Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘patogenesis dermatitis atopik’

—patgen_dermatitis-atopik
Mengenai patogenesis dermatitis atopik terdapat dua teori:
  1. Reaksi Hipersensitivitas Tipe 1: melibatkan IgE dan sel mast, serta basofil. Namun, juga dapat melibatkan reaksi hipersensitivitas tipe 4 yang dimediasi oleh sitokin sel T
  2. Gangguan barier epitel
1. Reaksi Hipersensitivitas Tipe I (IgE-mediated)
  • —Fase inisial/segera:
    • Vasodilatasi
    • Kebocoran vaskular
    • Tergantung lokasi: spasme otot polos, sekresi glandular
  • —Fase reaksi lambat:
    • Infiltrasi jaringan oleh eosinofil, neutrofil, basofil, monosit, dan sel T CD 4+
    • Kerusakan jaringan, misalnya epitel mukosa
—
—Tiga Tahapan Utama Reaksi Hipersensitivitas Tipe I (Anafilaktik)
  • —Fase sensitisasi: waktu yang dibutuhkan untuk membentuk IgE sampai diikat silang oleh reseptor spesifik (Fcε-R) pada permukaan
  • —Fase aktivasi:—
    • Waktu antara pajanan ulang dengan antigen spesifik hingga terjadi degranulasi sel mast
    • Ion Ca masuk ke dalam sel mast >> ATP menjadi cGMP & cAMP >> degranulasi sel mast
  • Fase efektor: waktu terjadi respons yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator-mediator yang dilepas oleh sel mast/basophil

immediate_hypersensitivity

mast-cell_chemokins

Fungsi dari beberapa interleukin yang berperan antara lain:

  • IL-2: pertumbuhan, proliferasi, dan diferensiasi sel T naif
  • IL-4: stimulasi sel B aktif dan diferensiasinya menjadi sel plasma yang menghasilkan IgE, meningkatkan presentasi MHC kelas II, menurunkan produksi sel Th1
  • IL-5: stimulasi pertumbuhan sel B, meningkatkan sekresi imunoglobulin, aktivasi eosinofil

 Fungsi Th2 lebih dominan daripada Th1 pada dermatitis atopik. 

2. Gangguan Barier Epitel:

  • Hilangnya ceramide (molekul utama pengikat air di ruang ekstraselular stratum korneum): transepidermal water loss (TEWL) -> kulit  kering -> port d’entrée penetrasi alergen, iritasi, bakteri, dan virus
  • Infeksi bakteri: sering oleh Staphylococcus aureus
  • Variasi pH kulit: mengganggu maturasi badan lamellar/ granula lamellar yang akan disekresi keratinosit. Badan lamellar berperan dalam pembentukan membran kedap air yang mengandung lipid. Membran tersebut berfungsi sebagai penghalang air dan diperlukan untuk fungsi sawar kulit yang semestinya.
  • Mutasi gen filament-aggregating  protein filaggrin (1q21.3): abnormalitas template sitoskeleton keratin.
Advertisements

Read Full Post »