Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘misi Tuhan’

Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. – Mrk 1:17

Bacaan Injil

Markus 1:14-20

Yesus tampil di Galilea

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Yesus memanggil murid-murid yang pertama

1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 1:17 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 1:18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Renungan

Salah seorang sahabat saya adalah seorang full-timer. Ia lahir dari keluarga yang sangat religius. Orang tuanya aktif pelayanan dan saling mengingatkan untuk selalu berdoa dan ke gereja. Kakak dan adiknya semuanya menjadi full-timer. Jujur, saya merasa minder dan iri melihatnya.

Saya pernah mengatakan padanya, “Ah, kamu sih enak karena selalu didukung. Lah, kalau saya harus menanggung biaya orang tua dan lainnya. Rasanya terlalu berat kalau menjadi full-timer.” Mendengar itu, ia tertawa terbahak-bahak. Ia katakan bahwa setiap orang dipanggil untuk tugasnya masing-masing. Orang tuanya bekerja untuk biaya hidup, sekaligus biaya pelayanan anak-anaknya. Ibarat mobil, anak-anak mereka adalah mobil yang bergerak, dan bensinnya dari orang tua. Orang yang bukan full-timer memiliki tugas yang sama pentingnya dengan yang full-timer. Kalau semua jadi full-timer, siapa yang men-support?

Yesus memilih dan memanggil kedua belas murid untuk membantunya melaksanakan misinya di dunia. Kedua belas orang ini sebelumnya telah memiliki pekerjaan masing-masing. Ada kalanya panggilan Tuhan membuat kita “banting setir” dari profesi sebelumnya, seperti dari pemungut cukai menjadi murid-Nya. Namun ada pula panggilan Tuhan yang membuat kita tetap pada pekerjaan sekarang, hanya saja tujuannya menjadi lebih besar. Full-timer atau bukan, semua upahnya sama. Masing-masing satu dinar di mata Tuhan. (Ch)

Apa misi Tuhan dalam pekerjaan saya?

Sumber:

Renungan Harian Bahasa Kasih

12 Januari 2015

Read Full Post »