Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘orang majus dari timur’

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. – Mat 2:11a

Bacaan Injil

Matius 2:1-12

Orang-orang majus dari Timur

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 2:3 Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” 2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Renungan

Suatu ketika seekor ikan kecil beranjak dewasa. Ikan ini haus akan ilmu pengetahuan dan berusaha mencari kebenaran. Suatu hari, ikan ini tampak gusar karena ada sesuatu yang tidak bisa ia temukan jawabannya. Ia berusaha mencari informasi tapi tak ada yang memuaskan. Akhirnya, ia memutuskan untuk menemui ikan bijak.

Kepada ikan bijak, ikan kecil ini bertanya, “Menurut semua ikan yang ada, hal yang paling dibutuhkan ikan adalah air. Lalu, di manakah saya dapat menemukan air itu?” Ikan bijak tersenyum karena ia tahu ikan kecil itu tahu kalau ada air di sekitarnya. Tapi ia tetap menjawab, “Pergilah ke darat dan berusahalah untuk bertahan di darat selama mungkin. Lalu kembalilah menemui aku.” Ikan kecil itu pun menurutinya. Saat di darat, ikan kecil mengalami kesulitan bernapas hingga kembali ke air.

Kadang kita tidak pernah tahu sesuatu yang berharga hingga kita mengalami kehilangan itu. Tapi apakah harus selalu mengalami kehilangan dulu baru kita bisa menghargai?

Para majus berusaha mencari seorang raja yang mereka percaya dalam rupa seorang bayi yang akan dilahirkan dan kelak menjadi raja. Ketika mereka menemukan-Nya, bersukacitalah mereka dan mempersembahkan barang-barang berharga mereka.

Inilah inti dari perayaan Natal yang telah kita lewati. Kita sudah menemukan Yesus dalam hidup kita dan itulah yang terpenting. Semoga pertemuan kita dengan Yesus memampukan kita untuk membagikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita. (An)

Sudahkah saya membagikan Yesus kepada orang lain?

Sumber: Renungan Harian Bahasa Kasih

4 Januari 2015

Advertisements

Read Full Post »

Hari Raya Penampakan Tuhan

Minggu, 6 Januari 2013

orangmajus

Bacaan Injil

Matius 2:1-12

Mat 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 

Mat 2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Mat 2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Mat 2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Mat 2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

Mat 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Mat 2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Mat 2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”

Mat 2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Mat 2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

Mat 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Mat 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

Renungan

Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa “Timur” di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia. Kata “Majus” ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ‘wise man’ (orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ‘magoi’.

Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ‘magician’ yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : “Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, …”. (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr juga memberikan keterangan: “Orang-orang Majus (‘magoi’) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8).

Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur”. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible juga dicatat bahwa: “Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam, atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama, dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan, dan perbintangan.

Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : “Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi…. orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran” (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40). Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa: “Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi.”

Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi, orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana” (ibid : 39).

Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).

Nah, kita semua ditantang untuk mengikuti langkah para majus. Biar pun dianggap suci dan bijaksana, tetapi mereka sungguh rendah hati. Mereka mengikuti bintang untuk menemukan Yesus. Padang gurun yang ganas pun mereka lalui demi bertatap muka dengan Yesus. Kita juga diharapkan dapat menjadi seperti orang-orang majus itu.

Mungkin kita bukan orang bijak, bukan orang suci, bukan raja. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa menemukan Yesus. Bintang yang telah menuntun orang majus itu jugalah yang akan menuntun kita. Yakni, kasih karunia Tuhan. Dan ketika telah menemukan Dia yang terbaring dalam palungan, janganlah bimbang karena tak membawa emas, kemenyan, ataupun mur. Kasih yang murni, itulah yang dapat kita persembahkan pada-Nya dengan sepenuh jiwa.

Sumber:

http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/

 

Read Full Post »