Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sindrom koroner akut’

HEART-color-md

Sindrom Koroner Akut

  • Suatu spektrum penyakit dengan etiologi bermacam-macam, terdapat ketidakseimbangan antara pemberian dan kebutuhan oksigen miokardium (Kumar, 2007).
  • Meliputi STEMI, non-STEMI, dan angina tak stabil

Infark Miokard

  • Nekrosis miokardium ireversibel karena iskemia berkepanjangan
  • Diakibatkan ketidakseimbangan kebutuhan dan suplai oksigen karena ruptur plak, pembentukan trombus, pada arteri koroner,
  • Menyebabkan reduksi perfusi miokardium.

Epidemiologi dan Insidensi

  • Penyebab kematian tersering baik di dunia maupun Indonesia
  • Lebih banyak pada negara industri, di perkotaan, masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas
  • Pria : wanita = 5:1, risiko sama setelah menopause
  • Meningkat > 40 tahun, risiko tinggi > 50 tahun

Etiologi

Umumnya karena aterosklerosis:

  • Kurangnya aliran darah menuju arteri koroner
    • Proses aterosklerosis
    • Insufisiensi & stenosis aorta
    • Pemendekan fase diastolik (takikardi, emosi, aktivitas fisik yang berat)
    • Hipertrofi ventrikel
  • Berkurangnya suplai oksigen miokardium
    • Anemia
    • Viskositas darah >> (polisitemia vera: perfusi <<)
    • Daerah dengan tekanan udara rendah (dataran tinggi: < O2)
  • Peningkatan kebutuhan oksigen miokardium
    • Peningkatan tekanan miokardium (krisis hipertensi, stenosis aorta)
    • Peningkatan FDJ (takikardi, hipertiroid)

Faktor Risiko

  • Mayor (risiko mortalitas signifikan)
    • Merokok
    • Dislipidemia
    • Hipertensi
    • DM
    • Genetik (keluarga PJK usia muda, pria < 55 tahun, wanita < 65 tahun)
    • Homosistein (>10 mikromol/liter, penanda aterosklerosis)
    • Hs-CRP (penanda risiko penyakit kardiovaskular, tinggi > 3 mg/dL)
  • Minor:
    • Usia (pria > 45 tahun, wanita > 55 tahun)
    • Jenis kelamin (lebih sering pada pria)
    • Obesitas (BMI > 25, lingkar pinggang pria > 90 cm, wanita > 80 cm)
    • Hiperurisemia
    • Aktivitas fisik kurang
    • Stres

Klasifikasi SKA

  • Angina pektoris tak stabil (Braunwald, 1989)
    • I: berat, baru terjadi/bertambah berat, tak ada angina saat istirahat
    • II: angina timbul saat istirahat dalam 1 bln terakhir, tidak timbul dlm 48 jam (subakut)
    • III: angina timbul dalam waktu 48 jam (akut)
  • STEMI (ST elevation myocard infarct)
  • Non-STEMI

Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23084/4/Chapter%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/34964/4/Chapter%20II.pdf
http://emedicine.medscape.com/article/155919

Advertisements

Read Full Post »