Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘patogenesis skizofrenia’

screen_shot_2012-05-16_at_43820_pm1337150314477

Patogenesis Skizofrenia

  • Hipotesis
    • Neurodegeneratif
    • Neurodevelopmental
  • Psikososial
    • Teori psikoanalitik
    • Teori dinamika keluarga

Hipotesis Degeneratif Saraf (Neurodegeneratif)

  • Apoptosis abnormal yang diprogram secara genetik
  • Degenerasi dari neuron-neuron yang kritis
    • Pemaparan prenatal terhadap anoksia
    • Toksin-toksin, infeksi, atau malnutrisi 
    • Proses kehilangan neuronal (eksotoksisitas glutamat) —  neuron- neuron tereksitasi ketika memperantarai gejala-gejala positif, kemudian mati akibat proses toksik yang disebabkan eksitasi neurotransmisi yang berlebihan; hal ini membawa ke stadium burn out residual dan  gejala-gejala negatif

Hipotesis Perkembangan Saraf (Neurodevelopmental)

  • Masalah didapatkan dari lingkungan janin
  • Komplikasi obstetrik saat dalam rahim ibu (infeksi virus, kelaparan, autoimun, dan lain-lain)
  • Gangguan otak di awal perkembangan janin
  • Mengurangi faktor pertumbuhan saraf: sitokin, infeksi virus, hipoksia, trauma, kelaparan atau stres

Teori Psikoanalitik (menurut Sigmund Freud)

  • Perkembangan yang terfiksasi -> defek perkembangan ego
  • Kelemahan ego: sebab psikogenik maupun somatik
  • Superego dikesampingkan: tidak berpengaruh lagi
  • Id yang berkuasa: terjadi suatu regresi ke fase narsisisme.

Teori Dinamika Keluarga

  • Disfungsi keluarga: pola asuh buruk
    • Anak: kepercayaan diri rendah
    • Lebih suka masuk ke dalam khayalan daripada menghadapi kenyataan
  • Perilaku keluarga patologis: stres emosional
  • Ikatan ganda (double bind communication): pesan bertentangan dari orang tua tentang perilaku, sikap, dan perasaan anak.
  • Keretakan dan kecondongan keluarga (schisms and skewed family): keretakan menonjol antara dua orang tua, dominansi salah satu orang tua (terutama yang memiliki jenis kelamin berbeda dengan anak; ayah dan anak wanitanya; ibu dan anak lelakinya)
  • Keluarga yang saling mendukung secara semu dan bermusuhan semu (pseudomutual and pseudohostile families): komunikasi verbal yang terlalu unik
  • Emosi yang diekspresikan secara berlebihan: kritik, hostilitas, ikut campur berlebihan (dipengaruhi juga oleh cara penyampaian yang terlalu keras ketika memberi nasihat atau teguran pada anak)

Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/41003/4/Chapter%20II.pdf

http://psikologi.or.id/psikologi-kognitif/skizofrenia.htm

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/12/02/mengenal-skizofrenia-507681.html

Read Full Post »