Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sindroma koroner akut’

1. Hematologi Rutin

  • Hb: normal 14-18 mg/dl
  • Ht: normal 42-54%
  • Eritrosit: normal 4,5-5,5 juta/ml
  • Leukosit: normal 4.000-10.000/mm3 (tanda inflamasi akut)
  • Trombosit: normal 150.000-400.000/ mm3
  • LED: normal <15 mm/jam (tanda inflamasi)
  • Hitung jenis: normal 0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-10

2. Profil Lipid

  • Kolesterol total: <200 mg/dl
  • Trigliserida: <150mg/dl
  • Kolesterol LDL: <100mg/dl
  • Kolesterol HDL: >60mg/dl

3. Asam urat: normal 3,4-7 mg/dl

4. Glukosa:

  • Glukosa puasa: 70-110 mg/dl
  • Glukosa 2 JPP: 100-140 mg/dl

5. Elektrolit

  • Natrium: 135-147 mEq/L
  • Kalium: 3,5-5,2 mEq/L
  • Cl: 95-107 mEq/L
  • Kalsium: 8,8-10,3 mg/dl
  • Magnesium: 1,6-2,4 mEq/L

6. Ureum dan kreatinin: ureum: 19-43 mg/dl; kreatinin: 0,5-1,4 mg/dl

7. Penanda nekrosis

  • Troponin I atau Troponin T: rendah <0,1 ng/ml; tinggi >2,0 ng/ml; rujukan untuk orang sehat <0,01 ng/ml. Troponin T kurang spesifik dibanding Troponin I karena juga meningkat pada kerusakan ginjal.
  • CKMB: <25 U/L (untuk angina rekuren, bila Troponin positif tanpa CKMB dapat diartikan sebagai mikroinfark)
  • Mioglobin: 1,31-4,11 nmol/L (paling baik untuk awal serangan)
  • LDH (laktat dehidrogenase): 56-194 IU/L

 biomarkerAMI1

zja0130620340003

Prioritas:

1) Troponin I atau Troponin T

2) CKMB

3) SGOT

Kombinasi biomarker yang sering digunakan:

a. Troponin

b. hs-CRP

c. BNP

8. Penanda iskemia

 NT pro BNP: normal <100 ng/ml (lebih stabil daripada BNP)

9. Penanda inflamasi

  • CRP: <5 mg/dl
  • hs-CRP: <2,8 mg/dl (memprediksi risiko terjadinya serangan jantung)

10. EKG

  • Elevasi segmen ST (normal antara -0,5 sampai +2 mm dihitung 0,08 detik dari titik J)
  • Gelombang Q patologis (normal dalamnya <2 mm atau 25% amplitudo R dan lebar <0,04 detik)
  • Gelombang T inversi simetris
  • Bila terdapat kompleks QS: dapat menjadi penanda infark miokard lama
  • Bila pada EKG terdapat tanda iskemik, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti treadmill test.

 ecg

EKGinfarkmiokard

11. Ekokardiografi

  • Menilai struktur dan fungsi jantung
  • Menilai pergerakan dinding otot jantung, katup jantung, adanya hipertrofi, trombus, dan juga fungsi ventrikel kiri.

12. Thallium scanning: untuk melihat perfusi miokardium

13. Angiografi koroner: melalui transfemoral (kateter dimasukkan ke dalam jantung melalui arteri femoralis, kemudian dimasukkan kontras; dengan bantuan sinar X, terlihat ada tidaknya penyumbatan arteri coronaria). Kateterisasi bersifat diagnostik dan diindikasikan untuk: angina pectoris pasca infark miokard, riwayat henti jantung, treadmill test positif terutama yang timbul gejala nyeri dada dan perubahan EKG.

14. Multislice Computed Tomography (MSCT) koroner: visualisasi arteri coronaria dan skor kalsifikasi koroner. MSCT memiliki sensitivitas yang tinggi.

 

 

Read Full Post »