Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pemeriksaan penunjang’

1. EKG

Irama sinus takikardi: FDJ normal 60-100x/menit. Bila FDJ ireguler, maka banyaknya kompleks QRS dalam 15 cm (6 detik) x10

Laju QRS 120x/menit: menunjukkan takikardi

Axis QRS normal: -30° sampai dengan +90°

 ecgaxis

Durasi QRS: 0,06-0,10 detik. QRS > 0,10 detik terjadi pada Bundle Branch Block, hipertrofi ventrikel kiri, dan Premature Ventricular Contraction

Interval PR > 0,2 detik (normal 0,12-0,20 detik): menunjukkan blok AV derajat I

Segmen ST abnormal non-spesifik (normal isoelektris atau antara -0,5 mm sampai dengan +2 mm dihitung 0,08 detik dari titik J): dapat berupa ST depresi atau ST elevasi

Gelombang T abnormal (gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel): normal inverted pada sadapan I dan aVR):

V1-V3: hipertrofi ventrikel kanan

V2-V5: non-Q wave infarction, kardiomiopati hipertrofik

V4-V6: hipertrofi ventrikel kiri, iskemia, berkaitan dengan Bundle Branch Block

T mendatar: efusi perikardium, hipokalemia, hipotiroid

 sinustachycardia_with_AVblockI

2. Foto toraks

Untuk melihat perbesaran jantung, gambaran awal bendungan paru, dan ada tidaknya efusi pleura.

3. Ekokardiografi

Untuk menentukan dilatasi ventrikel kiri yang dapat diikuti dilatasi ventrikel kanan dan atrium, serta adanya disfungsi ventrikel kiri. Dengan ekokardiografi Doppler, dapat ditentukan adanya regurgitasi mitral maupun trikuspidal.

4. Biopsi endomiokardium

Pada sebagian kasus dapat menunjukkan miokarditis, hipertrofi serabut otot, degenerasi, fibrosis, atau edema interstisial. Tidak terdapat temuan yang patognomonis untuk kardiomiopati.

5. SADT: diagnosis jenis dan etiologi anemia

6. Elektrolit: menentukan adanya ketidakseimbangan cairan

7. Glukosa darah sewaktu: menyingkirkan etiologi dan faktor risikonya

Advertisements

Read Full Post »

1. Hematologi Rutin

  • Hb: normal 14-18 mg/dl
  • Ht: normal 42-54%
  • Eritrosit: normal 4,5-5,5 juta/ml
  • Leukosit: normal 4.000-10.000/mm3 (tanda inflamasi akut)
  • Trombosit: normal 150.000-400.000/ mm3
  • LED: normal <15 mm/jam (tanda inflamasi)
  • Hitung jenis: normal 0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-10

2. Profil Lipid

  • Kolesterol total: <200 mg/dl
  • Trigliserida: <150mg/dl
  • Kolesterol LDL: <100mg/dl
  • Kolesterol HDL: >60mg/dl

3. Asam urat: normal 3,4-7 mg/dl

4. Glukosa:

  • Glukosa puasa: 70-110 mg/dl
  • Glukosa 2 JPP: 100-140 mg/dl

5. Elektrolit

  • Natrium: 135-147 mEq/L
  • Kalium: 3,5-5,2 mEq/L
  • Cl: 95-107 mEq/L
  • Kalsium: 8,8-10,3 mg/dl
  • Magnesium: 1,6-2,4 mEq/L

6. Ureum dan kreatinin: ureum: 19-43 mg/dl; kreatinin: 0,5-1,4 mg/dl

7. Penanda nekrosis

  • Troponin I atau Troponin T: rendah <0,1 ng/ml; tinggi >2,0 ng/ml; rujukan untuk orang sehat <0,01 ng/ml. Troponin T kurang spesifik dibanding Troponin I karena juga meningkat pada kerusakan ginjal.
  • CKMB: <25 U/L (untuk angina rekuren, bila Troponin positif tanpa CKMB dapat diartikan sebagai mikroinfark)
  • Mioglobin: 1,31-4,11 nmol/L (paling baik untuk awal serangan)
  • LDH (laktat dehidrogenase): 56-194 IU/L

 biomarkerAMI1

zja0130620340003

Prioritas:

1) Troponin I atau Troponin T

2) CKMB

3) SGOT

Kombinasi biomarker yang sering digunakan:

a. Troponin

b. hs-CRP

c. BNP

8. Penanda iskemia

 NT pro BNP: normal <100 ng/ml (lebih stabil daripada BNP)

9. Penanda inflamasi

  • CRP: <5 mg/dl
  • hs-CRP: <2,8 mg/dl (memprediksi risiko terjadinya serangan jantung)

10. EKG

  • Elevasi segmen ST (normal antara -0,5 sampai +2 mm dihitung 0,08 detik dari titik J)
  • Gelombang Q patologis (normal dalamnya <2 mm atau 25% amplitudo R dan lebar <0,04 detik)
  • Gelombang T inversi simetris
  • Bila terdapat kompleks QS: dapat menjadi penanda infark miokard lama
  • Bila pada EKG terdapat tanda iskemik, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti treadmill test.

 ecg

EKGinfarkmiokard

11. Ekokardiografi

  • Menilai struktur dan fungsi jantung
  • Menilai pergerakan dinding otot jantung, katup jantung, adanya hipertrofi, trombus, dan juga fungsi ventrikel kiri.

