Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘tinea cruris’

Patogenesis
patgen-patfis-gk_dermatofitosis
Saat terjadi infeksi, komponen permukaan dinding sel jamur dapat melekat pada sel inang. Polisakarida dinding sel (β-glucans) mengaktivasi komplemen dan menimbulkan reaksi inflamasi. Dinding sel melepaskan antigen imunodominan yang dapat menimbulkan respons imun seluler dan antibodi. Reseptor permukaan pada makrofag dan sel NK yang berperan dalam hal ini adalah dectin-1  (substansi mirip lektin, merupakan turunan ceramide) dan TLR-2 (toll-like receptor).
 
Akibat patogenitas fungi, terjadi mekanisme:
  1. Mikotoksikosis
  2. Hipersensitivitas
  3. Infeksi invasif atau kolonisasi
 
Pada individu yang sensitif dapat terjadi Hipersensitivitas I yang dimediasi IgE sehingga proses peradangan menjadi kronis.
 
Gejala Klinis
(timbul akibat substansi-substansi yang dihasilkan oleh jamur)
  • Papul, vesikel, eritema, batas tegas dengan pinggir meninggi
  • Pruritus
  • Likenifikasi (karena garukan berulang)
  • Epidermophyton floccosum: central healing, terbatas pada genitocruris dan medial paha
  • Trichophyton rubrum: dapat menyebar, mengenai daerah pubis, perianal, gluteal, dan perut bagian bawah, dapat menjadi Majocchi’s granuloma (infeksi jamur mencapai dermis dan jaringan subkutan, ditandai dengan nodul subkutan dan abses)
  • Trichophyton mentagrophytes: penyebaran infeksi rendah, inflamasi akut, dan lesi dapat hilang spontan
Advertisements

Read Full Post »