Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘tetanus’

Tetanus: gangguan neurologi yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme, yang disebabkan oleh tetanospasmin, suatu toksin protein yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.

Clostridium tetani: bakteri gram positif berbentuk batang yang selalu bergerak dan merupakan bakteri anaerob obligat yang menghasilkan spora. Tetanospasmin merupakan eksotoksin yang terdiri dari rantai polipeptida tunggal.

Epidemiologi

Penyebaran tetanus bersifat sporadis. Namun, banyak terjadi di daerah beriklim tropis dan negara berkembang.

Patogenesis

  1. Kontaminasi luka oleh spora C. tetani (inkubasi 3-14 hari)
  2. Toksin memasuki aliran darah yang kemudian berdifusi untuk terikat pada ujung-ujung saraf di seluruh tubuh
  3. Toksin ditransportasikan dalam akson dan secara retroged ke dalam badan sel di batang otak dan saraf spinal. Mulanya toksin akan menyerang saraf motorik, kemudian saraf sensorik, dan terakhir saraf otonom.
  4. Toksin ini akan mencegah pelepasan neurotransmitter

Manifestasi Klinis

  • Terjadi setelah suatu trauma
  • Kontaminasi luka dengan tanah, kotoran binatang, atau logam berkarat
  • Komplikasi luka bakar dan ulkus gangren
  • Nekrosis pada luka gigitan ular
  • Infeksi telinga
  • Aborsi aseptik
  • Persalinan yang tidak higienis
  • Injeksi intramuskular dan pembedahan

Tetanus Generalisata

Lebih umum terjadi daripada tetanus parsial.

Hal ini ditandai dengan: rigiditas (dapat menyebabkan opistotorus dan gangguan respirasi dengan menurunnya kelenturan dinding dada), spasme otot, dapat terjadi disfungsi otonomik pada kasus yang berat.

Gejala awal: kaku kuduk, nyeri tenggorokan, dan kesulitan membuka mulut karena terjadi trismus (rahang terkunci; spasme otot masseterica)

Tetanus Neonatus

Tetanus neonatus memiliki tipe generalisata (umum).

Faktor-faktor: ibu tidak diimunisasi secara adekuat, perawatan bekas potong tali pusat tidak steril (onset dalam 2 minggu pertama kehidupan)

Gejala: rigiditas (kaku), sulit menelan ASI, iritabilitas, spasme otot

90% penderita tetanus neonatus tidak dapat tertolong. Penderita yang selamat akan mengalami retardasi mental.

Perjalanan Klinis

Inkubasi selama 1-7 hari dengan rentang 1-60 hari. Gangguan otonomik terjadi beberapa hari setelah spasme dan bertahan selama 1-2 minggu. Gangguan otonomik akan berkurang setelah 2-3 minggu. Pemulihan tetanus berjalan selama 4 minggu.

Derajat Keparahan 

I. Trismus ringan sampai sedang, spastisitas umum, tanpa gangguan pernapasan, tanpa spasme, sedikit atau tanpa disfagia

II. Rigiditas, spasme ringan sampai sedang, gangguan pernapasan sedang (frekuensi > 30/menit), disfagia ringan

III. Trismus berat, spastisitas umum, frekuensi pernapasan > 40/menit, apnea, disfagia berat, takikardia lebih dari 120

IV. Semua gejala dalam Derajat III dan ditambah dengan gangguan otonomik berat yang melibatkan sistem kardiovaskuler*

*Hipertensi: tekanan arterial 220/120 mmHg

Takikardia: 50-90 kali/menit

Depresi berat hingga hipotensi: 70/30 mmHg

Penurunan tekanan vena ventralis
Komplikasi Tetanus

Jalan napas: aspirasi, laringospasme, obstruksi sedatif

Respirasi: apnea, hipoksia, gagal napas I (atelektasis, aspirasi, pneumonia), gagal napas II (spasme laringeal, spasme trunkal berkepanjangan, sedasi berlebihan), ARDS, komplikasi bantuan ventilasi seperti pneumonia

Kardiovaskuler: takikardia, hipertensi, iskemia, hipotensi, bradikardia, takiaritmia, bradiaritmia, asistol, gagal jantung

Ginjal: gagal ginjal curah tinggi, gagal ginjal oligouria, stasis urin, dan infeksi

Gastrointestinal: stasis gaster, ileus, diare, dan pendarahan

Lain-lain: penurunan berat badan, tromboembolus, sepsis dengan gagan organ multipel, fraktur vertebra, raptur tendon

Penatalaksanaan Umum

  1. Netralisasi toksin yang bebas (dengan TIG)
  2. Menyingkirkan sumber infeksi (penisilin intravena, metronidazol)
  3. Pengendalian rigiditas dan spasme (sedase benzodiazepin)

Pencegahan

  • Imunisasi aktif
  • Penatalaksanaan luka: imuniasi pasif dengan TIG, imunisasi aktif dengan vaksin terutama Td untuk individu di atas 7 tahun
  • Neonatus neonatorum: vaksinasi maternal, bahkan selama kehamilan; meningkatkan proporsi kelahiran yang dilakukan di rumah sakit; pelatihan untuk penolong kelahiran non medis

Prognosis

Mortalitas telah berkurang dari 44% menjadi 15% sejak adanya ICU. Sebelum ada ICU, kebanyakan mortalitas karena gagal napas (80%). Tanpa perawatan, mortalitas > 50%.

Prognosis buruk pada usia tua, neonatus, dan pasien dengan periode inkubasi yang pendek.

Simpulan

Tetanus dapat dicegah dengan vaksinasi. Di negara-negara maju, beberapa kasus terjadi tiap tahun pada pasien-pasien tua yang tidak diimunisasi. Mortalitas pada kasus-kasus ini tetap tinggi. Penatalaksanaan intensif jangka panjang mungkin diperlukan, tetapi sebagian besar terapi disadarkan pada bukti-bukti yang terbatas. Tantangan terapi utama adalah pengendalian rigiditas dan spasme otot, terapi terhadap gangguan otonomik, dan pencegahan komplikasi berkaitan dengan masa kritis berkepanjangan. Pasien yang selamat dari tetanus dapat kembali ke fungsi normalnya.

Disadur dari: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III

Advertisements

Read Full Post »