12. Thallium scanning: untuk melihat perfusi miokardium

13. Angiografi koroner: melalui transfemoral (kateter dimasukkan ke dalam jantung melalui arteri femoralis, kemudian dimasukkan kontras; dengan bantuan sinar X, terlihat ada tidaknya penyumbatan arteri coronaria). Kateterisasi bersifat diagnostik dan diindikasikan untuk: angina pectoris pasca infark miokard, riwayat henti jantung, treadmill test positif terutama yang timbul gejala nyeri dada dan perubahan EKG.

14. Multislice Computed Tomography (MSCT) koroner: visualisasi arteri coronaria dan skor kalsifikasi koroner. MSCT memiliki sensitivitas yang tinggi.

 

 

Read Full Post »

  1. Pemeriksaan rutin

    • Hb: normal 14-18 mg/dl (infeksi kronis demam rematik kadangkala dapat menyebabkan anemia)

    • Ht: normal 42-54%

    • Leukosit: normal 4.000-10.000 mm3 (tanda inflamasi akut)

    • LED: normal <15 mm/jam (tanda inflamasi akut)

    • CRP: normal <6 mg/dl (tanda inflamasi umum)

    • High sensitive CRP: risiko tinggi >3mg/dl (biomarker untuk memperkirakan risiko masalah jantung, protein fase akut)

  1. EKG: PR interval memanjang, low voltage QRS complex

  2. Ekokardiografi untuk melihat anatomi, katup jantung, efusi perikardium, ada atau tidaknya disfungsi ventrikel

  3. Foto toraks: kardiomegali, edema paru bila terdapat gagal jantung

  4. Apusan tenggorok

  5. Titer ASTO (Antistreptolysin O): normal <120 Todd unit

  6. Titer antideoxyribonuclease B: normal <210 Todd unit

Read Full Post »

Pemeriksaan Penunjang

 

1. PTH darah (peningkatan pada hiperparatiroid, penurunan pada hipoparatiroid)

Kadar normal: 10-55 pg/mL

2. Kadar fosfat darah (penurunan pada hiperparatiroid)

Kadar normal: 2.5-4.5 mg/dL (dewasa); 3.4-6.2 mg/dL (anak-anak)

3. Kadar 1,25 DHC

Kadar normal: 18-62 ng/mL

4. Hormon PTHrP (Parathyroid Hormon-Related Protein)

(jika diduga ada keganasan, biasanya dari carcinoma mammae atau oat cell tumor paru-paru; merupakan stimulan osteoklas yang poten; biasa disintesis di otak, kelenjar mammae, sel endotel, dan lain-lain; mengatur distribusi kalsium transplasental)

Kadar normal: <2.5pmol/L

5. Kadar Ca dan P urin 24 jam

Ca: 0-300 mg/24 jam

P: 0.9-1.3 g/24 jam (sekresi kalsium akan menurun, tetapi sekresi fosfat meningkat)

6. Kreatinin dan albumin serum (untuk menilai fungsi ginjal)

Kadar normal: kreatinin 0.6-1.5 mg/dL, albumin serum 3.5-5 mg/dL

7. EKG (interval QT akan memendek pada hiperparatiroid)

8. USG dan CT scan paratiroid

9. USG dan CT scan ginjal

10. Foto toraks dan abdomen (untuk mengetahui kalsifikasi ektopik ginjal, paru-paru, maupun gaster)

11. DEXA bone scan

Normal: DMT antara +1 dan –1 rata rata dewasa muda

Osteopenia: DMT antara –1 sampai –2,5

Osteoporosis: DMT < – 2,5

Osteoporosis berat : DMT < -2,5 disertai fraktur

12. Osteocalcin (untuk mengetahui pembentukan tulang, osteocalcin merupakan protein yang dibentuk oleh osteoblas untuk membentuk matriks tulang)

Normal values for NMID osteocalcin (ng/mL) were the following according to age and gender: 24–70 in men aged 18–30, 14–42 in men aged 30–50, 14–46 in men older than 50, 11–43 in premenopausal women and 15–46 in postmenopausal women.

13. β-CrossLaps (indikator penghancuran tulang, merupakan hasil degradasi kolagen tipe I yang terdapat dalam tulang)

Kadar normal: <0.6 ng/mL

 

 

 

Read Full Post »