Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pelita itu penerang’

Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. – Mrk 4:21

Bacaan Injil

Markus 4:21-25

Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran

4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” 4:24 Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. 4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Renungan

Pada zaman Yesus belum ada listrik. Untuk itu mereka menggunakan pelita untuk penerangan. Sebagai penerang, pelita harus ditaruh di tempat yang tinggi agar dapat menjangkau lebih luas. Tapi saat ditaruh di atas, angin mulai berembus kencang. Apabila pelita itu tidak cukup besar, maka akan padam. Pelita yang padam tidak akan berguna lagi karena tidak dapat menerangi kegelapan.

Agar pelita itu tahan angin, kita harus melindungi apinya. Salah satu cara adalah dengan memasang kaca di berbagai sisi. Kedua, pelita itu akan berguna apabila nyalanya cukup besar karena pelita yang terlalu kecil tidak akan cukup menerangi dan sia-sia.

Hidup orang Kristen adalah seperti pelita. Kita harus ditaruh di tempat yang tinggi. Namun semakin tinggi Tuhan meletakkan kita, semakin banyak badai yang akan menerpa yang mencoba memadamkan sukacita dan mengambil damai sejahtera kita. Menghadiri perayaan ekaristi, saat teduh, dan bersekutu dengan saudara seiman adalah cara melindungi diri dari badai.

Pelita yang berguna adalah pelita yang cukup besar. Orang Kristen harus tampil beda dengan tegas menjaga dan melakukan sesuai kebenaran Tuhan. Beranikah kita untuk menjadi penerang bagi dunia ini? (Ch)

Sumber: Renungan Harian Bahasa Kasih

29 Januari 2015

Read Full Post »