Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘penanganan luka bakar’

A. Perawatan Diri di Rumah

1. Langkah pertama yang paling penting adalah untuk menghentikan proses pembakaran.

  • Hentikan kontak dengan uap panas, cairan, atau benda panas.
  • Dinginkan daerah luka dengan air (bukan es) dalam waktu 30 detik. Hal ini dapat membatasi tingkat dan keparahan luka bakar. Bawa luka bakar langsung di bawah air keran selama beberapa menit.

2. Mengontrol nyeri.

  • Taruh kompres basah dingin untuk menghilangkan rasa sakit. Jangan gunakan es. Hal ini dapat memperburuk cedera pada kulit.
  • Obat yang biasa dipakai lainnya, seperti mentega atau odol belum terbukti bekerja dan dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.
  • Menggunakan acetaminophen atau ibuprofen

3. Memulai proses penyembuhan.

  • Untuk luka bakar kecil dan luka bakar yang dangkal, dapat menggunakan salep antibiotik. Hal ini akan membantu dalam penyembuhan dan membatasi kemungkinan infeksi.
  • Bula/lepuh yang terbentuk merupakan barier pertahanan terhadap infeksi.

Sesaat setelah kejadian, yang terpenting dilakukan adalah memeriksa jalan napas. Apabila terdapat masalah, maka pasien harus segera mendapat pertolongan melalui infusa dan tindakan-tindakan medis lainnya.

Juga perlu diperhatikan adanya tanda-tanda syok, dehidrasi, dan penurunan kesadaran.

Untuk luka yang parah, jaringan parut yang terbentuk akan memendek dan melekat. Karenanya, diperlukan fisioterapi untuk memulihkan fungsinya.

B. Obat-obatan

  • Salep antibiotik topikal dapat diterapkan. Antibiotik topikal yang umum digunakan untuk perawatan luka bakar: Neosporin, Bacitracin, atau Silvadene.
  • Obat pereda nyeri: ibuprofen atau acetaminophen, jika luka bakar ringan dan nyeri ringan. Jika nyeri parah, dapat diresepkan pereda nyeri narkotika, seperti Tylenol dengan kodein atau xanax.

Sumber: http://www.emedicinehealth.com/thermal_heat_or_fire_burns/article_em.htm

Read Full Post »