Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pemeriksaan penunjang malaria’

Pemeriksaan Penunjang

  • Apus darah tepi
    • Tetes darah tebal
    • Lebih mudah menemukan parasit (terinfeksi/tidak)
  • Apus darah tipis
    • Eritrosit tidak lisis, parasit tidak berubah bentuk
    • Identifikasi spesies
    • Hitung retikulosit dengan brilliant cresyl blue /1000 (%): menentukan derajat hemolisis (n: 0,5-1,5%)
  • Diulang 4-6 jam pewarnaan dengan Giemsa, Leishman, Wright, Field
  • Dapat juga dilihat dari adanya pigmen cokelat granular pada monosit dan leukosit

 

 

  • QBC (Semi Quantitative Buffy Coat)
    • Tes fluoresensi: protein parasit dapat mengikat Acridine Orange (terinfeksi/tidak)
  • Dipstick Test (diagnostik)

  • Serologis (Imunokromatografi)
    • Antigen HRP-2 (histidine-rich protein)
    • Antigen enzim parasit laktat dehidrogenase (p-LDH)
  • PCR: diagnosis molekular
  • Menentukan adanya komplikasi akibat sekuestrasi:
    • SGOT/SGPT: fungsi hepar
    • Ureum, kreatinin: fungsi ginjal
    • Bilirubin direk, indirek (malaria biliosa)
    • Urinalisis: hemolisis berat, hemoglobinuria, gagal ginjal (black water fever)
    • Malaria serebral: gula darah
  • Pemeriksaan lain: prothrombine time (jalur ekstrinsik dan bersama yaitu: faktor V, VII, X, protrombin, fibrinogen), serum albumin < dan globulin > 
Advertisements

Read Full Post »