Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pertanian organik’

Label organik: tumbuh dan dibesarkan tanpa pupuk kimia, pembunuh hama (pestisida), pembunuh rumput liar, atau obat-obatan.

Klasifikasinya sebagai berikut:

  1. Menggunakan hanya pembunuh hama alami seperti minyak tumbuhan, sabun, bakteri pemakan jamur, dan serangga karnivora
  2. Menggunakan pupuk alami seperti pupuk kandang dan pupuk kompos
  3. Pakan hewan berasal dari makanan yang juga organik
  4. Hewan tidak diberi antibiotik atau hormon pertumbuhan
  5. Tanaman tidak diberi radiasi, sinar X, dan lain-lain; untuk membunuh hama mengubah cara tanaman tumbuh, atau menghasilkan dengan lebih cepat

Label “Organic”

Jangan berasumsi bahwa makanan berlabel “alami”, “bebas hormon”, “free range”, atau yang lainnya berarti organik.

 

USDA (United States Department of Agriculture) memiliki berbagai macam kategori untuk makanan organik:

  • 100% organik: “organic 100%
  • 95% – 100% dari bahan organik: segel “organic” akan ditampilkan. Zat non-pertanian yang digunakan di sini haruslah yang telah disetujui penggunaannya. Dalam artian, zat tersebut tidak begitu banyak terkandung dalam makanan dan minim risiko. Seringkali, hal ini juga menyangkut tanah yang digunakan. Jika ingin menjadi “100% organik”, tanah pertanian yang digunakan pun harus bebas dari bahan kimia; minimal sejak 10 tahun yang lalu.
  • 70% dari bahan organik: “made with organic ingredients
  • < 70% dari bahan organik: tidak bisa mendapatkan sertifikat

 

Mengapa makanan organik mahal?

  1. Pertanian organik jauh lebih kecil dari pada pertanian non-organik
  2. Dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk pertumbuhan tanaman dan memelihara hewan, tanpa bantuan pupuk kimia, pertisida, dan obat-obatan
  3. Peternakan organik harus memberikan pakan organik pada ternak-ternaknya. Hasil pertanian organik yang mahal tentu akan berimbas pada peternakan organik juga
  4. Pertanian konvensional/non-organik sering mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Jumlah pertanian organik terlalu kecil untuk mendapatkan subsidi. Lagipula, pertanian juga harus memenuhi kebutuhan penduduk dengan cepat. Jika kita hanya bertumpu pada pertanian organik saja, maka dikhawatirkan kebutuhan makanan masyarakat tidak dapat terpenuhi

 

Bagaimana cara untuk menghemat biaya?

Makanan organik sebaiknya dibeli di pasar lokal

 

Alasan memilih makanan organik:

  • Khawatir tentang lingkungan: pestisida dapat mencemari tanah, air, maupun udara. Hal ini juga terbukti dapat mengganggu perkembangbiakan dan kelangsungan hidup hewan (contoh: burung-burung liar)
  •  Menghindari bahan kimia, terutama pestisida, dalam makanan mereka. Dalam daur energi, kadar pestisida akan semakin bertambah setipa kenaikan tingkat trofik rantai makanan. Anggap saja pada tanaman hanya mengandung 5% pestisida. Tanaman itu kemudian dikonsumsi oleh hewan herbivor. Pestisida dalam biomassa hewan itu tentu bertambah. Hewan tidak mungkin hanya memakan satu batang tanaman saja, bukan? Nah, akumulasi pestisida ini juga akan bertambah dalam biomassa hewan karnivor. Yang menjadi tempat akumulasi terakhir, bisa jadi manusia. Bayangkan, berapa kadar pestisida dalam tubuh manusia?

 

Lalu, apakah makanan organik lebih aman?

Tentu saja. Makanan organik tidak mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Dampak dari bahan kimia dalam tubuh memang berlangsung dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tidak dapat langsung terlihat. Perstisida dan bahan kimia lainnya kadangkala menyebabkan kanker.

 

Apakah lebih bergizi?

Tidak ada cukup bukti tentang ini. Menurut Soil Association Certification, Ltd. (Inggris), makanan organik lebih banyak mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral. Akan tetapi menurut USDA, sebenarnya organik dan non-organik tidak perlu dipermasalahkan. Lebih baik mengkonsumsi sayur dan buah non-organik daripada tidak mengkonsumsi. Mereka lebih mengedepankan mengubah gaya hidup yang buruk; seperti pola makan yang serba instant dan sedentary life. Organik dan non-organik hanya sebatas soal pemasaran dan sertifikat.

 

Apakah lebih baik untuk anak-anak?

Terbaik untuk anak-anak yang sensitif terhadap pestisida dan sedang tumbuh. Masa pertumbuhan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup tinggi. Masa itu pasti sangat menentukan perkembangan mereka ke depan.

 

Tentang perbedaan rasa, lebih bersifat subjektif. Sebenarnya, makanan non-organik pun bisa terasa segar bila dibeli dari pasar lokal.

Tentang lingkungan, makanan organik lebih tidak mencemari lingkungan seperti yang telah dijelaskan di atas.

 

Bagaimana solusinya jika kita tidak bisa membeli bahan makanan organik?

  • Beli versi organik dari makanan yang paling sering dikomsumsi atau yang biasanya terpapar pestisida dengan kadar tinggi (seledri, peach, strawberry, apel, blueberry, nectarines, bell peppers, bayam, ceri, collard hijau, kentang, dan anggur impor)
  • Cuci buah dan sayuran mentah di bawah air mengalir. Bila memungkinkan, kupas kulitnya. Konsumsi buah apel sesungguhnya lebih baik apabila bersama dengan kulitnya.

 

Tanaman transgenik, apakah selalu organik?

Tanaman transgenik ada yang organik dan ada yang tidak. Jika tanaman transgenik itu memerlukan proses kimia, penyinaran misalnya, tanaman itu sudah tidak dapat dikategorikan sebagai makanan organik.

 

Sumber:

www.emedicinehealth.com

www.nytimes.com

 

 

 

Read Full Post »