadis itu. Bayang-bayang mengerikan tersebut selalu muncul setiap kali Marie kembali ke rumah sakit. Namun seperti janjinya pada Franz, ia akan berusaha untuk sekali lagi meraih mimpinya sebagai seorang tenaga kesehatan.

forget-me-nots-madame-love-10273328_391053311033120_2907099543544663296_o
“Saat mencintai seseorang, biarkan saja cinta itu ada. Bahkan, bila cinta itu bukan untuk kita …”

Read Full Post »

josephine-widya-wijaya_meine-seufzer2-sanatorium-salju


Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer Opus II, Sanatorium Salju
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-1375-85-3
Rilis: 2015
Halaman: 232
Penerbit: Kaifa Publishing
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Marie tak berhasil menyelamatkan Lukas dari gagal jantung. Ia pun harus merelakan kepergian pria yang amat dicintainya itu dengan berat hati. Marie telah berusaha terlalu keras untuk menyembuhkan Lukas. Ia sendiri akhirnya jatuh sakit karena radang paru-paru.

Selama Marie dirawat di sanatorium, hanya Franz yang menjaga dan menemaninya dengan setia. Franz merawat gadis itu hingga sembuh. Dan pada bulan kedua musim dingin itulah, Marie hendak kembali menjadi tenaga bantuan rumah sakit.

Tugasnya dimulai dengan sulit. Sanatorium tersebut harus menangani pasien-pasien radang selaput otak. Pula dalam hari-hari di sanatorium itu, sebuah isu yang mengerikan mulai terdengar. Sanatorium tersebut ternyata dibuat oleh para dokter untuk penelitian obat baru.

 ***

Galeri

Marie von Haydn
(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

 498EL MONTE-  71.
Irma
(Anonim; Lukisan oleh Edward Robert Hughes)
cc4f04277d098b625f872df959c14376
Erik
(Anonim; Lukisan oleh Henry Raeburn)

2697795by-henry-raeburn
Benjamin dan Isolde
(Sir Christoph and Lady Sykes; Lukisan oleh George Romney, 1786)

24.-Romney-George-Sir-Christopher-And-Lady-Sykes-1786
 
Annegret von Bayer
(Nyonya Lindow; Lukisan oleh George Romney)

Nyonya-Lindow-george-romney
 
Andreas Bruck
(The Doctor; Lukisan oleh Samuel Luke Fildes, 1891)
The Doctor exhibited 1891 by Sir Luke Fildes 1843-1927

***

Terima Kasih Istimewa Untuk:

 

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

Johann Sebastian Bach (1685-1750)

Hildegard dari Bingen (1098 – 1179)
Martin Gotthard Schneider;
Ein Schiff, das sich Gemeinde nennt (1963)

***

Telah Hadir di Toko Buku Kesayangan Anda!

Togamas Supratman dan Buah Batu Bandung, BBC Palasari dan BBC Suci Bandung; Gramedia Merdeka, BSM, PVJ, IP Bandung; Gramedia Cirebon dan Tasikmalaya; TB. Elvira; Karunia Agung Sukabumi; Rumah Buku Bandung; Togamas Diponegoro; BBC Palembang; BBC Lampung; Merbabu Semarang; Uranus Surabaya; Togamas Malang; Togamas Bali; Togamas Depok; TM Bookstore Depok; Gunung Agung Kwitang 06, Kwitang 38, Atrium, Blok M Plaza, dan jaringan Gunung Agung Jabodetabek. Gunung Agung Delta Surabaya, GA Galaxy Surabaya, GA Libbi Denpasar, GA Citraland Semarang, GA Paragon Cirebon, GA Bandung Indah Plaza.

 josephine-widya-wijaya_meine-seufzer_sanatorium-salju

 

***

“Setialah pada perkara-perkara kecil karena dari situlah perkara-perkara besar akan dipercayakan padamu. Bila engkau setia hingga terasa menyakitkan, tidak akan ada lagi yang lebih menyakitkan, hanya ada damai.”
– Marie von Haydn, 1741

Marie-Franz

Read Full Post »

Marie-Franz

Franz und Marie

Teknik: Cat Air pada Kertas

© 2015 josephinewidya 

Read Full Post »

 

franz-und-marie

©2013-2014 josephinewidya

Teknik: cat minyak dan akrilik pada kanvas

Ilustrasi pribadi milik penulis untuk karya ‘Meine Seufzer’ (2014).

Read Full Post »

Josephine-Meine-seufzer-diva-press

Identitas Buku

Judul: Meine Seufzer (Desau Napasku)
Penulis: Josephine Widya Wijaya
ISBN: 978-602-7968-30-1
Rilis: 2014
Halaman: 422
Penerbit: Diva Press
Bahasa: Indonesia
 
Sinopsis
“Franz, apakah engkau tahu penyakit terbesar di dunia ini?” tanya Marie.
“Apakah itu?”
“Tak diinginkan, tak dicintai, dan tak dipedulikan. Kita dapat menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan. Tapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan penderitaan adalah cinta.” 
 
Tak pernah Marie von Haydn mengira bahwa Lukas Gerlach yang selama ini dekat dengannya, selalu memberi perhatian padanya, dan hampir melamarnya, ternyata mencintai gadis lain. Kebahagiaan yang sempat memenuhi ruang hati Marie seketika berganti dengan jerit perih penuh luka. Yang sekeras apa pun gadis itu menyembuhkannya, tetap tak kunjung membaik. Tak juga dengan kehadiran Franz. 
Kelembutan dan kehangatan yang memancar dari lelaki itu tak mampu meluruhkan sosok Lukas dari pikiran Marie. Namun Marie tak sadar, bahwa Lukas kini hanya menghuni pikirannya, tidak lagi hatinya. 
 
Sebuah kisah romantis yang ingin menegaskan bahwa cinta selalu berawal dan berakhir di tempat yang penuh kejutan. Selamat membaca!
 

                     

Meine Seufzer, meine Tränen

Können nicht zu zählen sein.

Wenn sich täglich Wehmut findet

Und der Jammer nicht verschwindet,

Ach! So muß uns diese Pein

Schon den Weg zum Tode bahnen.

 

Desau napasku, ratapanku

Tak dapat dihitung.

Ketika hari-hari putus asa bersua

Dan penderitaan tidak pudar,

Ah! Pastilah rasa sakit ini

Telah membangun jalan mati bagi kita.

***

Galeri

Marie von Haydn

(Anonim, lukisan oleh Charles Baxter)

(c) Gallery Oldham; Supplied by The Public Catalogue Foundation

Franz dari Stuttgart,

Putra Bupati Württemberg

(Anonim, 1775; Museo de la Real Academia de Bellas Artes)

498EL MONTE-  71.

Lukas Gerlach

(Horatio Nelson, lukisan oleh John Francis Rigaud)

 horatio-nelson1

Elise von Haydn
(Constable, lukisan oleh George Romney)
george-romney-la-sec3b1orita-constable-museos-y-pinturas-juan-carlos-boveri
Jolanda
(Emily Potts, lukisan oleh George Romney)
67.187.128 052
***
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1784)
AKH_klein_01
Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien
Rumah Sakit Umum Wina, Alsergrund
(1880)
AKH_Wien-1880
***

Terima kasih istimewa untuk:

Johann Sebastian Bach (1685 – 1750)

BWV 13: Meine Seufzer, Meine Tränen

Joseph Haydn (1732-1809)

Hildegard von Bingen (1098-1179)

Teresa dari Calcutta (1910-1997)

meine-seufzer_josephine-widya-wijaya

Read Full Post »